Jumat, 29 Oktober 2010

YOGYA (KRjogja.com) - Sepanjang Jumat (29/10) pagi, Gunung Merapi telah tiga kali mengeluarkan wedhus gembel alias awan panas sebanyak tiga kali. Aktifitas tersebut terdata dari seismograf di posko monitoring kantor BPPTK Yogyakarta, Jumat (29/10).

"Semburan awan panas terjadi pagi tadi sekitar pukul 06.10 selama 3 menit. Kemudian luncuran awan muncul lagi pukul 08.41 sampai 08.50 dengan jarak luncur 4 kilometer ke arah Selatan menuju Kali Gendol," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr. R. Sukhyar di kantor BPPTK Yogyakarta, Jumat (29/10).

Sukhyar mengungkapkan, aktivitas luncuran awan panas ini menunjukkan karakteristik Merapi yang sesungguhnya. Terus meningkatnya luncuran dan guguran material menunjukkan fase baru adanya pertumbuhan kubah lava Merapi.

Menurutnya, dengan kemunculan karakter Merapi tersebut, kecil kemungkinan akan terjadi ledakan eksplosif lagi. "Tetapi ini tetap kita tunggu seperti apa pembentukan kubahnya. Sejauh ini kita kan belum tahu posisi kubah lava," katanya.

Saat ini, tambahnya, terdapat dua hal yang masih terus akan menjadi ancaman utama. Diantaranya yakni guguran awan panas dan jika terbentuk kubah aktif, maka akan terdapat luncuran lahar.

"Sekarang ini diperkirakan akan ada 6 juta meter kubik material di Kali Gendol dan akan terdapat 8 juta meter kubik material yang kembali akan dimuntahkan Merapi. Lereng Merapi juga tetap harus diwaspadai," tuturnya.

Data sejak pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB pagi ini terdapat 87 guguran, gempa multi phase (MP) sebanyak 53 kali, gempa dalam 1 kali, gempa dangkal 15 kali dan luncuran awan panas sebanyak 2 kali. (Ran)




EmoticonEmoticon