Pemukiman Baru Warga Kinahrejo Mulai Dibangun

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Sebanyak 81 hunian tetap bagi 81 keluarga korban erupsi Gunung Merapi dari Dusun Kinahrejo atau Pelemsari, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mulai dibangun Desember ini di Dusun Karangkendal, Desa Umbulharjo, yang berada di luar kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi. Pascaerupsi Gunung Merapi tahun lalu, sebanyak 81 keluarga di Dusun Kinahrejo atau Pelemsari, tempat tinggal almarhum juru kunci Merapi Mbah Maridjan memutuskan untuk membeli lahan relokasi secara swadaya.

Proses relokasi mandiri warga Kinahrejo di Dusun Karangkendal, Desa Umbulharjo, secara khusus diamati Tim Ekspedisi Cincin Api dari Kompas akhir Desember ini. Sebelum pemerintah membangun hunian tetap bagi warga korban erupsi Merapi, warga Kinahrejo membeli tanah secara swadaya di Dusun Karangkendal.

Untuk membeli tanah, setiap keluarga mengumpulkan uang sekitar Rp 2,5 juta. Uang tersebut kemudian ditambah dengan dana kas dusun sebelum akhirnya dibelikan sebidang tanah. Setiap keluarga mendapat jatah 100 meter persegi yang kemudian dibangun dengan pembiayaan dari sejumlah donatur. Sumber Berita & Gambar : Kompas Online

20.25 | Posted in , , | Read More »

Polisi Bantul Buru Dua Tahanan Kabur

Bantul - Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Rabu (28/12) malam masih mengejar dua tahanan polres yang kabur pada Selasa pagi. 

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Bantul Kompol Aap SinwanYasin di Bantul, Rabu, mengatakan informasi terakhir yang diperolehnya, sejumlah anggota Polres Bantul telah mengejar dua tahanan itu hingga ke wilayah Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), dan Surabaya (Jawa Timur).

"Kami juga berkoordinasi dengan Polres Kuningan (Jawa Barat) tempat asal tersangka Dahuri, dan beberapa Polres lainnya. Kami sudah menyebarkan daftar pencarian orang (DPO) ke jajaran Polsek dan sekitarnya," katanya.

Menurut dia, selain mencari informasi ke luar wilayah Bantul, pihaknya juga telah menghampiri keluarga kedua tahanan yang kabur itu, teman-teman mereka, maupun yang berhubungan dengan kedua tahanan tersebut.

Ia mengatakan dalam pemeriksaan terakhir, pihaknya memperkirakan yang mengajak untuk kabur adalah Dahuri. Perkiraan itu muncuk, karena saat ditahan selama seminggu di Polsek Kretek, Bantul, tersangka juga pernah berusaha kabur sekali.

"Tingkat stresnya juga tinggi, berulangkali tersangka frustasi ingin sekali keluar. Jadi ini memang kelengahan kami, seharusnya ketika menjadi tahanan Polres, penjagaan harus lebih ketat," katanya.

Menurut dia, selain melakukan pengejaran terhadap kedua tahanan itu, pihaknya juga sedang memproses dua petugas jaga, yang masing-masing berpangkat briptu dan bripka. Jika selesai pemeriksaan dan pemberkasan, pihaknya akan segera menggelar sidang disiplin.

Meski begitu, kata dia, pihaknya belum tahu apa sanksinya. Sedangkan bentuk-bentuk hukuman antara lain penundaan kenaikan pangkat, penundaan pendidikan, dan penahanan di sel khusus. "Nanti saya yang akan pimpin sendiri sidangnya," katanya.

Dua tahanan dari 17 tahanan Polres Bantul kabur dengan cara merusak atap teralis besi ruang olahraga di kompleks sel Mapolres setempat. "Kaburnya dua tahanan itu murni akibat keteledoran petugas jaga ruang tahanan, sebab tahanan di sel bisa bebas mengakses ruang olahraga dan ruang mandi cuci kakus (MCK) di kompleks sel Polres," katanya.

Selain itu, kata dia, selama di ruang tahanan Polres Bantul, tahanan juga tidak diwajibkan mengenakan baju seragam, sehingga warga sekitar tidak mengenali tahanan yang kabur karena mereka keluar dengan pakaian biasa.

Menurut dia, dua tahanan tersebut yakni Budi Santoso alias Darso warga Karangsemut, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, yang dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal hingga selama 12 tahun penjara.

Kemudian Dahuri warga Kuningan, Jawa Barat, yang dijerat dengan Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan yang ancaman pidananya maksimal empat tahun penjara. (Ant/OL-2)

Sumber : Media Indonesia

19.07 | Posted in , , | Read More »

Mahasiswa Ditangkap Gara-gara Beli Ganja Patungan

SLEMAN - Enam mahasiswa Perguruan Tinggi dan Swasta di Yogyakarta ditangkap anggota Ditreskrim Polda DIY. Mereka kedapatan patungan membeli ganja dari seorang pengedar di daerah Jalan Kaliurang.

Mereka antara lain; Mereka masing-masing Tito (22) warga Sendangadi, Mlati, Mierlan (21) warga Maguwoharjo, Anugrah (23) warga Maguwoharjo, Holan (21) Riky (21), Apriadi (22) ketiganya kos di daerah Kasihan Bantul.Dari pemeriksaan kepada tersangka diketahui, mereka sudah membeli sebanyak 81,62 gram ganja untuk dikonsumsi.

"Penangkapan dilakukan di Jl.Kaliurang Km 6, Kolombo, Condongcatur, Depok. Satu dari mereka ditangkap saat berhenti di pom bensin,"kata Direskrim Narkoba Polda DIY Kombes Pol Widjanarko, Rabu (28/12/2011). Pengakuan tersangka uang tertangkap ganja akan digunakan bersama di kost milik Mierlan di Maguwoharjo Depok. selanjutnya, polisi berhasil menangkap kelima tersangka lain. (*)

Sumber : Tribun Jogja
Sumber Gambar : Google Image Search

09.42 | Posted in , , | Read More »

Sri Sultan Buka Sekaten Tahun Wawu 1945

YOGYA (KRjogja.com) - Pasar Malam Perayaan Sekaten Tahun Wawu 1945 (2011-2012) sore ini dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Acara yang digelar di Alun-Alun Utara Yogyakarta ini akan berlangsung hingga tanggal 5 Februari mendatang.

Dalam sambutannya gubernur berharap ajang sekaten yang kedua di tahun 2011 ini dapat menciptakan harmoni antar beberapa sektor, diantaranya ekonomi, budaya, dan religi. Dalam kehidupan sehari-hari, ketiga hal ini sebenarnya telah terwujud dan tergambar lewat keberadaan Masjid Gedhe sebagai pusat religi, kraton sebagai pusat budaya, dan Pasar Beringharjo sebagai pusat ekonomi.

"Ketiganya bertemu di ruang publik Alun-Alun Utara, tempat diselenggarakannya sekaten. Karena itu, tema Harmoni Ekonomi Budaya dan Religi diangkat, untuk mengingatkan kita terhadap akar dan jati diri bangsa," ujarnya, Rabu (28/12).

Sultan juga mengimbau warga Yogya untuk dapat bersama-sama membangun nilai, dengan menegakkan aturan. Selain itu, warga Yogya juga harus dapat melestarikan nilai budaya yang masih relevan, yang bisa terus digunakan.

"Yang telah usang cukup dimasukkan ke museum, tetapi harus tetap dikenang sebagai budaya bangsa," imbuhnya.

Sementara Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menerangkan, sejarah sekaten adalah sejarah syiar dan penyebaran agama islam oleh Sunan Kalijogo. Proses penyebaran Islam dilakukan secara damai dan harmonis dalam balutan kebudayaan bangsa yang sudah ada.

"Masyarakat tidak merasa tercabut dari akar budaya, tapi menyatu dalam harmoni dan budaya. Saat ini sekaten sebagai bentuk kegiatan masal, diharapkan tetap bisa menjadi event promosi wisata dan penguatan ekonomi rakyat yang senantiasa diperingati tiap tahun," ujarnya.

