Atap SD di Gunungkidul Ini Nyaris Roboh, Kelas Pindah ke Bekas Gudang - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 7 November 2019

Atap SD di Gunungkidul Ini Nyaris Roboh, Kelas Pindah ke Bekas Gudang

Gunungkidul - Sebagian murid di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gedangklutuk, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul terpaksa belajar di ruangan bekas gudang. Pasalnya, atap salah satu ruang kelas di SD tersebut nyaris roboh dan hanya mengandalkan beberapa bambu untuk menyangganya.

Kepala SD N Gedangklutuk, Jaman, menjelaskan bahwa rusaknya atap pada ruang kelas 5 itu terjadi sejak tahun 2017 lalu. Kerusakan semakin parah dan sekitar 9 bulan yang lalu mulai dipasang bambu. Menurutnya, rusaknya atap tersebut karena kondisi kayu yang sudah lapuk.

"Untuk pengamanan, saat ini kami pasangi beberapa bambu untuk menyangganya, dan untuk sementara ruangan itu dikosongkan," katanya kepada wartawan saat ditemui di SD N Gedangklutuk, Kamis (7/11/2019).

Kendati demikian, Jaman mengaku proses belajar mengajar di SD N Gedangklutuk tetap berlangsung normal. Meski ada satu kelas yang terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di sebuah ruangan yang merupakan bekas gudang.

"Untuk meminimalisir risiko, ada satu kelas yang dipindahkan ke ruangan yang dulu digunakan untuk menaruh alat-alat olahraga, ya bisa disebut gudanglah," ucapnya.

Jaman mengaku telah mengusulkan upaya perbaikan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) pada tahun 2018. Namun, Disdikpora menyanggupi proses renovasi SD tersebut pada tahun 2020.

"Karena itu kami berharap agar bisa segera diperbaiki. Apalagi sekarang sudah mau musim hujan," ujarnya.

"Dan kalau kondisinya semakin mengkhawatirkan, paling opsinya memindahkan proses belajar mengajar di balai dusun dan SMP N 3 Saptosari," imbuh Jaman.

Diwawancarai terpisah, Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengaku bahwa ia telah mendapatkan informasi soal rusaknya atap salah satu ruangan di SD N Gedangklutuk. Ia juga membenarkan adanya laporan yang masuk ke pihaknya terkait pengajuan renovasi SD tersebut.

"Perbaikannya memang baru bisa dilakukan tahun 2020 karena laporannya terlambat masuk. Selain itu, ada ketidaksinkronan di laporan data pokok pendidikan, jadi di laporan masih baik, tapi pas dicek ternyata rusak," ucapnya.

"Terus kalau memang kondisinya semakin memprihatinkan saat musim hujan, saya sudah perintahkan untuk pindah sementara ke ruangan yang aman," sambung Bahron.

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Badingah berbicara tentang atap sekolah dasar di Dusun Gedangklutuk, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, yang nyaris roboh. Dia berjanji akan segera memperbaikinya.

"Hooh, betul (akan segera diperbaiki). Kami sudah suruh (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) untuk bisa monitoring di sana. Ya memang kalau nanti kondisinya seperti itu (nyaris roboh) kan juga nanti harus kita perhatikan untuk perbaikan," kata Badingah saat ditanya wartawan apakah atap SD Gedangklutuk akan segera diperbaiki. Komitmen itu disampaikan Badingah di Kepatihan, Kamis (7/11/2019).

Kabar kondisi atap SD Gedangklutuk yang nyaris roboh itu juga telah tersebar di media sosial, salah satunya di akun Instagram @ceritagunungkidul.

Sumber : DetikNews Yogyakarta

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad