Juru Kunci Merapi Tetap Kerja di Perpustakaan - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 9 April 2011

Juru Kunci Merapi Tetap Kerja di Perpustakaan

Sudah 12 tahun Asih menjadi pegawai perpustakaan Fakultas MIPA UII.

VIVAnews - Tugas berat saat ini berada di pundak Asih atau Mas Lurah Suraksosihono. Ia harus menggantikan tugas ayahnya, Mbah Maridjan. Menjadi juru kunci Gunung Merapi.


Meski tak mudah menjadi kuncen, Asih tetap setia pada pekerjaannya sebagai staf perpustakaan Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.


Tanda kesetiaan pada pekerjaannya itu ia sampaikan secara tertulis pada Rektor UII Yogyakarta, Edy Suwandi Hamid. Kepada pimpinan UII, ia juga secara resmi memberi tahu soal penunjukannya sebagai juru kunci.


"Meski saya saat ini menjadi juru kunci Merapi, namun saya tetap bekerja di UII Yogyakarta," kata Asih usai bertemu dengan Rektor UII Edi Suwandi Hamid, Jumat, 8 April 2011.

Kata dia, tugasnya sebagai juru kunci tidak akan mengganggu pekerjaan sebagai karyawan perpustakaan. Sebab, acara-acara budaya keraton atau labuhan Merapi diadakan hanya satu kali dalam setahun.
"Ada labuhan ageng dan labuhan alit. Labuhan ageng diadakan setiap 8 tahun di tahun Dal," paparnya.


Pria 44 tahun itu menyatakan sangat menghormati pekerjaan yang digeluti di UII selama 12 tahun itu. "Saya memang harus minta izin kepada kantor jika harus menjalankan tugas sebagai juru kunci Merapi seperti saat acara labuhan," ujarnya.


Rektor UII mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan status baru Asih. "Kalau ada acara sebagai juru kunci dan harus meninggalkan tugas sebagai staf perpustakaan tentunya kami akan mengizinkan. Toh acara sebagai juru kunci Merapi tidak dilakukan setiap hari,"ujarnya.


Berbeda dengan ayahnya, Asih menolak dipanggil 'Mbah' -- julukan yang identik dengan penjaga gunung. "Cukup Asih." Alasannya, ia masih muda.


Laporan: Juna Sanbawa| Yogyakarta





Translate Using Google Translate May

"Juru Kunci" Merapi Still Work in The Library


VIVAnews - Uphill task now rests with Asih or Mas Village Suraksosihono. He must replace the duties of his father, Mbah Maridjan. Being a caretaker of Mount Merapi.


Although not easy to be Kuncen, Asih remained faithful to her job as library staff of the Faculty of Mathematics, Natural Sciences (MIPA), Universitas Islam Indonesia (UII) in Yogyakarta.


A sign of loyalty to his work that he made in writing to the Rector of UII Yogyakarta, Edy Kelvin Hamid. UII to the leadership, he was also officially told about his appointment as caretaker.


"Although I am currently a caretaker Merapi, but I was still working in the UII Yogyakarta,"he said after meeting with the Rector Asih UII Edi Kelvin Hamid, Friday, April 8, 2011.


He said, his duties as caretaker will not interfere with work as a library employee. Therefore, cultural events or harbor palace Merapi is held only once a year.
"There's harbor and harbor ageng alit. Labuhan ageng held every 8 years in Dal," he explained.


Male 44 years that states have great respect for the work that was involved in UII for 12 years. "I did have to ask permission to the office if you have to run the job as caretaker of Merapi as when the show harbor," he said.


UII Rector said it was concerned about the new status Asih. "If there was a program as a caretaker and must leave the task as our course library staff will allow. Yet the show as a gatekeeper of Merapi is not done every day," he said.


Unlike his father, refused Asih called 'Grandma' - a nickname which is identical to the keeper of the mountain. "Enough Asih." The reason, he was young.

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)