Minggu, 11 Juli 2010

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Tes penyaringan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Yogyakarta, Sabtu (10/7/2010), diikuti 10.000 peserta dan pelaksanaannya di 10 tempat, baik gedung sekolah maupun kampus perguruan tinggi.

Salah seorang anggota tim pengawas dari Kemenkeu yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya mengatakan, jumlah peserta untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai lebih dari 10.000 orang dan merupakan jumlah peserta terbanyak kedua setelah Jakarta.

Dia mengatakan, kegiatan tes CPNS Kemenkeu dilaksanakan serentak di berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya di Jakarta, Medan, Yogyakarta, dan Surabaya.

"Pelaksanaan tes masuk CPNS Kemenkeu ini hampir merata di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke," katanya.

Dia juga mengatakan, tes masuk CPNS Kemenkeu dalam dua tahap, yaitu pertama tes potensi akademik, kemudian akan dilanjutkan dengan psikotes, tes olahraga, dan terakhir adalah tes wawancara.

Untuk pengumuman hasil tes potensi akademik atau tes tahap pertama, akan diumumkan pada 30 Juli 2010.

Ia juga mengatakan, tes masuk CPNS Kemenkeu merupakan penyaringan yang sangat ketat dan murni. Hasil tes ini akan langsung dikirim dan diperiksa di kantor pusat Kemenkeu di Jakarta.

"Jadi tidak ada korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), semuanya tidak akan lulus jika tidak mengikuti tahap-tahap tes yang telah ditentukan," katanya.

Salah seorang peserta tes CPNS Kemenkeu, Rina Eko (24), mengatakan optimistis bisa diterima menjadi CPNS Kemenkeu karena merasa bisa mengerjakan soal-soal tes tersebut, meskipun waktunya sangat terbatas, tetapi tetap berusaha mengerjakan.

Kata Rina, jauh hari telah mempersiapkan semuanya untuk menghadapi tes CPNS Kemenkeu, yaitu dengan mempelajari soal-soal CPNS tahun sebelumnya.

Menurutnya, persiapan panitia dinilai kurang memuaskan karena jadwal pelaksanaan tes tidak sesuai sehingga terlambat. Seharusnya tes dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB, tetapi baru dimulai pukul 08.15 WIB.

Selain masalah waktu, menurut Rina, panitia kurang memberikan informasi yang spesifik tentang denah lokasi dan nomor tempat duduk yang berbeda dengan nomor peserta ujian lainnya sehingga membuat calon peserta menjadi bingung dalam mencari ruang tes ujiannya.




EmoticonEmoticon