Flu Burung Ditemukan di 10 Kecamatan di Sleman

SLEMAN--MICOM: Sepuluh dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditemukan kasus penyebaran avian influensa atau flu burung yang menyerang unggas milik warga.

"Sejak awal Januari hingga mendekati akhir bulan ini   ditemukan 273 unggas mati akibat terserang avian infleunsa (AI)," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutananan Kabupaten Sleman Riyadi Martoyo di Sleman, Yogyakarta, Senin (30/1).

Dari jumlah tersebut ditemui di 10 kecamatan dan yang paling banyak di Kecamatan Godean terdapat  77 unggas mati kemudian Kecamatan Gamping 61  ekor ayam, Depok 40 dan Kecamatan Berbah 30 ekor

Menurut dia, meski masih ditemukan bangsa unggas yang mati mendadak akibat terserang AI masyarakat Kabupaten Sleman tidak perlu cemas, namun ke depan tetap perlu mewaspadai penyebaran virus yang sifatnnya zoonosis atau bisa menyebrang unggas ke manusia.

"Potensi mewabahnya AI biasanya terjadinya pada kelembaban udara tinggi seperti saat ini. Namun demikian dengan adanya manajemen penangangan serangan virus H5N1  2011 yang dilakukan UPT pelayanan kesehatan hewan Kabupaten Sleman, kejadian  tersebut bisa dikendalikan, tidak seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten lain," katanya.

Ia mengatakan, pada 2007 di Kabupaten Sleman memang sempat ada 35 ribu ekor unggas mati, dan 2008 menurun menjadi  sekitar 12 ribu, 2009 turun sekitar 1.100 dan 2010 menurun menjadi 507 unggas mati mendadak akibat terserang virus H5N1.

"Jumlah unggas yang mati mendadak akibat terserang virus tersebut, selain penanganan semakin bagus, kedasaran masyarakat meningkat, serta tim petugas di 12 Posko Pengananan Penyakit Hewan Menular di kabupaten Sleman tidak henti-hentinya memberikan penyuluhan maupun sosilaisasai kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran AI," katanya.

Kepala UPT Pelayanan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman drh Nyoman Ayu Anggraeni mengatakan, untuk mengatisipasi mewabahnya AI, sejak awal Januari hingga mendekati akhir bulan ini terus mengintesifkan sosialisasi penyuluhan pengananan penyakit hewan menular kepada 3.320 orang diwilayah Kabupaten Sleman, termasuk memanfaatkan 4.341 dosis vaksinasi unggas.

"Selain membangun kesiapsiagaan masyarakat akan ancaman penyebaran virus H5N1, juga mencacatat peserta yang diberikan penyuluhan petugas sekaligus melakukan penyemptotan disinfektan serta vaksinasi terutama yang diindikasikan terang virus itu," katanya.

Menurut dia, tim petugas bersangkutan juga melakukan diagnosa cepat antara lain melalui upaya pemeriksaan lendir unggas yang dapat diketahui terserang virus AI atau sebaliknya.

Virus AI, katanya, biasanya akan mati dengan diterjen, desinfektan misalnya formalin 2,5 persen senyawa feno, lodine dan dipanaskan. Pada bahan organik seperti tinja akan hidup lebih lama kurang lebih 32 hari. Bisanya virus hidup di air pada suhu 22 C  selama empat hari, suhu 0 C lebih dari 30 hari.  Selain itu, virus akan mati dalam suhu 80 C selama 1 menit atau 70 C selama 3 menit.

Ia mengatakan, sebaiknya daging ayam maupun telur ayam aman dikonsumsi bila dimasak dengan benar dan yang lebih penting masyarakat menerapkan pola hidup bersih sehat di lingkungan masing-masing.

"Kami mengimbau masyarakat yang memiliki unggas mati mendadak untuk tidak dibuang di sungai atau selokan dan di tegalan. Ayam yang mati mendadak sebaiknya dibakar dan dikubur agar virus tersebut tidak menyebar di wilayah sekitar," katanya. (Ant/OL-2)
Sumber : Media Indonesia

16.38 | Posted in , | Read More »

Pembobolan ATM-Penarikan Uang Gunakan Kartu Kredit

YOGYAKARTA – Penarikan uang mencurigakan sampai melampaui limit melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank CIMB Niaga pada Minggu (29/1) diketahui menggunakan kartu kredit.

Namun hingga kemarin, otoritas bank belum menerima laporan kerugian darinasabah.” Pelaku tidak menggunakan kartu ATM,namun menggunakan kartu kredit saat mengambil uang di ATM CIMB Niaga di Yogyakarta,” kata General Affair CIMB Niaga Area Jateng 2,Kuntoro,kemarin. Menurutnya, hal itu diketahui dari laporan sementara tim yang berada di Jakarta.

Mesin ATM milik CIMB Niaga di tiga tempat di Yogyakarta, yakni di Jalan Mataram,Danurejan; Jalan Kusuma negara,Umbulharjo; dan Jalan Magelang, diduga dibobol orang tak dikenal, Minggu (29/1).Di ketiga tempat tersebut, terjadi transaksi mencurigakan karena ada penarikan uang melebihi batas yang ditetapkan hanya melalui satu kartu.

ATM di Jalan Mataram yang tadinya berisi Rp200 juta hanya tersisa Rp8 juta. Meski sebelumnya pengecekan dilakukan bersama kepolisian, transaksi mencurigakan itu secara resmi belum dilaporkan ke polisi.”Belum ada laporan resmi dari CIMB Niaga, karena masih diselidiki internal bank,”kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Donny Siswoyo.  muji barnugroho

Sumber : Seputar Indonesia

08.39 | Posted in , , | Read More »

Antisipasi Flu Burung, Yogyakarta Siapkan 200 Ribu Vaksin

YOGYAKARTA--MICOM: Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun ini menyediakan sekitar 200.000 vaksin unggas untuk mengantisipasi penyebaran virus H5N1 atau flu burung.

"Vaksin tersebut perlu disiapkan karena cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nanang Suwandi, di Yogyakarta, Senin (30/1).

Menurut dia, cuaca yang ekstrem, yakni dari panas menjadi hujan, menimbulkan kelembaban udara yang tinggi. Kelembaban itu juga dapat memicu berkembangnya virus H5N1.

"Meskipun belum ada laporan kasus H5N1, kewaspadaan tetap digalakkan. Jika ada gejala seperti H5N1, sebisa mungkin dihentikan penyebarannya dan langsung dikendalikan atau dikurangi geraknya," katanya.

Ia mengatakan ada atau tidak ada kasus flu burung, petugas participatory disease surveilance response (PDSR) atau tenaga pemantau perkembangan H5N1 harus siap setiap saat untuk mendeteksi dan memantau di lapangan.

"Dengan demikian, jika benar-benar terjadi kasus H5N1, akan diketahui dengan cepat dan ditangani secara tepat," kata Nanang.

Menurut dia, petugas PDSR akan melakukan penyuluhan dan biosecurity dengan berupaya menjaga kebersihan kandang unggas. Meskipun belum ada kasus flu burung, DIY tetap waspada terhadap H5N1.

"Kami mengimbau masyarakat jika menemukan gejala H5N1 seperti unggas mati mendadak agar segera membakar atau mengubur hewan tersebut," katanya.

Ia mengatakan pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di DIY sudah bergerak untuk melakukan kewaspadaan terhadap H5N1 sejak sepekan yang lalu.

"Mereka juga sudah mengambil vaksin unggas H5N1 untuk melakukan vaksinasi di tempat-tempat tertentu yang ada unggas yang belum pernah divaksinasi," kata Nanang. (Ant/OL-10)

Sumber : Media Indonesia

19.03 | Posted in , | Read More »

Ribuan Warga Yogya Jalan Sehat Peringati Satu Abad HB IX

Yogyakarta - Lebih kurang 25 ribu orang warga Yogyakarta dan sekitarnya hari ini mengikuti jalan sehat berkeliling kota menyambut peringatan Satu Abad Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Acara dipusatkan di Alun Alun Selatan Yogyakarta.

Turut hadir dalam acara pagi ini, Minggu (29/1/2012), di antaranya Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam IX, Ketua KONI DIY sekaligus mewakili keluarga Kraton Yogyakarta, GBPH Prabukusumo serta Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia, Mr Yooyoung Kim.

GBPH Prabukusumo dalam acara itu menyatakan tahun 2012 ini Kraton Yogyakarta bersama masyarakat menggelar berbagai acara berkaitan peringatan Satu Abad Sultan Hamengku Buwono IX. Kiprah almarhum Sri Sultan HB IX kepada Indonesia terutama saat melawan penjajah Belanda hingga kemerdekaan RI tidak perlu diragukan lagi.

"Kami mewakili Kraton Yogyakarta menyambut positif keinginan berbagai pihak termasuk Samsung Indonesia yang ikut menyambut acara tersebut. Semangat patriotisme dan jiwa nasionalisme beliau patut menjadi teladan bagi kita semua," ungkap Prabukusumo.

Saat bendera start dikibarkan bersama oleh Mr Kim bersama tokoh-tokoh masyarakat lainnya, peserta dengan antusias berjalan santai berkeliling kota Yogyakarta menempuh jarak sekitar 5 km. Dari Alun Alun selatan peserta berjalan melewati Jl Gamelan, Jl Mantrigawen Lor, Jl Brigjen Katamso, Simpang empat Gondomanan, Alun Alun Utara, Ngasem dan kembali finish di Alun Alun Selatan.

Acara yang ditunggu-tungu peserta adalah berbagai hadiah dan doorprize yang disediakan dalam acara tersebut. Selain itu berbagai atraksi kesenian digelar seperti atraksi seni barongsai, dangdut serta penampilan grup Jogja Hip Hop Foundation pimpinan Zuki Muhammad.(bgs/lh) Sumber Berita : detiknews Ilustrasi Gambar : http://wiryodikoro.blogspot.com

21.04 | Posted in , | Read More »

Kuliner Kreatif, Lezat tapi Sehat

YOGYAKARTA– Ingin merasakan sensasi makanan yang lain dari biasanya, Jateng-DIY adalah gudangnya. Di wilayah ini banyak kuliner kreatif.

Bahannya sederhana namun mampu diolah menjadi makanan yang lezat dan sehat. Di Yogyakarta misalnya, ada makanan serba jamur, di Semarang ada menu ceker merdjon yang menonjolkan sensasi pedas. Sementara di Solo ada serba ikan patin yang diklaim mengandung lemak tak jenuh dan omega 3 yang dikenal baik bagi kesehatan. Jamur, siapa yang kenal dengan bahan pangan yang satu ini.

Di Yogyakarta tepatnya di Sleman,salah satu pengenalan makanan yang berbahan dasar jamur ialah Ratidjo.Dia adalah pengusaha sekaligus pembudi daya jamur. Hampir 15 tahun Ratidjo menekuni usaha budi daya jamur dengan puluhan petani jamur binaannya. Berangkat dari hobinya bertani, Ratidjo mencoba memperkenalkan jamur sebagai salah satu bahan pangan sehat bagi masyarakat.

“Awalnya kami menemui kendala pada pemasaran. Akhirnya kami mulai mencoba menciptakan pasar sendiri dengan mengolah jamur hasil produksi menjadi makanan jadi, ”katanya. Saat itulah Ratidjo bersama sang istri mulai menciptakan beberapa menu yang terbuat dari jamur seperti sate jamur, gudeg jamur, tongseng jamur, dan rendang jamur. Penjualan yang dilakukan keliling dari rumah ke rumah inilah yang menjadi awal berdirinya rumah makan Jejamuran miliknya.“

Semakin hari orang semakin mengenal jamur,”ujarnya. Saat ini dia membudidayakan 20 jenis jamur yang di-olah menjadi 20 jenis makanan. “Masyarakat menengah ke atas saat ini muali berpikir mengenai bahan makanan yang sehat untuk kehidupan mendatang. Mereka inilah yang menjadi sasaran konsumen jamur kami,”ungkapnya. Untuk mengelola rumah makan jejamuran,Ratidjo menomorsatukan kualitas rasa.

Oleh karena itu, jamur yang digunakan selalu jamur yang baru dipetik dan langsung diolah. Jika sudah memasuki musim liburan, rumah makannya ramai dikunjungi orang.Setiap hari Ratidjo memerlukan sekitar 600 kg jamur dengan berbagai jenis untuk diolah. Tak hanya lezat dimakan, bermacam jamur yang dibudidayakan oleh Ratidjo ini juga bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, jamur tiram cokelat yang bisa menurunkan kadar kolesterol, jamur shitake untuk menurunkan kadar gula darah dan hipertensi,serta jamur kuping untuk penyakit panas dalam dan anemia.

Di Semarang ada juga menu kuliner kreatif. Bahannya dari ceker (kaki) ayam.Adalah Budi Purwanto yang menggagas menu ceker merdjon. Ceker Merdjon berdiri 1 Mei 2009 di Pujasera Menoreh No 49 Sampangan Semarang.Awalnya,sebenarnya belum terkonsep secara matang waktu membuka salah satu stan di pujasera tersebut. “Menu awal adalah stan siomai dan aneka juice.Namanya pun dahulu masih Raja Siomay dan Juice. Dalam perkembangan selama sebulan perjalanan,pemikiran penambahan menu makan berat,”kata pemilik Budi Purwanto ini.

Kemudian tercetuslah ide untuk menambah menu, yakni ceker merdjon, cumi maupun udang. Saat itu belum banyak warung menyediakan menumenu makanan pedas yang kini sedang menjamur.“Kami melihat peluang bisnis kuliner yang menyajikan makanan pedas masih sedikit,”ucapnya. Bagi Anda yang tidak suka makanan pedas tapi ingin mencoba, janganlah khawatir. Sajian di ceker merdjon masih fresh dari kompor.

Begitu konsumen pesan,baru saja dimasak.Disediakan empat pilihan, yakni pedas banget, pedas biasa, sedang, dan tidak pedas sama sekali. “Alhasil, pelanggan yang nggak doyan pedas pun masih bisa menikmati sajian ceker merdjon,”ungkapnya. Meskipun membuat bibir jontor,cekermerdjon selaluramai dikunjungi penggemarnya.Dalam satu hari rata-rata dikunjungi 40–50 orang.

Agar pengunjung tidak bosan,variasi menu dikembangkan untuk memanjakan lidah.Menu juga bervariasi seperti ayam,kepiting,telur,dan tahu tempe merdjon. Budi mengaku optimistis dengan persaingan bisnis kuliner yang maju pesat. Berbekal nama ceker merdjon,dipandang orang sebagai makanan unik yang membuat orang penasaran mencobanya. Hal ini sudah menjadi daya tarik tersendiri.

Ke depan, menu ceker merdjondiharapkan identik dengan Kota Semarang.Jejaring sosial tak luput dimanfaatkan untuk memopulerkan menu ceker merdjon.“ Melalui facebook dan twitter, menu ceker merdjon terus dishare di dunia maya agar masyarakat dari kota lain mencoba menu ini,”ungkapnya. Bagi Anda yang mengutamakan masakan sehat, menu serba ikan patin ala The LHM’s Restaurant di Jalan Dr Rajiman No 200 Serengan Solo ini juga wajib dicoba.

Ikan patin ternyata mengandung lemak tak jenuh dan omega 3 tinggi yang dapat menambah kecerdasan para penikmatnya. Owner Palmyra The LHM’s Restaurant Suharto menjelaskan, ikan patin memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan lebih bagus dibandingkan dengan ikan tipe serupa lainnya. Dia melihat pangsa pasar yang ada di masyarakat, terutama Kota Solo terbuka lebar untuk memasarkan ikan patin.

”Awalnya kita sering mengirim stok ikan patin ke restoran-restoran yang ada di Solo dan sekitarnya, namun saya berpendapat mengapa tidak membuka restoran sendiri saja,”katanya. Public Relations Manager Wening Damayanti mengatakan, setidaknya ada sekitar 60 menu varian makanan, seperti ikan patin bakar,patin lada hitam, bimo bungkus yaitu patin yang dibalut dengan goresan kremes, yin yang yaitu ikan patin fillet yang dipadukan dengan saus lemon dan potato.

Ada juga sosis patin,bakso patin, hingga keripik kulit patin menjadi menu favorit bagi para pencinta kuliner. Harganya pun sangat terjangkau,mulai dari Rp10.000 hingga Rp65.000 per porsinya. ”Pelanggan dapat memilih sendiri ikan patin segar yang masih hidup untuk dimasak,”ujarnya. Salah satu penyuka bakso, Nanda, 20, mengatakan, sekilas bakso ikan patin ini mirip dengan bakso ikan tenggiri.

Rasanya juga tidak kalah enak dengan bakso daging atau ikan lainnya. ”Mirip dengan bakso tenggiri, tetapi ternyata rasanya lumayan enak juga.Harganya pun terjangkau,”ucapnya. Menurut pengamat kuliner dari Solo, Suraji, banyaknya kuliner kreatif seperti menu serba ikan patin dapat membantu masyarakat memilih berbagai macam olahan makanan yang sehat dan dimodifikasi dengan baik.

”Makin banyak menu sehat yang bisa menjadi pilihan masyarakat,” kata dosen Food Product Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Surakarta ini. ratih keswara/ hendrati hapsari/siti estuningsih

12.39 | Posted in | Read More »

PSS Ditahan Imbang Tanpa Gol PSIR Rembang

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman harus menelan pil pahit lantaran gagal meraih poin penuh saat menjamu PSIR Rembang, Sabtu (28/1/2012). Tim Elang Jawa tertahan tanpa gol oleh pasukan Dampo Awang, julukan PSIR Rembang.

Sejak peluit kick off ditiup wasit Nur Arifin, pasukan Widyantoro langsung memeragakan permainan offensif. Terhitung sejumlah peluang mampu diciptakan Andrid Wibawa dan Anang Hadi yang menjadi tulang tim Elang Jawa.

Anak-anak Sleman juga sukses mengurung pertahanan PSIR selama paruh waktu pertama. Tim tamu dipaksa bermain setengah lapangan dan hanya beberapa kali mengandalkan serangan balik.

Meski demikian, sigapnya barisan pertahanan PSIR cukup menyulitkan pemain PSS mencetak gol. Hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit, skor kacamata menjadi hasil akhir laga.

"Jujur saya sangat kecewa karena kami gagal meraih poin penuh di kandang sendiri," kata pelatih PSS, Widyantoro.(*)

Sumber Berita : Tribun Jogja
Sumber Gambar : slemania.or.id

18.49 | Posted in , | Read More »

2011, 518 Nyawa Melayang di Jalan

YOGYAKARTA – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Polda DIY selama 2011 mengalami penurunan dibanding 2010.

Namun secara kualitas, dengan banyaknya korban meninggal dunia, justru meningkat. Wakil Direktur Lantas Polda DIY AKBP Slamet Santoso menuturkan, total kecelakaan pada 2011 hanya 4.511 kasus. Sedangkan di 2010 mencapai 4.704 kasus.Namun jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan. Jika di 2010 hanya 449 orang, maka tahun lalu meningkat menjadi 518 orang atau naik sekitar 15%.

”Kita telah siapkan program untuk antisipasi kecelakaan, biar di 2012 bisa ditekan,” katanya,kemarin. Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, kebanyakan melibatkan pelajar dan generasi muda.Remaja kerap melakukan aksi ugal-ugalan dan kebut-kebutan di jalan raya.Kondisi ini memicu tingginya angka kecelakaan. Kepala Subdit Dikyasa Ditlantas Polda DIY AKBP M Affandi menambahkan, pada tahun ini juga akan dilakukan kerja sama dengan dengan Dinas Pendidikan Yogyakarta.

Nantinya materi berlalu lintas akan dimasukkan dalam materi pendidikan di semua mata pelajaran.”Diharapkan pemahaman sejak dini ini akan menekan angka kecelakaan,”tandas Affandi. kuntadi

Sumber Berita : Seputar Indonesia
Sumber Gambar : Kaskus

10.45 | Posted in , , | Read More »

Puluhan PJTKI di DIY Bakal Ditutup

YOGYAKARTA--MICOM: Belasan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di DIY akan ditutup karena rawan melakukan tindak penipuan ataupun melakukan pelanggaran.

"Masih ada belasan PJTKI di DIY yang akan kami tutup," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DIY Untung Sukaryadi, Jumat (27/1).

Menurutnya, di DIY terdapat sekitar 37 PJTKI. Dari jumlah tersebut diprediksi setengah diantaranya akan ditutup dan dicabut izin operasinya.

Namun ia enggan merinci perusahaan mana saja yang dimaksud. "Kemungkinan yang tersisa shanya 15 hingga 20 PJTKI saja. Yang lainnya terpaksa akan kami tutup karena banyak melakukan pelanggaran," tegasnya.

Ia menyebutkan pelanggaran itu diantaranya tidak mematuhi peraturan perundangan seperti tidak mengubah bentuk badan hukum dari CV menjadi PT, tidak melakukan registrasi secara tertib setiap tahun, dan sebagainya.

Meski sudah mengirim surat peringatan, ujarnya, pengelola PJTKI ini terkesan mengabaikan surat-surat tersebut.

Sementara Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Putu Kumara menambahkan dari 37 PJTKI di DIY sebagian tidak memilik Surat Penghantar Rekrut (SPR) dari Disnakertrans DIY. Ketentuan ini berlaku baik untuk PJTKI pusat maupun cabang. "Jika PJTKI tidak memiliki SPR, mereka tidak bisa melakukan perekrutan," ujarnya. (AU/OL-04)

Sumber Berita : Media Indonesia

19.09 | Posted in , , | Read More »

Kriminal Sadis, Dibantai di Tempat Tidur

GUNUNGKIDUL– Warga Dusun Temuireng II, Desa Girisuko, Panggang, Gunungkidul kemarin digemparkan dengan pembantaian sepasang suami istri (pasutri) Samidi, 52, dan Musilah, 43, oleh orang bercadar.

Aksi sadistis ini dilakukan saat korban sedang tertidur bersama anaknya di kamar. Musilah tewas dengan kondisi mengenaskan setelah lehernya dibabat senjata tajam orang yang tidak dikenal.Darahnya pun menyembur dan mengenai muka serta baju anak keempatnya, Nuriyanto, 7. Sementara Samidi harus dirawat intensif di rumah sakit karena luka parah di perutnya setelah disabet parang.

Belum diketahui pasti motif pembunuhan itu,namun informasi di masyarakat akibat hubungan asmara. Aksi sadis orang tidak dikenal ini terjadi saat pagi buta. Waktu itu, Musilah tidur di kamar bersama anaknya, Nuriyanto, siswa kelas satu SD.Ketika itu suaminya,Samidi,tidur di ruang tengah. Pelaku yang mengenakan tutup kepala ini diduga masuk ke rumah lewat pintu belakang.

Tiba-tiba, Musilah berteriak minta tolong kepada suaminya dengan kondisi sudah bersimbah darah. Sebuah luka sobek menganga di leher bagian kirinya.Urat nadinya pun menyembul dan terus mengeluarkan darah. ”Lukanya lebar, sekitar 20 cm di leher bagian kiri mulai bawah telinga,” kata tokoh masyarakat Dusun Temuireng, Ismuhadi,kemarin.

Samidi kemudian langsung menghampiri istrinya di kamar yang kondisinya gelap.Dia juga mendapat sabetan benda tajam di bagian perut,pelipis,serta tangan kanan.”Suami korban (Samidi) masih selamat, namun luka robek di perutnya membuat bagian dalam perutnya terurai keluar,”papar Ismuhadi.

Teriakan kedua anak Samidi, Nutiyanto, 7,dan Ayuningsih, 12, membuat suasana menjadi gaduh. ”Samidi sempat bilang, Mbakyumu dipateni uwong (kakakmu dibunuh orang),” kata Wagino, adik korban yang rumahnya hanya berjarak kurang dari 7 meter, menirukan ucapan Samidi. Upaya pertolongan pun dilakukan.

Ternyata Musilah meninggal saat dibawa ke Rumah Sakit Nur Hidayah, Bantul. Sementara Samidi harus menjalani perawatan intensif dan dioperasi di rumah sakit tersebut. Kanit Operasional Satreskrim Polres Gunungkidul Ipda Tri Markisno menduga pelaku sudah merencanakan aksi pembunuhan terhadap Musilah. Itu diketahui dari beberapa alat bukti yang tertinggal dan saat ini diamankan polisi.

”(alat bukti) di antaranya adalah mematikan sambungan listrik.Serta keterangan warga bahwa pelaku menggunakan cadar. Jadi ini direncanakan,” tandasnya. Meski demikian, Tri Markisno belum berani memastikan siapa pelaku pembunuhan tersebut. ”Kita masih melakukan penyelidikan pembunuhan ini. Sampai saat ini belum ada seorang yang bisa kita tetapkan sebagai tersangka.Setelah olah TKP (tempat kejadian perkara), kami langsung melakukan pencarian,” tandasnya.

Hingga kemarin,tim Buser Opsnal Polres Gunungkidul bersama Polsek Panggang masih memburu pelaku.” Kita terus lakukan pencarian. Mudah-mudahan segera ada titik terang,”katanya. suharjono

Sumber : Seputar Indonesia

08.58 | Posted in , , | Read More »

Titik Api Muncul di Puncak Gunung Merapi

Aktivitas pendakian tidak ditutup. Para pendaki hanya diminta berhati-hati.

VIVAnews - Titik api diam terpantau di puncak Gunung Merapi, padahal statusnya telah dinyatakan normal. Titik api yang terekan CCTV itu sudah muncul beberapa kali. Terakhir terlihat di puncak Merapi di wilayah Deles, Klaten, Jawa Tengah.

"Titik api diam memang beberapa kali muncul, sejak dinyatakan normal pada 15 September 2011 kemarin," kata Kasie Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Sri Sumanti, kepada VIVAnews.com, Selasa 24 Januari 2012.

"Pada tanggal 30 Desember kemarin juga terlihat. Dan yang terakhir titik api terekam di pos pengamatan Deles, Klaten, Jawa Tengah."

Menurut dia, kemunculan titik api menandakan bahwa di area tersebut ada yang panas, misalnya asap solfatar. Tetapi, titik api diam tersebut bukan menandakan adanya aktivitas magma dan lava pijar. Mengingat status Merapi saat ini adalah normal.

"Kasus ini tidak seperti Gunung Merapi tahun 2006 dan 2010, yang waktu itu ditandai dengan adanya lava pijar dan aktivitas kegempaan yang tinggi," jelasnya.

Namun, BPPTK menyatakan titik api diam tersebut tidak berbahaya. "Kami memang pernah ke sana untuk melihatnya, tetapi gagal lantaran ada kabut tebal. Tetapi kalau melihat kondisi Merapi yang normal maka tidak berbahaya," kata Sri.

Kemunculan titik api ini tidak membuat aktivitas pendakian dilarang, mengingat status Merapi sendiri dalam kondisi normal. Para pendaki hanya diminta untuk berhati-hati. "Para pendaki harus berhati-hati, mengingat di puncak Merapi masih menyisakan material yang gampang longsor, apalagi ini musim hujan," ujar Sri.

Sumber : Vivanews

20.53 | Posted in , | Read More »

PT Asfiz Larikan Uang TKI Rp 3 M

SLEMAN – Korban penipuan perekrutan calon TKI ke Australia oleh perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Asfiz Langgeng Abadi Cabang Yogyakarta terus bertambah.


Hingga kemarin, korban yang melapor ke Polda DIY sebanyak 150 orang dengan total kerugian mencapai Rp3 miliar. Sehari sebelumnya, jumlah korban penipuan yang melapor baru 25 orang. Dari korban yang sudah melapor ke Polda DIY, diketahui mereka dipungut biaya dengan jumlah bervariasi. Bahkan sejumlah korban mengaku dipungut hingga Rp100 juta.

Tiga orang dari PT Asfiz Langgeng Abadi Cabang Yog-yakarta telah ditetapkan tersangka oleh polisi.Mereka adalah Kepala Cabang PT Asfiz Yogyakarta,Dewi; salah satu pimpinan cabang yang juga selaku pencari order ke luar negeri (broker) Erdiyanto, 34,warga Glonggong,Wanasari, Brebes dan Ali Imron,47,warga Cawang, Jakarta Timur selaku pengawas pelatihan.

Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Wadireskum) Polda DIY AKBP Zarialdi menerangkan dari tiga orang pelaku,dua di antaranya sudah ditangkap. Untuk Erdiyanto keberadaannya masih buron. Dari keterangan pelaku, perekrutan itu dilakukan sejak Agustus 2010 lalu. Dari semua korban yang direkrut belum ada satu pun yang diberangkatkan ke Australia.“Kemungkinan korban akan terus bertambah,” terangnya.

Polda DIY menerima laporan pengaduan penipuan itu sejak Sabtu (21/1) malam kurang lebih pukul 21.00 WIB atau setelah para korban mendatangi kantor cabang PT Asfiz Langgeng Abadi yang beralamatkan di Jalan Ringroad Barat, Ruko Tegalrejo,Tamantirto, Kasihan Bantul.Setelah menerima laporan dan dilakukan pengecekan ke Disnakertrans diketahui PT Asfiz Langgeng Abadi tidak memiliki izin operasional perekrutan dan penempatan tenaga kerja Indonesia.

“ Bahkan,diketahui MoU (memorandum of understanding) dengan pemerintah Australia juga tidak ada,ini ilegal,” tegas Zarialdi. Sementara itu dari penelusuran SINDO,PT Asfiz Langgeng Abadi memiliki cabang di berbagai daerah lain. Selain di Bantul, di antaranya di Purwakarta, Jawa Barat dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.Di kantor cabang DIY sendiri perusahaan itu menjadi satu dengan kantor EL Wijaya Centre yang merupakan lembaga pelatihan bahasa asing.

Dari beberapa nomor telepon kantor yang tertera tidak ada satu pun yang bisa dihubungi untuk dikonfirmasi. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Didik Warsito mengatakan pihaknya belum menerima laporan pengaduan korban penipuan perekrutan tenaga kerja oleh PT Asfiz Langgeng Abadi.

Meski begitu dengan banyaknya korban yang melapor ke polisi, Disnakertrans tetap akan melakukan langkah untuk menindaklajuti.“ Kita akan mencoba mengecek ke sana, ”paparnya. Jika Disnakertrans Bantul belum banyak tahu soal ini, Disnakertrans DIY justru segera mencabut izin usaha PT Asfiz Langgeng Abadi. Dinas telah melayangkan surat peringatan (SP) pertama, karena melanggar aturan administrasi.

“Satu dua hari ini kita akan buat surat penutupan,” ujar Kepala Dinsosnakertrans DIY Untung Sukaryadi. Menurutnya, izin pendirian PT Asfiz usaha oleh dinas sudah dikeluarkan pada 30 November 2011 silam. Rekomendasi dari Dinsosnakertrans Bantul baru diperoleh pada 26 September 2011. Sementara itu, perekrutan calon TKI sudah dilakukan sejak Agustus 2010. PJTKI di Jalan Ring Road Barat Ruko Tegalrejo, Tamantirto Kasihan Bantul ini hanya merupakan kantor cabang.

Sedangkan kantor pusat berada di luar kota. Dinsosnakertrans DIY juga telah melakukan pemantauan berkala. Pada awalnya dinas memberikan teguran kepada manajemen karena tidak memasang papan nama.Kenyataanya pada inspeksi mendadak tertanggal 12 Januari lalu, perusahaan ini tetap membandel. Mereka tetap tidak memasang papan nama dan ini melanggar kepatuhan administrasi.

Atas kondisi ini Dinas mengeluarkan Surat Peringatan I bernomor 562/300.Ada empat isi dari SP I yang dikeluarkan. Pertama mengenai tidak adanya papan nama. Kedua telah melakukan perekrutan dan penempatan tenaga kerja padahal belum memiliki semua proses dan melanggar aturan perudangan. Ketiga perusahaan ini belum memiliki Surat Izin Pengerahan (SPI) yang dikeluarkan Kemenakertrans dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI).

Tak hanya itu,PT Asfiz belum memiliki Surat Pengantar Rekrut (SPR) yang dikeluarkan dinas di provinsi atau oleh Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI). “Perusahaan ini memang ndablek, kita sudah peringatkan tetap bandel,”tutur Untung. Dinas sendiri sudah ancangancang untuk kembali melakukan peringatan kedua setelah dua pekan.Namun kenyataan malah sudah banyak kasus yang dilaporkan kepada Polda DIY.“Karena itulah kami tutup izin perusahaan ini,”tuturnya.

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X juga sepakat langkah Dinsosnakertrans yang memberikan sanksi tegas PT Asfiz. “Saya kira itu harus ditindak sesuai dengan aturan,” tutur Sultan kepada wartawan di Kepatihan kemarin. muji barnugroho/kuntadi

Sumber : Seputar Indonesia

10.06 | Posted in , , | Read More »

Tolak Waduk, Warga Geruduk DPRD

KULONPROGO– Ribuan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Tinalah (FKMT) kembali menggeruduk kantor DPRD Kulonprogo untuk menolak pembangunan waduk di daerahnya, kemarin.

Rencana waduk ini sudah tercantum dalam Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) DIY.Kedatangan mereka bertepatan dengan agenda persetujuan antara legislatif dan eksekutif tentang Raperda RTRW Kabupaten Kulonprogo 2012-2032. Sesepuh FKMT Harjono mengatakan, kedatangan warga Tinalah ke DPRD Kulonprogo ini merupakan yang ketiga kalinya.

Ini sebagai bukti warga sangat menolak pembangunan waduk, karena bakal menggusur ribuan rumah warga.“Ribuan rumah akan tergusur, kami harus tinggal di mana, ”ungkapnya bernada tanya,kemarin. Menurut dia, FKMT secara tertulis sudah melayangkan penolakan pembangunan Waduk Tinalah ke Gubernur DIY sekitar dua pekan yang lalu. Namun, sampai sekarang belum ada balasan dari gubernur. “Inti surat adalah audiensi dengan gubernur.Kami akan menyampaikan aspirasi kami, bahwa kami menolak pembangunan waduk,”ungkapnya.

Harjono mengatakan,secara lisan gubernur akan menunda pembangunan waduk.Namun, hal tersebut tidak membuat warga Tinalah berhenti melakukan penolakan.Warga membutuhkan garansi janji gubernur tersebut.“ Dalam pertemuan kebangsaan, gubernur pernah bilang jika warga menolak, pembangunan bisa ditunda.Tapi nyatanya dalam Perda RTRW Provinsi DIY,daerah kami tetap tercantum sebagai lokasi pembangunan waduk, ”jelasnya.

Pensiunan BKKBN Kulonprogo ini mengaku senang dengan sikap DPRD Kulonprogo maupun eksekutif, yang secara tegas sudah menghapus pembangunan waduk dalam Perda RTRW Kulonprogo.Namun,hal itu belum menjadikan warga Tinalah merasa nyaman. Pasalnya, meski legislatif dan eksekutif Kulonprogo menolak pembangunan waduk, tetap harus dikonsultasikan kepada gubernur.

