Bencana Belum Usai, Sleman Kehabisan 'Duit'

SLEMAN: Pemkab Sleman mengaku kehabisan anggaran untuk menangani kebutuhan pascaerupsi dan banjir lahar dingin Merapi. Saat ini pemkab hanya mengandalkan anggaran dari pos tak terduga sementara penggunaanya tidak seluruhnya untuk kawasaan Merapi.


Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Sleman, Samsidi menjelaskan, selama ini Pemkab menggantungkan bantuan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar Rp50 miliar.


Alokasinya diantaranya untuk operasional normalisasi sekitar, Rp1,6 miliar, penanganan pengungsi termasuk jadup sekitar Rp6,9 miliar, rehabilitasi tanaman salak padat karya sekitar Rp2,5 miliar, non padat karya sekitar Rp550 juta dan beberapa pos kebutuhan lainnya.

16.20 | Posted in , , , , , | Read More »

Jalur Semarang-Yogja Putus : Jembatan Ambrol Hanya Bisa Dilalui Sepeda Motor

DetikNews | Usai separuh jembatan Pabelan ambrol dan mengakibatkan jalur Semarang-Yogya terputus, jembatan tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor. Sementara untuk kendaraan roda empat dan lebih masih harus memutar lewat Purworejo yang memakan waktu tempuh 3-4 jam.


“Sistimnya buka tutup dan secara bergantian dilewati oleh pemakai jalan dan hanya berupa sepeda motor yang diperbolehkan melintas,” kata Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Kanitregident) Satlantas Polres Magelang Iptu Eko Mardiyanto saat ditemui detikcom di lokasi jembatan Pabelan yang ambrol di Desa Taman Agung, Muntilan, Magelang, Rabu(30/3/2011).


Kendati bisa melalui, bagi pengendara roda dua yang masih merasa khawatir Eko memberikan alternatif jalur yaitu dari Candi Borobudur-Candirejo-Sambeng-Jagalan-Kalibawang dan langsung sampai ke Yogyakarta dengan jarak tempuh sekitar dua sampai tiga jam.

09.43 | Posted in , , , , , | Read More »

CPNS Pemprov DIY Terima SK Pengangkatan

YOGYA (KRjogja.com) - Sebanyak 99 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Propinsi (Pemprop) DIY menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang pengangkatan CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersama 8 PNS lainnya yang mengucapkan sumpah janji PNS.


Penyerahan SK dan pengambilan sumpah dilakukan Asisten Administrasi Umum Sekda DIY Drs. Sigit Sapto Raharjo, MM, di Ruang C Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, Rabu (30/3). Hadir menyaksikan Kepala Regional I Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Wiritno, SH, dan sejumlah kepala instansi di lingkungan Pemprop DIY.


Asisten Administrasi Umum Sigit Sapto Raharjo dalam sambutannya mengemukakan, dari perspektif hukum, pengucapan sumpah/janji merupakan amanat perundang-undangan yang wajib dipenuhi. Hal ini dimaksudkan agar status PNS menjadi sah.

03.59 | Posted in , , , , | Read More »

5 Oknum Polisi DIY Positif Pakai Narkoba

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Lima oknum anggota Polda DI Yogyakarta terbukti pengguna narkoba. Salah satu dari kelima anggota polisi itu kini telah meringkuk dalam tahanan Polda dan empat lainnya dalam pengawasan ketat.


Kepala Polda DIY Brigjen (Pol) Ondang Sutarsa mengatakan, terungkapnya kasus kelima oknum polisi pengguna narkoba tersebut bermula dari pemeriksaan urine terhadap anggota Polda DIY. Pemeriksaan hanya dilakukan kepada mereka yang dicurigai.


”Dari sekitar 600 anggota yang diapelkan, 60 anggota kami curigai dari tanda-tanda fisiknya seperti berkeringat di ruangan ber-AC, mata merah, tremor, ngomong tidak jelas, dan semacamnya, lima oknum positif pengguna,” tuturnya di Mapolda DIY, Rabu (30/3/2011).

21.35 | Posted in , , , , , | Read More »

Sawah di Sleman Terus Menyusut

SLEMAN– Luas lahan sawah di Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun terus mengalami penyusutan. Banyak lahan persawahan yang telah berubah fungsi dan pemanfaatannya.


Dalam dua tahun terakhir penyusutannya mencapai 169,6 hektare (ha). Jumlah ini merupakan penyusutan lahan pada 2009 seluas 81,94 ha dan 2010 seluas 87,66 ha. ”Kondisi ini memang menuntut perhatian dan keseriusan bersama untuk mengendalikan perubahan pemanfaatan tanah di Sleman,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo kemarin.


Pemkab Sleman sebenarnya telah berusaha mengendalikan perubahan pemanfaatan tanah tersebut. Salah satunya dengan memperketat pemberian Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT). Tercatat, 2010 lalu dari 967 pengajuan IPPT, hanya 506 izin pengajuan yang disetujui atau 52,33%. Sisanya ditolak dan masih dalam proses. ”Untuk yang ditolak, 169 permohonan IPPT atau 17,48% dan yang masih dalam proses 292 buah atau 30,20%. Jika dibandingkan dengan 2009 ada penurunan. Sebab, pada 2009 dari 920 permohonan, yang mendapat izin sebanyak 736 atau 80% pengajuan,”ungkapnya.

