Selasa, 14 September 2010

RADAR JOGJA - Bagi pemudik yang akan meninggalkan kampung halaman Jogjakarta, tampaknya harus mencari waktu selain tanggal 15-16 September. Sebab pada tanggal ini diprediksikan akan terjadi puncak arus mudik.

''Kami perkirakan 15 September atau H+5 Lebaran menjadi puncak dari arus balik,'' kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Immanudin Aziz di kompleks balai kota kemarin (8/9).

Aziz mengungkapkan, sesuai pengalaman tahun lalu dan hasil pertemuan Dinas Perhubungan (Dishub) se-Jawa di Semarang, sebelum Lebaran, H+5 bakal terjadi peningkatan tajam pemudik yang akan balik. Mereka ini dikhawatirkan memenuhi semua akses transportasi baik umum maupun pribadi.

''Kalau terjadi puncak arus balik, Terminal Giwangan sebenarnya bisa menampung seluruh pemudik yang diperkirakan berjumlah 29 ribu penumpang. Tapi, saat berada di jalan raya, kami khawatirkan bus-bus akan terjebak dalam kemacetan,'' jelasnya.

Menurutnya, banjirnya penumpang yang akan kembali ke tempat kerjanya tersebut bertujuan ke Jakarta, Bogor, dan kota besar lain. Mereka ini akan berangkat dari Jogja dengan waktu yang bersamaan. ''Kami kerahkan 1.106 armada bus untuk mengangkut seluruh penumpang,'' sambungnya.

Jika membaca data pada arus mudik lalu, sampai dengan H-3 Lebaran, sudah ada 99.011 penumpang yang datang ke Jogjakarta. Jumlah ini pemudik ini memang jauh lebih banyak daripada penumpang di arus balik. Sebab, mereka ini turun ke Giwangan tidak hanya bertujuan ke Jogjakarta saja. Namun, kota-kota perbatasan Jawa Tengah juga. ''Pada arus balik, kami perkirakan mereka akan langsung mencari bus yang jurusan ke Jakarta,'' jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Humas Daerah Operasional (Daops) VI PT Kereta Api Indonesia (KAI) Eko Budiyanto menyebutkan, tiket untuk arus mudik sudah ludes terjual sejak H-2 Lebaran. Bahkan, tiket pada H+5 sudah ludes terjual jauh hari.

Permintaan masyarakat untuk tiket arus balik sampai saat ini sebenarnya masih tinggi. Tapi, semua tiket arus balik pada sampai dengan H+7 sudah ludes terjual. Tiket yang dicetak KAI sendiri pada arus mudik ini mencapai lebih dari 15 lembar. Tiket ini terbagi dari kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. ''Kami juga sudah menambah tiket untuk dua rangkaian KA Lebaran tambahan,'' tambahnya.

Semula PT KA hanya akan menambah tiga KA Lebaran, yakni KA Senja Utama Jogjakarta jurusan Jogja Tugu-Jakarta Pasar Senen untuk kelas bisnis, Argolawu jurusan Solo Balapan-Jakarta Gambir untuk kelas eksekutif dan Bengawan Lebaran jurusan Solo Jebres-Jakarta Tanah Abang untuk kelas ekonomi. ''Namun dalam perkembangannya PT KA harus menambah lagi dua KA Lebaran,'' katanya.

Dua rangkaian KA Lebaran yang akan dioperasikan itu adalah Fajar Utama Lebaran jurusan Jogjakarta Tugu-Jakarta Pasar Senen dan Argolawu II jurusan Solo Balapan-Jakarta Gambir. ''Kami telah berkoordinasi dengan pihak TNI dan terminal Giwangan untuk menampung penumpang yang tak terangkut,'' jelasnya. (eri)




EmoticonEmoticon