Jumat, 24 September 2010

Yogyakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkomitmen akan membantu Indonesia dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Pada tahun ini, AS menyediakan sekitar 700 kursi/beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di berbagai bidang ilmu.

Jumlah tersebut sekitar 4 persen dari total 15 juta kursi yang disediakan AS untuk mahasiswa seluruh dunia. Sekitar 7 ribu instansi dan perguruan tinggi di Amerika siap menampung mahasiswa Indonesia untuk belajar di berbagai disiplin ilmu.

"Dana bantuan yang diberikan untuk Indonesia mencapai Rp 165 juta dollar untuk kurun waktu 5 tahun. Bantuan itu fokus untuk pendidikan pada program pertukaran pelajar, pendidikan dasar dan budaya," kata Dubes AS untuk Indonesia, Scot Marciel saat pidato di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta, Kamis (23/9/2010).

Dia mengatakan, bantuan untuk pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Amerika. Kerjasama dengan Indonesia selama 18 bulan terakhir ini juga dilakukan secara lebih intensif.

Marciel mengakui dalam 10 tahun terakhir ini jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di AS mengalami penurunan drastis dari 14 ribu mahasiswa berkurang hingga 7 ribu mahasiswa. Hal ini dimungkinkan karena adanya krisis perekonomian yang pernah melanda Indonesia.

"Saat ini kesempatan itu kita buka kembali. Karena kami juga menyadari akan arti pentingnya menjalin hubungan dengan Indonesia terutama bida pendidikan dan penelitian secara lebih intensif," katanya.

Dia menambahkan selain kerjasama pendidikan, pemerintah AS juga ingin membantu Indonesia dalam masalah perubahan iklim global dan menangani kasus korupsi. Dalam pidato selama 40 menit itu, marciel juga menyinggung kedekatan yang lebih mendalam Presiden Obama dengan Indonesia karena Obama pernah tinggal di Indonesia selama beberapa tahun di waktu kecil.

Selain mengunjungi UGM, rombongan Dubes AS juga bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, bertemu dengan civitas akademik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan meninjau Balai Yasa milik PT Kereta Api (KA) Indonesia untuk meninjau perawatan dan bengkel kereta api. Sebab pemerintah AS akan memberikan bantuan lokomotif dari PT General Electric.

(bgs/irw)




EmoticonEmoticon