Rabu, 15 September 2010

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Inspektorat Kota Yogyakarta menggelar inspeksi mendadak kedisiplinan pegawai pada hari pertama masuk kerja pascalibur Lebaran, Selasa (14/9/2010). Dari pemeriksaan yang dilakukan di 22 satuan kerja dengan total pegawai 1.240 orang, Inspektorat menemukan empat PNS yang tidak masuk tanpa keterangan, 13 PNS izin tidak masuk dengan berbagai alasan, serta 15 PNS yang izin terlambat masuk kerja.

Sebelumnya, inspektorat juga menggelar pemeriksaan serupa satu hari menjelang cuti bersama Lebaran pada 8 September lalu. Hasilnya, dari 24 satuan kerja yang diperiksa dengan total 1.691 pegawai, ditemukan dua pegawai bolos tanpa keterangan, sembilan orang izin tidak hadir, dan 30 PNS pulang sebelum jam kerja usai.

Inspektur Kota Yogyakarta, Arbak Yhoga Widodo mengatakan, seluruh pegawai yang bolos tanpa keterangan, izin tidak masuk, maupun sakit, akan dipotong tunjangan kesejahteraannya sebesar empat persen per hari dan dua persen untuk keterlambatan. "Artinya, jika pegawai itu tidak masuk dua hari, maka potongannya menjadi delapan persen," kata Arbak.

Namun, khusus bagi PNS yang tidak masuk tanpa keterangan, selain potongan tersebut, Arbak mengatakan akan dilakukan pemeriksaan khusus terhadap yang bersangkutan untuk pemberian sanksi tambahan. "Sanksinya mulai dari teguran lisan hingga pemecatan yang ditentukan dari hasil pemeriksaan khusus terhadap yang bersangkutan," katanya.

Selain itu, kepala satuan kerja pegawai bersangkutan juga akan mendapat teguran tertulis dari Inspektorat untuk memperbaiki kinerja anak buahnya tersebut. "Disiplin pegawai juga merupakan tanggung jawab kepala satuan kerja masing-masing," kata Arbak.

Meski begitu, Arbak mengatakan kondisi tahun ini telah lebih membaik dibandingkan Lebaran tahun lalu di mana terdapat total 16 PNS yang bolos tanpa keterangan baik sehari sebelum maupun sesudah libur Lebaran.

Penulis: Mohamad Final Daeng | Editor: I Made Asdhiana




EmoticonEmoticon