Sabtu, 25 September 2010

HARIAN JOGJA: Hasil evaluasi ujian akhir nasional (UAN) 2010 menghasilkan usulan larangan penggunaan ponsel selama jam belajar. Usulan itu didasarkan fakta maraknya penyalahgunaan ponsel dalam pembelajaran dan ujian nasional.

“Tapi kami menunggu dasar hukum, sekolah tidak bisa menghasilkan tata tertib berupa pelarangan penggunaan ponsel tanpa dasar hukum lebih tinggi,” jelas Timbul Mulyono, Bendahara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA/MA DIY, Jumat (24/9).

Meski belum berani mengeluarkan larangan siswa membawa ponsel saat proses belajar, Timbul mengaku pengelola sekolah sebagian besar menilai dampak ponsel terhadap kegiatan belajar kurang baik. Sehingga jika ada payung hukum, setiap sekolah bisa mengambil kebijakan sama.

Koordinator ujian akhir nasional (UAN) DIY Baskara Aji mengakui ponsel dianggap salah satu faktor dominan yang mengganggu belajar. “Kami segera sosialisasi, evaluasi, lakukan kajian dan memberi masukan ke dinas pendidikan di tiap kabupaten dan kota bahwa ponsel mengganggu konsentrasi belajar siswa,” jelasnya.

Dikpora DIY menurutnya bahkan sesegera mungkin mengeluarkan surat edaran resmi larangan penggunaan ponsel kepada seluruh sekolah. Beberapa kepala sekolah yang ikut evaluasi hasil ujian akhir nasional (UAN) sudah menyambut baik usulan pelarangan ponsel bagi siswa. (Harian Jogja/Miftahul Ulum/NUC/fd)




EmoticonEmoticon