Pemuda Tewas Ditikam di Malioboro

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aksi penusukan hingga menyebabkan korban meninggal terjadi di Jalan Malioboro Yogyakarta, Jumat (30/9), sekitar pukul 02.30 WIB. Korban tewas ditusuk dibagian dada oleh seseorang menggunakan senjata tajam.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Mustaqim mengatakan, aksi itu murni tindak kriminal tak ada hubungannya dengan aksi yang terjadi di jalan Laksda Adi Sucipto.

"Itu murni tindak kriminal, kami sudah mengantongi nama pelaku penusukan, semoga segera tertangkap,"katanya di Mapolda DIY.

Menurut dia, korban tewas atas nama Tri Untoro (29) warga Yogyakarta. Sebelum kejadian, dia diketahui sempat bertengkar hebat dengan seseorang, sesaat setelah itu saksi yang mengetahui tiba-tiba melihat korban tersungkur.

20.54 | Posted in , | Read More »

Ini Lho Undangan "Royal Wedding" Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Undangan resepsi pernikahan putri bungsu Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nur Astuti Wijareni, dengan Achmad Ubaidillah mulai disebar. Undangan "royal wedding" ala Yogyakarta itu memiliki desain yang disesuaikan tamu yang diundang.

"Warnanya hijau muda, khusus diperuntukkan jajaran Muspida DIY. Untuk tamu lain, undangan yang diberikan berwarna beda," ujar Kepala Humas Pemerintah Provinsi DIY Kuskasriyati, Kamis (29/9/2011).

Undangan itu berukuran 18 x 30 sentimeter, dibuat dari kertas berbahan keras (hard cover). Di bagian sampul, terdapat logo Keraton Yogyakarta dan di bagian atas dihiasi tulisan timbul (emboss) berwarna emas. "Undangan lainnya berwarna jingga, khusus pimpinan dan anggota DPRD DIY," ujar Kuskasriyati.

10.12 | Posted in , | Read More »

Malioboro Shopping Festival Kembali Digelar

YOGYA (KRjogja.com) - Malioboro Mall kembali menggelar Shopping Festival 3 yang menghadirkan berbagai tawaran menarik bagi pengunjung selama akhir September hingga Oktober 2011. Selain pameran produk kerajinan di Atrium Utara dan Atrium Selatan mal, tawaran berbagai program belanja juga turut dihadirkan mal yang berada di kawasan Malioboro ini.

Marketing dan Promotion Malioboro Mall Yogyakarta, Mariana Andriani mengatakan kegiatan ini merupakan program belanja yang menawarkan kepuasan berbelanja dengan diskon melalui Preffered Customer (PC) card serta kesempatan untuk memperoleh hadiah langsung dalam Kejutan 10. Melalui program ini pihak mal berencana untuk menggaet lebih banyak orang untuk menjadi anggota dan menyenangkan para pengunjung setia.

"Agar memberi nilai lebih pada PC Card serta memuaskan pelanggan setia, kami bekerjasama dengan salah satu perbankan swasta untuk mengembangkan program belanja ini. Kerjasama yang berlangsung hingga 16 Oktober 2011 ini membuahkan hasil berupa program belanja sisipan 'Belanja Berhadiah Gadget," ujarnya di Malioboro Mall Yogyakarta, Kamis (29/9).

19.16 | Posted in , | Read More »

Rakyat Ingin Sultan Tegas

YOGYAKARTA– Perpanjangan kembali jabatan gubernur-wakil gubernur DIY bukanlah final. Saat ini yang terpenting adalah ketegasan Sultan mendesak pemerintah pusat dan DPRagar segera mengesahkan Undang- Undang Keistimewaan DIY.

Banyak kalangan berharap perpanjangan jabatan saat ini adalah yang terakhir dan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY bisa segera ditetapkan menjadi undang-undang (UU). Setelah muncul sejak 2002 lalu, RUUK terbukti masih saja belum jelas kapan akan disahkan. Pakar pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Abdul Gaffar Karim menilai perpanjangan jabatan gubernur-wakil gubernur DIY merupakan solusi yang kurang tepat.

Sebab secara subtansi perpanjangan jabatan tersebut, hanya menyangkut pada jabatan atau belum menjawab sesungguhnya keinginan rakyat DIY. “Perpanjangan jabatan itu,sebagai konsensi elite dan hanya mengakomodir kepentingan pribadi, yakni jabatan gubernur dan wakil gubernur,” tandas Abdul Gaffar Karim kepada Seputar Indonesia (SINDO),kemarin.

09.20 | Posted in , , | Read More »

Cegah Bom, Sultan Imbau Warga Yogya Bersatu

"Menjaga keamanan ini, bisa dimulai dari tempat strategis, hingga di tengah kampung."

VIVAnews - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta seluruh masyarakat dan petugas keamanan untuk membangun kebersamaan dan ikut menjaga keamanan wilayah. Ini untuk mencegah terulangnya insiden bom bunuh diri, seperti yang terjadi di Solo 25 September 2011.

''Apa yang terjadi itu merupakan kepicikan seseorang yang merasa paling benar,'' kata Sultan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu, Selasa, 27 September 2011. "Bagaimana pun tragedi bom yang terjadi di Solo yang menimpa umat Kristen yang sedang beribadah di gereja dan yang akhirnya merugikan masyarakat karena kepicikan seseorang yang merasa paling benar."

Sultan berharap peristiwa semacam itu jangan sampai terulang lagi. Dia menilai aksi teror yang membuat belasan orang mengalami luka serius bukan hanya merugikan warga Solo tetapi juga merugikan bangsa Indonesia secara keseluruhan

08.49 | Posted in , , | Read More »

Sultan Bantah Minta Perpanjangan Jabatan

Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X membantah pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi yang dimuat di media, soal dirinya meminta perpanjangan jabatan gubernur. Sebab masa perpanjangan gubernur yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya akan habis pada tanggal 9 Oktober 2011.

"Itu tidak benar. Saya merasa tidak melakukan hal itu," tegas Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Selasa (27/9/2011).

Sultan mengatakan, rencananya hari ini Selasa sore, dirinya akan bertemu dengan Presiden SBY. Sultan dipanggil Presiden untuk bertemu di Istana Kepresidenan.

"Presiden yang memanggil saya, namun kenapa itu dianggap meminta perpanjangan," katanya.

13.20 | Posted in , , | Read More »

Haryadi Suyuti-Imam Priyono Unggul Sementara

YOGYAKARTA--MICOM: Pasangan nomor urut 3, Haryadi Suyuti-Imam Priyono unggul dalam Pemilu Kada Kota Yogyakarta, Minggu (25/9), hasil penghitungan cepat dua lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) dan Media Survey Center Indonesia (MSI).

Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis pasangan tersebut unggul 48,38 %. Sedangkan pasangan Zuhrif Hudaya-Aulia Reza Bastian (1) dan Hanafi Rais-Tri Hardjun (2) masing-masing hanya memperolah suara sebanyak 9,65 persen dan 41,97 persen suara.

Total suara sah yang mereka yang masuk sebanyak 67.539 suara. "Jumlah suara sah yang masuk dalam penghitungan cepat lembaganya diambil dari 280 tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Yogyakarta," terang Eko Kusmayati, Diretur Riset JSI. Jumlah tersebut merupakan 30 persen TPS dari total TPS yang ada, yaitu 838 TPS. Pemilihan TPS dilakukan secara acak.

09.46 | Posted in , , | Read More »

Quick Count JSI: Perolehan suara Hati Paling Tinggi

JOGJA—Lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) melalui perhitungan cepat pelaksanaan pilkada Kota Jogja menyebutkan perolehan suara pasangan calon Walikota Jogja Haryadi Suyuti–Imam Priyono (Hati) paling tinggi.

Sesuai hasil survey yang dilakukan oleh JSI menyebutkan pasangan nomor urut satu Zuhrif Hudaya-Aulia Reza memperoleh 9,65 persen suara. Pasangan nomor urut dua Hanafi Rais-Tri Harjun Ismaji memperoleh 41,97 persen suara. Pasangan nomor urut tiga Haryadi Suyuti-Imam Priyono memperoleh 48,38 persen suara.

Direktur Riset Jaringan Suara Indonesia (JSI), Eko Kusmayadi menjelaskan, survei yang dilakukan timnya menggunakan sistem sampling. Dari 838 jumlah seluruh TPS, digunakan sampling sebanyak 280 TPS. “Dalam survei ini kami menggunakan sistem sampling dengan 280 TPS. Suara yang dihitung dalam perhitungan cepat tersebut hanya suara sah saja dari 280 TPS. Total suara yang masuk adalah 67.539 suara," katanya, Minggu (25/9).

23.55 | Posted in , , | Read More »

KPU Kota Yogya Tayangkan Quick Count

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna mengetahui hasil perolehan suara sementara saat proses pemungutan suara Minggu (24/9/2011) dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan quick count maksimal 70 persen suara. Namun hasil itu belum menjadi patokan siapa pasangan yang memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Yogyakarta 2011.

Divisi Sosialisasi dan Humas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta, Titok Haryanto mengatakan KPU sore hari diperkirakan hasil penghitungan suara akan masuk ke KPU dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kecamatan. Untuk quick count KPU akan menggunakan maskimal suara masuk sebanyak 70 persen dari total suara.

23.11 | Posted in , | Read More »

Sekitar 32.000 Pemilih Tak Gunakan Hak Suara

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Yogyakarta mendata sekitar 32.000 kartu pemilih nonfaktual dari total 322.840 kartu pemilih dalam Pilkada Yogyakarta. Akibatnya, sekitar 10 persen pemilih diprediksi tidak akan menggunakan hak suara mereka dalam pilkada, Minggu (25/9/2011) ini.

"Kartu pemilih nonfaktual adalah surat suara yang dimiliki pemilih yang terdaftar, tetapi orangnya tidak berada di Yogyakarta. Kartu pemilih ini sengaja tidak kami berikan kepada siapa-siapa agar tidak disalahgunakan," kata Ketua KPU Kota Yogyakarta Nasrullah saat meninjau proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara 10 Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.

Menurut Nasrullah, para pemilih nonfaktual sebenarnya memiliki kartu tanda penduduk dan kartu C1 di Yogyakarta, tetapi mereka tidak berada di Yogyakarta.

16.05 | Posted in , , | Read More »

Pemkab Sleman Optimalkan PNS

SLEMAN (KRjogja.com) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengefektifkan pegawai yang ada, karena tahun ini tidak merekrut lagi calon pegawai negeri sipil, setelah adanya moratorium yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.

"Saat ini sedang dalam proses penghitungan, bagian mana yang harus dimaksimalkan dan yang harus dikurangi," kata Sekda Kabupaten Sleman Sunartono di Sleman.

Menurut dia, sebelumnya setiap tahun Pemkab Sleman mengajukan kuota untuk formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ke pemerintah pusat rata-rata 500 CPNS. Namun, dari jumlah itu, hanya sekitar 50 persennya yang dikabulkan.

"Sebenarnya, Pemkab Sleman masih kekuarangan PNS, namun dengan adanya kebijakan tersebut, kami tidak akan membuka lowongan penerimaan CPNS," katanya.

06.56 | Posted in , | Read More »

Pilwalkot Yogya Harus Bebas Politik Uang

YOGYAKARTA – Pilwalkot Yogyakarta 2011 besok akan digelar. Warga Yogyakarta diingatkan untuk berpikir cerdas saat memilih pasangan calon yang bakal memimpin mereka hingga lima tahun ke depan.

Pesan inilah yang ditangkap kemarin siang saat Aliansi Masyarakat Peduli Yogyakarta menggelar demonstrasi menuntut Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Yogyakarta yang bersih dari money politics (politik uang). Supaya pesannya sampai ke masyarakat, aksi dilangsungkan dari Gedung DPRD Kota Yogyakarta menuju titik nol kilometer.

“Rakyat harus jeli memilih pemimpin. Jangan sampai memilih yang melakukan kecurangan dan membagikan uang,”desak koordinator aksi, Aza El Munadian. Menurut dia, pilwalkot di Yogyakarta hampir sama dengan daerah lain.Tidak sedikit pasangan calon yang hanya menebar janjijanji manis. Buntutnya, mereka justru melakukan pelanggaran pemilu dengan membagikan uang,mencuri start hingga pelanggaran lainnya. “Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) harus menindak semua bentuk pelanggaran (pemilu),“ tandasnya.

18.52 | Posted in , , | Read More »

Situs Candi Ditemukan di Yogyakarta

Ada empat bangunan candi. Candi bercorak Budha.

VIVAnews -- Sebuah situs candi kembalikan ditemukan di Dusun Palgading, Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Lokasinya, tak jauh dari situs Kimpulan Hindu di komplek Universitas Islam Indonesia. Candi yang ditemukan ini bercorak Budha.

"Temuan itu terdapat empat candi baru yang bentuk dan denahnya berbeda-beda semua. Namun yang satu belum jelas, karena masih dalam proses," kata Kepala Kelompok Kerja Pemugaran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogya, Wahyu Astuti, kepada VIVAnews.com, Jumat 23 September 2011.

Menurut Ketua tim ekskavasi situs Palgading di komplek UII ini, dari keempat candi yang ditemukan, baru tiga bangunan yang sudah diketahui luasnya. Bangunan candi yang letaknya paling selatan seluas 13,23x17 meter, candi yang berada di tengah luasnya 8,6 meter, dan candi di sisi utara seluas 8,85x8,85 meter. "Untuk candi paling utara masih dalam proses, jadi belum diketahui luasnya," kata Wahyu Astuti.

11.22 | Posted in , , | Read More »

UGM-Kemenristek Kolaborasi Kembangkan Energi Listrik dari Angin

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada-Kementerian Negara Riset dan Teknologi tengah mengembangkan energi listrik hibrid dengan memanfaatkan potensi tenaga angin dan panas matahari di Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Pemanfaatan teknologi itu untuk mewujudkan penggunaan sumber energi baru dan terbarukan. Angin laut dan darat di pantai tersebut memiliki kecepatan rata-rata 3-4 meter/detik dan intensitas sinar matahari yang besar dan tetap," kata anggota tim peneliti Rahmawan Budiarto di Yogyakarta, Kamis (22/9).

Menurut dia, kekuatan kecepatan angin di Pantai Pandansimo termasuk rendah, sehingga dikombinasikan dengan energi sel surya. Kombinasi tenaga angin dan matahari itu menghasilkan energi listrik sebesar 130 kilowatt (kw) per hari.

18.03 | Posted in , , | Read More »

Yogya Runner Up Penghargaan Pengelolaan Lingkungan

YOGYAKARTA--MICOM: Pemerintah Kota Yogyakarta meraih posisi runner up untuk penghargaan bergengsi, Indonesia Green Region Award (IGRA) 2011. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah kota/kabupaten yang serius dan berhasil dalam pengelolaan dan upaya penjagaan lingkungan hidup yang baik bersama masyarakat.

Penghargaan yang diserahkan Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup Hermien Roosita ini diterima Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Suyana di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (21/9).

Peringkat pertama diraih Kota Surabaya. Sementara itu, peringkat ketiga diraih Kota Denpasar, keempat Pemkab Palangkaraya, dan kelima Kota Banda Aceh.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Suyana, Kamis (22/9), mengatakan penghargaan ini merupakan prestasi bagi pemerintah Kota Yogyakarta dan seluruh warga kota Yogyakarta yang telah bekerja sama dalam pengelolaan dan upaya menjaga dan menyelamatkan lingkungan di Kota Yogyakarta.

08.41 | Posted in , | Read More »

Razia Warung Kelontong, Satpol PP Sleman Amankan 50 liter Ciu Botolan

SLEMAN—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menggelar razia minuman keras yang beredar di kalangan pedagang, Selasa (20/9) malam. Operasi dalam rangka penegakan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang pelarangan peredaran dan penjualan minuman beralkohol tersebut, petugas menyita 50 liter ciu serta 24 botol bir golongan A yang dijual bebas di warung kelontong dan rumah makan.

Dalam Perda yang boleh menjual adalah hotel, bandara, kafe, pub, rumah makan selaka dan talang kencana (yang memiliki lambang garpu dan sendok).

Kepala Seksi Penegak Perundangan Satpol PP Sleman, Sunarto menjelaskan, semua barang bukti diambil dari empat pedagang miras di beberapa wilayah yakni, dari Yatmi, 60, ruko Denggung Tridadi Sleman, Suwarto, 32, warung makan padang di Grojogan Sariharjo Ngaglik, Babut Suryono, 39, toko kelontong di Kutu Dukuh Sinduadi Mlati dan Sarkijan, di Dusun Jaban, Tridadi, Sleman.

18.53 | Posted in , , | Read More »

Pemerintah Setuju Gubenur DIY Ditetapkan Lewat DPRD

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian dalam Negeri, Djohermansyah Johan, Rabu (21/9/2011), mengungkapkan pemerintah sudah menyetujui mekanisme pengisian gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilakukan melalui penetapan. Menurutnya, kesepakatan ini diambil setelah melalui forum lobi dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk RUU Keistimewaan Yogyakarta.

Dalam lobi tersebut, ada tiga hal krusial yang dibahas yakni pengisian jabatan gubernur, penamaan/istilah gubernur, dan pertanahan. Opsi-opsi yang muncul dalam lobi antara lain adalah penetapan oleh masyarakat, pemilihan lewat DPRD, dan penetapan lewat DPRD. Sementara masa jabatan gubernur disesuaikan dengan daerah lain, yakni selama lima tahun.

"Tadi di lobi sudah mengerucut pada penetapan melalui DPRD, dengan calon yang diusulkan adalah Sultan. Jadi, sama saja sebenarnya dengan penetapan tapi pintunya melalui DPRD," ujar Djohermansyah, seusai lobi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

07.59 | Posted in , , , | Read More »

Diamankan, Pelaku Perusakan SMAN Sewon

Liputan6.com, Bantul: Polisi mengamankan dua siswa di Bantul, Yogyakarta, yang nyaris dihakimi sejumlah siswa sekolah menengah atas (SMA) Negeri Sewon di Jalan Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Senin (19/9). Sebelumnya, kedua siswa itu bersama teman-temannya melempari gedung sekolah itu.

Polisi sempat kewalahan mengevakuasi kedua pelaku perusakan, karena puluhan siswa SMA Negeri Sewon terus memburunya. Para siswa itu ingin membalas aksi brutal kedua siswa yang melempari sekolahnya, tanpa alasan yang jelas. Polisi berhasil mengevakuasi kedua pelaku ke Markas Polres Bantul.

Aksi perusakan itu terjadi saat jam pulang sekolah. Sebanyak 14 orang berboncengan di tujuh sepeda motor datang dan melempari sekolah, hingga membuat genting dan lampu-lampu sekolah pecah. Papan nama sekolah juga dicoret-coret dengan cat semprot.(SHA)

13.45 | Posted in , , | Read More »

Kampanye 'Global Moving Planet' Mampir Yogya

YOGYA (KRjogja.com) - Tim Indonesia Bersepeda yang dimotori Greeners Indonesia dan 350.org merangkul sejumlah komunitas sepeda yang ada di Yogyakarta untuk mengkampanyekan 'Global Moving Planet'. Gerakan yang mengkampanyekan penghematan energi ini diwujudkan dengan bersepeda sejauh 1000 kilometer oleh Tim Bersepeda Indonesia dari Bali menuju Yogyakarta yang berakhir di Bandung selama 10 hari dan penyerahan penghargaan kepada komunitas sepeda yang ada di Yogyakarta.

