Selasa, 03 Mei 2011

YOGYA (KRjogja.com) - Angka ketidakhadiran siswa peserta Ujian Nasional (UN) DIY tahun ini masih tergolong cukup tinggi dan tidak mengalami perubahan mencolok dari tahun ke tahun. Sekitar 170 siswa tingkat SMP dan 247 siswa tingkat SMA/SMK tercatat menjadi peserta ujian susulan karena tidak bisa hadir dalam UN utama.


Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji mengungkapkan, tingginya jumlah siswa yang tidak hadir dalam UN utama dikarenakan angka tersebut diperoleh dari Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta UN yang juga memuat daftar siswa yang tak lulus pada UN tahun lalu.


"Kepala sekolah setiap tahunnya selalu mendaftarkan siswanya yang tidak lulus UN untuk bisa ikut ujian susulan. Nama yang didaftarkan tersebut adalah mereka yang dianggap mengulang seluruh mata pelajaran. Sementara faktanya di lapangan, ada beberapa siswa yang hanya mengulang satu mata pelajaran saja," ujarnya kepada KRjogja.com di kantornya, Senin (1/5).

Menurutnya, kebijakan kepala sekolah untuk mendaftarkan seluruh siswanya yang tidak lulus UN tersebut memang diperbolehkan, meskipun siswa yang bersangkutan belum tentu berkenan hadir. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi jika ada siswa yang ingin mengikuti UN susulan, maka telah dipersiapkan.


"Memang untuk ketidakhadiran ini tidak bisa dihitung secara jumlah total tetapi dibuat rata-rata. Karena pada hari yang berbeda, jumlahnya juga berbeda. Seperti pada UN SMP tercatat 170 peserta yang masuk DNT ketidakhadiran dalam UN utama, tetapi setelah dilakukan kroscek di lapangan, siswa yang menyatakan ikut UN susulan hanya 4 orang saja," katanya.


DNT ketidakhadiran siswa peserta UN Utama diantaranya 23 siswa kelas IPA, 108 siswa kelas IPS, 1 siswa kelas Bahasa, 3 siswa kelas Agama dan 112 siswa kelas SMK. Masing-masing telah terdaftar dalam UN susulan SMA se-DIY pada 29 pokja yang akan menjadi penyelenggara ujian. (Ran)





Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction


Absence Figures Participants DIY UN Is High


YOGYA (KRjogja.com) - Figures absence of student participants of the National Examination (UN) of DIY this year is still quite high and did not change markedly from year to year. About 170 students and 247 junior high school level students and vocational examinees recorded the aftershocks because they can not attend the main UN.


Head of Education Youth and Sports (Disdikpora) DIY, Baskara Aji said, the high number of students who are not present in the main UN because the figures were obtained from the Permanent Nomination List (DNT) UN participants which also contains a list of students who do not pass the national examination last year .


"The principal of each year always enroll students who do not pass the national examination to be able to take the exam aftershocks. The name is registered it is they who are considered repeat all subjects. While the facts on the ground, there are some students who only repeat one subject only," he told KRjogja.com in his office on Monday (1 / 5).


According to him, the principal policy to register all students who do not pass the UN is indeed permissible, though not necessarily the student in question is pleased to be present. It is intended to anticipate if there are students who want to follow the UN follow-up, it has been prepared.


"It is for this absence can not be counted in the total but made ​​the average. Because on different days, the numbers are also different. As in the UN Junior recorded 170 participants who entered the main UN DNT in the absence, but after kroscek in the field, students which states joined the UN follow-up only 4 people only, "he said.


DNT student absenteeism UN participants including 23 students of science classes, 108 students' social studies classes, 1 student grade Language, Religion grade 3 students and 112 vocational school students. Each UN aftershocks have been registered in high school a DIY on 29 working group, which will host the exam.


EmoticonEmoticon