16.30 | Posted in , , , , | Read More »

Pengancam Bom ke Kapolda DIY Ditangkap

Ancaman bom dikirimkan ke rumah Brigjen Ondang di Jalan Laksda Adi Sucipto.
VIVAnews - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap tersangka pelaku teror bom ke rumah Kepala Kepolisian DIY, Brigjen Pol. Ondang Sutarsa Budhi.


"Orangnya sudah ditangkap dan saat ini dalam pengembangan," kata Kapolda DIY, Brigjen Ondang Sutarsa Budhi, saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 29 Maret 2011.


Namun, Ondang enggan merinci kronologi penangkapan tersangka. "Besok pagi semuanya akan kami jelaskan," ujarnya.


Pekan lalu, Kapolda Ondang mendapat teror bom. Teror itu disampaikan melalui surat yang berisi ancaman bom pada Rabu, 16 Maret 2011 sekitar pukul 17.00 WIB. Surat itu dikirimkan ke rumah Ondang yang beralamat di Jl. Laksda Adi Sucipto km 6 No. 9, Yogyakarta.

09.29 | Posted in , , , , | Read More »

Soal "E-Learning", Contohlah Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 500 SD dan SMP di DI Yogyakarta jadi model program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan mutu pendidikan nasional. Tiap sekolah kini diharapkan memperoleh pembelajaran tanpa terikat ruang dan waktu.


"Ini kesempatan belajar tanpa batas pertama yang diterapkan di tingkat SD dan SMP. DIY jadi pelopor e-learning di Indonesia," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring pada peresmian program E-education Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Peningkatan dan Pemerataan Mutu Pendidikan di SMPN 1, Bantul, Sabtu (26/3/2011) lalu.

18.26 | Posted in , , , | Read More »

APBD Kulonprogo tidak Mampu Perbaiki Jalan Rusak

KULONPROGO--MICOM: APBD Kabupaten Kulonprogo 2011 tidak mampu menutup keperluan penanganan kerusakan jalan yang semakin meluas.


Kasubbag Binamarga pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, Eko Susanto, Minggu (27/3) mengatakan, ABPD Kulonprogo 2011 dana pos dana pemeliharaan dan peningkatan sebesar Rp11 miliar. Meski mengalami kenaikan dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya namun masih belum bisa menutup.


Ia memerinci dari dana tersebut sebesar Rp2,6 miliar untuk menambal jalan di 12 kecamatan. Pemeliharaan berkala Rp3,8 miliar untuk delapan ruas jalan dan konsultan. Untuk peningkatan jalan sebesar Rp2,9 miliar diperuntukkan lima ruas jalan dan konsultan. Pemeliharaan jembatan sebanyak Rp1,5 miliar dibagi delapan jembatan dan konsultan. Sedangkan dana penyesuaian infrastruktur daerah Rp9,9 miliar untuk 18 ruas jalan.

15.50 | Posted in , , , | Read More »

Selly Juga Terlilit 3 Kasus Penipuan di Yogyakarta

DetikNews | Sepak terjang penipu cantik, Selly alias Selly Yustiawati, licin bagai belut. Nyaris hampir di tiap kota yang disinggahi, Selly memangsa sang korban. Selly juga diduga terlibat 3 kasus penipuan di Kota Gudeg, Yogyakarta.


Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Gde Sugiayar, menceritakan penangkapan Selly berawal saat Polsek Denpasar Selatan menerima laporan daftar pencarian orang kasus penipuan dari Polresta Bogor.


"Kita mendapatkan info, tersangka berada di Hotel Amaris, Kuta Bali. Kemudian ditangkap, dicek identitasnya, ternyata cocok dengan DPO dari Polresta Bogor," kata Sugiayar.


Hal ini disampaikan Sugiayar di Mapolsek Denpasar Selatan, Jalan By Pass Sanur, Denpasar, Bali, Senin (28/3/2011).


23.31 | Posted in , , , , | Read More »

Ratusan Keluarga Ngotot Tinggal di Kawasan Rawan Bencana III Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN-- Ratusan kepala keluarga korban bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta nekat membangun rumah permanen dan menempati rumah di Kawasan Rawan Bencana III Merapi.


"Warga yang membangun rumah permanen dan sudah mulai menempati terus bertambah, dan tidak menghiraukan peringatan kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi tidak boleh untuk hunian lantaran berada di wilayah ancaman bencana Merapi," kata Kepala Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Suroto, Ahad.


Menurut dia, ratusan warga ini membangun rumah dengan berbagai fasilitasnya baik dilakukan secara swadaya maupun dari bantuan donatur. "Meskipun rekomendasi pemerintah untuk KRB III Merapi diikuti dengan tidak dibangunnya jaringan listrik, tetapi mereka nekat membangun sendiri dengan mengambil jaringan dari Desa Balerante, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Desa Glagaharjo. Jaringan listrik yang dibangun warga dengan menggunakan tiang bambu dan kabel bantuan dari donatur," katanya.

