Mark Up Gila-Gilaan di Proyek Gedung Baru DPR - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Friday, 8 April 2011

Mark Up Gila-Gilaan di Proyek Gedung Baru DPR

Nasional - MICOM: Arsitek dari Bandung, Chandra menilai membangun gedung baru DPR yang sudah dianggarkan Rp1,1 triliun paling banter hanya menelan dana Rp500 miliar.


''Dengan anggaran sebesar itu. jadi, begitu besar untungnya. Pantas saja mereka itu ngotot-ngototan, agar proyek tersebut jalan terus,'' katanya, Jumat (8/4) pagi.


Dia mengatakan secara teknis untuk membangun gedung tinggi sebenarnya lebih murah dari rumah biasa. Sebab, bangunan gedung tinggi boleh dibilang hanya menempelkan lantai per lantai. Berbeda dengan rumah biasa yang membutuhkan bahan yang lebih banyak dan bervariasi.

Namun, dia mengatakan Ketua DPR Marzuki Alie pernah menjelaskan kalau membangun gedung tinggi itu lebih mahal dibandingkan dengan rumah biasa. Penjelasan ini bertentangan dengan fakta yang ada di lapangan.


Di sisi lain, Budayawan Radhar Panca Dahana, mengkritisi DPR hidup dalam kehidupan yang semu. Sebagian besar dari anggotanya asyik dengan dirinya sendiri. Dan, DPR hidup bak berada di menara gading, sama sekali tidak menyentuh bumi.


"Bahkan, DPR yang nota bene adalah wakil rakyat disebutnya sudah menjadi super body yang tidak disentuh oleh siapa pun. Bahkan, oleh Presiden sekali pun,'' ujarnya.


Martin Hutabarat, anggota Partai Gerindra mempertanyakan kenapa terlalu nyotot untuk mendukung pembangunan gedung baru, karena seluruh anggota DPR itu mewakili rakyat, di sisi lain gedung baru sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat. "Jadi, kenapa kita ngotot sekali.''


Di sisi lain, tokoh PDIP Tjahjo Kumolo, menegaskan sikap PDIP tidak berubah tetap seperti dulu. PDI merespon apa pun yang menjadi aspirasi masyarkat dan dengan tegas meminta penundaan pembangunan gedung baru DPR yang dinilai menghambur-hamburkan uang rakyat.


"Pimpinan DPR, bukan bersifat kepala yang mengharuskan anggota DPR lainnya tunduk pada pendapatnya. Jadi, boleh saja anggota lainnya berberda pendapat dengan unsur pimpinan terkait dengan aspirasi rakyat,'' tegasnya. (OL-12)





Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction


Mark Up like crazy in the New Parliament Building Project


National - MICOM: Architect of Bandung, Chandra assess the new parliament building which has been budgeted Rp1, 1 trillion at best only cost around Rp500 billion.


''With a budget of that. so, so great in it. No wonder they insist-ngototan, for the project go ahead,''he said, Friday (8 / 4) morning.


He said technically to build a tall building is actually less expensive than a regular house. Therefore, building a tall building may be spelled out simply by posting the floor per floor. Unlike ordinary home in need of a more numerous and varied.


But he said House Speaker Marzuki Alie had explained that to build a tall building that is more expensive than ordinary homes. This explanation is contrary to the facts on the ground.


On the other hand, Cultural Radhar Panca Dahana, criticized the House live in a pseudo-life. Most of its members are preoccupied with himself. And, the House living bak in ivory towers, not at all touch the earth.


"In fact, the House of the postscript is a representative of the people he called was a super body that was not touched by anyone. In fact, by the President once did,''he said.


Martin Hutabarat, Gerindra Party members questioned why too nyotot to support the construction of new buildings, because all House members that represent the people, on the other side of the new building did not have anything to do with the interests of the people. "So, why do we insist on at all.''


On the other hand, figures PDIP Tjahjo Kumolo, affirming attitude PDIP remain unchanged as ever. PDI respond to whatever the aspirations of the community and firmly requesting postponement of the new parliament building which was considered squandering public money.


"Head of the House, not the character of the head that required other lawmakers are subject to the opinion. So, okay berberda opinions with other members of the leadership elements associated with the aspirations of the people,''he said.

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)