Sabtu, 23 Oktober 2010

Harian Jogja | KULONPROGO: Geger gunung merapi yang sudah dalam status siaga juga dikhawatirkan warga Kaliwalang, Temon Wetan, Kulonprogo. Tiga petak ubin rumah Agustinus Budi Fernanto, 42, tiba-tiba mendidih dan disangka dampak dari Gunung Merapi.

Lokasi rumah Agus terbilang sangat jauh dari ancaman letusan Gunung Merapi. "Kami khawatir jika panas ini adalah salah satu efek dari meningkatnya status Gunung Merapi. Jadi istri saya langsung melapor ke Kepala Desa," ujar Agus di rumahnya, Jumat (22/10) petang.

Ia menambahkan, perubahan suhu yang drastis juga terjadi di ruang tamu rumah milik Agus. Hanya saja tidak sepanas suhu di teras rumah. Karena was-was, Agus juga meminta warga dan tetangga untuk membantu mencari tahu kondisi ekstrim tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat di cek, warga menduga hawa panas terjadi akibat adanya gas alam yang mendesak keluar seperti yang terjadi di Lumpur Lapindo. Bedanya, hawa tersebut tidak disertai dengan bau yang menyengat.

Akhirnya Agus bersama warga mencari pertolongan kepada petugas pelayanan gangguan PLN. Saat datang ke lokasi kejadian, petugas PLN Wahyono, 40 langsung melakukan identifikasi. Hasilnya, hawa panas tersebut ternyata gara-gara pemasangan kabel listrik rumah Agus yang terbalik atau salah pasang.

Agus lalu menjelaskan jika dua bulan lalu kabel listrik di rumahnya pernah terputus karena tertimpa pohon kelapa saat tetangganya sedang menebang di kebun sebelah rumah. Namun bukannya melapor ke PLN, si penebang justru menyambungkan sendiri kabel yang terputus itu. “Ini sudah diperbaiki, kita harapkan hawa panasnya bisa hilang,” jelasnya.(Harian Jogja/Martha Narulita)




EmoticonEmoticon