14.07 | Posted in , , , , , | Read More »

Maling Monitor Warnet Ditangkap

SLEMAN: Pencurian di warnet kembali terulang. Berkedok hendak mengakses internet, Handriyansyah Putra, 26, bersama seorang rekannya ternyata mencuri monitor di warnet BellaNet, Gejayan, 19 Maret lalu.


Ia sendiri baru kemarin, (25/3), berhasil ditangkap anggota Polres Sleman di rumahnya di Perum Pertamina, Blok 1, No 7, RT 13/4, setelah polisi melakukan penyelidikan selama beberapa hari. Rekan pelaku hingga kini masih dalam pengejaran. Polisi melakukan pengejaran berdasarkan laporan dari pemilik warnet, Ie Sioe Tjai alias Herman.

04.41 | Posted in , , , , , | Read More »

BLH Kota Yogya Bakal Terapkan Car Free Day

YOGYA (KRjogja.com) - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta bakal menerapkan hari bebas kenderaan (car free day) dengan lokasi ujicoba di Alun - Alun Selatan Kota Yogyakarta.


"Kami masih mencari tempat yang sesuai untuk program ini. Kemungkinan besar di Alun - Alun Selatan karena di Alun - Alun Utara menjadi lokasi parkir bus pariwisata sehingga tidak memungkinkan," kata Kepala BLH Kota Yogyakarta, Suyana saat dikonfirmasi KRjogja.com, Sabtu (26/3).


Suyana mengakui kendala yang dihadapi adalah minimnya dukungan sekaligus pemahaman masyarakat. Sebab, tidak ada kenderaan akan menghambat kegiatan ekonomi sehingga harus memberi sosialisasi secara intensif. Sebaliknya, kegiatan akan mengurangi polusi.

14.43 | Posted in , , , , | Read More »

Sepeda Kreasi Ramaikan Alun-alun Kidul

Liputan6.com, Yogyakarta: Kreativitas didukung oleh pariwisata. Itulah yang dimanfaatkan sebagian warga di Kota Yogyakarta. Sadar akan potensi wisata yang terus berkembang, warga Ngadisuryan menciptakan sepeda kreasi. Moda transportasi ramah lingkungan ini dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu menarik wisatawan untuk mencobanya.


Para wisatawan yang berada di Alun-alun Kidul bisa menyewa jasa sepeda kreasi berpenumpang empat orang ini sekadar untuk menikmati waktu dan suasana lain di Kota Gudeg. Sepeda kreasi ini juga dilengkapi bel dan lampu warna-warni, sehingga tampak indah di malam hari.


Untuk membuat sepeda unik ini diperlukan biaya Rp 6 juta. Warga iuran bersama menanggung biaya pembuatan agar tak terasa berat. Dalam sehari, uang 100 ribu bisa diraih dari wisatawan. Cukup dengan uang Rp 10 ribu, wisatawan bisa berkeliling Alun-alun Kidul untuk satu kali putaran.

15.23 | Posted in , , , | Read More »

Material Erupsi Baru Runtuh 30%

YOGYAKARTA – Banjir lahar dingin dari Gunung Merapi masih akan terus terjadi dan sulit diketahui kapan berakhir. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menyatakan, saat ini baru sekitar 30% material erupsi Merapi yang turun sebagai lahar hujan.


Sementara material hasil erupsi Merapi 2010 lalu diperkirakan mencapai sekitar 140 juta meter kubik. “Material hasil erupsi Merapi yang masih berada di atas adalah sekitar 70%. Ini masih akan terus menjadi ancaman, selama musim hujan masih terjadi,” kata Kepala BPPTK Yogyakarta Subandriyo di Yogyakarta,kemarin. Menurutdia, hujan dengan intensitas kurang dari 20 milimeter per jam sudah mampu menghanyutkan material erupsi Merapi menjadi lahar hujan.

03.15 | Posted in , , , | Read More »

Erupsi Merapi Telah Menggeser Mata Air

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Erupsi Gunung Merapi mengakibatkan perubahan pola mata air, karena terkuburnya sumber utama mata air pada sabuk mata air paling atas.


"Perubahan pola sabuk mata air itu akibat endapan material lahar khususnya di sekitar aliran Sungai Kuning, Gendol, dan Sungai Woro," kata Langgeng Wahyu Santoso, peneliti dari Fakultas Geografi UGM, yang juga anggota KLMB Fakultas Geografi UGM di Yogyakarta, Kamis (24/3/2011).


Menurut dia, salah satu sumber mata air potensial yang selama ini telah dimanfaatkan sebagai sumber utama air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman, DIY, adalah mata air hulu Sungai Kuning, yakni Umbul Wadon dan Umbul Lanang. Kedua sumber ini telah terkubur endapan lahar Merapi.

16.27 | Posted in , , , , | Read More »

Pakar UGM Nilai RI Tetap Perlu Bangun PLTN Untuk Cukupi Listrik

Yogyakarta - Meskipun krisis PLTN Fukushima Jepang menjadi contoh bahayanya energi nuklir, Indonesia tetap dinilai perlu membangun PLTN. PLTN dinilai dapat memenuhi kebutuhan listrik Indonesia di masa depan.


