Minggu, 08 Mei 2011

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA - Tim Evaluasi Museum Negeri Sonobudoyo yang berjumlah sembilan orang yang terdiri dari tujuh orang dari elemen masyarakat dan dua orang dari pihak pemerintah (Dinas Kebudayaan Provinsi dan Polda DIY) telah ditetapkan dengan SK Gubernur DIY pada tanggal 15 April 2011.


''Tetapi SK tersebut baru kami terima pada tanggal 26 April lalu sehingga baru dilakukan rapat koordinasi pertama kali Jum'at (6/5) untuk perkenalan dan langkah lebih lanjut dan apa saja yang akan dilakukan baru akan dilakukan pada rapat koordinasi yang kedua,''kata anggota Tim Evaluasi Museum Negeri Sonobudoyo Jhohannes Marbun . Tim tersebut diberi waktu empat bulan untuk mengungkapkan fakta pencurian koleksi museum negeri Sonobudoyo yang terjadi Agustus 2010 lalu.

Kesembilan orang yang masuk dalam tim tersebut adalah: Dr Daud Aris Tanudirjo ( Dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM dan juga sebagai ketua tim), Dwi Agus Hermanto (Dinas Kebudayaan DIY), KRT Thomas Haryo Nagoro (Barahmus), AKBP Juandani (Polda DIY), Anggi Minarni (Karta Pustaka), Yan Panhas (PT Jajar Amukti Nayaka), Djaduk Feriyanto (Yayasan Bagong Kussudiardjo), Bambang Paningron (PT Jajar Amukti Nayaka) dan Jhonannes Marbun (Masyarakat Advokasi Warisan Budaya/Madya).


Yang akan dilakukan oleh tim evaluasi ini, kata Marbun,adalah evaluasi Sonobudoyo pada saat sebelum terjadi pencurian koleksi masterpiece Sonobudoyo dan pasca terjadi pencurian. Tim ini tidak akan mengambil domainnya pihak polisi.


''Kami akan mencoba mengungkap fakta sebelum terjadinya pencurian dan mengklarifikasi selama pasca kehilangan sampai sekarang apa proses yang berlangsung dan ingin melihat persoalan lebih obyektif,''jelas dia. Apalagi upaya yang selama ini sudah dilakukan persoalannya mentok.





Translate Using Google Translate May Need Grammar Correction


Investigate Loss of Collection Sonobudoyo, Governor of  DIY Make Evaluation Team


REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - State Museum Sonobudoyo Evaluation Team of nine people consisting of seven people from the elements of the community and two people from the government (Provincial Cultural Office and Yogyakarta police) have been set by decree of the Governor of the date of 15 April 2011 .


''But we received a new decree on 26 April last, so just do the first coordination meeting on Friday (6 / 5) for the introduction and further steps and what will be done will be done on the second coordination meeting, ' 'said a member of the Evaluation Team Sonobudoyo Jhohannes Marbun State Museum. The team was given four months to disclose the fact theft of land the museum's collection that occurred in August 2010 Sonobudoyo ago.


The nine people who entered in the team are: Dr David Aris Tanudirjo (Lecturer at the Faculty of Cultural Sciences UGM and also as team leader), Dwi Agus Herman (Department of Culture DIY), KRT Thomas Haryo Nagoro (Barahmus), AKBP Juandani (Polda DIY) Anggi Minarni (Karta Pustaka), Yan Panhas (PT Jajar Amukti Nayaka), Djaduk Feriyanto (Yayasan Bagong Kussudiardjo), Bambang Paningron (PT Jajar Amukti Nayaka) and Jhonannes Marbun (Community Advocacy Cultural Heritage / Associate).


What will be done by this evaluation team, said Marbun, is Sonobudoyo evaluation at the time prior to the theft of a masterpiece collection Sonobudoyo and post to be looted. This team will not take the police domain.


''We will try to uncover the truth before the theft and clarified during the post lost until now what the ongoing process and would like to see the issue more objectively,''he explained. Moreover, efforts that had been done the problem is a dead end.


EmoticonEmoticon