Bandara baru Yogyakarta tempati lahan 637 hektare di Kulon Progo - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Post Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Thursday, 9 August 2012

Bandara baru Yogyakarta tempati lahan 637 hektare di Kulon Progo

Yogyakarta - Bandar udara baru Yogyakarta akan dibangun di wilayah Kabupaten Kulon Progo dengan luas lahan 637 hektare, kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti.

"Masterplan pembangunan bandar udara (bandara) sudah jadi dan telah kami diterima. Selanjutnya akan dibuat jadwal dimulainya pembangunan dan awal operasi bandara," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, konsep bandara yang akan dibangun adalah "international airport" (bandara internasional) dengan panjang landasan 3.250 meter.

"Untuk kapasitas penumpang diperkirakan terminal akan mampu menampung 10 juta orang per tahun, dan dapat dikembangkan sampai tahap ketiga menjadi 20 juta penumpang per tahun," katanya.

Namun, kata dia, untuk anggaran belum dihitung secara rinci. Perhitungan akan dilakukan setelah detil desain selesai dibuat.

"Alasan pembangunan bandara internasional di wilayah Kulon Progo itu berdasarkan hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh konsultan dari Republik Ceko," katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan "masterplan" bandara itu memang dipresentasikan untuk lokasi di Kulon Progo. Namun, kepastiannya baru 94 persen.

Menurut dia lokasi pembangunan bandara dalam "masterplan" berada di Kecamatan Temon antara Pantai Congot sampai Pantai Glagah.

"Lokasi itu meliputi empat desa yang wilayahnya terkena proyek pembangunan bandara, yakni Desa Palihan, Sindutan, Jangkaran, dan Glagah," katanya.

Ditanya mengenai pembebasan lahan, ia mengatakan belum ada pembahasan apa pun. Pembebasan lahan akan dilakukan setelah "masterplan" benar-benar disetujui.

"Status tanah lokasi pembangunan bandara adalah 40 persen Paku Alam Ground dan sisanya tanah rakyat," katanya. (B015*H010/M008)

Sumber Berita & Gambar : Antara News

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)