Jumat, 17 September 2010

REZEKI memang sudah ada yang mengatur. Tapi bukan berarti manusia tak bisa berusaha untuk mencari rezeki. Jika bisa memanfaatkan kesempatan, keuntungan berlipat pun bakal diterima. Seperti setiap Lebaran tiba. Di hari kemenangan ini, sebagian orang malah menjadikannya untuk mendulang rupiah.

Salah satu usaha yang menangguk rupiah di hari Lebaran adalah bisnis laundry. Seperti diketahui, bisnis laundry kiloan di DIJ kini menjamur. Tak hanya di tengah kota, tapi merambah sampai pedesaan.

''Peningkatannya hampir 200 persen. Kalau hari biasa rata-rata kami mencuci pakaian 40 kilogram, sekarang naik menjadi 78 kilogram. Ini saja masih ada beberapa pakaian yang belum kami ambil dari konsumen,'' kata Ningrum Utami, pemilik usaha Ning Loundry di Jalan Banguntapan, kemarin.

Ia menuturkan, peningkatan omzet harian ini tentu membuat tanggung jawab pekerjaannya bertambah. Padahal, satu dari dua karyawannya pulang kampung ke Wonosari. ''Risikonya, setiap ada konsumen yang memasukkan pakaian, kami minta menunggu lebih lama,'' tuturnya.

Peningkatan penghasilan saat Lebaran memang hampir semuanya dirasakan warga Indonesia. Ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan setiap perusahaan memberikan tunjangan hari raya (THR).

Tapi bagi beberapa pekerja nonformal, seperti Ningrum, kerja ekstra harus dilakukan jika ingin mendapatkan tambahan penghasilan. ''Mau tutup ya eman-eman toh Mas. Masak ada kesempatan mendapat untung tidak dimanfaatkan,'' jelasnya.

Berkah Lebaran juga dirasakan Iswanto. Tukang cuci bus di Terminal Giwangan ini mengaku, penghasilannya selama Lebaran naik lebih dari dua kali lipat. Sejak satu minggu sebelum Lebaran, dia bisa mencuci lebih dari 17 bus.

''Untung paling besar jika ada bus lain yang masuk dan minta dicuci. Harga per busnya mereka nurut,'' ujarnya.

Wanto, panggilannya mengungkapkan, dia sebenarnya hanya mencuci bus Sumber Kencana. Untuk satu bus, ia mematok tarif Rp 7.000. Tarif ini berbeda jika ada bus lain yang akan dicuci. Sekali mencuci, ia bisa mendapat uang Rp 10 ribu - Rp 15 ribu. ''Bilang lima belas ribu rupiah, kalau tidak ditawar ya beruntung,'' katanya.

Meski mendapat keuntungan berlipat, kebahagiaan yang didapatkan ternyata masih kurang. Ini karena dia terpaksa bekerja saat Lebaran. ''Kalau disuruh memilih, tentu saja saya lebih senang memiliki cukup uang dan bisa berlebaran bersama keluarga,'' sambungnya.

Hendra Sanjaya, pengusaha rental mobil juga merasakan betul bagaimana mudahnya mengais rupiah di hari Lebaran. Jika di hari biasa, ia harus mencari konsumen ke instansi-intansi swasta maupun pemerintah, kini konsumen datang sendiri.

''Kalau di hari Lebaran ini, apa pun jenis mobilnya pasti laku disewakan. Asalkan kondisinya baik, dari mesin dan surat kelengkapannya,'' imbuhnya.

Di hari biasa, menurut Hendra, dia hanya bisa merentalkan maksimal lima mobil. Sedang di hari Lebaran ini, 14 mobil termasuk kendaraan pribadi yang sehari-hari ia gunakan juga turut laku disewakan. Harga sewa mobil, untuk jenis MPV kelas menengah seperti Avanza dan Xenia setiap 12 jam dipatok Rp 250 ribu.

''Kalau MPV yang kelasnya tinggi seperti Kijang Innova, sampai Rp 350 ribu. Biasanya paling diminati memang dua jenis mobil tersebut,'' tuturnya. (eri)



EmoticonEmoticon