Pembangunan waduk tersebut setidaknya akan menenggelamkan 38 dusun atau enam desa di Kecamatan Samigaluh yakni Desa Purwoharjo, Sidoharjo, Gerbosari, Ngargosari, Pagerharjo dan Banjarsari. Sedikitnya ada 10.000 jiwa atau 4.000 kepala keluarga (KK) yang akan kehilangan tempat tinggal. “Yang saya tahu, waduk nantinya memiliki kedalaman 150 meter sehingga bisa menenggelamkan sepertiga Kecamatan Samigaluh. Luasnya bisa enam kali dari luas Waduk Sermo di Kecamatan Kokap,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi mengatakan, pembangunan waduk di Kulonprogo belum mendesak jika hanya untuk mencukupi kebutuhan air minum di Provinsi DIY. Konservasi air di DIY harus dikaji lebih lanjut mengingat masih banyak potensi lain sepertinya banyaknya sumber mata air, daripada pembangunan waduk. Sebelumnya, Sekda Kulonprogo Budi Wibowo mengatakan, pemkab secara tegas tidak setuju dengan rencana pembangunan Waduk Tinalah seperti yang diusulkan Pemprov DIY dan pemerintah pusat. Pemkab menilai, pembangunan waduk bukan solusi yang baik bagi ketersediaan air di wilayah DIY. Untuk mencukupi kebutuhan air di DIY ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.“Pemkab mengusulkan dua cara yakni pembangunan embung tangkapan air serta menyuling dan mengolah air laut menjadi layak konsumsi,”ungkapnya.

Menurut dia, dua langkah yang diusulkan tersebut dari segi biaya juga lebih hemat dibanding membangun waduk. Untuk membuat embung dalam area satu hektare hanya menghabiskan biaya Rp1,5 miliar. ridwan anshori

Sumber Berita : Seputar Indonesia
Sumber Gambar : suarapasarkulonprogo.blogspot.com

21.13 | Posted in , , | Read More »

Akibat Tabrakan Karambol, Empat Orang Luka Serius

BANTUL--MICOM: Tabrakan karambol yang terjadi di perempatan Blok O, Banguntapan, Bantul, Senin (23/1) dini hari, menyebabkan sekurangnya empat orang mengalami luka serius.

Kejadian ini bermula dari bus pariwisata Nomor polisi S 7057 JW yang membawa wisatawan yang akan kembali ke Jombang, Jawa Timur berusaha menghindari sepeda motor yang memutar arah di U-turn tanpa mempedulikan lalu lintas.

Pengemudi bus, M Ikhwan berusaha menghindari sepeda motor tersebut. Namun karena jarak terlalu dekat, bus langsung membanting kanan. Namun dari arah berlawanan ternyata melaju juga sepeda motor AB 4940 BG dan sebuah mobil Grand Max Nomor polisi AB 1062 XX.

Akibatnya, tabrakan tidak bisa dihindari. Bus ini baru berhenti setelah menabrak pagar RSAU (Rumah Sakit Angkatan Udara) Hardjoloekito.

Mobil Grand Max yang masih baru tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan pengemudi serta seorang penumpangnya terluka parah. Demikian pula pengendara sepeda motor AB 4949 BG juga harus mendapat perawatan yang intensif di RSAU. (OL-11)

Sumber : Media Indonesia

16.24 | Posted in , | Read More »

Ulat Jedung Serang Tanaman Ubi Jalar di Bantul

BANTUL--MICOM: Petani ubi jalar di Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Bantul terancam gagal panen. Puluhan hektare tanaman ubi jalar mereka terserang ulat jedung yang dengan cepat merusakkan tanaman.

Salah satu petani Radiman menjelaskan, hama ulat telah mewabah selama sepekan ini. Pada awalnya biasa saja dan jumlahya tidak begitu banyak, namun sepekan kemudian jumlah ulat itu menjadi banyak bahkan mencapai ribuan.

"Sekali serang, satu petak lahan ubi jalar bisa habis daunnya. Tidak butuh waktu lama, hanya dua tiga hari saja," kata Radimin, Senin (23/1).

Ia menyebutkan ciri ulat itu berwarna hitam bergaris putih kuning, tidak begitu besar. "Kira-kira seukuran jari telunjuk orang dewasa," imbuhnya.

Menurut dia ulat lebih senang menyerang ubi jalar biru. Dari pengalamannya bertahun-tahun menjadi petani ubi, serangan hama ulat jedung kali ini terbilang paling parah karena jumlahnya sangat banyak.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul Edy Suhariyanta mengimbau petani agar rutin menyemprotkan pestisida, terutama pada malam hari. Pasalnya, ulat jedung itu baru bermunculan ke permukaan atas daun setelah matahari terbenam. (AU/OL-04)

Sumber Berita: Media Indonesia Sumber Foto : sabitha.multiply.com

19.11 | Posted in , , | Read More »

Modus Penipuan Berhadiah Kijang Innova-Rp28,5 Juta di ATM Bablas

YOGYAKARTA – Kasus penipuan dengan modus iming-iming hadiah kembali muncul. Memanfaatkan psikologis keinginan orang mendapatkan sesuatu dengan cara instan,hanya melalui telepon pelaku berhasil menjarah harta korbannya.

Belum lama ini kasus penipuan itu kembali muncul.Korbannya, Poriyem, 63,warga Patehan, Kraton,Yogyakarta.Korban mendapatkan telepon dari pria yang mengaku bernama Rinaldi Irfan Firmansyah. Saat menghubungi korban, pelaku mengatakan dari PT Telkom Tbk Jakarta dan mengabarkan Poriyem merupakan salah satu pelanggan yang memenangkan hadiah undian berupa satu unit mobil Toyota Kijang Innova. Untuk mengurus administrasi pengiriman mobil dan biaya balik nama,korban diminta mentransfer sejumlah uang melalui rekening.

Setelah korban mentransfer uang, mobil hadiah dijanjikan segera dikirim langsung ke rumah.Tanpa mengecek, korban memercayai si penelepon dan menuju ATM di seputaran Titik Nol untuk mentransfer uang. Sesampainya di ATM, oleh pelaku korban dipandu untuk memencet beberapa digit nomor. Setelah selesai melakukan transaksi,korban baru menyadari uang sebanyak Rp28,5 juta miliknya telah beralih ke rekening pelaku. Mobil yang dijanjikan segera dikirim pun tidak kunjung datang. Kasus penipuan itu langsung dilaporkan ke polisi. Selain modus tersebut, penipuan dengan mencatut nama pejabat juga kerap terjadi.Nama Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Daerah Istimewa Yogyakarta Baskara Aji belum lama ini juga dipakai pelaku untuk melakukan aksi penipuan berkedok seminar.

Modusnya pelaku menawarkan program seminar atau kegiatan pendidikan lainnya. Kemudian korban diminta mengikuti kegiatan seminar yang ditawarkan. Setelah termakan rayuan, pelaku minta korbannya untuk mengirimkan biaya akomodasi yang dikirimkan melalui ATM. “Pelaku minta agar biaya akomodasi ditanggung sementara. Biaya itu akan diganti setelah mengikuti seminar,” terang Baskara.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Donny Siswoyo menerangkan, kasus penipuan di atas bukan modus baru. Tapi sangat disayangkan masih ada orang yang mau mempercayainya. Untuk itu masyarakat diminta tidak gampang mempercayai penawaran maupun iming-iming berhadiah.“Lebih baik konfirmasi dulu kepada instansi atau pihak bersangkutan,” saran Donny. muji barnugroho

Sumber  : Seputar Indonesia

08.31 | Posted in , , | Read More »

Inflasi Tertinggi di Yogyakarta Diperkirakan 0,5 Persen

YOGYAKARTA--MICOM: Laju inflasi di Kota Yogyakarta pada Januari 2012 diperkirakan berada pada kisaran 0,2 persen hingga 0,5 persen, kata Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta Dewi Setyowati.

"Hal itu disebabkan perkembangan harga-harga komoditas penyumbang inflasi yang hingga kini secara umum masih relatif wajar, meskipun meningkat relatif tipis," katanya di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, berdasarkan pantauan Tim Pengendali Inflasi (TPI) DIY menunjukkan beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada kelompok bahan makanan antara lain beras, daging sapi, daging kambing, telur ayam ras, telur ayam kampung, minyak goreng, dan gula pasir.

"Sejalan dengan masih berlangsungnya musim hujan, beberapa komoditas pada subkelompok sayur-sayuran juga mengalami kenaikan harga, yaitu bayam, sawi hijau, wortel, kentang, dan kangkung," katanya.

Namun demikian, kata dia, beberapa komoditas sayur-sayuran mengalami penurunan harga seperti kacang panjang, buncis, dan labu siam.

Ia mengatakan, pada subkelompok bumbu-bumbuan beberapa komoditas penting yang sering menjadi penyumbang inflasi Kota Yogyakarta juga mengalami penurunan harga, yaitu cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

"Beberapa komoditas buah seperti jeruk, pisang, dan semangka juga mengalami penurunan harga. TPI DIY juga mencatat terjadi penurunan harga pada komoditas emas," katanya.

Menurut dia, kestabilan harga pada Januari 2012 tersebut, meskipun di level yang relatif tinggi, antara lain dipengaruhi oleh permintaan yang relatif normal, pasokan yang masih mencukupi, dan nilai tukar yang relatif stabil.

"Namun demikian, berdasarkan survei konsumen ekspektasi masyarakat terhadap harga-harga agak memburuk," kata Dewi. (Ant/X-12)

Sumber : Media Indonesia

20.47 | Posted in , | Read More »

Yogya Kota (Geng) Pelajar

YOGYAKARTA– Identitas Yogyakarta sebagai Kota Pelajar belumlah luntur. Namun maraknya geng pelajar di kota ini membuat citra positif itu perlahan tercoreng. Aksi mereka pun kian meresahkan.

Keberadaan geng-geng ini terselubung. Jumlah geng pelajar ini pun terus bertambah. Dari penelusuran Seputar Indonesia (SINDO), di tingkat SMP dan SMA, setidaknya ada 60 geng yang masih eksis di Yogyakarta dansekitarnya.Kemarin,sejumlah pelajar ditangkap di Minggiran, Mantrijeron karena hendak tawuran dengan siswa sekolah lain.Beruntung aksi mereka tercium dahulu oleh polisi.

Dari beberapa kejadian,keberadaan geng pelajar itu kerap berbuat ulah bahkan mengarah ke tindak kriminalitas.Kelompok pelajar itu biasa terlibat perkelahian, bahkan ada yang sengaja mencari musuh dengan pelajar dari sekolah lain.Kelompok pelajar itu beranggotakan pelajar kelas 1 sampai dengan kelas 3 dan biasa berkumpul secara berkelompok di sekitar kompleks sekolah. Meski keberadaannya terselubung dengan nama kelompok yang biasa di cat tembok-tembok, jika tidak mendapatkan penanganan serius dikhawatirkan keberadaan mereka akan terus membuat keresahan.

Endang, salah seorang pedagang angkringan di Jalan Kapas Yogyakarta,tepatnya sekitar kompleks SMA Muhammadiyah II Yogyakarta mengaku kerap merasa was-was ketika melihat ada pelajar dari sekolah lain melintas dan memainkan gas kendaraan. Sebab, jika itu terjadi pelajar yang berkumpul di warungnya biasanya mengejar dan terlibat perkelahian. “Kalau ada yang lewat dari sekolah lain bleyer (main gas) motor langsung dikejar, kadang juga ribut di sini,” katanya. Para pelajar itu yang sering nongkrong di warungnya kerap juga terlihat datang dengan membawa senjata.

Senjata yang dibawa biasa tidak dibawa masuk sekolah, melainkan disimpan atau dititipkan.”Biasanya ada yang ada juga yang nitip seperti keling,” ungkap dia. Bagas,pelajar dari SMK Nasional, Kalasan, Sleman yang mengaku biasa nongkrong di warung Jalan Kapas mengaku geng pelajar hampir ada di setiap sekolah dan masing-masing memiliki nama khusus. Mereka yang tergabung dalam geng itu ingin menamakan diri mereka sebagai gengster.“Kalau di sekolahku gengnya Rasta (Revolusi Nasional Yogyakarta),” katanya.

