Rehabilitasi Merapi : Tanaman Perintis Dapat Jadi Solusi Awal - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 27 April 2011

Rehabilitasi Merapi : Tanaman Perintis Dapat Jadi Solusi Awal

KOMPAS.com - Upaya pemulihan lahan pertanian yang rusak karena terkena awan panas dan tertimbun material vulkanik, dapat dilakukan dengan menanami tumbuhan perintis, yang sudah terbukti dapat bertahan hidup saat erupsi terjadi.


Tanaman perintis yang dimaksud yaitu rumput-rumputan, yang meskipun terkena material erupsi tetap hidup. Selain dapat bertahan hidup, tanaman perintis juga akan memulihkan kesuburan tanah lebih cepat dan menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat.


Demikian terungkap dalam seminar mengenai Upaya Pemulihan Lahan Akibat Eruspi Gunungapi, Selasa (26/4/2011) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.

Seminar tersebut merupakan hasil kerja sama para akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, peneliti, serta badan dan lembaga yang tergabung dalam Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI).


Pengajar Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UNS Rahayu, mengungkapkan, keragaman hayati lokal yang rusak akibat erupsi dapat ditingkatkan kembali dengan tanaman perintis yang dapat membantu tumbuhnya spesies lain.


Ia menjelaskan, rumput-rumputan yang ditanam bersama tanaman lain seperti pohon pisang, ketela pohon, atau tanaman keras seperti lamtoro gunung dan sengon, akan membantu memulihkan kesuburan tanah lebih cepat. Sebab, akar dari tanaman-tanaman tersebut akan mengeluarkan zat-zat organik yang berguna bagi kesuburan tanah.


Sementara itu, masyarakat setempat juga dapat memulihkan ekonominya dengan lebih cepat. Rumput yang tumbuh dengan cepat, dapat digunakan sebagai pakan ternak. Pohon pisang dan ketela pohon yang juga ditemukan tetap hidup di lahan pasir dan abu juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.


Setelah itu, untuk mengembalikan fungsi tangkapan air, penghutanan kembali dapat dilakukan dengan penanaman pohon yang memiliki adaptasi tinggi di laha n pasir seperti pinus, akasia, dan eucalyptus. Benih yang ditanam menurut Rahayu sebaiknya adalah tanaman lokal.


Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang hadir dalam rangkaian seminar tersebut menyebutkan ada lebih kurang 2.400 hektar lahan pertanian yang tertutup debu dan pasir di Kabupaten Magelang, Kabupat en Klaten dan Kabupaten Boyolali. Luasan yang terbesar adalah di Kabupaten Magelang dan menimpa lahan pertanian salak pondoh.


Pemerintah sudah menyediakan dana Rp 6-7 miliar untuk membantu petani memulih kan tanaman mereka. "Tetapi karena musim hujan, hasilnya di luar dugaan, tidak semuanya berhasil. Saya minta para ahli dapat memberi masukan," ujarnya.


Ketua HITI Yuswanda Tumenggung, mengatakan, pemulihan kondisi tanah di daerah berbahaya membutuhkan kajian yang mendalam. Siklus erupsi Merapi yang kini semakin pendek juga harus menjadi bahan pertimbangan.


"Kalau menanam tanaman keras, nanti ketika erupsi terjadi, pohon-pohon bisa mati lagi. Yang paling cocok untuk lokasi berbahaya, yang paling dekat dengan puncak Merapi adalah dijadikan padang rumput atau savana," kata Yuswanda.





Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction


Pilot Plants Can So Early Solutions


KOMPAS.com - Efforts to restore farmland damaged by exposed and buried by hot clouds of volcanic material, can be done by planting plants pioneer, which has been shown to survive when eruptions occur.


Pilot plant is the grass, which, although exposed to material erupted stay alive. In addition to live, the pilot plant will also restore soil fertility faster and answer the economic needs of society.


As stated in the seminar on Land Recovery Effort Due Eruspi Volcano, on Tuesday (04/26/2011) at the University Eleven March (UNS) in Solo, Central Java.


The seminar is the result of collaboration of academics from various universities in Indonesia, researchers, and agencies and institutions belonging to the Soil Science Society of Indonesia (HITI).


Lecturer Department of Soil Science, Faculty of Agriculture UNS Rahayu, express, local biodiversity is destroyed by the eruption could be increased again with pioneer plants that can help the growth of other species.


He explained that the grasses are planted with other crops such as banana trees, cassava, or cash crops such as mountains and sengon lamtoro, will help restore soil fertility faster. Therefore, the roots of these plants will release organic substances that are useful for soil fertility.


Meanwhile, local people are also able to recover its economy more quickly. Grass that grows quickly, can be used as animal feed. Banana trees and cassava are also found still alive in the land of sand and ash can also be used by the community.


After that, to restore the function of water catchment, reforestation can be done by planting trees that have high adaptation in laha n sand such as pine, acacia, and eucalyptus. Seeds should be planted by Rahayu is a local plant.


Central Java Governor Bibit Waluyo who attended the seminar series as being one of approximately 2,400 hectares of agricultural land is covered with dust and sand in the District of Magelang, Klaten and Kabupat en Boyolali district. The largest area is in Magelang District and overwrite farmland pondoh salak.


The Government already provides funding USD 6-7 billion to help farmers restore their right plants. "But because of the rainy season, the results were beyond expectations, not all succeed. I asked the experts to give input," he said.


Chairman HITI Yuswanda Tumenggung, said the recovery of land in hazardous areas requiring in-depth study. Merapi eruption cycles getting shorter now also be taken into consideration.


"If you plant a tree, later when the eruption occurred, the trees could die again. The most suitable for hazardous locations, closest to the peak of Merapi is used as grassland or savannah," said Yuswanda.

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)