PMPS kali ini diisi oleh berbagai pertunjukan, diantaranya pentas musik religi, keroncong, wayang, ketoprak, hingga pengajian umum di Masjid Gede tiap Jumat malam. Guna lebih mengairahkan transaksi ekonomi, kali ini pengunjung tidak dipungut biaya tiket masuk area PMPS. (Den)

Sumber Berita : Krjogja.com
Sumber Foto : http://ringankokoh.wordpress.com

20.16 | Posted in , , | Read More »

Demo Tragedi Bima, Malioboro Macet

Ratusan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi longmarch di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta. Aksi massa yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) itu sempat memblokade jalan di depan Mal Malioboro. AKibatnya, jalan utama lokasi wisata itu macet. Pantauan VIVAnews.com, di sepanjang aksi longmarch di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa 27 Desember 2011, mereka melakukan aksi teaterikal. Demonstran memeragakan teaterikalaksi pemukulan dan penembakan aparat dalam pembubaran demo di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Dalam orasinya massa menuntut mereka yang terlibat agar dicopot dari jabatannya dan diadili di pengadilan. "Pembubaran paksa dan penembakan warga yang unjuk rasa di Bima adalah pelanggaran HAM berat, maka dari itu aparat Kepolisian harus bertanggung jawab," kata salah satu demonstran dalam orasinya. Massa juga mendesak agar Bupati Bima mencabut izin yang diberikan kepada PT SMN dan PT IMCP untuk penambangan emas di Kecamatan Lambu dan Kecamatan Sape, Bima, NTT. Menurut Demonstran, izin pertambangan itu disinyalir penyebab konflik yang terjadi dalam bentrokan yang menewaskan dua demonstran pada Sabtu 24 Desember kemarin. Dalam pembubaran demonstrasi itu, polisi menetapkan 47 demonstran sebagai tersangka. "Kami menuntut kepada Bupati Bima untuk segera mencabut SK Bupati no 188/45/357/004/2010 tentang eksplorasi pertambangan emas di kecamatan Lambu dan kecamatan Sape," kata Munazar, Koordinator Umum Front Rakyat Anti Tambang di lokasi. Sumber berita & Foto : Vivanews

19.05 | Posted in , | Read More »

Libur Natal, Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan

YOGYAKARTA– Memasuki liburan Natal dan Tahun Baru Wisatawan sudah mulai terlihat berdatangan ke Yogyakarta,kemarin. Banyaknya kendaraan dari luar kota yang datang menjadikan arus lalulintas di Kota Gudeg menjadi bertambah padat.


Wisatawan yang datang,dari pantauan di lapangan terlihat memusat di wilayah Jalan Malioboro dan juga alun-alun Utara Yogyakarta, tempat berlangsungnya Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS). Kepadatan arus lalu lintas mulai terlihat di sejumlah titik di antaranya di Jalan Suryotomo,Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Ahmad Dahlan, dan Jalan Senopati.

Kasatlantas Polresta Yogyakarta Kompol Bambang Sukmo Wibowo menilai meski di beberapa titik terlihat padat,arus lalu lintas tetap berjalan lancar.Selain pengamanan di seputaran jalan menuju lokasi wisata, diakui pengamanan sejauh yang dilakukan kemarin masih difokuskan di lokasi dekat gereja. “Pengalihan arus sejauh ini dilakukan di dekat gereja Kota Baru,” paparnya.

Untuk pengaturan lalu lintas Polresta Yogyakarta menggunakan sistem pembagian tiga zona masing-masing zona poros utama atau jalanan dalam kota, poros penyangga yakni jalanan menuju dalam kota dan dan poros pendudukung yakni jalan menuju poros pendukung.Satuan lalu lintas yang yang ada disiagakan disetiap titik dalam poros itu.

“Solusi jika terjadi kepadatan dilakukan dengan pemecahan arus, tapi dengan adanya Jembatan Kleringan yang baru kita akui dapat mengurangi kepadatan menuju Malioboro, ”ulasnya. Banyaknya wisatawan luar kota yang datang dengan mobil pribadi maupun bus juga terlihat dari kondisi area parkir di sekitar kawasan Maliboro seperti parkir Abu Bakar Ali dan parkir Senopati.

