Toko Kembang Api Ludes Terbakar

YOGYAKARTA – Kebakaran hebat melanda toko perlengkapan pesta dan kembang api “Bola Party City” milik Aiem di Jalan Kyai Mojo No 45 Tompean,Bener, Tegalrejo,Kota Yogyakarta,sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, tapi sumber api diduga berasal dari kembang api di dalam gudang meledak. Menurut saksi di lokasi kejadian, Aswin, 31, sebelum terjadi kebakaran terdengar ledakan keras dari dalam gudang. Ledakan yang diduga dari kembang api itu membuat sejumlah karyawan toko lari berhamburan menyelamatkan diri. “Kebetulan (saat kebakaran) saya lagi antre gas di toko sebelah barat.

Pertama itu belum keluar asap,tapi ledakan keras muncul terus-terusan dan saya kira itu cuma orang nyoba kembang api,”ungkapnya. Ledakan kembang api yang terus bermunculan mirip perayaan Tahun Baruituterlihatjelas dari kejauhan.Kondisi itu membuat warga di sekitar lokasi panik.

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta dibantu dari Sleman dan Bantul berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan lain. Api baru berhasil dijinakkan sekitar 2 jam setelah kejadian.“ Selain menyemprotkan air ke titik sumber api, kita juga memfokuskan menyemprotkan air ke tabung gas besar itu agar tidak terjadi ledakan yang lebih besar,” kata Buntara, salah seorang petugas pemadam kebakaran dari Pemkot Yogyakarta.

Tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Semarang yang tiba di lokasi langsung menyelidiki penyebab kebakaran. Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Donny Siswoyo mengatakan, penyebab kebakaran belum bisa diketahui karena masih diselidiki. Pemilik toko kembang api Aiem dan keluarganya enggan untuk ditemui wartawan. muji barnugroho/ maha deva 

Sumber Berita: Seputar Indonesia
Sumber Foto : Antara Foto

13.47 | Posted in , | Read More »

Kejar-Kejaran Dengan Polisi,Pencuri Motor Ditembak

SLEMAN-Aksi Kejar-kejaran antara Puji Ariyanto alias Anang, 23, warga Kagungan, Tempak, Candimulyo, Magelang dan polisi Satreskrim Polres Sleman yang terjadi di wilayah Magelang, Jawa Tengah, Senin (27/2) sore kemarin, terhenti setelah polisi menyarangkan timah panas di kaki kanan Anang.

Anang ditembak polisi lantaran diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor Kawasaki Ninja Nopol AA 8004 VB milik majikannya, Hermawati, 42, di Gang Irian Puwosari, Sinduadi, Mlati, Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Tersangka kita tangkap saat masih menggunakan motor curiannya. Dan terpaksa dilumpuhkan oleh anggota kita karena berusaha melarikan diri,” kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Widy Saputra didampingi Kanit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Iptu Zaky Maghfur, Selasa (28/2) kemarin.

Dari hasil penyidikan, tersangka mengaku baru pertama kali melakukan tindakan kriminal. Namun kepolisian menduga masih ada tempat kejadian perkara lainnya yang dilakukan Anang. Hingga kemarin kasusnya masih dalam pengembangan.Anang dijerat pasal pencurian dan pemberatan (Curat).

Informasi yang dihimpun Harian Jogja, saat melakukan pencurian sepeda motor di rumah Hermawati tersangka sudah mengetahui situasi dan kondisi rumah korban. Dikarenakan ia merupakan karyawan korban yang bekerja sebagai sopir angkut barang di toko sayuran milik korban dan ia juga sudah sering main ke rumah korban. (sun)

Sumber : Harian Jogja

17.28 | Posted in , | Read More »

Waspadai Pencurian Modus Tagih Utang

YOGYAKARTA– Warga Kota Yogyakarta jangan langsung percaya kepada orang yang datang dan mengaku sebagai debt collector. Bisa jadi dia hanya pencuri yang ingin menggondol barang berharga dengan modus penagihan utang.

Pencurianbermoduspenagihan hutang itu dialami Aan Martadinata, 23,warga kos di Jalan Empu Gandring, Pandeyan, Umbulharjo. Saat kejadian,Jumat (24/2) sekitar pukul 21.00 WIB, korban yang sedang pergi mencari makan dicari oleh orang yang mengaku debt collector.Pelaku mendatangi kos-kosan korban dan kepada teman-teman korban mengaku mau mengambil barang milik korban.

Farid Nur Arifin, 19,warga Cilacap yang merupakan teman satu kosan dengan korban kepada polisi mengatakan, setelah menjebol kunci pintu kamar menggunakan besi, pelaku lantas mengambil laptop. Pelaku datang berdua, sedang satu lainnya menunggu di luar kos-kosan dan berjaga di atas motor. ”Setelah mengambil laptop, dia mengaku bernama Deni utusan debt collector dari Colombo,”ujar Farid.

Setelah pelaku pergi, beberapa menit kemudian korban pulang ke kos dan mendapati laptop merek HP miliknya hilang. Korban yang merasa tidak memiliki utang, lantas melaporkan kasus itu ke polisi. Selang beberapa jam setelah mendapatkan laporan, Sabtu (25/2) sekitar pukul 03.00 WIB, polisi berhasil menangkap pelaku yang saat itu tengah membeli pulsa di konter Jalan Glagahsari, Umbulharjo.

Pelaku yang bernama Supriyadi, 32, warga Pandeyan, Umbulharjo langsung diamankan ke Polsek Umbulharjo.Namun, barang bukti laptop hasil kejahatannya sudah dijual di Pasar Klitikan, Wirobrajan. ”Hasil penjualan saya gunakan untuk membeli minuman keras dan untuk jajan di Pasar Kembang. Sisanya saya berikan keluarga,” katanya saat ditemui wartawan kemarin.

Supriyadi mengaku baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan Yogyakarta karena kasus pencurian. Setelah keluar dari penjara, dia merasa suntuk karena tidak memiliki pekerjaan. Karena beban keluarga yang ditanggung, Supriyadi pun nekat melakukan pencurian laptop. ”Keinginan itu muncul begitu saja. Begitu melintas liat koskosan sepi langsung mampir,” ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Fontein Aritonang mengatakan, dari hasil penyidikan,pelaku itu melakukan pencurian sendirian. Teman yang diminta menunggu di atas motor rupanya tidak mengetahui aksi yang dilakukannya. ”Memang dia (pelaku) sudah residivis.Akibat pencurian laptop itu,dia dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun,”tandasnya. muji barnugroho
Sumber :Seputar Indonesia

08.43 | Posted in , , | Read More »

Diasuransikan, Tak Perlu Cemas Gagal Panen

BANTUL – Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan lagi-lagi melakukan kunjungan ke daerah-daerah. Kali ini PT Sang Hyang Seri di Desa Patalan, Jetis, Bantul yang menjadi jujugannya.

Mantan Dirut PLN tersebut bertandang ke Patalan dalam rangka meninjau pelaksanaan program intensifikasi gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K). Meneg BUMN mengatakan, dirinya menaruh fokus pada masalah pangan agar Indonesia kembali menjadi negara yang swasembada pangan.”Sejak dilantik saya mulai terpikir soal itu. Dunia mulai khawatir kekurangan pangan selain energi. Oleh karena itu saya mulai berpikir untuk bersama-sama membesarkan BUMN pangan,” tutur Dahlan. Faktor cuaca masih menjadi kendala negara Asia Tenggara termasuk Indonesia untuk mencapai swasembada pangan secara konstan.

Dahlan menyebutkan, faktor banjir menjadi penyebab negara Thailand tak banyak mengekspor besar ke negara lain, karena panenan petani di sana terkonsentrasi untuk pemenuhan kebutuhan domestik. Persoalan lain yang muncul adalah persepsi riil atas komoditas pangan lainnya seperti gula, beras, jagung dan kedelai yang telah menjadi komoditas utama yang dicari. Karenanya, Kementerian BUMN berencana membuka areal sawah baru seluas 100.000 hektare di Kalimantan Timur yang menelan biaya investasi sekitar Rp7-9 triliun.

Yang menarik dari acara tersebut adalah kerja sama yang dibangun oleh PT Sang Hyang Seri dengan PT AA Pialang Asuransi. Satu terobosan baru dimana para petani binaan PT Sang Hyang Seri telah diasuransikan. Asuransi tersebut meng-cover musibah gagal panen dan masalah-masalah pertanian lain,termasuk rusaknya tanaman.

Direktur Utama PT AA Pialang Asuransi Wasith Su’ady mengatakan, petani tidak perlu khawatir lagi karena semua risiko pertanian akan diganti oleh asuransi di bawah penanganan PT AA Pialang Asuransi sebagai broker dan konsultan asuransi. ”Kerja sama ini merupakan tahap awal program asuransi tanaman yang memberikan manfaat kepada para petani,”tutur Wasith. Suharjono/moch fauzi

Sumber : Seputar Indonesia

20.36 | Posted in , , | Read More »

Puncak Musim Hujan di Yogyakarta Hingga Maret

YOGYAKARTA : Belakangan hari ini, Daerah Istimewa Yogyakarta diguyur hujan secara terus menerus.
Walau demikian, Stasiun Geofisika Badan Meteorogi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksikan puncak musim hujan di wilayah itu akan terus terjadi hingga Maret.

"Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi sampai bulan Maret," terang Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Yogyakarta, M Riyadi, Minggu (26/2).

Pada saat itu, curah hujan mencapai 350 mm per bulan, dan tergolong intensitas tinggi.

Dari catatan BMKG Yogyakarta, peningkatan intensitas hujan sudah dirasakan pada Februari ini. Rata-rata curah hujan Februari ini di DIY mencapai di atas 350 milimeter (mm), sedangkan di Kabupaten Kulon Progo sebelah Utara curah hujan mencapai 392 mm.

Intensitas curah hujan tersebut akan turun saat memasuki April dengan intensitas sedang. Pada Mei, intensitas curah hujan akan terus turun.

Pada saat itu pula, musim hujan diperkirakan akan berakhir. "Musim hujan akan berakhir di awal bulan Mei pada minggu kedua," ucapnya.

Ia pun memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap ancaman bahaya banjir. Selain banjir lokal, ancaman banjir lahar dingin juga masih ada karena masih ada material erupsi Merapi yang tersisa. (AT/OL-3)

Sumber : Media Indonesia

12.44 | Posted in , | Read More »

Ketika Menteri BUMN Berpetualang Di Gunungkidul

Selama 45 Menit, Dahlan Uji Nyali

Gunungkidul - Keindahan dan nuansa penuh petualangan yang ditawarkan salah satu kawasan wisata minat khusus, Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Karangmojo,Gunungkidul menarik minat pejabat tinggi negara untuk menikmatinya.

Salah satunya dilakukan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.Dia menjadi salah satu saksi keindahan stalagtitGua Pindul dengan arus sungai bawah tanahnya yang landai. Sabtu (25/2) petang lalu, wartawan senior ini memberanikan diri untuk berpetualang di gua berkedalaman 400 meter tersebut.”Ternyata asyik juga ya,sangat menyenangkan,” kata Dahlan dengan pakaian khusus baju pelampung berwarna putih dengan garis merah ketika bersiap-siap untuk memulai uji nyali selama hampir 45 menit tersebut.

Mantan Dirut PLN ini tampak tersenyum puas ketika dia dipandu oleh pemandu wisata khusus Gua Pindul mulai menyusuri lorong-lorong gua.Usai menyusuri gua,pemilik perusahaan media ternama di Jawa Timur ini kembali mengacungkan jempolnya setelah menikmati petualangan ini. ”Menakjubkan.Yang lebih hebat pemandunya,karena bisa membuat orang senang. Gunungkidul juga tidak bisa diejek sebagai daerah minus. Dulu sempat dijadikan bahan ejekan,kini kekayaan alam Gunungkidul dijadikan modal utama untuk memajukan Gunungkidul,”kata Dahlan.

Puas menjelajah dan berpetualang di gua,Dahlan kemudian menikmati hidangan pedesaan berupa wedang ronde serta kacang goreng tanpa minyak sebelum bergegas meninggalkan objek wisata ini. Kepala Bidang Promosi dan Usaha Pemasaran Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Supriyadi mengatakan, kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan menjadi sebuah momentum dan meyakinkan masyarakat Gunungkidul akan keindahan alam yang dimiliki.

”Ini sebuah pengharagan yang luar biasa. Karena Pak Menteri menyempatkan diri meluangkan waktu datang dan menjajal cave tubing yang menyenangkan ini,” katanya. Menurut Supriyadi,Gua Pindul akan terus ditata untuk menarik minat wisatawan datang ke objek wisata ini terutama bagi mereka yang suka berpetualang.”Potensi wisata minat khusus menjadi agenda utama kami untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Untuk menikmati keindahan alam di Goa Pindul inipun juga tidak mahal.Satu paket wisata cave tubing dilanjutkan dengan kuliner tradisional,wisatawan hanya dikenai biaya sebesar Rp35.000.SUHARJONO-Gunungkidul

Sumber Berita: Seputar Indonesia
Sumber Gambar : travelwan.com

09.33 | Posted in , , | Read More »

Banjir Lahar Dingin Merapi di Tujuh Sungai

Akibat banjir itu 1 rumah roboh, 10 rumah rusak ringan.

Yogyakarta - Banjir lahar dingin masih terjadi di sungai yang berhulu di Puncak Merapi. Kepala Pusat Data Informasi Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pada Sabtu sore 25 Februari 2012 terjadi banjir lahar dingin di tujuh sungai yaitu Kali Pabelan, Blongkeng, Putih, Batang, Lamat, Krasak dan Bebeng.

Akibatnya, lanjut dia, bronjong sepanjang 70 meter di timur Dusun Nabun, Desa Gulon, Kecamatan Salam dan di Dusun Surodadi, Kecamatan Sawangan hanyut. Selain itu akibat hujan deras di lereng Merapi itu  mengakibatkan 1 rumah roboh di Dusun Krajan. "Sementara itu 10 rumah rusak ringan di dusun Krajan," kata Sutopo dalam pesan singkatnya, Minggu, 26 Februari 2012.

Menurutnya sistem peringatan dini lahar dingin yang dipasang BNPB dan BPPTK Badan Geologi berfungsi dengan baik sehingga masyarakat dapat melakukan evakuasi lebih awal sebelum terkena lahar dingin. Aparat pemerintah hingga tingkat desa memperoleh peringatan dini melalui radio komunikasi dan menyampaikan ke masyarakat. Hingga saat ini aparat BPBD, SAR, TNI, relawan dan masyarakat masih berada di lokasi.

Sebelumnya Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo mengatakan masyarakat perlu mewaspadai banjir lahar akibat hujan deras di Puncak Merapi, terutama bagi warga yang berada di lereng sisi barat Merapi.

"Material Merapi yang berada di sisi barat cenderung halus sehingga rawan terbawa arus saat hujan lebat berlangsung yang menyebabkan banjir lahar," katanya. (adi)

Sumber Berita & Gambar : Vivanews

17.50 | Posted in , | Read More »

Dijaga Polisi, 18 Imigran Kabur

BANTUL – Kepolisian DIY kembali kebobolan saat mengamankan para imigran gelap asal Timur Tengah.Pagi kemarin, 18 dari 35 imigran yang baru sehari dipindahkan ke Pondok Pemuda,Bantul kabur.

Lima imigran berhasil ditangkap kembali di Yogyakarta, sementara 13 lainnya masih buron. Kaburnya belasan tahanan ini menjadi tamparan bagi kepolisian. Pada 20 Oktober 2011 lalu, 17 imigran asal Afghanistan juga kabur saat dititipkan di Hotel Kalasan Inn, Grogol, Juwanen, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Mereka meloloskan diri dari kamar di lantai dua dengan cara menggunakan selimut yang diuntai menjadi tali hingga ke bawah beberapa jam setelah diserahkan dari Polres Bantul ke Kantor Imigrasi kelas IA Yogyakarta.

Sementara 18 tahanan yang kabur kemarin sebelumnya menempati Rutan Pajangan, Kasihan. Lokasi baru yakni Pondok Pemuda berlokasi di Balai Pemuda dan Olahraga, Dusun Ambar Binangun,Tirtonirmolo, Kasihan. Para imigran yang kabur diketahui berasal dari Afghanistan. Diperkirakan mereka kabur sekitar pukul 05.30 WIB atau setelah mereka diberi jatah makan pagi. Dari 18 imigran yang kabur 5 di antaranya berhasil ditemukan di dua lokasi yang berbeda.

Dua orang berhasil ditangkap polisi di Stasiun Tugu,Yogyakarta, sedang tiga lainnya di Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Yogyakarta. Saat ditemukan, mereka hanya mengenakan pakaian dan alas kaki. Mereka tidak membawa bekal sama sekali. Imigran yang berhasil diamankan, langsung dikembalikan ke tempat penampungan Pondok Pemuda.

Sedang 13 orang imigran lainnya yang berhasil lolos hingga kemarin keberadaannya belum diketahui, namun teridentifikasi 4 orang telah berhasil menumpang bus dengan tujuan Purwokerto dari daerah Ambarketawang, Gamping, Sleman. Dari 13 orang imigran yang kabur,diketahui satu orang di antaranya bernama Jawad Ali, 17, yang merupakan satu-satunya imigran yang bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.

Kepolisian bersama petugas dari Kantor Imigrasi kelas IA Yogyakarta hingga kemarin sore masih terus melakukan penelusuran para imigran itu. Namun demikian, dengan keikutsertaan Jawad Ali dalam kaburnya imigran itu, semakin mempersulit dalam melakukan penelusuran. Selain lancar dalam berbahasa Indonesia, dia juga diketahui sebelumnya sudah mengetahui sebagian kecil wilayah Indonesia karena satu tahun pernah belajar di Jakarta.

Dari penelusuran SINDO di lokasi penampungan, diketahui imigran asal Timur Tengah yang sebelumnya diamankan dari Pantai Samas, Sanden, Bantul pada Jumat (17/2) itu ditempatkan di dua wisma masing- masing Wisma Budaya dan Wisma Bahasa di gedung bagian selatan kompleks Pondok Pemuda. Di belakang Wisma Budaya terdapat bangunan musala. Di belakang musala terdapat kebun milik warga.

Sedang, seluruh kompleks dikelilingi pagar besi dan sebagian pagar tembok dengan ketinggian 1 sampai 1,5 meter. Polisi dari Polres Bantul yang berjaga sebagian menempati bangunan kantor sekretariatan di bagian depan yang bersampingan dengan gedung utama atau Ndalem Ageng. Sebagian polisi berjaga di musala Berbeda dengan penampungan di Rutan Pajangan yang berupa sel,penampungan Pondok Pemuda lebih berupa wisma.

Imigran gelap ini secara bebas dapat keluar masuk wisma untuk ke musala atau berkeliling kompleks penampungan dalam pengawasan petugas. Diduga, para imigran kabur dengan cara melompat pagar saat penjaga tengah melakukan pergantian tugas jaga. Wakapolres Bantul Kompol Aap Sinwan Yasin menjelaskan, sejak dipindahkan dari Rutan Pajangan pada Jumat (24/2) sebanyak 20 personel dari Polres ditugaskan untuk melakukan penjagaan.

Namun dia justru belum mengetahui soal kaburnya lebih dari separuh imigran itu.“Ada yang kabur to, saya malah nggak tahu,” katanya. Pengelola Pondok pemuda Balai Pemuda dan Olahraga, Atmasir mengatakan, penempatan di Pondok Pemuda diakui sangat mendadak.Awalnya dia hanya mendapatkan telepon dari Youth Center Mlati, Sleman dan ditugaskan untuk menyiapkan ruangan.

“Biasanya pesan tempat itu seminngu sebelumnya dan memakai surat, tapi kemarin itu mendadak dan katanya hanya sampai Senin, saya sendiri malah belum tahu kalau ada yang kabur,” terangnya. Staf Bidang Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas IA Yogyakarta,Yanuar Teguh Pratomo saat ditemui terpisah membenarkan adanya imigran yang kabur itu.

Dia menduga Jawad yang mahir dalam berkomunikasi melalui bahasa Indonesia sebagai koordinator kaburnya imigran itu. “Sekarang tinggal 22 orang yang ada di sini, mereka nantinya tetap akan kita kirim ke Denpasar dan rencananya Senin diberangkatkan,” paparnya. Data Kantor Imigrasi Kelas 1A Yogyakarta menyebutkan, 35 imigran asal Timur Tengah yang diamankan di Pantai Samas, Sanden, Bantul terdiri dari 9 orang warga Iran, yakni Teimaur Shauari, 34, Ali Reza, 8,Amir Reza ,2,Shibok Naki Zone,27, Nima Fadaei,28, Farzad Fadei,25,Parsa Alamda,17, Maisam ABD, 20, dan Basil Ali,20.

Sedang lima dari warga Irak yakni Ali Ismail,21,Ali Gumah, 22, Basem Muhsen,36, Hayder Jamal,23,Fahad Hamsa, 27. Terakhir 21 orang berasal dari warga Afghanistan. Mereka adalah Yausaf,63,Habibullah, 17, Muhammad Zia,17, Ahmed Shah,42,Jawad Ali,17, Hadi,35, Muhamad Ziz,17, Muhammad Husaain,17, M. Raza,17, M Ibrahim,40, dan Najibullah,31. Kemudian, Razan Ali,44, Musa Khan,28, Ciullam Raza,45, Raza,22, Ashraf Hussain,24, Ali,17, Abdul,54, Ahmad,17, Niamat Ali,16, dan Akhidod Haidari, 30. muji barnugroho

Sumber : Seputar Indonesia

15.42 | Posted in , | Read More »

Polisi DIY Tilang Becak Motor

YOGYAKARTA : Penilangan yang dilakukan polisi terhadap becak motor yang beroperasi di jalan sesuai dengan prosedur, kata Kepala Seksi Kerja Sama Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Komisaris Polisi Bambang Djuwito.

"Penilangan dilakukan karena becak motor dilarang beroperasi," katanya pada audiensi dengan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Yogyakarta, Jumat (24/2).

Menurut dia, pelarangan operasional becak motor dilakukan karena kendaraan itu tidak melalui mekanisme uji tipe kelaikan jalan, terutama ketika dilakukan modifikasi.

Perwakilan pengemudi becak motor Murtijo mengatakan pelarangan operasional becak motor merupakan kebijakan yang cukup memberatkan. Menurut dia, pelarangan tersebut memberatkan, karena selama ini becak motor merupakan satu-satunya sarana pokok yang digunakan untuk mencari nafkah.

"Pelarangan operasional becak motor menjadikan kami kehilangan mata pencaharian. Padahal, ada sekitar 2.400 anggota keluarga yang harus dihidupi dari sekitar 600 pengemudi becak motor di DIY," katanya.

Kepala Divisi Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Syamsudin Nurseha mengatakan kebijakan pelarangan becak motor yang berujung pada penilangan oleh pihak kepolisian terutama saat mereka beroperasi di daerah pinggiran patut dipertanyakan.

Hal itu, menurut dia, tidak sesuai dengan aturan yang tertuang pada Surat Edaran (SE) Gubernur DIY Nomor 551.3/06/2003 poin tiga tertanggal 24 Januari 2003 tentang pelarangan beroperasinya becak motor.

Ia mengatakan jika merujuk pada SE Gubernur DIY itu disebutkan jika becak motor tidak diperbolehkan melintasi ruas jalan utama kota dan kabupaten. "Namun, penilangan justru sering dilakukan polisi ketika becak motor beroperasi di daerah pinggiran," katanya.

Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana mengatakan, secara prinsip gubernur memang memiliki kewajiban untuk menegakkan aturan di atasnya dengan SE tersebut dan undang-undang (UU) yang berlaku  tidak bisa ditabrak kecuali ada judicial review.

"Pada dasarnya kami siap untuk duduk bersama mencari solusi dengan melibatkan semua pemangku kepentingan atau eksekutif," katanya. (Ant/OL-2)

Sumber berita: Media Indonesia
Sumber Foto : http://cahyaniekaromadhoni.blogspot.com

19.35 | Posted in , | Read More »

Pesta Ciu Oplosan 1 Tewas, 1 Kritis

BANTUL – Satu orang tewas dan seorang lainnya kritis setelah pesta minuman keras (miras) ciu oplosan Desa Kalicoro, Sendangsari,Bantul. Korban tewas adalah Febri Cahyo Nugroho, 23,warga Dusun Sungapan, Argodadi, Sedayu.

Febri mengembuskan napas setelah tiga hari diopname di RS PKU Bantul.Sedang Moko Sumarno, 29,warga Kalicoro, Sendangsari,Pajangan kondisinya kritis dan masih menjalani perawatan intensif tim dokter. Kedua korban berpesta ciu oplosan bersama empat orang lainnya, yakni Toirin, 25, Gandar Rumoko, 25,Yayan, 25,dan Joko Sutrisno, 23, semuanya warga Dusun Kalicoro, Sendangasari, Pajangan.

