Video Porno Merebak, Disdik Yogya Akan Razia HP Pelajar - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 10 June 2010

Video Porno Merebak, Disdik Yogya Akan Razia HP Pelajar

YOGYA (KRjogja.com) - Peredaran video porno yang sudah menyebar di masyarakat, termasuk ke tangan pelajar, menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta. Tayangan ini sudah meresahkan, sehingga perlu segera dilakukan langkah antisipasi peredaran yang lebih luas dengan mengintensifkan pengarahan ke sekolah-sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Syamsury mengungkapkan, pihaknya bersama para guru dan kepala sekolah memang tengah mengamati fenomena tersebut. Dalam hal ini, telah dilakukan koordinasi untuk membentuk sebuah kebijakan di sekolah yang dapat menyaring pesatnya perkembangan teknologi.

"Memang ada wacana yang kami bicarakan tentang hal itu, bahkan hingga tadi malam kami masih membahasnya. Langkah terdekat yang akan dilakukan mungkin kami akan mengundang seluruh kepala sekolah untuk mencari solusi bagaimana agar anak terhindar dari peredaran video tersebut," ujarnya ketika dihubungi KRjogja.com di Yogyakarta, Kamis (10/7).

Menurutnya, alternatif lain yang akan ditempuh adalah dengan mengintensifkan pembelajaran agama dengan memberikan pembekalan mengenai penyikapan siswa terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, Disdik Kota Yogyakarta juga akan mengadakan pengarahan ke sekolah-sekolah dengan memeriksa handphone yang dibawa pelajar.

"Bentuknya mungkin bisa razia, bisa juga sosialisasi. Yang jelas sifatnya bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Ini hanya untuk mengantisipasi gangguan proses belajar yang cukup meresahkan," katanya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, pihaknya juga mengaku akan kembali memunculkan wacana larangan membawa handphone ke sekolah yang sempat dicanangkan sebelumnya. "Sebenarnya memang sudah sejak lama saya menetapkan kebijakan larangan untuk membawa handphone ke sekolah. Tetapi dalam praktiknya ternyata ada yang setuju dan ada juga yang menolak. Untuk saat ini hal tersebut akan kami serahkan ke masing-masing sekolah bagaimana mekanisme pengaturannya," imbuhnya. (Ran)

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)