Takmir: Masjid Jogokariyan Yogya Dilempari Batu oleh Massa Konvoi - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Post Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Sunday, 27 January 2019

Takmir: Masjid Jogokariyan Yogya Dilempari Batu oleh Massa Konvoi

Yogyakarta - Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Fanni Rahman mengungkap ada aksi lempar batu ke arah masjid oleh peserta konvoi di Yogyakarta kemarin. Fanni mengatakan masalah ini sedang dalam proses mediasi.

Fanni mengatakan tak ada tidak ada korban dalam insiden yang terjadi di masjid yang berada di Jalan Jogokariyan No 36, Mantrijeron, Yogyakarta.

"Kemarin Kami sedang acara pemilihan takmir, salah satu rangkaiannya itu pengajian dan pembagian sembako untuk orang yang kurang mampu," ujar Fanni saat ditemui di Kampung Jogokariyan, Senin (28/1/2019).

"Pas selesai pengajian, pas bubar tiba-tiba dari arah barat ada pelemparan batu. Saya pada waktu itu pas di rumah bapak di depan masjid. Ibu-ibu (teriak) enggak bisa pulang, akhirnya saya ke depan untuk melerai," lanjutnya.

Dijelaskannya, pelemparan batu tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan membabi buta para pelaku melemparkan batu ke arah Masjid Jogokariyan Yogyakarta.

"Mereka pakai motor, ada yang lari melempari (batu), bawa sajam, ada yang bawa pedang, ada yang celurit, ada besi, macam-macam. Karena banyak kita enggak tahu. Saya saja mau kebacok, mau kelempar batu," ungkapnya.

Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini. Adapun lemparan batu ke arah masjid hanya mengenai pagar dan tenda pengajian yang terpasang persis di depan Masjid Jogokariyan. Tidak ada fasilitas masjid yang rusak.

"Banyak (lemparan batu) sampai kena tenda. Untungnya waktu itu pas jamaah bubar. Kemudian teman-teman pemuda masjid pada kumpul untuk mengusir mereka sampai mereka kaluar dari kampung," tuturnya.

Fanni tak mengetahui penyebab massa simpatisan parpol tersebut menyerang masjid. Namun untuk menjaga agar situasi tetap kondusif, akhirnya Takmir Masjid dengan tokoh simpatisan parpol tersebut sepakat berdamai.

"Polisi datang, lalu juga menengahi, alhamdulillah (berdialog) dengan tokoh mereka menjembatani (damai) di Kantor Kecamatan Mantrijeron. (Kesepakatan damai disaksikan) Pak Camat, Kapolsek, Koramil," tutupnya.

Bantah Pelemparan Masjid Jogokariyan, Begini Penjelasan Polda DIY

Yogyakarta - Viral video kericuhan antara kelompok masyarakat di sekitar kompleks Masjid Jogokariyan, Kota Yogya. Begini kata polisi.

"Itu sebetulnya di luar masjid (Jogokariyan), tidak serta-merta masjid dilempar (batu)," kata Wakapolda DIY, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno kepada wartawan di sela acara Advance Media Relation Counter Messaging Course di Hotel Grand Keisha, Sleman, Senin (28/1/2019).

"Bukan masjidnya dilempari, insiden terjadi di luar, nggak ada bentrok," jelasnya.

Bimo menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi setelah acara 'Deklarasi Jogja Dukung Jokowi' di Stadion Mandala Krida pada Minggu (27/1). Peristiwa yang terjadi di sekitar Masjid Jogokariyan itu kini telah diselesaikan oleh aparat kepolisian bersama muspika setempat.

"Itu sudah diselesaikan oleh takmir masjid, muspika dan tadi malam Dirkrimum (Polda DIY) sudah datang ke sana. Sudah diselesaikan oleh kita, menjadi atensi kita semua menjaga kondisi stabil menjelang Pilpres," lanjut Bimo.

Polisi sejauh ini menerima laporan kericuhan terjadi di sejumlah lokasi. Yakni di dua lokasi di Kabupaten Sleman dan Kota Yogya kericuhan terjadi di dua lokasi di Kecamatan Umbulharjo, satu lokasi di Mantrijeron dan satu lokasi di Ngampilan.

"Ini menjadi perhatian polisi untuk menambah pengamanan, identifikasi mana kantong-kantong yang berpotensi terjadi gangguan serupa," ujarnya.

"Kalau acara di Mandala Krida (Deklarasi Jogja Dukung Jokowi) berlangsung aman, izin hanya 2.000 ternyata yang datang banyak banget sebanyak 10 ribu, tidak diperkirakan jumlahnya segitu. Ada pengamanan yang perlu ditingkatkan bersama-sama lapisan masyarakat, saya minta peristiwa ini jangan dibesar-besarkan," terangnya.

Menurut Bimo, peristiwa kericuhan di beberapa lokasi itu terjadi setelah peserta 'Deklarasi Jogja Dukung Jokowi' hendak pulang dari lokasi acara di Stadion Mandala Krida.

"Mereka pulang dari Mandala Krida, rata-rata mereka anak-anak masih remaja, mungkin iseng atau apa gitu, tidak ada maksud apa-apa sebetulnya," sebutnya.

"Belum ada yang diamankan, masih penyelidikan," imbuhnya.

Sumber Berita dan Gambar : DetikNews Yogyakata

Penulusuran video amatir Youtube :

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)