"Kebutuhan energi di Indonesia saat ini cukup kritis. Pembangunan PLTN di Indonesia diharapkan bisa mengatasi kemungkinan adanya krisis energi," kata Ketua jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Sihana kepada wartawan di Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (22/3/2011).


Menurut dia uranium sebagai bahan bakar energi nuklir belum dieksplorasi secara maksimal. Uranium diperkirakan akan habis pada masa 30 tahun mendatang. Oleh karena itu teknologi nuklir akan beralih ke teknologi nuklir lain yang lebih canggih.

16.43 | Posted in , , , , , | Read More »

Saluran Limbah Warga Kali Code Belum Normal

YOGYAKARTA--MICOM: Banyak saluran air limbah dan irigasi warga di bantaran Kali Code, yang belum normal. Sehingga membuat buangan air limbah warga tersebut tidak normal, seperti yang terjadi di daerah Jogoyudan.


"Saluran-saluran itu masih mampet, belum bisa normal, karena belum ada perbaikan dari pemkot," kata Hatta Mustofa, warga Jogoyudan, Gowongan, Jetis, Yogyakarta.


Mampetnya saluran irigasi warga, dikarenakan terbuntu oleh pasir yang dibawa banjir lahar dingin. Dan hal itu, memerlukan perbaikan dengan menyedot atau membongkar ulang beberapa saluran.Harus direkonstruksi lagi, Mas," kata Hatta kepada Media Indonesia.

15.51 | Posted in , , , | Read More »

38 Sekolah RSBI di DIY dipertahankan

HARIAN JOGJA: Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tidak menghapus sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di DIY, pascaevaluasi. Guna memperbaiki kualitas RSBI, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemerintah Provinsi DIY juga tidak akan menambah jumlah sekolah tersebut.


Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi DIY, Baskara Aji menjelaskan, sebanyak 38 sekolah berstatus RSBI di DIY lolos evaluasi oleh Kemendiknas. Seluruh sekolah dianggap memenuhi syarat RSBI.

06.08 | Posted in , , , | Read More »

Soal UN Dibagi Lima Paket, Siswa Dituntut Lebih Teliti

YOGYA (KRjogja.com) - Peserta Ujian Nasional (UN) tahun ini diharapkan bisa lebih teliti dalam mengerjakan soal maupun mengisi lembar jawab. Pasalnya dalam ketentuan UN kali ini paket soal dibagi menjadi 5 bagian dan secara otomatis menjadikan proses menjadi lebih rumit.


Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji mengungkapkan, dengan dibaginya soal UN menjadi 5 paket ini maka siswa dimina untuk tidak salah dalam menuliskan nomor kode soal pada lembar jawab dan pada daftar hadir. Karena, jika sampai terjadi kesalahan, maka pelacakan nomor akan sulit dilakukan.


"Memang dengan dibagi menjadi 5 pake ini mekanismenya menjadi lebih rumi dan kita dituntut untuk lebih jeli dalam mengarahkan siswa mengisi lembar jawab dengan teliti. Meski demikian, sistem demikian sengaja diterapkan unuk meminimalisir adanya kecurangan yang dilakukan siswa maupun pihak lain," ujarnya kepada KRjogja.com di kantornya, Senin (21/3).

17.56 | Posted in , , , , | Read More »

Lahar Dingin Merapi Terjang 41 Rumah

10 hektare lahan persawahan di Desa Argomulyo tertimbun material Merapi.


VIVAnews - Sedikitnya 41 rumah milik warga di Dusun Jaranan, Guling, dan Banaran, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, dan Dusun Tambahaan/Jambon, Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak, hancur diterjang lahar dingin Merapi yang mengalir melalui Kali Gendol.


"Banjir lahar dingin yang terjadi pada Sabtu 19 Maret 2011, merupakan banjir lahar dingin yang paling besar selama ini dan mengakibatkan 41 rumah
warga yang berada tak jauh dari aliran Sungai Gendol dan Kali Opak hancur diterjang banjir lahar dingin," kata Camat Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Samsul Bakri, Minggu 20 Maret 2011.


00.22 | Posted in , , , , | Read More »

Kantor Jamaah Ahmadiyah di Yogyakarta Disegel

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Puluhan massa dari Front Umat Islam (FUI) Yogyakarta melakukan penyegelan terhadap kantor Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Yogyakarta, Ahad (20/3) sore. Kantor Ahmadiyah Yogyakarta yang terletak di Jalan Krasak Timur, Danurejan, Yogyakarta atau persisnya di depan Mapolsek Danurejan tersebut disegel dengan selembar spanduk bertuliskan disegel oleh massa FUI.