Sejumlah bus dan kendaraan pribadi hamper memenuhi area parkir.“Mulai hari ini sudah terasa banyak wisatawan yang adatang, dan didominasi dari luar kota,”kata Edi Susanto, pengelola parkir Abu Bakar Ali. Menurut Edi, untuk musim liburan Natal dan Tahun Baru untuk bus bisa mencapai 30 armada di hari biasa dan 40 armada di hari Sabtu.

Diprediksi wisatawan terus meningkat dan mengalami puncak di antara tanggal 1 januari 2012. “Kita ambil solusi jika sudah penuh, parkir kita alihkan ke lokasi lain,”paparnya. muji barnugroho

Sumber : Seputar Indonesia

20.39 | Posted in , , | Read More »

Masya Allah : Sumpeno Bunuh Dua Anaknya Lantas Gantung Diri

SLEMAN -  Diduga akibat masalah keluarga, Sumpeno (34), warga RT 1, RW 30, Dusun Biru, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, DIY, tega membunuh dua anaknya yang masih kecil.  Setelah itu, Sumpeno gantung diri,  Jumat (23/12/2011).

Kejadian ini memperoleh perhatian serius dari aparat kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Bahkan Bupati Sleman, Sri Purnomo, dan Kapolres Sleman, AKBP Irwan Ramaeni, pun langsung meninjau lokasi kejadian.

Irwan membenarkan dugaan kejadian tersebut dipicu oleh masalah keluarga. Ketika ditemukan, jenazah dua anak terbaring di atas dipan tanpa kasur. Bg (6), anak pertama, ditemukan dengan lidah menjulur keluar, sedangkan adiknya Az (4), ditemukan tak bernyawa dengan luka pada bagian kepala.

"Diduga kuat yang lelaki dicekik, sedangkan adiknya dibunuh menggunakan linggis yang dipukulkan ke kepala,"

Menurut kesaksian para tetangganya, malam sebelum kejadian, Sumpeno dan istri terlibat pertengkaran hebat. Bahkan para tetangganya sampai heran lantaran hingga pukul 23.00 WIB  masih terdengar suara barang-barang yang dilemparkan.

"Sudah sering bertengkar, tapi kami gak nyangka bisa sampai senekat itu. Kami curiga sudah jam delapan pagi tapi tak ada aktivitas apapun di rumahnya. Setelah dicek, ternyata sudah ditemukan tak bernyawa," ungkap seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya. (*)

18.40 | Posted in , | Read More »

Draf RUUK Yogyakarta Dinilai Bisa Puaskan Masyarakat

DetikNews - Pembahasan Rancangan Undang-undang Keistemewaan (RUUK) Yogyakarta hampir selesai. Namun masih ada dua masalah yang harus diselesaikan yakni, status pertanahan dan pengisian jabatan.

"Masalah pertanahan tinggal menyelesaikan tentang istilah, subyek hak atau badan hukum. Satu masalah lagi yaitu tentang pengisian jabatan gubernur yang akan datang," kata Pakar Hukum Tata Negara Satya Arinanto menjelaskan kemajuan draft RUUK DIY dalam diskusi 'Mau Dibawa Ke mana RUUK DIY?' di Press Room 2 DPR RI, Kamis (22/12/2011).

Satya menilai arah penyelesaian RUUK ini akan berdampak positif bagi masyarakat Yogya. Dari draft pembahasan yang sudah dibacanya, khususnya terkait pertanahan, Satya menilai RUUK ini akan memuaskan masyarakat Yogya.

"Mengenai masalah pertanahan sebenarnya sudah ada di peraturan sebelumnya, malah akan diperkuat di undang-undang ini. Jadi nanti akan diperjelas status pertanahan daerah istimewa Yogyakarta," jelas Satya.

RUUK Yogyakarta sudah tertunda selama hampir 10 tahun. Kemajuan pembahasan ini tentu menjadi kabar yang ditunggu-tunggu masyarakat Yogyakarta. Sumber : detiknews

19.13 | Posted in , | Read More »

