Minggu, 04 Juli 2010

Yogyakarta - Setelah resmi dibuka oleh Presiden SBY pagi tadi, malam ini Muhammadiyah mengadakan acara tasyakuran sebagai tanda syukur karena dalam perjalanannya organisasi Islam ini telah mencapai umur satu abad. Acara syukuran itu digelar dalam bentuk pentas pagelaran seni.

Sama seperti saat pembukaan pagi tadi, acara ini juga digelar di Stadion Mandala Krida. Pantauan detikcom, Sabtu (3/7) di stadion yang terletak di Jl Gayam, Yogyakarta, itu tak kurang dari puluhan ribu pengunjung memadati stadion.

Selain peserta dan tim penggembira yang telah tiba sejak pagi, pagelaran itu ternyata juga menyedot warga seputaran Yogyakarta. Mereka tampak berbondong-bondong mengajak keluarga untuk melihat berbagai macam hiburan yang dihadirkan.

"Bawa anak-anak saja, kebetulan lagi liburan juga," kata seorang ibu warga Jl Sultan Agung, Yogyakarta, Nita.

Acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB dengan pembuka alunan nada-nada dan lagu-lagu indah dari Dwiki Darmawan Orkestra. Tidak hanya orkestra saja yang beraksi, dua artis ibu kota yaitu Hedi Yunus dan Ita Purnamasari ikut menyumbangkan suara pada perhelatan keluarga besar Muhammadiyah ini.

Selain itu, para pengunjung yang hadir juga disuguhi tari-tarian. Tarian pertama dipersembahkan oleh ratusan murid TK di seluruh Yogyakarta. Putra putri cilik tersebut dengan lincahnya memperlihatkan aksi mereka dengan tari payungnya.

Tak hanya sampai di situ. Puncak dari pagelaran pentas seni malam ini diisi oleh tarian kolosal dari pelajar SMP dan SMP dari sanggar di bawah pimpinan seniman Didi Nini Towok. Lebih dari 200-an pelajar tersebut tampil mengenakan baju dan celana panjang putih. Tampak mereka sangat percaya diri dengan gerakan-gerakan yang ditunjukkan.

Tarian kolosal itu dinamakan sebagai tarian Gerak Bersama Mencerahkan Bangsa. Sesuai dengan namanya, tarian ini sangat cerah dan penuh warna, sebab pada bagian pergelangan tangan, pergelangan kaki, dada, pundak dan kepala mereka ditempelkan aksesoris lampu kecil yang berwarna hijau, merah dan biru.

Selain tarian, dalam acara berdurasi 3 jam itu juga menghadirkan alunan musik gamelan Kiai Kanjeng. Di akhir acara tersebut sebagai penutup, ditandai dengan pesta kembang api. Puluhan lentusan yang terdengar bertubi-tubi seolah membelah langit yang cerah setelah diguyur hujan sejak sore harinya. Langit yang gelap pun seketika langsung penuh warna-warni ketika kembang api itu pecah di atas dan mengeluarkan keragama warnanya.

Aksi kembang api ini juga sekaligus sebagai penutup acara tasyakuran ini. Puluhan ribu penonton pun lantas bertepuk tangan gembira dengan aksi kembang api tersebut.

"Dengan ditandai puluhan kembang api yang dilepas, kita berharap dan berdoa agar muktamar kali ini berjalan lancar dan sukses. Kami juga mengajak Anda untuk bergandeng tangan dan berjuang demi kejayaan bangsa. Dan kami yakin di tengah era teknlogi dan informasi yang semakin pesat, Muhammadiyah bisa menghadapi tantangan itu," tutup MC yang sekaligus menutup acara tasyakuran tersebut.

Hari ini hingga lima hari ke depan, Muhammadiyah akan memulai kegiatan muktamarnya. Agenda inti Mukatamar hari ini adalah sidang pleno yang membahas laporan PP Muhammadiyah dan sidang pleno Muktamar Aisyiyah yang akan di laksakan bersamaan pukul 08.00 WIB.

(lia/irw)




EmoticonEmoticon