Sebelum penyegelan massa FUI yang terdiri dari beberapa elemen antara lain Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), Remaja Masjid, Front Jihad Islam (FJI), Gerakan Anti Maksiat (GAM), Komando Kemanan Muhammadiyah (KOKAM), Al Misbah, Gerakan Pemuda Kabah (GPK) dan elemen Islam lainnya ini melakukan orasi di gedung PDHI Yogyakarta. Mereka menyuarakan penolakan keberadaan ajaran ahmadiyah di Yogyakarta. Dalam melakukan aksinya, mereka juga membagi-bagikan pamlet mengenai ajaran Ahmadiyah.

19.45 | Posted in , , , | Read More »

Jalur Magelang-Yogyakarta Dibuka Kembali

Liputan6.com: Jalur Magelang-Yogyakarta yang semalam ditutup total akibat terjangan banjir lahar dingin Kali Putih, sudah dibuka pada Ahad (20/3). Meski lalu lintas lancar, tebalnya debu vulkanik Gunung Merapi yang beterbangan akibat terlindas roda kendaraan dikeluhkan para pengguna jalan.


Selain itu, debu sisa material pasir Merapi yang dibersihkan dengan alat berat itu juga membuat mata perih sehingga mengganggu penglihatan. Alhasil, sejumlah pengendara memilih jalur alternatif lewat perkampungan agar tidak terganggu debu Merapi.

08.34 | Posted in , , , , , | Read More »

Puluhan Rumah Terendam Lahar Dingin

Banjir lahar dingin kembali terjadi akibat guyuran hujan deras di kawasan Gunung Merapi dan salah satu alirannya melewati Kali Code sebagaimana terlihat di Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta, Sabtu (19/3/2011) malam. Warga di tepi sungai tersebut dihimbau untuk mengungsi ke tempat yang aman untuk menghindari timbulnya korban jiwa.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan rumah di pinggir Sungai Code, Yogyakarta, Sabtu (19/3/2011) malam, terendam banjir lahar dingin Merapi. Semua warga yang tinggal di pinggir Sungai Code untuk sementara waktu mengungsi di masjid setempat. Arus air yang sangat deras di sungai yang membelah Kota Yogyakarta tersebut terjadi mulai pukul 18.30 WIB.


Ketinggian air sungai dan aliran sungai semakin malam semakin deras. Hal ini terjadi karena di puncak Gunung Merapi diguyur hujan deras cukup lama. Endapan material letusan Gunung Merapi terbawa oleh air hujan dan memenuhi sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Sungai Code merupakan anak Sungai Boyong yang berhulu di Gunung merapi, sering kali dilanda banjir lahar dingin ketika puncak Gunung Merapi diguyur hujan deras.


07.45 | Posted in , , , , , , | Read More »

Leptospirosis Tewaskan Tiga Warga DIY

YOGYAKARTA--MICOM: Sejak Januari hingga Maret, tujuh warga Kota Yogyakarta positif terkena leptospirosis dan tiga diantaranya meninggal dunia.


"Yang meninggal ini berasal dari Kecamatan Umbulharjo, Kecamatan Mergangsan dan Kecamatan Kotagede," kata Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Vita Yulia, Kamis (17/3).


Menurut dia, penyakit leptospirosis ini ditularkan melalui air kencing tikus. "Salah satu yang meninggal, terkena setelah membersihkan kolam, yang satu adalah peternak itik dan satu lagi petani di sawah di Kota Yogyakarta," ujarnya.

14.30 | Posted in , , | Read More »

Diduga Selingkuh, Pol PP Kena Razia Pekat

BANTUL – Tindakan yang tidak sepatutnya dicontoh dilakukan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul.


Sore kemarin, salah seorang wanita anggota Satpol PP berinisial NN terkena razia saat berduaan dengan SN, oknum PNS Pemkab Bantul lainnya. Keduanya tertangkap basah di salah satu penginapan di kompleks Pantai Parangkusumo. Kontan saja oknum anggota Pol PP yang biasanya melakukan razia pekat dan mengamankan perda ini digelandang menuju Mapolsek Kretek.


Kapolsek Kretek Kompol Teguh Mulyono membenarkan bahwa pihaknya melakukan razia pekat secara rutin.Kemarin mereka melakukan razia dengan menyisir kompleks pantai tersebut.”Ada 49 orang yang terjaring razia ini,”ujarnya kepada SINDO kemarin. Dari 49 orang yang diamankan di Polsek Kretek, tiga di antaranya berstatus PNS.

16.16 | Posted in , , , , | Read More »

Rumah Dinas Kapolda DIY Diancam Bom

Yogyakarta - Ancaman aksi teror bom juga melanda wilayah Yogyakarta. Kali ini rumah dinas Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Ondang Sutarsa juga diancam akan dibom.


Akibat adanya ancaman tersebut, rumah dinas yang terletak di Jl Laksda Adisucipto, Catur Tunggal, Depok, Sleman atau di sebelah timur Ambarrukmo Plaza itu langsung disisir oleh Gegana Polda DIY. Namun hingga penyisiran usai sekitar pukul 21.00 WIB, tidak ditemukan bahan berbahaya di rumah dinas tersebut.


Menurut Wakapolda DIY, Kombes Tjiptono, ancaman teror itu dilakukan seseorang menggunakan surat yang diantar melalui jasa pos. Surat tersebut diterima oleh petugas jaga di depan pada Rabu (16/3/2011) sore.