Direktur Utama Greeners Indonesa, Saiful Rochman mengatakan kampanye yang digaungkan ini untuk memperingati 'Global Day of Action' yang jatuh pada 24 September mendatang yang diwujudkan dalam bersepeda dari Bali-Yogyakarta-Bandung sejauh 1000 kilometer sejak 14 hingga 24 September mendatang. Gerakan Moving Planet yang serentak di dunia ini selain diikuti Indonesia juga telah digaungkan di Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand serta hampir semua negara di Asia Timur yang giat melakukan upaya mengurangi tingkat konsumsi energi fosil.

10.31 | Posted in , , | Read More »

E- KTP Masih Kacau

GUNUNGKIDUL– Program e- KTP di Gunungkidul benar-benar kacau balau. Setelah peralatan yang terlambat datang, kali ini peralatan e-KTP belum bisa difungsikan.

Rendahnya daya listrik di setiap kecamatan menjadi pemicu sehingga kecamatan belum bisa melaksanakan simulasi. Dari data di Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) terdapat 15 kecamatan yang belum bisa melakukan operasionalisasi peralatan e- KTP.”Daya listrik menjadi kendala utamanya karena memang kebutuhan daya untuk operasional alat sangat besar,” kata Kepala Disdukcapil Gunungkidul Tommy Harahap kepada wartawan kemarin. Menurutnya, saat ini pihaknya akan menggunakan anggaran daerah untuk menambah daya listrik bagi 15 kecamatan.

”Target kita akhir Desember e- KTP sudah selesai,” ucapnya. Untuk menaikkan daya listrik, pihaknya sudah membuat estimasi anggaran senilai Rp30 juta. Anggaran tersebut akan digunakan menaikkan daya termasuk instalasi listriknya. Agus Kanton,Camat Semin, mengatakan untuk dapat melaksanakan program e-KTP dengan lancar, setiap kecamatan harus memiliki daya listrik sebesar 5500 watt. ”Alat-alat e- KTP membutuhkan daya listrik yang besar, banyak kecamatan yang daya listrik kurang dari itu,kecamatan kami hanya 3500 Kwh,”paparnya.

08.42 | Posted in , | Read More »

Perpanjangan Masa Jabatan Sultan, Sikap Pemerintah Harus Jelas

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Perpanjangan masa jabatan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berulang kali terjadi merupakan preseden buruk bagi masyarakat Yogyakarta. Hal ini menunjukkan sikap pemerintah yang menjadikan persoalan ini mengambang.

"Jika ini dibiarkan, kepercayaan masyarakat pada manajemen negara akan berkurang. Apalagi, masyarakat DIY sudah terlalu sering dipermainkan seperti ini," kata Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY Haris Sutarto, Senin (19/9/2011) di Yogyakarta.

Menurut Haris, pemerintah harus membuat sikap yang jelas terkait nasib Yogyakarta. "Pemerintah dan DPR memang sudah membahas Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta, tapi tak ada semangat untuk menyelesaikan," paparnya.

22.54 | Posted in , , , | Read More »

Merapi Akhirnya Kembali Normal

Yogyakarta - Status Gunung Merapi akhirnya kembali menjadi Normal. Hal ini sekaligus menandai selesainya fase erupsi yang terjadi sejak tahun 2010 di gunung yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

"Status mulai saat ini menjadi normal, karena sudah tidak ada gejolak dan aktivitas di puncak maupun di bagian perut Merapi," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo di kantornya Jl Cendana, Yogyakarta, Jumat (16/9/2011).

Dia mengatakan dengan diturunkan status tersebut menjadi normal berarti fase erupsi pada bulan Oktober dan November 2010 sudah selesai. Berdasarkan kajian dari BPPTK, kegempaan sudah tidak bergejolak lagi. Deformasi atau penggembungan tubuh gunung hampir tidak ada atau nol. Kubah lava di puncak juga sudah tidak mengalami perubahan.

06.54 | Posted in , , , | Read More »

Pemkot Yogyakarta Siap Jalankan Program E-KTP

YOGYAKARTA--MICOM: Pemkot Yogyakarta telah siap melaksanakan program E-KTP. Hal tersebut disampaikan Ninot Tri Cahyono, Kabid Catatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Jumat (16/9).

Ia mengatakan, kemarin, tim Kementerian Dalam Negeri telah melakukan pengecekan di 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. "Alatnya sudah lengkap semua. Hanya tinggal update aplikasi," katanya.

Ia mengatakan selama ini, terangnya, pihaknya tetap melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak Provinsi DIY. Di Kota Yogyakarta, pelaksanaan E- KTP diperkirakan akan dilaksanakan pada awal Oktober.

15.59 | Posted in , , | Read More »

20 Bus Trans Jogja Akan Dilelang

JOGJA—Pemprov DIY berencana melelang 20 unit bus Trans Jogja hibah dari pusat ke provinsi. Bus-bus tersebut saat ini belum dioperasikan secara resmi karena menunggu Keppres hibah dari presiden.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi DIY, Tjipto Haribowo, Kamis (15/9) mengatakan, rencana lelang dilakukan karena DPRD DIY tak menyetujui ada nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov dengan pihak ke tiga yakni PT. JTT untuk mengelola bus tersebut karena belum mengantongi Keppres hibah, seperti MoU yang dilakukan terhadap 54 bus yang ada saat ini sehingga plat kuning dapat keluar. Bila ternyata setelah Keppres hibah turun, MOU tetap tidak disetujui dewan, Tjipto mengaku pihaknya bakal melelang bus tersebut.

Lelang rencananya dilakukan tahun depan setelah kelengkapan surat menyurat selesai. “Kalau memang tidak di-MoU-kan kami akan lelang untuk jalur empat. Selama ini yang disetujui MoU hanya 54 untuk jalur satu, dua dan tiga. Mungkin 2012 baru bisa dilelang,” terangnya.

09.15 | Posted in , , | Read More »

Ratusan Siswa Salat Minta Hujan

Liputan6.com, Sleman: Ratusan siswa sekolah dasar di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tak menjalankan aktivitas belajar mengajar seperti biasa. Di bawah terik sinar matahari, mereka menggelar salat minta hujan, Selasa (13/9). Aktivitas ini sebagai bentuk keprihatinan terkait kekeringan yang melanda kawasan Sleman dan sejumlah daerah lain.

Para siswa berharap kekeringan di sejumlah daerah tak berkepanjangan. Karena telah menimbulkan penderitaan bagi masyarakat kebanyakan. Di antaranya kesulitan mencari air, gagal panen, menipisnya bahan pangan dan sebagainya.(AIS)

22.28 | Posted in , , , | Read More »

Selama Lebaran Konsumsi Elpiji Naik 16 Persen

YOGYA (KRjogja.com) - PT Pertamina Pemasaran Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mencatat, selama H-10 hingga H+10 Lebaran 2011, penyaluran bahan bakar gas rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 16 persen dari konsumsi normal 1.787 metrik ton per hari menjadi sekitar 2.077 metrik ton.