2 ATM Dilempar Bom Molotov-Seorang Nasabah Luka Bakar

SLEMAN – Bom molotov dengan sasaran anjungan tunai mandiri (ATM) kembali mengguncang Sleman. Kemarin, dua ATM BRI dan BNI di Jalan Magelang Km 7 menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh dua orang tak dikenal. Pelaku diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha RX King. Selain menghanguskan tembok dan jaringan listrik ATM, bom molotov tersebut juga melukai Tuti Alfiah, seorang nasabah yang baru selesai mengambil uang di salah satu ATM itu. Korban yang mengalami luka robek dan pada bagian kaki akibat terkena ledakan kemudian dibawa ke RS Panti Rapih. Peristiwa pelemparan bom molotov di ATM ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di Sleman. Sebelumnya, peristiwa serupa menimpa ATM BRI Jalan Affandi, Gejayan, Condong Catur,Depok, Sleman,(7/10) dini hari. Kasatreskrim Polsek Mlati AKP Danang Kuntadi menerangkan, berdasarkan keterangan para saksi, bom molotov tersebut dilemparkan dua pelaku dengan sasaran showroom mobil. Bom kemudian mengenai kap mobil yang berada di depan showroom.Bom terpental dan baru meledak di depan ATM BRI. “Bom molotov tersebut dilemparkan oleh pelaku ke arah showroom tapi mengenai kap mobil dan terpental di depan ATM BRI yang berada di samping showroom,”papar Danang Kuntadi. Pelaku pelemparan bom yang diduga mempunyai dendam dengan pemilik mobil kini masih dalam pengejaran petugas. Pihaknya kini masih mendalami motif pelemparan bom molotov. Saksi di lokasi kejadian, Agung Prakoso menuturkan, setelah melempar bom molotov, pelaku langsung kabur sehingga dia tidak sempat melihat wajah pelaku. Bom molotov yang meledak itu ada seseorang yang keluar dari ATM dan terkena ledakan bom tersebut. “Korban sudah berobat ke RS Panti Rapih dan sudah pulang saat ini,”ujarnya. Agung menjelaskan, setelah bom meledak,muncul kobaran api yang mengenai tembok depan bangunan ATM dan merusak jaringan listrik. Dia dibantu sejumlah karyawan showroom kemudian berusaha memadamkan api. ratih keswara - Seputar Indonesia Online

20.35 | Posted in , | Read More »

Sriwijaya Air Tergelincir di Adisutjipto

Belum diketahui ada korban jiwa.

VIVAnews - Pesawat Sriwijaya Air jurusan 234 dari Surabaya tujuan Yogyakarta tergelincir saat mendarat di Bandara Adisutjipto. Akibatnya, kini bandara harus ditutup hingga proses evakuasi selesai.

"Pesawat tergelincir sekitar pukul 17.13, masuk ke sawah yang berada di timur bandara," kata Juru Bicara Bandara Angkasa Pura I, Isye, saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 20 Desember 2011.

Menurutnya, saat ini petugas sedang menangani pesawat yang tergelincir tersebut. Selama proses evakuasi ini, menurut Iste, bandara untuk sementara ditutup. "Hingga evakuasi selesai," ujarnya.

Saat ditanya apakah ada korban dalam peristiwa ini, Isye, mengaku belum tahu.

Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta

19.13 | Posted in , | Read More »

Sleman Tambah 41 Alat e-KTP

SLEMAN (KRjogja.com) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman menambah 41 alat pembuat e-KTP untuk mencapai target 250 ribu e-KTP pada tahun 2011. Hingga saat ini, pembuat e-KTP baru berjumlah 210 ribu jiwa. Pengoperasionalan alat baru tersebut akan dimulai minggu depan setelah didistribusikan ke kecamatan. Penambahan alat ini akan melengkapi 34 alat sebelumnya yang sudah ada.

Kepala Disdukcapil Supardi mengatakan permintaan bantuan pinjaman alat ke pemerintah pusat terpaksan
dilakukan karena masih ada kecamatan yang kekurangan alat, terutama yang berpenduduk lebih dari 30 ribu jiwa. “Permohonan bantuan tersebut sudah disetujui dan minggu depan sudah bisa digunakan,” terangnya, Jumat (16/12).

Dengan adanya penambahan alat tersebut, dipastikan target pembuat e-KTP di Kabupaten Sleman dapat terpenuhi. Alat tersebut berstatus pinjaman dan akan ada di Sleman selama empat bulan.