03.54 | Posted in , , , | Read More »

Gempa Tak Pengaruhi Wisatawan Jepang ke Yogya

Bulan Mei-Juni adalah puncak wisatawan Jepang ke Yogyakarta.
VIVAnews - Bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang akhir pekan lalu disinyalir tak berpengaruh pada kunjungan wisatawan negara tersebut ke Yogyakarta. Sebab, menurut Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agents (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta, Edwin Esmedi Himna, belum ada agen perjalanan yang membatalkan kunjungan wisatawan Jepang ke Yogya.


"Hingga saat ini belum ada yang membatalkan kunjungannya," kata Edwin saat ditemui di Yogyakarta, Rabu 16 Maret 2011


Menurut Edwin, belum adanya pembatalan perjalan turis dari Jepang ini juga terkait dengan asal turis Jepang yang kebanyakan dari Osaka dan Tokyo, daerah yang tidak dilanda bencana gempa yang disusul tsunami pekan lalu.


"Bulan Mei-Juni adalah puncak wisatawan Jepang ke Yogya, dan hingga hari ini belum ada pembatalan kunjungan dari sana," tutur Edwin.

19.26 | Posted in , , , , , | Read More »

Kondisi Naker Kota Yogya di Jepang Belum Terdata

YOGYA (KRjogja.com) - Terkait adanya bencana gempa dan tsunami di Jepang Jumat pekan lalu, Dinsosnakertrans Kota Yogya Mendesak Disnakertrans Provinsi DIY dan Balai Pelayanan Penempatan & Perlindungan TKI (BP3TKI) segera memberikan data kondisi TKI berasal dari Kota Yogya yang bekerja atau magang di Jepang. Hal ini mendesak diperlukan untuk memberi kejelasan keadaan TKI Kota Yogya yang berada di Jepang.


"Pasca tsunami, sudah ada empat keluarga yang mendatangi kami, ingin tahu keadaan anggota keluarganya di Jepang. Pagi ini, surat ke Provinsi sudah dikirim, dan kami berharap ada jawaban secepatnya, karena penyelenggara pengiriman naker sepenuhnya kewenangan dari provinsi," terang Fungsional Petugas Pengantar Kerja Dinsosnakertrans Kota Yogya, Sutriarmo di kantornya, Selasa (15/3).

18.30 | Posted in , , , , , | Read More »

Listrik 'byar-pet' Rezeki Seret

HARIAN JOGJA: Kebiasaan Perusahaan Listrik Negara (PLN) soal listrik mati tanpa sebab belum hilang. PLN pun dianggap tidak menghargai hak para konsumen dan merugikan industri kecil-menengah.


Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jadin C Jamaludin mengatakan mati listrik selama lima menit sudah bisa merugikan pelaku bisnis industri skala kecil-menengah karena tidak memiliki genset sebagai pasokan listrik cadangan.


“Kerugiannya bisa sampai jutaan,” ungkapnya saat dihubungi Harian Jogja, Minggu (13/3) malam. Menurut Jadin, kerugian ditimbulkan dari matinya alat produksi yang kehilangan pasokan listrik.

17.06 | Posted in , , , | Read More »

BI Tidak Bakal Hapus Utang Warga Korban Merapi

MI - Pimpinan Bank Indonesia (BI) Solo Doni P. Joewono menegaskan kebijakan perbankan memang tidak akan memutihkan atau menghapus utang para debitur korban Merapi di empat kabupaten Jateng dan DI Yogjakarta.


Ada sedikitnya 4.596 debitur mengalami nunggak utang sebesar Rp69,12 miliar dari jumlah utang keseluruhan yang mencapai Rp91,72 miliar hanya akan menerima perlakuan khusus.


"Jadi bank tidak harus menghapus utang debitur korban Merapi. Namun tetap melihat seberapa besar dampak dan kemampuannya, dengan cara memberikan perlakuan khusus dalam membayar kredit, dan juga penurunan bunga utang," ujar Doni kepada Media Indonesia.

16.11 | Posted in , , , , | Read More »

UII Ungkap Joki Tes Masuk dengan Modus Gunakan HT

Sleman - Kasus perjokian ujian tulis tes masuk perguruan tinggi kembali terjadi. Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta berhasil mengungkap kasus perjokian.


Sebanyak tujuh orang peserta yang menggunakan jasa joki oleh panitia langsung dibatalkan keikutsertaannya. Semuanya mendaftarkan untuk masuk ke Fakultas Kedokteran (FK) UII.


"Cara perjokian yang dilakukan ini tergolong canggih menggunakan alat HT (handy talky-red) bukan Handphone," kata Ketua Panita PMB UII, Nur Jihad di Kampus UII di Jl Kaliurang Km 14 Sleman, Yogyakarta, Senin (7/3/2011)

16.42 | Posted in , , , , , | Read More »

Parkir Malioboro Sumpek

YOGYAKARTA– Warga Yogyakarta dan sekitarnya mengeluhkan parkir di Malioboro yang kian sumpek. Mereka meminta perluasan kantong parkir segera dilakukan.


Saat ini jumlah kendaraan yang masuk ke Malioboro tidak se-banding dengan lahan parkir yang disediakan. Kemacetan semakin terlihat pada hari libur, seperti yang terjadi kemarin. Devi Setyanti,warga Bantul mengatakan, Malioboro menjadi lokasi favorit dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.Namun, karena kemacetan yang terjadi,maka ikon Kota Yogyakarta itu menjadi tidak nyaman dikunjungi. “Agar Malioboro tetap nyaman dikunjungi harus dibuatkan lokasi parkir yang luas.


Ini pekerjaan yang harus segera diselesaikan pemerintah,” katanya, kemarin. Saat tanggal merah atau masa liburan semester,Malioboro memang sangat padat. Parkir kendaraan yang dimiliki toko, parkir di sisi kiri jalan dari mulai ujung utara hingga selatan Malioboro, maupun yang sudah disediakan Pemkot Yogyakarta di Taman Khusus Parkir (TKP) Senopati,Abu Bakar Ali tidak mampu menampung seluruh kendaraan. Menurut pedagang asongan Malioboro,Heny Agustina,rencana perluasan parkir Malioboro harus bisa segera direalisasikan.


15.25 | Posted in , , , , | Read More »

Giliran Sleman Terancam Tikus

SLEMAN: Leptospirosis mulai meresahkan warga di empat kecamatan di Sleman. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat, sedikitnya 12 warga dinyatakan positif terinfeksi sejak awal tahun ini.


Wilayah rawan tersebut meliputi, Kecamatan Moyudan, Minggir, Gamping dan Berbah. Gamping dan Berbah tergolong baru karena sebelumnya belum pernah terjadi kasus serupa. Ancaman penyakit yang disebabkan bakteri leptospirosis sp ini tak lepas dari tingginya populasi tikus di empat kawasan tersebut. Apalagi keempat wilayah tersebut masih musim panen.


"Kami selalu kawalahan mengatasinya disawah. Tidak ada obat yang manjur, terpaksa warga mengandalkan gropyokan masal karena paling efektif," ujar Wahyudi,petani asal Balecatur Gamping kepada Harian Jogja, Kamis (3/3).

15.14 | Posted in , , , , | Read More »

Nelayan Kulon Progo Kehilangan Penghasilan

Liputan6.com, Kulon Progo: Para nelayan pesisir selatan di tiga pantai Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kehilangan penghasilan. Penyebabnya gelombang laut setinggi 2,5 meter dan kelangkaan ikan. Kondisi ini sudah berlangsung selama dua pekan. Cuaca buruk yang berlangsung cukup lama membuat para nelayan khawatir. Mereka sangat berharap cuaca buruk berakhir sehingga bisa kembali ke laut mencari nafkah buat keluarga.

05.59 | Posted in , , , | Read More »

Soal SPT Pajak, DIY Paling Patuh

Pemerintah menargetkan peningkatan rasio penyerahan SPT sebesar 62 pada tahun ini.


VIVAnews - Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi provinsi yang paling patuh pada penyerahan surat pemberitahuan (SPT) pajak tahunan. Direktorat Jenderal Pajak mencatat, sebanyak 89,48 persen wajib pajak di provinsi ini telah menyerahkan SPT.


Peringkat kedua adalah Kantor Jawa Tengah II (Solo) sebesar 78,49 persen, dan peringkat ketiga, Jateng I (Semarang) sebesar 75,04 persen. Sedangkan yang paling rendah Sumatera Utara I (Pematang Siantar) sebesar 38,06 persen.


Kepala Sub Direktorat Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemantauan Liberti Padiangan mengatakan, pemerintah menargetkan terjadi peningkatan rasio penyerahan SPT tahunan PPh sebesar 62,5 persen pada tahun ini. "Jumlah wajib pajak terdaftar per Januari 2011, 18,116 juta," kata dia di Jakarta, Jumat 4 Maret 2011.


04.39 | Posted in , , , | Read More »

Menkes Resmikan Gedung Baru RSUP dr Sardjito


YOGYA (KRjogja.com) - Menteri Kesehatan (Menkes), dr Endang Rahayu Sedyaningsih meresmikan gedung pelayanan kesehatan reproduksi dan kontrasepsi Mantap RSUP dr Sardjito Yogyakarta di rumah sakit setempat, Jumat (4/3). Peresmian diawali dengan penandatanganan prasasti.


Dalam sambutannya, Menkes mengungkapkan bahwa Rumah Sakit merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sehingga baik buruknya pelayanan rumah sakit akan sangat cepat diketahui oleh masyarakat baik menyangkut komunikasi, pembiayaan, pelayanan medik bahkan sampai pada ranah hukum.


"Karena itu, rumah sakit harus bertindak cepat, tepat, profesional dan tenang serta berada pada koridor hukum yang berlaku. Karena rumah sakit itu melayani masyarakat dengan dana publik. Sehingga harus profesional dan mencakup sikap sopan, ramah serta empati," ujarnya.


22.11 | Posted in , , , | Read More »

Mahasiswa UGM Temukan Vaksin Avian Influenza


REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Artina Prastiwi menemukan vaksin flu burung atau Avian Influenza H5N1 dengan memanfaatkan ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). "Vaksin tersebut terbukti mampu menghambat perkembangan virus Avian Influenza (AI) hingga 87 persen. Selain telah teruji dalam skala laboratorium, vaksin itu juga lebih murah dibandingkan dengan vaksin kimia yang dijual di pasaran," kata Artina di Yogyakarta, Kamis.


Menurut dia, vaksin AI di pasaran biasanya dibanderol Rp200.000 per 100 dosis, sedangkan vaksin temuannya hanya Rp75.000 per 100 dosis. "Meskipun terbilang efektif dan murah, vaksin itu belum dipasarkan secara massal, karena masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti hasilnya," katanya.


05.21 | Posted in , , , , , | Read More »

9 Poin Penolakan Sultan atas Draf RUUK DIY

DetikNews - Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan penolakannya atas draf RUU Keistimewaan DIY. Sultan mencatat ada 9 poin yang membuat rakyat Yogyakarta keberatan dengan draf usulan pemerintah tersebut. Kenapa '9'?


"Secara khusus ada sembilan catatan penting dalam tinjauan kami. Makna penting angka sembilan semoga bisa memberikan sinyal proses ini berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat DIY," ujar Sultan.


Hal ini disampaikan Sultan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2011).


Sultan pun memaparkan satu persatu alasan penolakannya. Yang pertama judul RUU dinilai kurang pas.


"Menurut hemat kami judul RUU Keistimewaan Provinsi Yogyakarta tidak tepat seharusnya RUU Daerah Istimewa Yogyakarta tanpa provinsi," papar Sultan.

15.22 | Posted in , , , , | Read More »

Inflasi DIY Turun Drastis

YOGYAKARTA– Beban masyarakat Yogyakarta akibat impitan kenaikan harga kebutuhan pokok terkurangi. Hal ini berkaca dari rendahnya inflasi selama Februari yang hanya 0,1%.

Kini laju inflasi turun drastis dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,84%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Suharno mengungkapkan,melemahnya tingkat inflasi Yogyakarta lebih dikarenakan dua faktor utama.

Dua faktor yang dimaksud adalah terkendalinya permintaan masyarakat dan menurunnya harga sejumlah komoditas pokok seperti beras dan sayurmayur. Khusus beras mengalami penurunan harga hingga 3,38% dan memberi andil pelemahan inflasi sebesar 0,12%. ”Sementara untuk komoditas sayur-mayur, sebagian besar mengalami penurunan harga yang signifikan.Contohnya, cabai merah turun 20,25% dan tomat 42,39%,” katanya di Kantor BPS DIY,Jalan Lingkar Selatan Tamantirto, Kasihan, Bantul,Yogyakarta,kemarin.

15.08 | Posted in , , | Read More »

KIK Tetap Berlaku, 'Gertak' Gertak UGM

Harian Jogja | Sleman: Gerakan Tolak Komersialisasi Kampus UGM (Gertak) hari ini, (1/3), menggelar unjuk rasa menolak pemberlakuan Kartu Identitas Kendaraan (KIK) oleh UGM. Para mahasiswa ini menganggap hal tersebut adalah wujud kian komersilnya UGM.


Mereka berunjuk rasa di bundaran UGM setelah sebelumnya sempat menggelar diskusi publik di Kampus Fisipol UGM. Koordinator aksi, Arya Budi mengatakan, pemberlakuan KIK membuat UGM kian eksklusif. Pihaknya dengan tegas menuntut UGM mencabut SK pemberlakuan KIK yang resmi diterapkan sejal awal Februari itu.


Melalui SK tersebut sedianya setiap kendaraan roda dua yang masuk UGM diwajibkan membayar Rp1.000, sementara mobil Rp2.000. Pengunjuk rasa bahkan sempat berpawai motor masuk ke UGM melewati portal namun menolak membayar. "Kami siap mengajak mahasiswa memarkir kendaraan di luar kampus jika KIK tidak dicabut," ujar Arya. Ia mengaku pihaknya akan terus menggelar aksi jika tuntutan tidak digubris pihak UGM.

22.06 | Posted in , , , | Read More »

Bahas RUUK, Hari Ini Sultan HB X dan Paku Alam ke DPR

(KRjogja.com) - DPR hingga kini masih menghimpun berbagai pendapat sebagai masukan dalam menyikapi Rancangan Undang Undang Kestimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUUK DIY) dari pemerintah.


Adapun masukan itu diantaranya dari Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam yang juga Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Dijadwalkan keduanya memberikan pendapatnya dihadapan Komisi II DPR pada Selasa (1/3) hari ini.

"Sri Sultan dan Paku Alam diundang besok oleh Komisi II," kata anggota Komisi II DPR AW Thalib di Jakarta, Senin (28/2)

Dia mengungkapkan, keduanya akan diminta memberikan pandangan sebagai masukan bagi Komisi II dalam membahas RUUK.

15.51 | Posted in , , , , , | Read More »

Blog Archive

Labels