"Bahkan untuk memenuhi peningkatan konsumsi gas ukuran tiga kilogram, Pertamina melakukan penambahan penyaluran melalui sistem `extra dropping` yang diatur bersama dengan Hiswana Migas dan Pemda setempat," kata Assistent Manager External Relation Pertamina Pemasaran Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Heppy Wulansari, Rabu (14/9).

Menurut dia, selama Lebaran tercatat 18 kali pelaksanaan "extra dropping" di seluruh wilayah kota dan kabupaten di Jawa Tengah maupun Yogyakarta dengan total penyaluran sebesar 6.232 metrik ton.

09.01 | Posted in , , | Read More »

Isi Pensiun, Hendarman Jadi Abdi Dalem

YOGYAKARTA– Sebanyak 260 orang, sebagian di antaranya pejabat dan mantan pejabat publik mengikuti prosesi wisuda kenaikan pangkat abdi dalem di Bangsal Ksatrian Keraton Yogyakarta, kemarin.

Wisuda yang dipimpin oleh Pangageng Kawedanan Hageng Panitraputra Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Joyokusumo ini diikuti 120 abdi dalem Keprajan atau dari instansi pemerintahan dan140Punokawan atau dari masyarakat umum. Yang menarik, salah satu tokoh yang diwisuda sebagai abdi dalem keraton adalah mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji. Hendarman kemarin mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Panjiwidura. Tokoh asli Magelang ini mengaku, keinginan untuk menjadi abdi dalem muncul sudah lama,tepatnya saat sebagai Jaksa Muda Pidana Khusus.

Bahkan saat sebagai Jaksa Agung,dia juga pernah mendapat tawaran untuk menjadi abdi dalem.Namun karena waktu belum tepat, tawaran itu baru bisa terwujud saat ini. Hubungannya dengan keraton juga sudah terbilang cukup dekat lantaran sang istri kebetulan masih keturunan kerabat keraton. Keinginan menjadi abdi dalem diperkuat setelah ada tawaran dari mantan anak buahnya yakni Kardi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta. Kemarin,Kardi juga mendapat gelar sebagai abdi dalem bergelar Mas Wedana Nitikastyasa.

17.14 | Posted in , , | Read More »

Jalan Kaki 4 Kilometer, Cari Air Bersih

KULON PROGO, KOMPAS.com - Masyarakat Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo Di Yogyakarta, mulai merasakan dampak dari kemarau panjang. Sejumlah mata air yang ada mulai mengering. Warga terpaksa mencari sumber mata air alternatif, kendati harus berjalan lebih dari empat kilometer.

Salah seorang warga, Samariah (34) mengaku sumur di rumahnya tidak lagi mengeluarkan air. Dia terpaksa mencari air dari Sungai Tuk Lanang yang berjarak sekitar 4 kiometer dari rumahnya.

"Sudah lebih dari sebulan ini saya harus jalan mencari air," tutur warga Sabrang, Giripurwo, Girimulyo ini, Selasa (14/9/2011).

Mencari air bersih dilakukannya setiap hari. Hampir setiap pagi dan sore dia mencari air dengan klenting berkapasitas 15 liter. Air yang dibawa pulang ini kemudian ditaruh di genthong untuk persediaan minum. Sedangkan mandi, dirinya menggunakan air sungai. "Belum ada bantuan dari pemerintah," tambahnya.

10.10 | Posted in , , , | Read More »

Kementerian LH Dorong Berdirinya Bank Sampah Tiap Daerah

DetikNews - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) terus mendorong berdirinya bank sampah di tiap-tiap daerah. Hal itu dilakukan untuk mengurangi banyaknya timbunan sampah terutama dari rumah tangga.

"Baru sekitar 7 persen sampah kita yang dimanfaatkan. Selebihnya belum dan masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir)," kata Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta saat membuka Rakernis Bank Sampah di Hotel Yogyakarta Plaza di Jl Affandi, Yogyakarta, Senin (12/9/2011).

Untuk mengurangi timbunan sampah tersebut kata dia, masyarakat diminta memanfaatkan kembali sampah-sampah yang ada. Salah satu caranya yakni memisahkan antara sampah organik dan non organik.

Di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (jateng) sampah-sampah yang dimanfaatkan sudah mencapai 40-50 persen. Sedangkan untuk Yogyakarta dan Bantul sudah terbentuk bank sampah yang dikelola masyarakat.

19.25 | Posted in , , , | Read More »

Harga Kebutuhan Pokok Bertahan Tinggi

YOGYAKARTA--MICOM: Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Yogyakarta memasuki pekan kedua September cukup stabil, namun bertahan pada harga yang masih tinggi.

"Telur ayam masih cukup mahal meskipun tetap stabil dibanding pekan lalu dan selama Lebaran," kata salah seorang pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo Yogyakarta Heni Purwanti di Yogyakarta, Senin (12/9). Ia mengatakan, harga jual telur ayam ras masih bertahan pada kisaran harga Rp14.000 per kilogram (kg), meskipun pasokan dari distributor lancar dan mencukupi.

Sementara itu, bahan kebutuhan pokok lain seperti beras IR I dijual dengan harga Rp7.500 per kg dan beras IR II dijual dengan kisaran harga Rp7.100 per kg. Komoditas gula pasir lokal kini dijual dengan harga Rp9.700 per kg, dan minyak goreng curah sawit dijual dengan harga Rp9.600 per kg. "Apabila dibanding sebelum Lebaran, harga gula dan minyak goreng justru naik sekitar Rp200 hingga Rp300 per kg," katanya.

08.40 | Posted in , , | Read More »

Nama Bupati Sleman Dicatut Penipu

SLEMAN—Masyarakat, khususnya para pengusaha di Sleman diminta berhati-hati karena akhir-akhir ini muncul oknum yang mengaku sebagai Bupati Sleman, Sri Purnomo. Oknum ini menghubungi pengusaha untuk meminta sejumlah uang.

Kabag Humas Endah Sri Widiastuti mengatakan, berdasarkan informasi dan laporan dari salah satu pengusaha yang sempat dihubungi oknum tersebut, dia telah didatangi orang yang mengaku ajudan Bupati Sleman. Pada hari Jumat (9/9) pelapor dihubungi seseorang yang mengaku Bupati Sleman.

Oknum yang menggunakan nomor ponsel 0812 86525557 ini meminta uang Rp1 miliar untuk keperluan mencairkan dana anggaran dari pusat untuk Kabupaten Sleman. Oknum tersebut mengatakan jika kondisi APBD Sleman yang defisit perlu ditutup.

