Bertahan Sejak Mei 2018, Status Waspada Terlama dalam Sejarah Merapi - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Post Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Monday, 14 January 2019

Bertahan Sejak Mei 2018, Status Waspada Terlama dalam Sejarah Merapi

Sleman - Status Gunung Merapi hingga kini belum berubah, masih berada di level II atau waspada. Status waspada ini bertahan sejak ditetapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tanggal 22 Mei 2018 lalu.

"Iya waspada sejak Mei. Memang ini (status) waspada yang terpanjang," jelas Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, saat ditemui wartawan di kantornya, di Jalan Cendana No 15 Kota Yogyakarta, Senin (14/1/2019).

Dijelaskannya, pada tahun-tahun sebelumnya status waspada Merapi hanya bertahan beberapa minggu dan bulan. Namun aktivitas efusif kali ini berbeda, tercatat sejak Mei 2018 status Merapi bertahan di level II atau waspada.

"Tahun sebelumnya ya waspada, tergantung aktivitasnya. Kalau 2006 itu cuma beberapa bulan, beberapa minggu," paparnya.

BPPTKG membagi status Merapi menjadi empat kategori. Meliputi level I atau normal, level II atau waspada, level III atau siaga, dan level IV atau awas. Ada sejumlah pertimbangan BPPTKG dalam menaikkan atau menurunkan status Merapi.

"Itu (penentuan status Merapi) banyak parameter yang kita gunakan, jadi pemantauan kita kan banyak sekali ya. Jadi seismiksitasnya, kemudian dari deformasi, kemudian dari kimianya. Nah, itu kita gunakan sebagai dasar untuk menentukan status," tuturnya.

Adapun status waspada Merapi, lanjutnya, bisa saja turun menjadi normal atau justru naik menjadi siaga. Penurunan atau peningkatan status Merapi tergantung dari aktivitas Merapi sendiri.

"Kita memantau, memitigasi kemungkinan-kemungkinan apabila akan terjadi sesuatu. Tapi kita tidak bisa memprediksi secara eksak, itu enggak bisa. Enggak ada di dunia manapun itu enggak pernah ada prediksi (kapan Merapi meletus)," paparnya.

"Tapi soal status ini (terhadap aktivitas Merapi) sekali lagi kita dasarnya itu bukan terhadap letusannya. Tetapi terhadap potensi bahayanya, ancamannya. Inilah yang perlu diketahui," pungkas dia.

Sumber : DetikNews Yogyakarta

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)