Pelajar yang masih duduk di bangku kelas II SMK Nasional Kalasan itu membenarkan jika antarsekolah biasa terlibat perkelahian terutama bagi yang memang sudah memiliki permusuhan. Perkelahian tidak hanya bisa terjadi di lingkungan sekolah atau di dalam kota, perkelahian bisa terjadi di luar kota sekalipun jika memang bertemu. “Kemarin itu ketemu di Jakarta juga bisa tawur,” ulasnya. Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Sunyoto Usman berpendapat pelajar masuk dalam kelompok geng dan berkelahi karena mereka meniru orang dewasa atau juga meniru apa yang pernah dilihat di televisi maupun film.

Untuk menangani hal itu tidak bisa mengedepankan dari peran guru di sekolah saja, melainkan memerlukan peran dari semua pihak, termasuk pemerintah, dan keluarga.“ Penanganannya harus komprehensif dan tidak dipertaruhkan pada pihak sekolah saja,”paparnya. Sunyoto berpendapat, Dinas Pendidikan dan juga pihak sekolah dalam hal itu memang harus bertindak memberi sanksi tegas kepada siswa yang memang diketahui masuk dalam kelompok geng.Sebab jika tidak ada sanksi tegas,tidak dipungkiri kasus perkelahian pelajar kapan saja bisa terjadi. “Meski geng itu terbentuk di luar sekolah, sekolah juga tidak bisa lepas tangan,” pungkasnya.

Kasi Kesiswaan Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Wisnu Sanjaya mengakui adanya geng pelajar di Kota Yogyakarta. Dari catatan yang dimiliki ada puluhan geng pelajar, hanya dimungkinkan sebagian sudah tidak ada atau sudah ganti nama.Sebagai upaya preventif guna mengantisipasi perkelahian pelajar Disdikpora terus melakukan kerjasama dengan kepolisian salah satunya dengan melakukan kegiatan operasi.

“Dari sekolah juga melakukan tindakan tegas terhadap anak yang terkena kasus dengan memberikan sanksi tegas berupa pengeluaran,” paparnya. muji barnugroho

Sumber Berita & Gambar : Seputar Indonesia

09.09 | Posted in , , | Read More »

Anak Autis Diculik Ahli Terapi

YOGYAKARTA--MICOM: Sudah hampir setahun Muhammad Ilham Dewantara Putra menghilang dari rumahnya di Wirobrajan, Yogyakarta.

Juni 2011, anak penderita autis itu diculik seseorang yang tak lain ahli terapinya sendiri. Desi Rahayu khawatir dengan kondisi anaknya. Ia tiada henti memanjatkan doa agar si buah hati kembali ke pelukannya.

Desi tak menyangka Rahmad Arjuno begitu kejam pada keluarganya. Kepada Desi, Rahmad mengaku sebagai ahli terapi autis. Ia juga melakukan perawatan di rumah korban sejak Januari tahun lalu.

Namun, Rahmad mengatakan Ilham memerlukan perawatan intensif. Ia pun meminta izin membawa korban ke kediamannya di Bantul. Keluarga Desi tak curiga dan mengizinkan Ilham ikut ke rumah Rahmad. Keluarga bahkan membayar senilai Rp15 juta untuk menyembuhkan Ilham.

Harapan kesembuhan anak tak kunjung menjadi nyata. Keluarga juga tak dapat menghubungi anaknya maupun si pelaku. Keluarga langsung mendatangi rumah korban, tapi pelaku tak ada di kediamannya. Rumah kosong. (MTV/OL-11)

19.06 | Posted in , , | Read More »

Aksi Kejahatan Usai Pesta Miras-Pemuda Dibacok, Motor Dibakar

SLEMAN– Toni,19,wargaTambak Bayan, Caturtunggal, Depok menjadi korban pembacokan sekelompok orang tak dikenal di Jalan Selokan Mataram, tepatnya di depan Perumahan Asri Seturan Indah, Babarsari, Depok,Jumat (20/1).

Tidak hanya melukai korban, kawanan pelaku juga membakar motor yang dibawa korban.Kejadian berawal saat korban bersama temannya melintas di Jalan Selokan Mataram, Babarsari dengan mengendarai motor sekitar pukul 04.30 WIB. Sesampainya di depan Perumahan Asri Seturan Indah, korban melihat sekelompok orang sedang pesta miras.

Korban saat itu sempat menghentikan kendaraannya, tapi para pelaku lantas mendatangi korban hingga terjadi perkelahian. Akibat perkelahian itu,korban luka robek di bagian kepala dan punggung yang diduga akibat sabetan sangkur. Melihat korban tersungkur bersimbah darah,para pelaku yang belum puas akhirnya membakar motor korban.

Warga yang menyaksikan tidak ada yang berani membantu. ”Saya tidak tahu permasalahannya, tiba-tiba saya lewat jalan situ dicegat. Saya dipukuli, kepala dibacok,dan motor teman saya juga dibakar,”kata Toni saat ditemui wartawan di Mapolsek Depok Barat. muji barnugroho

Sumber : Seputar Indonesia

08.46 | Posted in , , | Read More »

KTP Ganda di DIY 30.000 Jiwa

YOGYAKARTA– Jumlah penduduk Provinsi DIY diperkirakan berkurang minimal 30.000 jiwa. Hal ini karena berdasarkan hasil temuan program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), diketahui banyak warga yang ber-KTP ganda.


Menurut Kabag Kependudukan Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Riyadi Mujiarto, potensi terbesar berkurangnya penduduk terjadi di Wilayah Sleman. Hal ini tidak lepas dari tingkat mobilitas penduduk di kabupaten berslogan Sembada ini yang cukup tinggi.Belum lagi potensi investasi dan banyaknya kampus yang menarik orang luar masuk di Sleman.

Laporan dari Dinas Kependudukan Sleman, ada sekitar 9.000 orang yang diketahui ber- KTP ganda.Itu pun baru warga yang memiliki KTP antarkecamatan di Sleman.Potensi KTP ganda juga akan terjadi antarkabupaten ataupun lintas provinsi. “Kita perkirakan minimal 30.000 jiwa, tetapi sangat mungkin lebih,”ujar Riyadi. Di Kabupaten Kulonprogo juga ditemukan KTP ganda sebanyak 8.000 jiwa. Padahal di sana pelaksanaan e-KTP masih berjalan dan baru sekitar 52% yang sudah melakukan perekaman.

“ Untuk kabupaten/kota kemungkinan sama,” kata Muji, panggilan Mujiarto. Sedianya program e-KTP ditargetkan selesai pada akhir 2011.Namunkarenabanyakpermasalahan, program ini diperpanjang sampai diperpanjang sampai April.Capaian terbesar dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta dengan 251.623 jiwa atau sekitar 75,72%.Disusul Kabupaten Gunungkidul 233.818 jiwa (50,40%), Kulonprogo 189.967 jiwa (52,10%), dan Bantul 276.561 jiwa (34,51%).Persentase capaian terendah terjadi di Kabupaten Sleman dengan 249.464 jiwa atau sekitar 24,66%.

“Masalah di Sleman itu jumlah penduduknya paling banyak, wajar persentasenya masih rendah,”ucapnya. Selama ini kendala yang banyak dihadapi adalah keterbatasan prasarana yang dimiliki. Setiapkecamatanhanya dijatah satu perangkat.Untuk kecamatan dengan kepadatan lebih dari 30.000 jiwa, diberikan penambahan alat tanda tangan (signature pad).Itu pun datangnya terlambat. Dari laporan periodik yang ada, tingkat kehadiran warga melakukan perekaman e-KTP hanya sekitar 70%.Kebanyakan warga yang tidak menggunakan sedang berada di luar kota.

Belum lagi warga yang mengalami cacat dan tidak bisa datang. Kondisi inilah yang memperlambat proses perekaman. Ketersediaan perangkat mobile juga cukup terbatas. Satu hari tim yang diterjunkan hanya bisa merekam sekitar 4–5 orang. “Harapan kita ada penambahan peralatan mobile,”katanya. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk-capil) Kabupaten Sleman Sutardi mengaku belum melihat data rinci berapa warga yang sudah ditemukan memiliki KTP ganda. Dari beberapa laporan memang ditemukan dalam proses perekaman e-KTP.

“Kita akan cek lagi,”ujarnya. Kendati program e-KTP paling berat di Sleman, dinas tetap akan berupaya maksimal. Target akhir April diupayakan selesai tepat waktu.Kebetulan saat ini sudah ada penambahan 22 set perangkat yang didistribusikan di kecamatan padat. “Beberapa kecamatan malah melakukan lembur Sabtu dan Minggu,”tandasnya. kuntadi Sumber : Seputar Indonesia

07.55 | Posted in , | Read More »

Dinsos: Jumlah Warga Miskin Jogja Turun

JOGJA—Jumlah warga miskin Kota Jogja 2011 menurun dibanding 2010 lalu. Dari data terbaru yang telah disahkan Walikota Jogja tercatat warga miskin sebanyak 17.018 keluarga atau 54.530 jiwa. Data mencatat penurunan 16,81% untuk jumlah keluarga dan 16,58% untuk jumlah jiwa.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kota Jogja, MK Pontjosiwi menyampaikan, penurunan angka kemiskinan selama ini difokuskan di wilayah Kricak kecamatan Jetis, Sorosutan kecamatan Kotagede, dan Tegalpanggung kecamatan Danurejan.

“Data tahun ini mengalami penambahan 66 keluarga dibandingkan data warga miskin sesuai uji publik pada November 2011 lalu,” ujarnya kepada media di kompleks Balaikota, Rabu (18/1).

Menurut Pontjosiwi, angka penurunan jumlah warga miskin selain jumlah warga pindah dan meninggal, penurunan jumlah juga terjadi karena adanya berbagai proyek bantuan sosial dari pemkot Jogja. Sementara penambahan jumlah 66 keluarga berasal dari data pengajuan komplain kepada Dinsosnakertrans maupun DPDR kota warga miskin yang datanya terhapus dari pemegang KMS sebelumnya.

Pontjosiwi menegaskan, 66 keluarga tercatat masuk data base, tetapi dinyatakan telah pindah. Namun saat dilakukan penelusuran mereka hanya pindah domisili dan masih tetap menjadi warga kota Jogja. “Akhirnya tetap kita masukan ke dalam data warga miskin,” tambahnya.

Adapun, Kepala Bidang Bantuan Tri Maryatun melanjutkan, penambahan data warga telah dimasukkan dalam data base warga miskin 2010. Sedangkan untuk warga yang mengaku miskin tetapi tidak masuk dalam data base baru akan ditindaklanjuti pada survei di 2012 yang dilakukan sepanjang 2011.(Harian Jogja/Pamuji Tri Nastiti) Sumber : Harian Jogja

09.25 | Posted in , | Read More »

Polisi Sita Upal Rp100 Juta

SLEMAN– Jajaran Satreskrim Polres Sleman menyita uang palsu (upal) senilai Rp100 juta dari tiga tersangka kemarin. Mereka dibekuk saat melakukan transaksi penjualan uang tiruan di Jalan Magelang,Tempel, Sleman.


Kapolres Sleman AKBP Irwan Ramaini mengatakan barang bukti berikut tersangka, yakni Heri,51; Rusmin,39; dan Ferdian, 35; ketiganya warga Purwokerto, Jawa Tengah diamankan untuk menjalani proses penyidikan. Dari hasil keterangan tersangka uang palsu itu diperoleh dari daerah Jawa Tengah bagian utara.“Mereka ditangkap pada Senin (16/1) sore saat melakukan transaksi dengan petugas yang menyamar untuk membeli. Kasus ini masih ditangani Kesatuan Reskrim,” katanya kemarin.

Sekilas, uang yang diamankan mirip uang asli. Uang itu berjumlah 10 bendel.Tiap bendel terdiri atas 100 lembar pecahan Rp100.000.Di bagian tengah tepat di bawah bendel, setiap lembaran bolak-balik terdapat gambar tokoh kartun Upin & Ipin. “Uang tiruan itu memiliki nomor seri yang sama,” ujar Kapolres. Kasatreskrim Polres Sleman AKP Widi Saputra menyatakan, peredaran upal berhasil diungkap setelah ada informasi bahwa ada orang yang akan mengedarkan uang palsu. Setelah mengantongi nomor telepon pemilik uang, anggota menyamar sebagai pembeli dan memesan upal.

“Transaksi dilakukan di pinggir jalan.Kecurigaan awal memang uang palsu,namun setelah kita koordinasikan dengan pihak BI, uang itu ternyata masuk uang tiruan,”paparnya. Uang tiruan berjumlah 10 bendel itu oleh tersangka dibeli dengan harga Rp3 juta. Uang itu rencananya dijual kembali dengan harga Rp15 juta. Meski belum sempat diedarkan, sesuai dengan UU No 7/2011 Pasal 34 ayat 2 junto Pasal 24 ayat 2 mengenai penggunaan mata uang rupiah, karena uang tiruan itu diperjualbelikan, tersangka bisa diancam 1 tahun penjara.

Widi menduga uang itu sengaja diperjualbelikan untuk kepentingan penipuan seperti penggandaan uang. “Kita akan terus kembangkan kasus ini, dari mana mereka memperoleh uang tiruan itu,” ujar Widi. muji barnugroho Sumber : Seputar Indonesia

23.05 | Posted in , , | Read More »

UGM Temukan 100 Molekul Baru Pada Kunyit

YOGYA (KRjogja.com) - Fakultas Farmasi UGM berhasil menemukan 100 molekul baru yang terdapat pada tanaman obat, kunyit. Molekul tersebut diketahui memiliki manfaat positif bagi kesehatan dengan berbagai macam diagnosis.

Peneliti kurkumin (zat dalam kunyit) dari fakultas farmasi UGM Prof Dr Supardjan, MS., Apt menjelaskan, dari 100 molekul baru yang ditemukan tersebut, 8 diantaranya telah dipatenkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui jika kunyit mengandung kurkumin dan telah terbukti mempunyai khasiat antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antikanker serta antitumor.

"Fakultas Farmasi UGM mengembangkan penelitian kurkumin menjadi molekul baru yang mempunyai efek analgetika-anti inflamasi yang lebih poten, dan bisa dimanfaatkan sebagai terapi kanker," ujarnya disela seminar Kunyit (curcuma longa) Tinjauan filosofis dan Ilmiah, di ruang unit V fakultas farmasi UGM, Selasa (17/1).

Ia memaparkan, kunyit terbukti mengandung senyawa kurkuminoid yang berwarna kuning yang mengandung molekul kurkumin, demetoksin kurkumin dan bisdemetoksin kurkumin. Untuk turunannya kurkumin ini bahkan sudah diteliti lebih lanjut.

"Turunan yang merah lebih ke antiinflamasi, sedangkan yang berwarna kuning lebih senang melindungi hati (hepatotoksik). Kurkumin juga baik untuk penderita diabetes terutama mencegah agar tidak terjadi pembekuan atau penggumpalan darah," paparnya.

Peneliti farmakologi Fakultas Kedokteran UGM Dr.dr. Nyoman Kertia Sp.PD menambahkan, ekstrak rimpang kunyit juga efektif sebagai anti radang pada penderita penyakit sendi (osteoartritis).

"Ekstrak rimpang kunyit ini terbukti memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar MDA (malondialdehida) atau cairan sinovia pada sendi lutut. Ini berdasarkan hasil penelitian bersama anggota tim lainnya terhadap 80 penderita osteoarthritis," imbuhnya. (Aie) Sumber : krjogja.com

08.11 | Posted in , , | Read More »

Bonek Jarah Pedagang dan Warga Bantul

Bantul – Ancaman aksi anarkistis yang dilakukan suporter Persebaya Surabaya,Bonek alias Bondho Nekat terbukti. Kemarin, para Bonek berulah dengan menjarah barang- barang milik warga dan pedagang di sekitar seputaran Stadion Sultan Agung Bantul. Aksi nekat Bonek itu dilakukan beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.Bonek yang sebagian masih remaja itu mengambil buah-buahan di pohon milik warga di sekitar stadion.Aksi mereka sulit dikendalikan karena jumlahnya yang banyak.Warga hanya pasrah buah-buahan itu dipanen paksa para Bonek. Para pemilik toko di sekitar Stadion Sultan Agung yang ketakutan akhirnya cepat-cepat menutup tempat usahanya. Sebagian kecil warung dan pedagang kaki lima (PKL) yang masih nekat berjualan pun langsung dikerubuti Bonek. Takut menjadi sasaran penjarahan, sebagian toko meminta pengamanan langsung dari kepolisian. Salah satunya adalah toko roti di Jalan Imogiri Barat.Pemiliktokoinikhawatirkarenapuluhan Bonek datang dan berniat mengambil kardus-kardus berisi roti.“Pertama ada sekitar 7 Bonek yang datang minta gorengan. Sudah dikasih,ada lagi rombongan di belakangnya yang menyusul dan hendak mengambil kardus- kardus roti pesanan,” kata Sri Hartati,pemilik toko. Pada Minggu (15/1) malam, lanjut Sri, sejumlah pedagang angkringan di sepanjang Jalan Imogiri Barat juga banyak yang mengeluh lantaran barang dagangannya dikerubuti Bonek. “Bayangkan, dagangan senilai Rp400.000 dikukut habis dan tidak ada yang membayar. Kasihan, mereka pedagang kecil,” paparnya. Aksi penjarahan yang dilakukan itu bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, saat Persiba Bantul bertanding dengan Persebaya Surabaya dalam kompetisi Divisi Utama,Bonek nekat mengambil ikan milik warga untuk dibakar. Ikan ikan itu berada di kolam warga. Pemkab Bantul dan Pengurus Persiba Bantul sebelumnya telah berusaha mengantisipasi kejadian itu dengan membagikan nasi bungkus gratis. Kaur Bin Ops (KBO) Sabhara Polres Bantul Iptu Dwi Santoso mengatakan Polres Bantul menerjunkan sebanyak 283 personel. Selain itu, pengamanan juga dibantu dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda DIY. “Bonek yang datang ke Bantul diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang,”katanya. Setelah jalannya pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) antara Persija Jakarta dengan Persebaya Surabaya selesai Bonek langsung dikirim menggunakan truk ke Stasiun Lempuyangan, tadi malam. Namun Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto menegaskan pihaknya tetap menolak untuk mengangkut penumpang kereta dari suporter bola. Kebijakan itu dibuat karena dari beberapa pengalaman yang didapat setiap mengangkut suporter bola mesti terjadi kekacauan. “Sudah jelas ada aturan untuk tidak mengangkut suporter,dan juga PT KAI juga untuk mengangkut penumpang harus sesuai dengan okupansi yang sudah ada,”tegasnya. PT KAI Daop 6 juga tidak menerima tembusan dari kepolisan untuk memberangkatkan suporter Bonek menggunakan kereta api. Sementara itu,dalam lanjutan Indonesia Premier League (IPL) Persebaya Surabaya berhasil meraih tiga poin, tadi malam di Stadion Sultan Agung Bantul. Tim berjuluk Bledug Ijo sukses membungkam Pesija Jakarta dua gol tanpa balas. Andrew Barisic menyumbang semua gol Persebaya, masingmasing menit ke-64 dan ke-75. Kemenangan ini membuat Persebaya naik dua grade dari posisi lima dengan 9 poin. muji barnugroho/sodik Sumber Berita : Seputar Indonesia Sumber Foto : Youtube

19.35 | Posted in , , | Read More »

DIY Siapkan Dana Siaga Banjir Rp8 Miliar

YOGYAKARTA--MICOM: Dana siaga darurat banjir di Daerah Istimewa Yogyakarta dialokasikan sebesar Rp8 miliar, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah provinsi itu Budi Antono.

"Dana itu berasal dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur nonpermanen," katanya di Yogyakarta, Minggu (15/1).

Menurut dia, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, siaga darurat banjir ditetapkan mulai 29 Desember 2011 sampai 28 Februari 2012.

"Oleh karena itu, kami saat ini sedang mempersiapkan pemanfaatan dana dari BNPB tersebut untuk mengatasi beberapa kerusakan akibat banjir," katanya.

Ia mengatakan, dana siaga darurat banjir tersebut memang diminta untuk dimanfaatkan membangun prasarana nonpermanen, seperti untuk penguatan tebing, yang tidak boleh terbuat dari pasangan batu tetapi dengan bronjong yang di dalamnya berisi batu.

Dana Rp8 miliar itu, kata dia, dibagi untuk dua jenis prioritas, yakni prasarana dan nonprasarana. Untuk prasarana sebagian besar digunakan untuk penguatan tebing terkait banjir lahar dingin dan pengerukan sedimentasi, sedangkan nonprasarana berupa bantuan peralatan.

"Bantuan peralatan itu di antaranya mesin pompa yang akan distribusikan ke kabupaten dan kota di DIY untuk menanggulangi genangan air agar cepat kering," katanya.

Menurut dia, dana siaga darurat banjir Rp8 miliar tersebut akan digunakan untuk keperluan lima kabupaten dan kota. Berhubung sifatnya siaga darurat banjir, maka setiap kabupaten dan kota harus bergerak cepat untuk mengajukan permohonan bantuan.

"Jadi, kabupaten dan kota yang terlambat menyampaikan permohonan belum bisa difasilitasi. Kami bertugas melakukan survei dari permohonan tersebut dan setiap kabupaten dan kota diminta membuat prioritas, di mana prioritas pertama yang akan kami fasilitasi," katanya.

Ia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DIY sudah melakukan tindak lanjut dan melihat langsung di lapangan. "Berdasarkan hasil survei, secara teknis ada beberapa sarana dan prasarana yang harus ditangani dengan siaga darurat banjir, terutama berkaitan dengan sarana dan prasarana di permukiman padat," kata Budi. (Ant/OL-2) Sumber : Media Indonesia

08.34 | Posted in , | Read More »

Warga Diminta Waspada Flu Burung

JOGJA—Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian Kota Jogja menyatakan belum ada laporan terkait persebaran flu burung dan leptospirosis. Kendati demikian, mereka meminta warga untuk aktif melapor jika menemukan gejala persebaran penyakit tersebut.

Kabid Pertanian Disperindagkoptan Kota Jogja, Benny Nurhantoro menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan persebaran penyakit flu burung dan leptospirosis. Kendati demikian dia menyebut sejumlah upaya antisipasi telah dilakukan. Upaya tersebut di antaranya ialah persiapan disinfektan. Benny menjelaskan, penyakit leptospirosis merupakan penyakit yang timbul dan disebarkan oleh tikus. Penyakit yang ditandai dengan keluhan demam dan mual ini umum menyerang manusia seiring datangnya musim hujan.

“Kami terus melakukan upaya, di antaranya melalui gerakan TIM Participatory Disease Surveillance Response (PDSR). Tim itu melakukan survei, jika sudah mendesak untuk segera ditangani segera dilakukan penanganan bersama,” kata Benny, Minggu (15/1).

Menurut Benny, persediaan disinfektan yang ada di Disperindagkoptan Kota Jogja lebih dari cukup. “Dari pengamatan itu jika perlu dilakukan tindak lanjut maka diberikan disinfektan. Disinfektan yang kami sediakan lebih dari cukup,” imbuhnya.

Menurut Benny Kota Jogja memiliki daerah yang rawan terjangkit leptospirosis. Umumnya daerah tersebut merupakan daerah yang dekat dengan sungai atau persawahan. Namun saat ini, kata Benny, daerah yang sebelumnya menjadi fokus perhatian di tahun 2011 itu telah mengalami penurunan risiko. Salah satu penyebabnya karena fasilitas Jalan Batikan telah banyak diakses masyarakat sehingga secara otomatis populasi tikus di tempat tersebut berkurang.

“Wilayah yang paling patut diwaspadai ialah Celeban, Kecamatan Umbulharjo. Tapi saat ini belum ada tanda tanda pertumbuhan kasus. Salah satu faktornya ialah dibangunnya fasilitas jalan di Batikan, dengan pembangunan fasilitas tersebut mendorong aktifitas manusia ditempat tersebut sehingga membuat populasi tikus tidak nyaman,” katanya.(Harian Jogja/Rina Wijayanti)

Sumber : Harian Jogja

16.19 | Posted in , | Read More »

Kenaikkan Harga Pupuk Beratkan Petani

YOGYAKARTA--MICOM: Kenaikan harga pupuk menggelisahkan petani di Bantul, DIY. Hal tersebut disampaikan oleh Sunardi Ketua Kelompok Tani Bekti Tani di Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul.

"Jika biasanya satu hektarnya (menanam padi) hanya membutuhkan 4 hingga 4,5 juta rupiah, musim tanam kali ini diperkirakan menghabiskan hingga 7 hingga 7,5 juta rupiah," ucapnya, Sabtu (14/1). Kenaikan harga semakin memberatkan dengan kondisi panen musim tanam selanjutnya. Ia menuturkan, produksi panen musim sebelumnya hanya mencapai 40 persen dari biasanya karena curah hujan yang sedikit.

Harga penen yang diperkirakan akan jatuh juga semakin menggelisahkan petani. Pasalnya, musim panen kali ini akan serentak berlangsung di banyak daerah sehingga panen akan berlimpah dan harga gabah akan jatuh.

"Kalau menaikkan pupuk, pemerintah juga harus melindungi harga hasil panen agar harga panen tidak jatuh," terangnya. (AT/OL-04) Sumber Berita : Media Indonesia Sumber Gambar : Pupuk Sriwijaya

09.20 | Posted in , | Read More »

Sultan Tolak Kenaikan Gaji PNS Dibebankan ke Daerah

YOGYAKARTA--MICOM: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tidak setuju rencana pemerintah untuk menaikkan gaji PNS sebesar 10%. Kenaikan gaji sebesar itu akan semakin memberatkan keuangan daerah.

Kepada wartawan di Kepatihan, Jumat (13/1), Gubernur mengemukakan keberatan jika bebannya harus ditanggung oleh APBD.

"Kalau murni dibebankan ke daerah, kita tidak mampu," kata Sultan.

Menurut Gubernur, dalam APBD DIY 2012 sudah diputuskan tidak ada kenaikan gaji sehingga tidak bisa begitu saja menaikkan haji PNS. Namun demikian, menurut Gubernur, jika kenaikan itu kemudian langsung menjadi tanggungan pusat yang dialokasikan dalam DAU yang langsung ditransfer ke daerah, "ya tidak masalah".

Lebih lanjut Sri Sultan mengaku, belum mengetahui secara persis anggaran yang harus digunakan jika kebijakan kenaikan gaji PNS tersebut benar-benar ditetapkan. Yakni apakah APBN ada yang dihibahkan ke daerah untuk membayar gaji PNS atau tidak.

"Kalau untuk kenaikan gaji itu APBN ada yang ditransfer ke daerah, berarti kan yang menggaji APBN, bukan daerah. Saya belum tahu itu. Tetapi kalau itu beban daerah, ya saya kira itu jadi berat, karena sudah diputuskan tidak ada kenaikan gaji," ujarnya.

Sultan berharap, rencana kenaikan gaji PNS tersebut bisa segera ditinjau ulang. "Ya ini harus ditinjau lagi. Kalau memang APBN ditransfer ke daerah, berarti kan yang bayar bukan murni APBD," katanya lagi.

Pada kesempatan itu, Gubernur DIY mengemukakan, kenaikan gaji bukan menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan kinerja PNS. Pasalnya, PNS harus memiliki kesadaran benar bahwa kinerja yang baik itu memang sebuah kewajiban dan bukan diukur dengan kenaikan gaji.

Hal senada juga disampaikan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo. Dia menolak Kenaikan Gaji PNS 10% yang akan dimulai tahun 2012 ini jika dibebankan ke daerah. Sebab, kata dia, kenaikan gaji PNS ini justru akan memberatkan keuangan daerah.

"Jujur saja kalau kita katakan siap sebetulnya berat," ujar Hasto Wardoyo saat ditemui di Kantor Gubernur DIY Kepatihan,
Pemprov DIY, Jumat (13/1).

Dijelaskan, jika kebijakan itu harus direalisasikan oleh daerah, maka beban gaji pegawai di APBD Kabupaten Kulonprogo tahun 2012 jelas akan bertambah. Saat ini saja, dari total anggaran sebesar Rp800 miliar, sekitar 68% di antaranya atau Rp520 miliar hanya untuk gaji pegawai dan gaji anggota DPRD.

"Tapi kita belum menghitung tambahan 10% itu akan jadi berapa," katanya. (AU/OL-3)

19.23 | Posted in , | Read More »

Kesal, Anak Tusuk Bapak Kandung

SLEMAN– Entah apa yang ada di benak Badar,30,warga Tegalyoso, Gamping, Sleman hingga tega menusuk Riyanto, 52, bapak kandungnya sendiri. Aksi nekat itu terjadi Kamis (12/1) sekitar pukul 23.00 WIB saat Riyanto bersama istrinya, Sri Sutarmi, 50, pulang usai melihat acara Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta.

Akibat kejadian itu, Riyanto mengalami luka tusuk di bahu kanan dan kiri.Dia kemudian ditolong warga yang tengah ronda malam dan dibawa ke RS PKU Yogyakarta. Riyanto menuturkan, sepulang dari Alun-Alun Yogyakarta, dia bersama istrinya mendapati pintu depan rumah dikunci dari dalam.

Sutarmi, istrinya, lantas mengetuk-ngetuk pintu. Setelah pintu dibuka, dia dan istrinya masuk. ”Di rumah ternyata anak saya sedang mabuk dan membawa wanita. Dia langsung ngamuk sambil meminta uang,” kata bapak tiga anak yang berprofesi menjadi masinis di StasiunTugu ini.

Saat Riyanto sedang memarkirkan motor di ruang tengah, tanpa diduga anak sulungnya itu mengambil pisau dari dapur dan langsung menyerangnya dari belakang.Beruntung, dia bisa berkelit dan lari menyelamatkan diri. Tidak terima dengan tindakan anaknya itu, Riyanto kemudian melaporkan kasus itu ke Polres Sleman.

Tindakan itu terpaksa dilakukan karena tidak ada jalan lain untuk melindungi diri dari aksi nekat Badar yang kerap mengancam keselamatan jiwanya. Menurut Riyanto, Badar yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara itu dari kecil sudah nakal. Bahkan untuk urusan sekolah, SD saja tidak lulus.

”Dia itu sudah sering ngompasi (meminta uang dengan paksa) istri saya, bahkan adiknya juga. Kepada penyidik,Badar mengakunekatmenusukbapaknya lantaran kesal tidak disekolahkan seperti adik-adiknya.Tidak hanya itu,dia juga merasa dibedakan dari adik-adiknya.”Saya memang kesal,”kata Badar. muji barnugroho

08.00 | Posted in , | Read More »

Pengajian Ahmadiyah Dihentikan

YOGYA (KRjogja.com) - Pelaksanaan pengajian tahunan Ahmadiyah yang digelar di komplek SMA PIRI I Yogyakarta terpaksa dihentikan, Jumat (13/1). Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan, mengingat kondisi di luar lokasi pengajian cukup tegang dan kurang kondusif.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, keputusan penghentian tersebut merupakan hasil pertemuan antara panitia dan Muspida Kota Yogyakarta yang dipimpinnya. Setelah itu akhirnya panitia bersedia menghentikan kegiatan tersebut.

"Perlu saya sampaikan kami sudah berbicara dengan panitia penyelenggara pengajian tahuan bersama jajaran Polda dan Kodim. Kami menjelaskan, situasi dan kondisi masyarakat Kota Yogyakarta saat ini kurang kondusif, sehingga kami minta berhenti. Hal ini bisa dipahami peserta pengajian. Mereka bisa menyelesaikan kegiatannya sore hari ini," terang Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di sekitar lokasi pengajian tahunan Ahmadiyah.

Haryadi Suyuti juga menegaskan, pihaknya bernegosiasi bukan untuk membubarkan , tapi meminta panitia untuk mengakhiri. "Jaminan keselamatan kepada mereka sudah dibicarakan dan ini tanggungjawab TNI dan Polri," tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Gondokusuman, Kompol Hadi Utomo mengatakan, kondisi di arena pengajian sejauh ini dalam keadaan aman dan terkendali. “Kegiatan di dalam tetap aman. Ini untuk keamanan bersama,” tegasnya. (Den)


Ormas Islam Yogyakarta Serbu Pengajian Ahmadiyah

YOGYA (KRjogja.com) - Ratusan orang yang tergabung dalam Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Gerakan Anti Maksiat (GAM), Gerakan Pemuda Kabah (GPK) dan Front Jihad Islam (FJI) mendatangi pengajian tahunan Ahmadiyah yang digelar di komplek SMA PIRI I Yogyakarta, kawasan Baciro, Gondokusuman, Jumat (13/1). Massa mendesak Ahmadiyah dibubarkan karena dianggap sesat dengan meyakini adanya nabi lain setelah Nabi Muhammad.

Massa yang mencoba mendekati lokasi kongres dan berniat membubarkannya tertahan di depan Wisma Dharma Putra yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat berlangsungnya acara. Barikade puluhan anggota Satuan Samapta Polresta Yogyakarta membentuk pagar betis dan menghalau pengunjukrasa agar tidak merangsek ke lokasi kongres.

Di tempat ini massa ormas Islam tersebut berorasi dan menyerukan perang jihad melawan Ahmadiyah. “Sejauh ini berlangsung aman,” tegas Kapolsek Gondokusuman, Kompol Hadi Utomo mewakili Kapolresta Yogyakarta, Kombes Mustaqim.

Hingga berita ini diturunkan aksi massa masih berlangsung. Sementara kongres sendiri dijadwalkan akan berakhir pada petang hari nanti. (Den)

Suber Berita & Foto : Krjogja.com

19.20 | Posted in , , | Read More »

Raskin di DIY Mulai Disalurkan Pekan Depan

YOGYAKARTA--MICOM: Kepala Bulog Divre DIY Darsono Imam Yuwono menyatakan mulai Senin (16/1), raskin di DIY mulai disalurkan. Wilayah pertama yang mendapat penyaluran adalah Kabupaten Gunungkidul. Untuk wilayah lain akan mulai disalurkan, Rabu (18/1).

"Untuk Januari-Mei, raskin yang disalurkan sama dengan tahun lalu," terangnya, Kamis (12/1).

Raskin yang disalurkan di 4 kabupaten dan 1 kota di Provinsi DIY pada 2011 sekitar 3.024 ton. Sesuai dengan SK Menkokesra, mulai Juni dan seterusnya, Bulog baru menggunakan data BPS tahun 2011. Untuk jumlah raskin yang disalurkan Darsono mengaku belum mengetahuinya.

Untuk stok beras di gudang Bulog DIY, terangnya masih ada 5.300 ton. Jumlah tersebut belum termasuk beras yang sedang dalam perjalanan dari Jawa Timur ke gudang Bulog sebanyak 5.000 ton.

Stok tersebut, terangnya, aman hingga Maret. Bahkan, jika diminta untuk operasi pasar Bulog DIY pun mengaku siap. Namun, hingga sekarang belum ada permintaan dari dinas terkait untuk melakukan operasi pasar.

Sumber : Media Indonesia

21.26 | Posted in , | Read More »

Bencana Alam-Tebing Longsor Terjang Satu Rumah

KULONPROGO– Rumah milik MitroWidarto,78,warga Dusun Semawung, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang rusak parah setelah tertimbun tanah longsor pada Selasa (10/1) malam.

Tiga rumah dan satu musala yang berdekatan dengan rumah milik korban juga terancam. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (10/1) sekitar pukul 21.30 WIB diawali dengan hujan yang cukup deras sejak pukul 16.00. Akibatnya, tebing di belakang rumahnya ambrol sejauh 300 meter hingga menghantam rumahnya. ”Kerugian kami sekitar Rp30 juta,” ujar Mitro kemarin. Dua rumah milik Suranto, 55 dan Wahyudi,58,juga terancam. Kedua warga ini merupakan anak kandung korban. Rumah milik Sutopo, tetangga korban, juga terancam karena hanya berjarak tidak lebih dari 200 meter.

”Tiga rumah dan satu musala terancam,” ucapnya. Awal 2012 lalu sebenarnya tebing di belakang rumahnya juga longsor.Namun,waktu itu volumenya tidak besar dan tidak sampai menerjang rumah. ”Jadi ini longsoran yang kedua. Longsoran pertama hanya kecil, yang kedua sangat besar,” ucapnya. Dia bersyukur dua kali longsoran tidak sampai menimbulkan korban jiwa. ”Begitu ada longsoran kecil pada 1 Januari lalu, kami sekeluarga langsung mengungsi ke musala selama 11 hari,” kata Suranto.

Kepala Desa Banjaroya Windarto membenarkan tebing longsor sepanjang 300 meter itu ikut mengancam 4 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 12 jiwa itu. Rumah milik korban kemungkinan tidak bisa ditempati lagi karena kerusakannya parah. ”Kemungkinan harus direlokasi,” ucapnya. Evakuasi harus segera dilakukan karena material longsor juga mengancam jalan kabupaten yang berada tepat di bawah rumah korban longsor.

”Jika tidak segera ditangani, longsor bisa menutup jalan kabupaten, khususnya ruas jalan Slanden-Sendangsono,” ujarnya Petugas Tagana Tuti Utara, Subandi mengatakan, dalam penanganan tanah longsor ini, pihaknya sudah memberikan bantuan logistik berupa dua dus mi instan dan makanan kecil untuk kerja bakti warga. ridwan anshori Sumber : Seputar Indonesia

11.10 | Posted in , | Read More »

UGM Sokong Pembuatan Gudeg

YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan merintis budi daya hutan tanaman nangka di lingkungan masyarakat. Selain penghijauan, budi daya ini juga untuk memasok buah nangka sebagai bahan pokok masakan gudeg yang dirasakan pasokannya masih kurang.

Guru besar UGM Sutaryo mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya membentuk tiga kelompok yang tugasnya berbeda tapi terintegrasi. Mereka ada yang bertugas membantu budi daya tanaman, teknologi pembuatan gudeg, serta pendampingan produksi dan pemasaran. ”UGM juga sedang melakukan pengembangan teknologi untuk pengawetan gudeg.

Untuk mendukungnya, selain membutuhkan bibit berkualitas, juga bagaimana gudeg bisa tahan lama tapi tidak mengurangi cita rasanya,”ungkap Sutaryo dalam diskusi antarpakar UGM di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM kemarin. Peneliti pangan dan gizi UGM Eni Harmayani menjelaskan, selain mengembangkan teknologi pengawetan gudeg, kampus juga berencana memberikan pendampingan dan pelatihan mengenai teknologi tersebut kepada penjual gudeg.

”Jadi,selain harus didukung produksi massal,masalah proses pemasarannya juga harus dibantu,”paparnya. Menurut Eni, jenis nangka yang paling baik digunakan sebagai bahan baku untuk membuat gudeg adalah nangka yang kulitnya hijau karena teksturnya kompak dan tidak hancur saat direbus.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan Moh Na’iem mengatakan,Fakultas Kehutanan sudah memiliki bibit pohon nangka dari 11 varietas yang ditanam di kawasan Wanagama Gunung Kidul. ”Bibit ini kita ambil dari 11 provinsi,” ucapnya. priyo setyawan Sumber Berita : Seputar Indonesia Sumber Gambar : wikipedia

20.04 | Posted in , | Read More »

Leptospirosis Mulai Berjangkit di DIY

YOGYAKARTA--MICOM: Seorang warga Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, positif mengidap penyakit leptospirosis. Pasien tersebut tertena penyakit yang diakibatkan kencing tikus tersebut saat tengah bersih-bersih lingkungan rumah.

Pasien tersebut kini telah ditangani dengan baik. Munculnya kasus tersebut membuat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta waspada terhadap penyakit leptospirosis. Terlebih lagi, sekaran ini memasuki musim penghujan. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta pun meminta warga agar meningkatkan kewaspadaan diri.

"Di Kota Yogyakarta penularannya dari tikus rumah," terang Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Yogyakarta, Vita Yulia, Selasa (10/1).

Rumah-rumah yang kebersihannya tidak terjaga harus waspada. Pasalnya, air kencing tikus bisa menyebar melalui air hujan atau banjir yang mengalir.

Warga pun diminta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk menghindari penyebaran leptospirosis. Setelah beraktivitas apapun cuci tangan dengan sabun dan gunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di tempat-tempat kumuh yang dicurigai ada bercak kencing tikus gunakan alat pelindung diri.

Kasus leptospirosis pada 2011 terbilang tinggi. Pasalnya, dari 44 warga yang dinyatakan positif terjangkit leptospirosis, tujuh orang meninggal dunia.

Vita menjelaskan, gejala leptospirosis adalah badan panas, nyeri pada otot betis, mata nyeri dan memerah, serta mual. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan ke puskesmas terdekat.

Untuk tenaga medis, mereka semua sudah siap di puskesmas-puskesmas di Kota Yogyakarta. Obat-obatan pun masih mencukupi. Ia berharap, pada 2012 ini kasus Leptospirosis akan menurun dibandingkan tahun lalu. (AT/OL-04)

Sumber Berita : Media Indonesia Online
Sumber Gambar: Wikipedia

08.42 | Posted in , , | Read More »

Tanah Ambles Terus Meluas

GUNUNGKIDUL – Peringatan tanah ambles oleh Badan Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Bakesbangpolinmas dan PB) benar- benar terjadi.

Setelah terjadi di Telaga Moto Indro, Dusun Temuireng II, Girisuko,Panggang, beberapa waktu lalu, kini tanah ambles terjadi di Kecamatan Rongkop.Tepatnya di halaman rumah milik Sowirejo, 60,warga Dusun Tirisan RT 26/7, Karangwuni, Rongkop. Sebuah lubang dengan diameter sekitar 3 meter dengan kedalaman hampir lima meter terbentuk, Sabtu (7/1) dini hari.

Menurut Karsitem,anak Sowirejo, Jumat (6/1) siang, tempat tersebut masih digunakan anak-anak bermain. Beruntung kejadian yang aneh ini terjadi saat dini hari.”Kami kaget di pagi hari tiba-tiba ada lubang di halaman rumah kami,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Sabtu (7/1) siang,warga berdatangan untuk melihat kejadian yang langka ini.Sebuah lubang dengan dinding tidak beraturan menganga dan terus melebar karena kikisan tanah.

” Ini kan kelihatan melebar ke samping. Kami khawatir juga jika mengenai corblok jalan dusun ini,” katanya. Untuk menghindari bahaya bagi warga dan anak-anak, pemilik rumah memasang tanda dengan beberapa kayu dan ranting di atas kubangan tersebut. Sementara itu,Sowirejo mengaku sempat mendengar suara pada Sabtu (7/1) dini hari. Suaranya seperti dentuman,tapi dikatakan sangat dalam.

” Suaranya mak glung, kaya suara mercon besar.Kemudian,saya juga merasa rumah saya sedikit bergetar,” ujarnya. Hingga kini warga membuat pembatas areal secara melingkar di lokasi tersebut. Bahkan jalan dusun juga ditutup dan hanya memberikan jalan untuk pengendara sepeda motor. Kepala Dukuh Tirisan, Sutarno menjelaskan, hampir semua warga di RT 26 mendengar suara amblesan tersebut.

” Awalnya hanya selebar 2 meter, sekarang sudah 3 meter. Tanahnya setiap saat semakin bergerak dan melebar,serta semakin mendalam,” ucapnya. Dia mencatat ada rumah milik 7 KK yang terancam tanah ambles ini.Rumah tersebut adalah milik Satino, Sowirejo, Sutarno,Tulus,Giyo,Sukadi, dan Sarmo.

”Kemungkinan akan kita timbun dengan batu keprus.Namun kita lihat dulu kalau sudah tidak ada gerakan,” papar Sutarno. Kemarin Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi meninjau lokasi. Dia berharap warga tetap tenang sambil menunggu ahli pertambangan dan juga geologi. suharjono  

Sumber : Seputar Indonesia

08.34 | Posted in , | Read More »

Sultan: Pelabuhan Kulon Progo Jalan Terus

YOGYAKARTA,KOMPAS.com — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X memastikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarta tidak akan terhambat kontrak karya tambang pasir besi. Karena itu, tahun 2012 ini pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarta di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, akan dilanjutkan.

”Sudah ada penyelesaian, tidak ada masalah. PT JMI kan hanya mengambil pasir besinya dan pabriknya juga bukan di situ,” paparnya, Senin (9/1/2012), di Yogyakarta.

Dari total luas Pelabuhan Tanjung Adikarta 10 hektar, 7,9 hektar di antaranya berada di dalam areal kontrak karya penambangan pasir besi PT Jogja Magasa Iron (PT JMI), dan 2,1 hektar berada di luar daerah kontrak karya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY Sudiyanto menambahkan, sebelum Maret 2012, persoalan tentang kawasan pembangunan yang bersinggungan dengan areal tambang sudah selesai dan pembangunan pelabuhan bisa dilanjutkan.

Tahun 2012 pembangunan pelabuhan meliputi penyempurnaan pengerukan kolam pelabuhan, pembangunan ground sill  (penahan pasir dari bagian hulu sungai), dan pembangunan pagar pelabuhan.

Sumber Berita : Kompas Online
Sumber Gambar : http://kulonprogonews.wordpress.com/

12.50 | Posted in , | Read More »

Ini Dia Penyebab Melonjaknya Orang Miskin di Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, -- Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan, jumlah orang miskin di provinsi itu melonjak sebanyak 3.350 jiwa dalam waktu tujuh bulan di tahun 2011. Akibatnya, jumlah warga miskin di DIY melonjak menjadi 564.230 jiwa dari sebelumnya 560.880 jiwa. Idul Fitri dan meletusnya Gunung Merapi menjadi salah satu pemicu melonjaknya jumlah warga miskin.

Kepala BPS DIY, Dyan Purnomo Effendi, mengatakan, penambahan warga miskin itu terjadi  terjadi pada periode Maret-September 2011. "Ada kenaikan warga miskin sebanyak 3,23 persen dalam kurun waktu tujuh bulan itu,'' ujarnya kepada wartawan Senin (2/1). Saat ini, menurut dia, jumlah penduduk DIY  mencapai 3.457.491 jiwa.

Jumlah warga miskin  paling banyak bertambah pada bulan Agustus dan September. Menurutnya, pada pada bulan Agustus ada hari Raya Idul Fitri, sehingga banyak warga membelanjakan uangnya untuk kebutuhan hari raya. "Akibatnya banyak warga yang masuk kategori miskin karena uangnya habis untuk itu," terangnya.

Kemiskinan itu, kata dia,  merupakan suatu kondisi sejumlah penduduk tidak mampu mendapatkan sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum. Garis kemiskinan pada September 2011 sebesar Rp 257.909/ kapita/ bulan. Sedangkan pada bulan Maret sebesar Rp 249.629/kapita/bulan.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS, Rahmawati, mengatakan penambahan warga miskin tersebut juga akibat dampak musibah erupsi gunung Merapi tahun 2010 lalu. Berdasarkan data , kata Dyan, garis kemiskinan di daerah perkotaan pada September 2011 sebesar Rp 273.678/kapita/bulan. Jumlah itu naik sebesar 2,98 persen dibandingkan Maret 2011 yang hanya Rp 265.752/kapita/bulan. Sedangkan garis kemiskinan di daerah pedesaan pada September 2011 Rp 226.770/kapita/bulan. Jumlah itu naik sebesar 4,06 persen dibandingkan Maret 2011 yang hanya Rp 217.923/kapita/bulan.

Sumber Berita & Gambar : Republika

07.56 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels