Mahasiswa UMY Temukan Alat Terapi Oksigen Berbasis Mikrokontroler - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sunday, 10 April 2011

Mahasiswa UMY Temukan Alat Terapi Oksigen Berbasis Mikrokontroler

YOGYA (KRjogja.com) - Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Fadli Damopolii berhasil menemukan Alat Pengendali Pemberian Terapi Oksigen Berbasis Mikrokontroler. Alat ini memungkinkan mengatur volume oksigen dan jangka waktu pengeluaran oksigen dalam terapi kesehatan.


Inspirasi untuk menciptakan alat ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi dengan alat terapi oksigen yang masih manual sehingga kurang efektif dan efisien dalam pemanfaatannya. Saat melakukan terapi oksigen, tenaga kesehatan harus menunggu hingga alat tersebut berhenti.


” Hal ini terjadi karena alat tersebut belum memiliki timer untuk mengatur berapa lama waktu yang akan digunakan dalam melakukan terapi sehingga para petugas kesehatan harus menunggu. Tenaga kesehatan juga sering mengalami kesulitan dalam menakar jumlah pemberian oksigen kepada pasien," ujarnya di kampus UMY, Jumat (8/4).

Dijelaskan, modifikasi Alat Pengendali Terapi Oksigen ini menggunakan microcontroller sebagai pusat pengolahan data dan motor stepper sebagai kontrol putaran valve tabung oksigen. Kedua komponen tersebut, diakuinya saling terkait sehingga mampu menjadi alat pengontrol penggunaan oksigen pada terapi oksigen.


"Penggunaan komponen microcontroller memiliki lebih banyak keuntungan dibanding dengan alat manual yakni dalam keakuratan dan kecepatan. Panel kontrol pada microcontroller menjadikan praktisi kesehatan dapat lebih mudah memberikan kadar dan dosis pemakaian oksigen lebih tepat dan sesuai kebutuhan pasien. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan juga lebih hemat," paparnya.


Ditambahkan, otomatisasi pada tabung oksigen ini menjadikan alat tersebut mampu mengatur volume oksigen dan jangka waktu pengeluaran oksigen. Alat ini juga mampu mengurangi terbuangnya oksigen secara percuma sebagaimana yang terjadi pada proses terapi oksigen manual.


"Sebagai alat yang memiliki struktur portabel maka memungkinkan bagi alat tersebut dapat dipindahkan dari satu tabung ke tabung lain dengan mudah. Untuk mengontrol pemberian terapi oksigen ini juga dibuat sesuai dengan kondisi dan keadaan yang sering dijumpai di rumah sakit," imbuhnya. (Ran)



Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction
Students in UMY Find Microcontroller Based Oxygen Therapy Equipment


YOGYA (KRjogja.com) - Student Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Mohamed Fadl Damopolii managed to find Instrument Control Granting Microcontroller Based Oxygen Therapy. This tool allows to set the volume of oxygen and oxygen-term spending in health therapy.


The inspiration to create this tool is based on personal experience with oxygen therapy devices that are still manual so that the less effective and efficient in its utilization. While doing oxygen therapy, health workers must wait until the tool stops.


"This happens because the tool does not yet have a timer to set how long it will be used in therapy so that health officials had to wait. Health workers also often experience difficulty in measuring the amount of oxygen to the patient, "he said at the campus in UMY, Friday (8 / 4).


Described, modifications Controlling Equipment Oxygen Therapy uses a microcontroller as the central data processing and motor rotation control valve stepper as oxygen cylinders. The second component, the recognition of interrelated so that they can be a tool control the use of oxygen in oxygen therapy.


"The use of components of microcontrollers has more advantages compared with manual device that is in the accuracy and speed. The control panel on the microcontroller makes the health practitioner can more easily provide content and more precise dose of oxygen consumption and according to the needs of patients. The time and energy released is also more efficient, "he explained.


Added, automation of these oxygen cylinders to make the tool able to manage the volume of oxygen and oxygen-term expenditure. This tool is also capable of reducing oxygen wasted in vain as occurred in the process of oxygen therapy manual.


"As a tool that has a portable structure will allow for the tool can be moved from one tube to another tube with ease. To control the provision of oxygen therapy was also made in accordance with the conditions and circumstances that are often found in hospitals," he added.

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)