Sabtu, 28 Agustus 2010

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 384 perlintasan kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Daerah Operasional VI Yogyakarta belum dijaga sehingga menimbulkan kerawanan terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.

"Semua perlintasan kereta api adalah daerah yang rawan terjadi kecelakaan, namun kerawanan tersebut akan meningkat di perlintasan- perlintasan kereta api yang tidak dijaga dan perlintasan liar," kata Kepala Humas Perseroan Terbatas Kereta Api (PT KA) Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto di Yogyakarta, Jumat (27/8/2010).

Berdasarkan data dari dari PT KA Daop VI, jumlah total perlintasan di wilayah tersebut adalah 502 perlintasan yang terdiri dari 122 perlintasan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan 380 perlintasan di wilayah Jawa Tengah.

Di DIY, dari 122 perlintasan yang ada, sebanyak 39 perlintasan telah dijaga, 62 perlintasan tidak dijaga, empat perlintasan liar atau yang dibuat oleh masyarakat tanpa izin dari Kementerian Perhubungan atau Direktorat Jenderal KA, 12 perlintasan underpass dan enam perlintasan flyover.

Sedang di wilayah Provinsi Jawa Tengah, terdapat 74 perlintasan yang sudah dijaga, 286 perlintasan yang tidak dijaga, lima perlintasan liar, sembilan perlintasan underpass dan enam perlintasan flyover.

"Sehingga baru ada sebanyak 113 perlintasan yang mendapatkan penjagaan di wilayah kerja PT KA Daop VI," katanya.

Eko mengatakan, akan terjadi peningkatan volume perjalanan kereta api saat arus mudik dan balik Lebaran, dari 80 perjalanan setiap hari menjadi sekitar 100 perjalanan kereta api setiap hari.

"Untuk mengantisipasi meningkatnya volume perjalanan kereta api, khususnya di perlintasan-perlintasan yang tidak dijaga tersebut, PT KA akan bekerja sama dengan masyarakat dan juga Dinas Perhubungan setempat," katanya.

Selain itu, lanjut Eko, PT KA akan meningkatkan jumlah petugas piket untuk disiagakan di sejumlah perlintasan kereta api yang belum dijaga tersebut.

"Selama arus mudik dan balik Lebaran, seluruh petugas operasional PT KA tidak boleh cuti sehingga bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat," ujarnya.

Peningkatan arus perjalanan kereta api tersebut disebabkan PT KA akan menjalankan kereta ekstra Lebaran untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang pada saat Lebaran.

Kepala Stasiun Besar Yogyakarta Asdo Artrivianto menyatakan, tiket kereta api untuk arus balik dari Yogyakarta, telah habis dipesan untuk perjalanan hingga H+6 atau 16 September, bahkan perjalanan untuk 17 jingga 19 September telah terjual sekitar 80 persen.

PT KA lanjut dia, telah memiliki 25 agen penjualan tiket untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh tiket sehingga tidak perlu datang ke reservasi kereta di stasiun-stasiun.

Editor: Hertanto Soebijoto | Sumber :antara




EmoticonEmoticon