Senin, 27 September 2010

YOGYA (KRjogjacom) - Kondisi Kota Yogyakarta pasca angin ribut yang menerjang wilayah ini, Kamis (25/9), kini berangsur-angsur mulai normal. Beberapa beberapa pohon, baliho, maupun tiang lisrik yang tumbang di kota ini telah dengan bergotong-royong telah dibersihkan Jajaran Kodim 0734 Yogyakarta, Kepolisian, Pemkot Yogyakarta dan warga sekitar.

Hingga pagi ini, Minggu (26/9), pembersihan sisi-sisa kejadian angin ribut masih terus dilakukan, hal ini dilakukan agar jalanan kota ini bisa dilalui masyarakat untuk beraktifitas. Selain itu, pohon-pohon yang cukup besar dan rentan tumbang, satu persatu mulai dipangkas dan ditebang.

Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Letkol Inf Arudji Anwar mengintrsuksikan prajuritnya untuk bekerja sama dengan petugas terkait membersihkan beberapa ruas jalan yang sempat terkena bencana angir ribut kemarin. Ditegaskannya, jajarannya selalu siap untuk memberikan dukungan personil jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kami selalu siap memberikan bantuan kepada masyarakat. Sejak kemarin pasca angin ribut, beberapa titik yang terkena dampak paling parah telah kami bersihkan sehingga tidak mengganggu aktifitas warga,” kata Arudji Anwar.

Sementara itu, Kepala Kantor Penanggulangan Kebakaran, Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Yogyakarta Sudarsono menjelaskan, saat ini petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta masih membersihkan sisa-sisa pepohonan yang tumbang, maupun beberapa fasilitas lain. Di Kota Yogyakarta, angin ribut telah membuat kerusakan di beberapa kecamatan, diantaranya Umbuharjo, Danurejan, Gondokusuman, Gedongtengen, Jetis, Mantrijeron, Gondomanan, Mergangsan dan Kotagede.

"Kerusakan total masih sukar untuk kita taksir, karena sebagian besar yang rusak adalah pepohonan yang tumbang. Di Umbulharjo misalnya, ada tiga pohon tumbang dan dua jaringan listrik terputus. Sementara di Gondokusuman ada empat baliho dan empat pohon tumbang dimana satu pohon waru di depan wisma PSIM jatuh mengenai satu sepeda motor Vario," terangnya.

Di Alun-Alun Utara Yogyakarta, sambungnya, selain satu tiang listrik tumbang, terdapat juga sebuah pohon beringin yang roboh dan menimpa dua mobil. Kejadian pohon tumbag menurutnya juga terjadi di Museum Tamasiswa (3 pohon), Ndalem Danukusuman Mantrijeron (1 pohon) dan di Jalan Pasar Kembang (2 pohon).

"Kalau fasilitas lain, ada lampu penerangan di Jalan Mataram yang pecah. Kami hingga kini tetap siap siaga, dengan menyiapkan personil kami. Jumlahnya ada 30 orang per hari," imbuhnya. (Den)




EmoticonEmoticon