21.26 | Posted in , , | Read More »

Tawaran 'Terbang' Nonton Keindahan Merapi

Liputan6.com, Sleman: Kondisi di sekitar kawasan Gunung Merapi yang eksotis kembali bisa dinikmati masyarakat. Di area objek wisata Ledok Sambi, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta keindahan kawasan Gunung Merapi tersebut dapat dilihat dari atas dengan sarana flying fox.

Beberapa waktu silam, keindahan kawasan di sekitar Gunung Merapi tak bisa dinikmati karena masih berstatus bahaya. Kini untuk menikmati pemandangan kawasan yang indah itu, tak perlu harus berjalan kaki melintasinya, tapi bisa dilakukan dengan 'terbang' menggunakan sarana flying fox hanya dengan membayar Rp 30 ribu. Jalur lahar dingin yang biasa dilalui tumpahan lahar dari mulut Merapi, bisa Anda lihat dengan sangat jelas dari atas.

09.17 | Posted in , , , , | Read More »

Warga Tempel Ciptakan Kompor Bahan Bakar Lilin

SLEMAN (KRjogja.com) - Siswanto (45) warga Jalan Gendol, Cemoro, Tempel, Sleman berhasil menciptakan kompor dengan bahan bakar lilin. Penemuan kompor energi alternatif ini diharapkan bisa menjadi solusi ditengah mahalnya bahan bakar kebutuhan rumah tangga.

Kompor buatannya ini oleh Siswanto dinamai Biosis, nama tersebut diambil dari kata 'Bio' yang berarti hidup dan 'Sis' yang merupakan bagian dari nama dirinya. Prinsip dasar kerja Biosis ini sama seperti dengan kompor minyak pada umumnya, hanya saja yang membedakan adalah bahan bakarnya yang bisa mencair disaat panas dan bisa pula menjadi zat padat ketika suhu tabung kompor menjadi dingin.

“Kompor Biosis sangat aman dan anti meledak. Api yang dihasilkannya berwarna biru, sehingga tidak meninggalkan noda hitam hangus pada alat masak,” kata Siswanto kepada KRjogja.com di rumahnya, Minggu (11/9).

21.00 | Posted in , , , | Read More »

Dua Cawalkot Gelar Kesehatan Gratis

YOGYAKARTA – Kampanye hari ketiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Hanafi Rais-Tri Hajun (Fitri),kemarin,diisi dengan kegiatan sosial berupa layanan kesehatan gratis untuk warga kota yang tidak mampu di Lapangan Powangan Prawirodirjan.

Pengurus DPC PAN Kota Yogyakarta Rahmat Hadi mengatakan, pemeriksaan kesehatan gratis ini diperuntukkan bagi 150 orang warga dengan melibatkan paramedis dan tiga dokter dari rumah sakit. ”Dokter yang ikut membantu di pelayanan ini merupakan kerabat dari istri Pak Hanafi yang kebetulan juga seorang dokter.Kegiatan ini juga sekaligus sebagai wujud program pasangan Fitri berupa jaminan kesehatan,”kata Rahmat Hadi. Tidak hanya mengenalkan pasangan calon bernomor urut dua ini,acara tersebut juga untuk membantu warga Kota Yogyakarta yang memerlukan pengobatan kesehatan gratis.

14.10 | Posted in , , | Read More »

1.500 PNS DIY Kurang Produktif Bekerja

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Secara faktual, Pemerintah Provinsi DIY kekurangan tenaga teknis sebanyak 2.500 orang. Namun, DIY juga kelebihan sebanyak 1.500 PNS yang rata-rata berumur di atas 40 tahun dan kurang produktif dalam bekerja.

"Mereka umumnya bekerja seadanya. Datang ke kantor, merokok, baca koran, dan melakukan tugas semampunya," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi DIY Ikhsanuri, di Yogyakarta.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Sudibyo mengatakan, sebanyak 1.500 PNS tersebut kurang bekerja optimal karena dua hal, yaitu penempatan yang belum tepat dan kurangnya kompetensi.

Rencananya, BKD DIY akan berkoordinasi dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY untuk melakukan analisis.

08.07 | Posted in , , | Read More »

Kasus Penusukan Misterius Terjadi Lagi di Yogyakarta

Yogyakarta - Kasus penusukan misterius kembali meresahkan warga Yogyakarta. 1 Orang tewas dan 5 orang lain luka-luka akibat aksi orang tak dikenal. Sampai saat ini, Polda DIY belum bisa menangkap pelaku penusukan tersebut.

Dari 6 orang korban itu, salah satu korban meninggal dunia. Korban meninggal dunia adalah Suranto (45) warga Gowok, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Sleman. Sedang lima korban luka lainnya adalah Widodo warga Balapan, Gondokusuman Yogyakarta; Antonius Andang Sudibyo warga Janti, Catur Tunggal Depok, Sleman; Tukiran, Sanggrahan, Sorowajan, Banguntapan, Bantul; Yenni warga Banyumeneng, Desa Banyuraden, Gamping, Sleman dan Ikhsanudin warga Sumberagung, Moyudan Sleman.

"Sejak kasus ini muncul, saat menjelang Lebaran hingga hari ini belum satupun pelaku yang berhasil ditangkap polisi," kata Ketua Jogja Police Watch (JPW), Asril Sutan Marajo kepada wartawan di kantor Jl Jenggotan, Yogyakarta, Jumat (9/9/2011).

21.10 | Posted in , , , , | Read More »

Awas, Penipuan Berkedok Meluluskan Sertifikasi Guru

YOGYAKARTA--MICOM: Ketua Pelaksana Sertifikasi Guru Rayon III Universitas Negeri Yogyakarta Sunaryo Soenarto mengingatkan kepada para guru agar tidak menjadi korban penipuan dengan modus sertifikasi guru.

Ia mengemukakan, hingga Kamis (8/9) lalu, sekurangnya sudah ada enam guru yang datang ke P3AI (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional) Universitas Negeri Yogyakarta untuk melakukan klarifikasi permintaan transfer sejumlah uang untuk mengurus kelulusan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru).

Sunaryo mengemukakan modus yang dikembangkan si penipu adalah menghubungi guru peserta PLPG melalui telepon sekolah. Dalam telepon tersebut, si penipu menyatakan guru yang disebut namanya itu diminta segera menghubungi panitia PLPG melalui nomor ponsel yang disebutkan untuk membicarakan kelulusan PLPG.

18.43 | Posted in , , | Read More »

Dinkes Kota Jogja Bentuk Tim Cegah Flu Burung

Harian Jogja—Dinas Kesehatan Kota Jogja membentuk tim khusus guna menanggulangi penyebaran flu burung di wilayah Kota Jogja.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Tuty Setyowati menjelaskan, sejak 2010 sampai saat ini tidak ditemukan adanya kasus flu burung di Kota Jogja. Namun menyusul ditemukannya suspek menjangkitnya virus H5N1 di Bantul belum lama ini, Dinkes Kota Jogja pun melakukan sejumlah antisipasi.

