Rabu, 31 Oktober 2012

YOGYAKARTA-Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) belum bisa maksimal mengangkut penumpang Kutoarjo-Solo setelah anjlok pada 23 Oktober. Apabila sebelum kecelakaan, rute perjalanan tersebut dilayani sebanyak 13 perjalanan, setelah anjlok KA Prameks hanya melayani 6 perjalanan.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Kuswardoyo di Yogyakarta, Selasa (30/10), memastikan hal itu akan berlangsung hingga Rabu (31/10).

Dia menambahkan, satu rangkaian yang beroperasi untuk melayani empat perjalanan Yogyakarta-Solo dan ada dua kereta tambahan KA 220 relasi Kutoarjo-Yogyakarta dan KA 213 relasi Solojebres-Kutoarjo.

Ia mengatakan, KA Prameks memiliki tiga set rangkaian. Namun, dari tiga rangkaian tersebut, hanya satu yang beroperasi. Pasalnya, satu rangkaian mengalami kecelakaan pada Selasa (23/10) lalu di Kalasan dan satu rangkaian lagi sedang menjalani perbaikan rutin di Balai Yasa Yogyakarta.

Kepala PT KAI Daop 6 Sinung Tri Nugroho mengaku tengah menimbang kereta api komuter atau kereta api jarak jauh yang akan diprioritaskan. Hal tersebut harus didasarkan atas kebutuhan penumpang.

Apabila dilihat dari pendapatan, terangnya, tidak ada keuntungan PT KAI dengan pengoperasian KA Komuter seperti Prameks. Terlebih dengan harga tiket Prameks sebesar Rp 10 ribu/penumpang. Nilai tersebut dinilai masih sangat murah untuk perjalanan Yogya-Solo

Pasalnya, pendapatan kereta api Prameks dalam sehari sama dengan pendapatan 2 gerbong kereta eksekutif. "Pendapatan dari operasional Prameks dengan 13 perjalanan sehari itu sama dengan pendapatan dua gerbong KA Taksaka (relasi Yogyakarta-Jakarta)," pungkasnya. 

Sumber : Media Indonesia


EmoticonEmoticon