Kamis, 05 Juli 2018

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menyebut, pelaksanaan verifikasi penerimaan peserta didik baru untuk jalur zonasi di seluruh SMP negeri di kota tersebut berjalan lancar, relatif tidak ada gangguan dan keluhan dari masyarakat.
 
“Hari ini layanan verifikasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala maupun keluhan dari masyarakat. Ini artinya, masyarakat sudah memahami bagaimana mekanismenya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Kamis.
 
Meskipun demikian, lanjut Edy, masih ada penumpukan antrean warga yang ingin melakukan verifikasi di sejumlah sekolah seperti terlihat di SMP Negeri 5 Yogyakarta dan SMP Negeri 6 Yogyakarta.
 
“Banyak masyarakat yang masih terobsesi untuk memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah yang dinilai favorit. Padahal, dengan PPDB zonasi ini, seluruh sekolah di Kota Yogyakarta akan memiliki kualitas yang merata,” katanya.
 
Pada PPDB tahun ajaran 2018/2019, Kota Yogyakarta memberikan alokasi kuota yang cukup besar pada penerimaan siswa baru jalur zonasi yaitu 75 persen untuk warga dalam Kota Yogyakarta. Sedangkan sisanya terbagi menjadi 15 persen jalur prestasi warga dalam kota, lima persen jalur prestasi warga luar kota dan lima persen untuk jalur khusus.
 
Selain menerapkan PPDB jalur zonasi berdasarkan jarak terdekat antara rumah ke sekolah, pemerataan kualitas sekolah juga dilakukan dengan rotasi guru.
 
“Rotasi guru juga didasarkan pada zonasi. Pada awalnya, banyak guru yang keberatan. Namun, setelah beberapa kali rotasi, mereka pun bisa menerima,” kata Edy.
 
Sementara itu, Sekretaris PPDB SMP Negeri 15 Yogyakarta Rimawati mengatakan, pelaksanaan verifikasi berjalan lancar. Layanan verifikasi akan dilakukan hingga Jumat (6/7).
 
“Tidak ada kendala dalam pelaksanaan verifikasi semuanya berjalan lancar,” kata Rimawati.
 
SMP Negeri 15 Yogyakarta memberikan kuota 255 kursi untuk jalur zonasi, namun ada tambahan 13 kursi dari jalur khusus yang tidak terisi.
 
“Sedangkan untuk jalur prestasi dalam kota dengan kuota 51 siswa dan luar kota dengan kuota 17 siswa semuanya terpenuhi. Semua siswa daftar ulang. Nilai terendah 189,” katanya.
 
Pada verifikasi, lanjut Rimawati, calon siswa biasanya hanya mengisi dua hingga empat sekolah sebagai pilihan, padahal calon siswa berkesempatan memilih seluruh sekolah yang ada di Yogyakarta, 16 SMP negeri.
 
“Oleh karena itu, kami memberikan imbauan agar calon siswa bisa memilih 16 sekolah sesuai prioritas. Tapi biasanya mereka tidak mau karena merasa sudah mantap dengan pilihannya,” katanya.
 
Hanya saja, lanjut dia, nilai siswa yang mendaftar ke SMP Negeri 15 Yogyakarta lebih rendah dibanding tahun kemarin. “Saat ini, ada siswa yang nilainya 140, padahal tahun kemarin nilai terendah sekitar 180. Ini tantangan yang harus diterima guru. Harapannya, anak-anak ini memiliki karakter yang baik,” katanya.
 
Sementara itu, salah satu orang tua calon siswa baru Haryati mengatakan, memilih SMP Negeri 15 karena lokasinya dekat dengan rumah, sekitar 500 meter.
 
“Sudah mantap di sini. PPDB dengan jalur zonasi juga lebih memudahkan karena tidak perlu memikirkan nilai tetapi mencari sekolah yang terdekat dengan rumah,” katanya yang juga memilih SMP Negeri 4 Yogyakarta dan SMP Negero 5 Yogyakarta sebagai pilihan lainnya.


EmoticonEmoticon