Rabu, 14 Juli 2010

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Di musim kemarau penyakit mata merah (belekan) mulai meningkat, karena mulai banyak debu beterbangan. Ini juga terjadi di Yogyakarta. Sebelumnya pasien belekan di RS Mata Dr Yap di bawah 5 persen dari seluruh pasien yang berobat, sekarang sekitar 10 persen.

Hal itu dikemukakan Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan RS Mata Dr Yap dr Enni Cahyani Permatasari, SpM pada Republika, Senin (12/7). Untuk itu, masyarakat perlu waspada dan menjaga kondisi tubuh dengan asupan makanan yang bergizi, termasuk vitamin C yang tinggi.
Menurut Enni, perjalanan penyakit belekan ini sekitar 3-12 hari. Apabila kondisi tubuh sedang lemah ditambah dengan banyak kegiatan di luar, kurang istirahat, sembuhnya penyakit belekan bisa sampai 12 hari. Karena itu apabila seseorang mengalami belekan harus segera ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat dan jangan menggunakan obat sembarangan. ''Karena kalau sudah infeksi, mata merah tidak bisa sembuh dengan obat yang dijual di pasaran,'' ujarnya.

Namun kalau hanya mata terasa pedih dan tidak mengalami infeksi, kata Enni, diobati dengan obat tetes mata yang dijual bebas seperti Insto, Visine, Rohto, dan lain-lain kemungkinan besar dalam waktu dua hari sembuh. ''Jika dengan obat-obatan tersebut dalam dua hari tidak sembuh, maka harus berobat ke Puskesmas atau rumah sakit,'' jelasnya.

Penyakit belekan ini tidak pandang bulu, bisa menyerang bayi hingga lanjut usia. Bahkan dari bayi bisa menular ke orangtua. Karena itu untuk pencegahannya, di samping menjaga asupan makanan, sering cuci tangan pakai sabun. Selain itu pada saat membersihkan kotoran mata, gunakan kapas dengan air yang hangat. ''Apabila sedang sakit mata sebaiknya istirahat secukupnya dan berada di rumah saja, agar tidak mudah menular ke orang lain,'' tegas Enni.

Red: Endro Yuwanto
Rep: Neni Ridarineni




EmoticonEmoticon