Jelang Lebaran, Kenaikan Harga Komoditas Sebesar 5 persen - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Post Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Saturday, 4 September 2010

Jelang Lebaran, Kenaikan Harga Komoditas Sebesar 5 persen

BANTUL - Perkembangan harga rata rata kebutuhan komoditi strategis periode minggu ke IV di Kabupaten Bantul naik sebesar 5 persen. Hal itu diketahui berdasarkan data data laporan mingguan Dinas Perindsutrian, Perdagangan dan Koperasi pemkab Bantul perubahan harga yang menonjol disejumlah pasar tradisional.

Kepala Dinas Perindsutrian, Perdagangan dan Koperasi pemkab Bantul Trisaktiana mengungkapkan untuk kelompok pangan perkembangan harga pada Minggu terakahir bulan Agustus 2010 lalu kenaikan hanya tercatat sebesar 5 persen,"Kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa komoditas seperti cabe merah keriting, kedelai local dan apel Malang,"katanya kemarin.

Menurut data yang didapatkan, terang Tri, penurunan harga malah terjadi pada beberapa bahan komoditas yang disedikan oleh pedagang seperti Tepung terigu, Kedelai impor, telur ayam dan buah buahan import seperti Apel. Bahkan untuk jeruk jenis siam Pontianak malah cenderung turun sebesar 11,1 persen,"Sementara untuk sandang perkembangan masih terbilang stabil, kalo naikpun tidak terlalu drastis,"ungkapnya.

Data Disperindagkop menyebutkan, untuk kebutuhan pokok seperti beras tidak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Beras jenis Rojo Lele pada minggu lalu Rp.6000/kg tidak beranjak pada akhir minggu pada bulan Agustus. Begitu juga dengan harga gula pasir SHS yang stabil pada harga 9.500/kg. sedangkan untuk minyak goreng berada pada titik harga 13.000/kg.

"Untuk H min enam hingga tujuh lebaran, hasil pendataan akan selesai pada hari Sabtu (hari ini-red), jadi belum diketahui apakah ada kenaikan atau tetap stabil pada harga Minggu kemarin,"Katanya.

Disinggung apakah ini terkait dengan pasar murah yang digelar Disperindakop, Tri menegaskan, pengaruhnya tidak terlalu besar. Pasalnya fungsi pasar murah dengan operasi pasar berbeda, terlebih kegiatan pasar murah hanya dilaksanakan di satu kecamatan saja.

Sementara itu, Kasi Perencanaan dan Pengendalian Kantor Pengelolaan Pasar Anjar Arintaka Putra,S.Sos mengatakan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bantul pada H - 8 Lebaran belum ada kenaikan yang tinggi. Namun dalam sepekan kedepan pemantaun harga akan dilakukan tiap hari hingga lebaran,"Untuk itu, pada hari biasa pemantauan dilaksanakan hanya 2-3 hari sekali, tapi rencananya akan dilaksanakan setiap hari mulai dari H-10 sampai H+7 lebaran,"pungkasnya. (iwan)



No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)