Nama ISI Yogya akan Diganti, Alumni Menolak - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Friday, 17 February 2012

Nama ISI Yogya akan Diganti, Alumni Menolak

Rencana perubahan nama itu dituding hanya untuk kepentingan pengambil kebijakan saja.

Yogyakarta - Eksponen alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menolak usul perubahan nama kampus mereka menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI). Menurut mereka, usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu prematur dan tidak memiliki konsep jelas.

Para alumni yang menolak usulan perubahan nama itu antara lain Totok Sudarwoto (koordinator), Mahyar Suryaman (koordinator), Sun Ardi SU, M Dwi Marianto, Dunadi, Godod Sutejo, Kuss Indarto, Hendro "Pleret" Harsaya, Yaksa Agung, dan Maman Rahman. Mereka sebagian adalah para dosen ISI Yogyakarta dan juga seniman kondang di Yogya.

Disebutkan, sikap dalam pernyataan ini dibuat untuk menjaga tegaknya eksistensi dan tegaknya almamater sebagai bagian dari kontribusi bagi kewibawaan wajah budaya bangsa dan negara.

Mereka sangat menyayangkan sikap Mendikbud M Nuh. Karena, setelah usulan itu mendapat reaksi keras, pemerintah tidak segera memberikan argumentasi jelas tentang konsep usulan perubahan nama itu.

''Ini sangat meresahkan bagi kalangan seniman, termasuk dengan eksponen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta," kata Totok Sudarwoto, koordinator eksponen ISI Yogyakarta, Kamis, 16 Februari 2012.

Keresahan itulah yang membuat alumni ISI bertemu, menggalang pertemuan kecil di Pos Seni Godod, Yogyakarta pada Senin 13 Februari 2012. Pertemuan itu ditindaklanjuti dengan audiensi kepada Rektor ISI Yogyakarta pada Rabu 15 Februari 2012.

Dari audiensi itu mereka menilai bahwa gagasan konversi ISI menuju ISBI merupakan wacana kosong saja. "Eksponen Alumni ISI Yogyakarta menyatakan menolak tegas gagasan dan realisasi konversi ISI ke ISBI oleh pemerintah cq Kemendikbud," papar Totok.

Para alumni menyebut usulan itu sebagai manuver politik Mendikbud. Upaya itu dinilai hanya untuk mendapatkan keuntungan politik dan ekonomi bagi para pemilik otoritas dan penentu kebijakan di dunia pendidikan dengan melibatkan semua lembaga Institut Seni Indonesia sebagai obyek penderita.

"Selanjutnya, para alumni ISI ini mendesak pihak lembaga ISI Yogyakarta untuk secepatnya mengambil keputusan penolakan atas gagasan konversi ISI ke ISBI, tapi dengan tetap mengedepankan aspek kesejarahan dan kebutuhan yang konkret bagi perkembangan keilmuan dan kreativitas di lingkungan ISI Yogyakarta," ujarnya. (ren)

Sumber Berita & Gambar : Vivanews

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)