Ditambahkan, selain alat yang didistribusikan di kecamatan, saat ini juga telah tersedia satu alat mobile
pembuat e-KTP. Alat ini akan digunakan untuk wajib KTP yang tidak bisa datang ke kantor kecamatan. Diutamakan untuk orang lanjut usia dan kaum difabel. Namun selama ini, lanjutnya, kaum difabel sangat antusias untuk datang sendiri ke kecamatan.

“Untuk yang didatangi, nantinya tetap harus sesuai ketentuan termasuk latar belakang saat foto,” kata Supardi.

Karenanya, petugas akan menata tempat pembuatan e-KTP tersebut sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan. Untuk setting tempat, diperkirakan tidak akan lebih dari 15 menit sehingga pelayanan juga bisa berjalan cepat.

Sementara untuk warga yang belum mendapat kesempatan di tahun ini, proses pembuatan e-KTP akan dilanjutkan tahun 2012. “Warga tidak perlu khawatir, karena semua pasti akan mendapatkan undangan,” terangnya. Dia pun meminta agar warga yang telah mendapat undangan dapat menghadiri pada kesempatan pertama. (*-7)

11.37 | Posted in , , | Read More »

Isu Disisir, Mahasiswa Papua Pulang Kampung

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Hari-hari terakhir menjelang 1  Desember lalu, di Yogyakarta beredar isu penyisiran terhadap mahasiswa Papua. Akibat isu itu, sejak sebulan lalu sebagian mahasiswa Papua memutuskan pulang ke kampung halaman mereka.

"Dari sekitar 7.000 mahasiswa Papua yang belajar di Yogyakarta, sekitar 60 persen pulang ke Papua karena beredarnya pesan singkat berisi ancaman sweeping," kata Martinus, fungsionaris Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Indonesia di Yogyakarta.

Menurut Martinus, kepulangan mahasiswa Papua berlangsung sejak sebulan lalu. Namun, gelombang kepulangan paling ramai terjadi dua pekan terakhir.

"Dua minggu lalu enam kelompok mahasiswa pulang menggunakan kapal dan sebagian naik pesawat. Belum pasti kapan mereka akan kembali. Yang jelas menunggu situasi kondusif lagi," paparnya.

Martinus mengungkapkan, setiap menjelang tanggal 1 Desember banyak beredar ancaman serta teror kepada mereka. Adapun, tanggal 1 Desember merupakan peringatan "hari kemerdekaan Papua".

Kegelisahan juga disampaikan mahasiswa Papua asal Kabupaten Mappi, Luis. Menurut dia, secara psikologis banyak mahasiswa Papua yang terintimidasi dengan beredarnya isu dan pesan singkat yang berisi ancaman. "Kami minta pemerintah memfasilitasi kami kembali ke Papua sampai kondisi aman," kata Luis.

Menyikapi keluhan para mahasiswa Papua, Pemprov DIY kemudian menggelar pertemuan dengan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta dan Kepolisian Daerah Yogyakarta.

Sebelumnya, para mahasiswa juga sempat menghadap Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyampaikan hal ini dan Sultan menyatakan bahwa siapapun yang tinggal di Yogyakarta berhak mendapatkan perlindungan dan rasa kenyamanan.

Siap lindungi

Menanggapi keluhan para mahasiswa Papua itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Ajun Komisaris Besar (Pol) Mustaqim memastikan tidak akan ada penyisiran terhadap mahasiswa Papua. "Saya janji untuk melindungi teman-teman dari Papua," ujarnya.

Senada dengan Mustaqim, Komandan Tim Intelijen Korem 072/Pamungkas Kapten (Infanteri) Wardiyo mengatakan, pihaknya siap menjamin keamanan mahasiswa Papua di Yogyakarta. Apabila mahasiswa Papua mendapat teror atau ancaman, mereka diminta langsung lapor ke Korem 072/Pamungkas.

Direktur Intel Kepoisian Daerah Yogyakarta Komisaris Besar (Pol) Sunarto mengungkapkan, menjelang peringatan kemerdekaan Papua tanggal 1 Desember beredar ajakan pengibaran bendera bintang kejora secara serentak. "Kami meminta rekan-rekan mahasiswa Papua tidak ikut-ikutan atau tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan tersebut," ucapnya.

Sumber : Kompas Online

08.26 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels