Cabul! Remas Payudara Bule, Guru Honorer di Yogya Diciduk Polisi - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 16 July 2019

Cabul! Remas Payudara Bule, Guru Honorer di Yogya Diciduk Polisi

Yogyakarta - Seorang guru honorer salah satu SD di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berinisial SP (37) diamankan jajaran Polsek Mergangsan. Lantaran SP terbukti melakukan tindak pidana asusila dengan meremas payudara bule di Prawirotaman, Yogyakarta.

Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo, menjelaskan penangkapan SP bermula dari aduan masyarakat Prawirotaman. Warga mengeluh di wilayahnya sudah dua kali terjadi tindak asusila oleh orang tidak dikenal kepada bule yang berjalan kaki.

"Ini adalah tindak lanjut pengaduan warga negara asing," jelasnya, Selasa (16/7/2019).

Tri menjelaskan SP beraksi dengan mengendarai motor di Gang Batik Kampung Prawirotaman, Brotokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Tindakan tersangka ini membuat gerah para korban dan warga Kampung Prawirotaman.

"Modusnya tersangka nongkrong dulu, mengamati sasaran. Pada saat sasaran berjalan sendiri didekati, langsung dipegang (payudara korban). Dia naik sepeda motor yang saat ini sepeda motornya sudah kita sita atau sudah kita amankan," sebutnya.

Tersangka SP berhasil diamankan pada Senin (15/7) kemarin pukul 14.00 WIB di Kampung Prawirotaman. Tertangkapnya guru olahraga cabul tersebut berkat kesigapan masyarakat mengamankan orang tak dikenal yang gerak-geriknya mencurigakan.

"Jadi kemarin ada orang yang mencurigakan yang nongkrong, wira-wiri di sekitaran Prawirotaman terus diamankan oleh masyarakat bersama-sama kita dari kepolisian. Kita amankan dan kita introgasi. Terus kita data," ungkapnya.

"Kita cocokkan dengan kejadian-kejadian (tindak asusila dengan korban bule) pada awal Bulan Juni. Ternyata yang bersangkutan memang diduga sebagai pelaku dari tindak pidana pelanggaran kesusilaan," sambung Kompol Tri.

Kepada penyidik, tersangka mengakui semua tindakannya. Setelahnya penyidik bergerak cepat dengan mengamankan sepeda motor Yamaha NMAX milik tersangka, helm abu-abu dan sebuah jaket warna hitam yang dipakai untuk beraksi.

"Untuk motifnya sendiri menurut keterangan dari tersangka adalah iseng, tertarik melihat orang asing yang berjalan sendiri, terus iseng dipegang barang sensitifnya itu (payudara korban). Pengakuan dari tersangka baru melakukan dua kali ini," tuturnya.

Sementara kini tersangka SP masih diamankan di Mapolsek Mergangsan. Pria asal Seyegan Kabupaten Sleman tersebut terancam dua tahun delapan bulan penjara. "Nanti dikenakan pasal 281 dengan ancaman dua tahun delapan bulan," pungkas dia.

Keterlaluan! Ini Pengakuan Guru Honorer yang Remas Payudara Turis di Yogya

Yogyakarta - Guru honorer salah satu SD di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berinisial SP (37) ditangkap polisi. Ia diciduk aparat karena dua kali meremas payudara bule di wilayah Prawirotaman, Yogyakarta.

Kepada wartawan, guru mata pelajaran olahraga asal Sleman tersebut mengaku memiliki ketertarikan dengan bule wanita. Sementara SP berdalih aksi bejatnya dilakukan hanya kerana iseng dan khilaf belaka.

"Karena rata-rata orang asing itukan cantik. Biasanya kan (berpakaian) terbuka, tapi nggak ada unsur nafsu. Ya hanya sekedar iseng dan khilaf," kata SP di Mapolsek Mergangsan, Polresta Yogyakarta, Selasa (16/7/2019).


SP merupakan Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. Pria yang memiliki gelar Strata I ini diketahui sudah beristri dan beranak satu. Ia tercatat sudah dua kali melakukan aksi bejatnya pada 13 dan 29 Juni 2019.

Kedua aksi bejat SP berjalan mulus. Namun saat melintas di Kampung Prawirotaman pada Senin (15/7) siang, ia digerebek dan diamankan warga dan jajaran Polsek Mergangsan. Alasannya gerak-gerik SP dianggap mencurigakan.

Setelah diintrogasi penyidik Polsek Mergangsan, SP mengakui semua perbuatannya. Ia mengakui bahwa dirinyalah yang meremas payudara bule asal Australia dan Belanda pada 13 dan 29 Juni 2019.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, SP berencana resign dari SD tempatnya mengajar. Kini SP harus berurusan dengan hukum dan dirinya terancam pasal 281 KUHP dengan ancaman dua tahun delapan bulan penjara.

"Sementara belum (resign dari SD) ini. Tapi kemungkinannya nanti mengajukan resign," pungkas SP.

Sumber : DetikNews Yogyakarta

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad