Minggu, 06 Juni 2010

YOGYA (KRjogja.com) - Bupati terpilih Pemilukada Gunungkidul 2010-2015, Dr Ir H Sumpeno Putro MSc, menjadikan reboisasi sebagai salah satu program 100 hari pertama pemerintahannya nanti bersama wakil bupati terpilih, Badingah. Hal ini dirasa penting olehnya untuk mencegah krisis air serta menjaga kelestarian lingkungan Gunungkidul yang selama ini dikenal sebagai kawasan tandus.

"Masalah lingkungan sudah bukan lagi masalah masing-masing daerah tetapi dunia dan kita berkawajiban untuk menyikapinya dengan arif dan diperlukan kesadaran lingkungan tidak ada maka dunia akan punah," ujar Sumpeno kepada KRjogja.com usai mengikuti aksi peringatan Hari Lingkungan Hidup internasional di Tugu Yogyakarta, Sabtu (5/6).

Program reboisasi akan dijalankan nantinya, Sumpeno mengatakan, penamanan jenis bambu kuning akan mampu untuk kelestarian kawasan sungai. "Program 100 hari antara lain dengan penanaman perdana bambu kuning sepanjang 1-2 km di Kali Oyo," katanya.

Mengingat Gunung Kidul sebagai kawasan pegunangan karst, Sumpeno juga akan melakukan penanaman pohon jati cupu yang akan jadikan cover atau penyangga persediaan air tanah dan karbonsing atau penyerap karbon dari alam sehingga emisi karbon ke alam akan berkurang untuk membantu kurangi emisi global. “Ditagetnya 1-2 km di kawasan yang akan dipilih nantinya, setelah itu akan diperluas secara bertahap," imbuhnya.

Tanpa adanya reboisasi Gunungkidul, aku Sumpeno, maka kabupaten ini akan kehilangan banyak potensi. Dirinya dan Badingan akan terus menggiatkan gerakan rebiosasi agar Gunungkidul menjadi hijau. (Fir)

internet marketing


EmoticonEmoticon