Menurut Tuty persiapan tersebut meliputi optimalisasi tim khusus yang bertugas sebagai survelen. Tim tersebut di antaranya Partisipation Deseas Serching Respon (PDSR). Tim itu dijelaskan Tuty terdiri dari Disperindagkoptan Kota Jogja, dan tim Distri Survelen Oficial (DSO) dari Dinkes. Tim ini akan melakukan pemantauan di wilayah yang dinilai berpotensi menjadi tempat penyebaran flu yang berasal dari unggas ini.

07.14 | Posted in , , | Read More »

Dengan Becak, Sekolahkan Anak Hingga Jadi Dokter

Liputan6.com, Sleman: Seperti biasa, setiap pagi, Suyatno selalu mengayuh becaknya di antara keramaian jalan di Kota Yogyakarta. Profesi ini sudah ditekuni warga Terban, Yogyakarta, itu sejak 1975 silam untuk menyambung hidup sehari-hari. Sementara istri Suyatno, Saniyem, membantu menambah penghasilan keluarga dengan menjadi pemulung barang-barang bekas di rumah sakit.

Namun, Selasa (8/9) pagi, Suyatno tak mangkal di depan sebuah hotel untuk mencari penumpang seperti biasanya. Sebab, bapak empat anak ini mendapat undangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan orangtua mahasiswa di kampus tersebut.

08.43 | Posted in , , | Read More »

Pemilukada Yogya : Tiga Paslon Ikut Kirab Budaya

YOGYA (KRjogja.com) - Ketiga pasangan calon (Paslon) Walikota - Wakil Walikota Yogyakarta mengikuti Kirab Budaya sekaligus kampanye perdana, Kamis (8/9) sore di Kawasan Malioboro dan mendapat sambutan hangat dari seluruh elemen masyarakat.

Kirab diawali Pasukan Gajah Gembiraloka dan diikuti puluhan bregada prajurit kraton. Selain itu, andong wisata yang dinaiki Ketua KPU dan Panwas Yogyakarta. Selanjutnya, hadir rombongan pasangan calon beserta tim keseninan budaya masing-masing.

Pasangan Zuhrif-Reza datang membawa kelompok kesenian, seperti jathilan dan wayang orang punokawan. Massa Zuhrif-Reza yang datang paling banyak membawa spanduk, diantaranya bertuliskan 'bebek adus kali, coblos nomer siji', dan juga 'coblos 1 pasti sah, coblos 2 lan 3 ora sah'.

20.43 | Posted in , , | Read More »

Besanan dengan Kapolda Sulsel, Sebar 5.000 Undangan

Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto akhir- akhir ini sedang sibuk.Ya, sebentar lagi pria yang mendapat julukan Wagiman atau Wali Kota Gila Taman ini nduwe gawe.

Tetapi kesibukannya tersebut bukanlah menyiapkan acara Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Yogyakarta yang digelar pada Minggu (25/9),melainkan Herry akan ngunduh mantu. Dia akan menikahkan putri ketiganya,Annisa Rahma Herdyana,21,yang disunting Ipda Lucky Carbarina Wainal Usman,24.Lucky merupakan putra Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Polisi H Johny Wainal Usman.Resepsi pernikahan kedua mempelai rencananya digelar pada Sabtu (9/9) di Jogja Expo Center (JEC).

Acara resepsi Annisa- Lucky direncanakan dihadiri tidak kurang dari 5.000 tamu undangan.Tamu Very Very Important Person(VVIP) yang diundang oleh Herry Zudianto maupun besannya,Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Polisi H Johny Wainal Usman berjumlah 150 orang. Sejumlah pejabat yang akan hadir di antaranya Wakil Presiden Boedino,Ketua KPK Busyro Muqodas,Ketua MK Mahfud MD,Ketua Umum PMI Jusuf Kalla,mantan Presiden BJ Habibie.

08.34 | Posted in , , , , | Read More »

Bisnis "Game" dan Animasi Yogyakarta Mulai Bergairah

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Industri kreatif game dan animasi di Yogyakarta mulai menggeliat. Hal ini ditandai dengan munculnya komunitas-komunitas game dan animasi serta masuknya perusahaan game internasional di Yogyakarta.

"Di Yogyakarta sudah tumbuh sekitar 20 komunitas game dan animasi, yang tergabung dalam Jogja Animations Gallery (JAG). Komunitas-komunitas yang setiap bulan berkumpul ini juga memiliki studio-studio animasi sendiri-sendiri," kata Direktur Politeknik Seni Yogyakarta M Lazim, Rabu (7/9/2011) di Yogyakarta.

Selain tumbuhnya komunitas-komunitas game dan animasi, sebuah perusahaan game berskala internasional yang berpusat di Perancis, Gameloft, juga telah mendirikan anak cabang, yaitu PT Gameloft Indonesia, di Yogyakarta sejak tahun 2010.

22.05 | Posted in , , | Read More »

Atlet Wushu Yogya Belajar ke China

"Keduanya bisa mendapat ilmu yang lebih baik lagi sehingga bisa meraih prestasi."

VIVAnews - Ingin meraih prestasi pada SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang, dua atlet Wushu dari Yogyakarta yang selam ini berlatih di Sasana Wushu Indonesia Sinduadi, Kabupaten Sleman, DIY akan memperdalam ilmu bela diri Wushu di Negeri Tirai Bambu, China.

Dua atlet bela diri Wushu dari Yogyakarta yang dikirim ke China adalah Ivana Ardelia Irmanto dan Felicia Alverina Monindra.

Ketua Sasana Wushu Indonesia, Sinduadi Andi, mengatakan kedua atlet Wushu sudah mengenal olahraga bela diri ini sudah cukup lama sehingga keahlian serta prestasinya tidak diragukan lagi. Apalagi sekarang siap mengikuti Pelatnas Sea Games XXVI yang diselenggarakan di Beijing, China.

"Kami berharap seusai mendapatkan pelatnas di Beijing, keduanya bisa mendapat ilmu yang lebih baik lagi sehingga bisa meraih prestasi dalam SEA Games nanti," kata Andi.

08.56 | Posted in , , | Read More »

DPR Didesak Selesaikan UU Keistimewaan Yogyakarta

YOGYAKARTA--MICOM: GBPH Joyokusumo meminta kepada DPR agar Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta segera diselesaikan. Penyelesaiannya pun disesuaikan dengan amanat rakyat Yogyakarta

"Penyelesaiannya sesuai dengan amanat rakyat Yogyakarta. Kalau menyimpang lagi, akan terjadi pergolakan lagi," ungkapnya, di Pagelaran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Senin (5/9).

Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi DIY membacakan amanat rakyat Yogkarata. Mereka menetapkan Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paduka Paku Alam menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Menurutnya, amanat tersebut menjadi komando bagi masyarakat Yogyakarta. Selain itu, dalam amanat tersebut juga meneguhkan masyarakat Yogyakarta tetap dalam NKRI.

19.01 | Posted in , , , , | Read More »

Irfan Bachdim Segera Ke Bantul

SLEMAN—Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sepekan terakhir ini sepi mendadak ramai pada Senin (5/9). Penyebabnya, para pemain Timnas Indonesia U-23 berlatih di lapangan milik pemerintah tersebut.

Terlihat di pinggir lapangan sejumlah mahasiswa yang ingin melihat idola mereka di timnas. Tercatat Kim Jeffry Kurniawan dan Yonki Aribowo menjadi pemain yang paling diidolakan di antara para mahasiswa tersebut.

Berbeda dengan pemain bintang lainnya, kedua pemain itu sudah merumput sejak timnas latihan perdana di Jogja untuk sepekan ke depan ini. Yang absen dalam latihan perdana tersebut di antaranya Patrick Wanggai yang sedang berduka lantaran pemakaman ayahnya.

10.18 | Posted in , , , | Read More »

Ribuan Warga Yogyakarta Ikuti Syawalan

Liputan6.com, Yogyakarta: Ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya menghadiri pagelaran Syawalan Akbar bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X. Syawalan ini sekaligus guna memperingati 66 tahun maklumat Sri Sultan HB IX tentang bergabungnya Nagari Yogyakarta ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Syawalan Akbar dimulai dengan pembacaan Amanat Rakyat Yogyakarta di hadapan Sri Sultan HB X oleh Ketua DPRD Provinsi serta bupati dan walikota se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam amanat disebutkan bahwa maklumat 5 September 1945 yang berisi bergabungnya Yogyakarta ke NKRI adalah wasiat yang akan tetap dijaga oleh seluruh rakyat Yogyakarta. Karena itu, seluruh rakyat menyatakan akan setia dan mendukung penetapan Sri Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur tanpa ada batas waktu jabatan.

23.51 | Posted in , , , , | Read More »

Terminal Wates Berangkatkan 7.500 Penumpang

WATES - Volume kendaraan pada arus mudik H+4 Lebaran kemarin (4/9) masih didominasi kendaraan sepeda motor. Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Kulonprogo, puncak kepadatan arus balik terjadi pada H+1 Kamis (1/9) dan H+3 Sabtu (3/9). Komandan Regu Monitoring Angkutan Lebaran dari Dishubkominfo Kulonprogo Edwin P. Hutagalung saat ditemui di pos angkutan depan Masjid Agung Wates mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan hingga H+4 tercatat arus balik didominasi pengendara sepeda motor dan mobil pribadi.

“Memasuki H+4 ini kepadatan kendaraan sudah mulai berkurang, puncaknya justru terjadi pada H+1 mencapai 62.054 kendaraan. Sedangkan untuk hari ini (kemarin, red) hanya 22.062 kendaraan,” ujarnya.

Selama arus mudik hingga arus balik lebaran yang memasuki H+4 belum pernah terjadi kemacetan yang cukup panjang. Hal ini disebabkan Dishubkominfo sudah bekerja sama dengan Polres Kulonprogo untuk mengatasi titik rawan kemacetan.

12.58 | Posted in , , , , | Read More »

Makna Keistimewaan Perlu Dijabarkan Luas

SLEMAN– Pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY masih berlangsung alot. Salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya penjabaran atas makna keistimewaan oleh masyarakat DIY.

”Konsep ini perlu dieksplor lebih banyak lagi agar nantinya tidak menimbulkan masalah baru di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK) jika terjadi penggugatan atas hilangnya hak konstitusional seseorang akibat tidak bisa mencalonkan diri sebagai Gubernur DIY,”ujar salah satu anggota Tim Penyusun Draf RUUK DIY Purwo Santoso saat ditemui di kediaman Ketua MK Mahfud MD kemarin.

Purwo menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mengupayakan antisipasi agar saat disahkan nanti, draf RUUK DIY tidak bisa dimentahkan kembali atau dibatalkan oleh MK akibat tuntutan pihak-pihak yang tidak berwenang.Menurutnya, pembatalan kembali RUUK DIY dengan hasil penetapan bisa saja terjadi karena MK akan menggunakan hak konstitusional warga negara yang terkekang tersebut sebagai landasan keputusan.

08.54 | Posted in , , , , , | Read More »

11.000 Penumpang dari Stasiun Yogya

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Puncak arus balik melalui Stasiun Yogyakarta terjadi sejak Sabtu hingga hari ini, Minggu (4/9/2011). Sebanyak 11.000 penumpang diberangkatkan dari Stasiun Yogyakarta.

"Semua penumpang yang membeli tiket pasti terangkut," ungkap Eko Budianto, Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Minggu.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, antrean ratusan penumpang terus terjadi, terutama di loket penjualan langsung pada hari keberangkatan. "Saya antre sejak pukul 06.00, tetapi tidak mendapatkan tiket. Padahal, saya harus segera kembali ke Jakarta karena besok sudah mulai kerja," ujar Tarjono, calon penumpang kereta ketika dijumpai siang ini.

21.35 | Posted in , , , | Read More »

Peringatan Gabung NKRI, Warga Yogya akan Demo

5 September, ribuan warga Yogya pro-penetapan turun ke jalan dukung penyelesaian RUUK DIY.

VIVAnews - Pada 5 September 1945, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk mengingatkan kembali momen bersejarah itu, pada tanggal 5 September mendatang, elemen masyarakat Yogyakarta pro-penetapan akan menyerahkan dokumen Amanah Rakyat DI Yogyakarta kepada Sri Sultan HB X di Pagelaran Kraton Yogyakarta.

Amanah Rakyat DI Yogya ini akan menjadi bukti mengentalnya sikap politik warga Yogya, yang menginginkan agar Sultan tetap berkuasa di Kraton Yogya dan Adipati Paku Alam yang berkuasa di Pura Paku Alaman. Kemudian, masing-masing tetap menjadi gubernur dan wakil gubernur di Provinsi DI Yogyakarta.

"Momen 5 september mendatang akan dikuatkan kembali dukungan terhadap Sri Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur DIY," kata Sukirman, salah seorang pemrakarsa peringatan, 3 September 2011.

18.40 | Posted in , , , , , , | Read More »

Blog Archive

Labels