Pesta minuman haram itu dilakukan di rumah Moko,pada Senin (20/2) lalu sekitar pukul 19.30 WIB. Kapolsek Pajangan AKP Darwis menerangkan, malam itu mereka membeli sebanyak 8 botol miras jenis ciu berukuran 150 mililiter yang telah dioplos dengan alkohol murni dan susu. Setiap botol ciu olposan itu dibandrol dengan harga Rp15.000.

”Kita telah memanggil korban-korban lain yang sudah sadar untuk dimintai keterangan,” kata Darwis,kemarin. Marjoko, orang tua Febri mengaku belum mengetahui jika anaknya tewas akibat perta miras.”Saya tidak begitu tahu, yang saya ketahui karena sakit jantung,”ujarnya. muji barnugroho 

Sumber : Seputar Indonesia

08.34 | Posted in , , , | Read More »

1 Ons Heroin Disimpan di Tape Rusak

YOGYAKARTA– Polisi dari Satuan Reskrim Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Yogyakarta berhasil membekuk NP,18, kurir heroin asal Temanggung. Dari tangan NP, berhasil diamankan barang bukti 1 ons heroin siap edar yang diperoleh dari pengedar asal Nigeria.

NP yang merupakan residivis dan pernah berurusan dengan polisi dua tahun silam dalam kasus yang sama, berhasil diamankan pada Rabu (22/2) pukul 16.00 WIB di warung angkringan depan Hotel Sahid,Babarsari, Depok, Sleman. Penangkapan NP bermula dari adanya informasi yang diterima polisi yang mengatakan adanya pengedar heroin di daerah Temanggung yang tengah beroperasi di wilayah Yogyakarta.

Kasatres Narkoba Polresta Yogyakarta Kompol Andreas Deddy Wijaya mengatakan, setelah dilakukan penangkapan dan dilakukan tes urine,pelaku terbukti menggunakan narkoba. Darihasilpenyidikan,malam harinya Tim dari Unit II Satresnarkoba ditugaskan untuk melakukan penggeledahan di rumah pelaku Jalan Perintis Kemerdekaan, Temanggung.”Dari penggeledahan itu,berhasil didapatkan heroin dalam paket besar yang rencananya akan diedarkan,” katanya,kemarin.

Kanit II Iptu Tinton Yudha Riyamodo menerangkan, dari penggeladahan yang dilakukan di kamar rumah pelaku, pertama berhasil didapatkan 1 gram heroin yang disimpan di dalam lemari pakaian.Kemudian dari lemari lain,saat digeledah hanya ditemukan tape compo dalam kondisi rusak yang disimpan rapat. ”Dari temuan itu,kita mulai curiga dan begitu dibuka kita temukan 1 ons heroin yang rencananya akan diedarkan,”terangnya.

Dari temuan barang bukti sebanyak itu, pelaku lantas kembali menjalani penyidikan secara intensif. Dari hasil penyidikan, pelaku mengaku mendapatkan barang itu di ITC Mangga Dua,Jakarta dari seseorang yang berasal dari Nigeria. ”Awalnya dia mendapatkan telepon dari seseorang dan dibiayai 2 juta untuk mengambil barang itu,”ulasnya.

Semua keterangan pelaku saat penyidikan dijadikan petunjukbagipolisiuntukmelakukan penangkapan jaringan peredaran heroin di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.Pelaku dijerat dengan pasal 111 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang Narkotika dan masih diamankan di Polresta Yogyakarta. muji barnugroho 

Sumber : Seputar Indonesia

17.49 | Posted in , , | Read More »

Mulai Hari Ini, 1 Sekolah DIY Dijaga 2 Polantas

JOGJA—DIY menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan program satu sekolah dua polantas (SSDP). Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan berlalu lintas. Mulai hari ini, Kamis (23/2), di setiap sekolah di DIY akan dijaga oleh dua personel polantas.

Kadisdikpora DIY, Baskara Aji menjelaskan, pemberlakuan program ini dilakukan atas kerja sama Disdikpora dengan Polda DIY. Ia menjelaskan, DIY merupakan provinsi pertama yang memiliki peraturan gubernur tentang pendidikan lalu lintas siswa. Atas dasar itulah, kata Baskoro, program SSDP dimulai dari DIY.

“Melalui program ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan berlalu lintas. Selain menjalankan program ini ke depan kami juga akan melakukan pemantauan, jika ada sekolah yang benar-benar terbukti tidak ada pelanggaran lalu lintas maka akan kami berikan hadiah misalnya laboratorium atau ruang kelas yang dibutuhkan sekolah itu,” kata Baskara.

Kakorlantas, Irjenpol Joko Susilo menjelaskan, program SSDP dimulai dari DIY dan akan dikembangkan ke seluruh wilayah Indonesia. Dia menyebut korban kecelakaan lalu lintas sebagian besar adalah usia produktif termasuk pelajar. Dia berharap dengan SSDP juga mampu menekan sejumlah potensi kenakalan remaja termasuk meningkatkan keselatan dan juga peredaran narkoba.

“SSDP ini harus mampu mengarahkan para pelajar untuk meningkatkan keselamatan dan juga menekan potensi peredaran narkoba,” katanya.

Sumber : Harian Jogja

14.07 | Posted in , , | Read More »

Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Anak-Anak

SLEMAN : Polsek Prambanan menangkap seorang penjahat yang mencabuli sekurangnya 10 anak gadis usia sembilan hingga sebelas tahun.

Sales gas elpiji yang biasa menjajakan dagangannya keliling kampung itu ditangkap saat berada di Candi Ijo, Prambanan sedang berusaha menggagahi korbannya.

Di depan polisi, Juni Suryono, 43, warga Warungboto, Umbulharjo ini mengaku sudah mencabuli anak sekurangnya 10 anak yang berasal dari berbagai wilayah di DIY terutama di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.

Menurut pengakuannya, anak yang akan menjadi sasaran sudah diincarnya saat berkeliling membawa mobil penjualan gas elpiji. Kemudian, pada hari lain anak tersebut akan ditemui saat pulang sekolah.

Kapolsek Prambanan Komisaris Heru Setiawan mengemukakan, polisi terus melakukan pemeriksaan yang intensif. (OL-11)

Sumber : Media Indonesia

08.19 | Posted in , | Read More »

Imigran Nekat Lubangi Tembok Rutan Pajangan

BANTUL – Sembilan imigran gelap yang dikarantina di rumah tahanan (rutan) Pajangan, Bantul kembali berulah dengan berusaha kabur. Aksi mereka tergolong nekat,yakni dengan melubangi tembok rutan.

Apes, upaya mereka gagal karena tepergok petugas rutan pada Senin malam (20/2). Informasi yang diperoleh SINDO menyebutkan,para imigran ini mulai melubangi tembok dengan pompa tangan besi yang mereka bawa di dalam tas. Sedikit demi sedikit, lubang yang mereka buat makin lebar. Hingga Senin malam lubang yang dibuat tersebut besarnya hampir seukuran kepala orang dewasa.

”Peralatan mereka sudah diamankan. Kami juga sudah berkoordinasi agar semua barang bawaan yang ada di dalam tas diamankan agar tidak digunakan untuk kabur,” ujar staf Penindakan Disiplin Kantor Imigrasi kelas I Yogyakarta Yanuar Teguh,kemarin. Dijelaskannya, sebanyak 35 imigran dikarantina di Rutan Pajangan sejak upaya mereka menyelundup ke Australia digagalkan Polres Bantul di Pantai Samas pada 16 Februari lalu.Mereka diamankan di Blok C dan Blok D Rutan Pajangan.

”Yang berusaha kabur adalah tahanan di Blok C nomor 4 yang dihuni sembilan imigran,”terangnya. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai penanganan imigran gelap tersebut. Pihak imigrasi masih berkoordinasi mengenai rencana mengirim imigran gelap ini kembali ke Jakarta atau langsung melakukan deportasi ke negara asal. Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Dewi Hartati mengaku sudah mengirimkan personel ke Rutan Pajangan untuk membantu pengamanan.

”Kita sudah perintahkan anggota menambah personel untuk berjaga-jaga di rutan,” katanya. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk meminimalisir penyelundupan manusia yang sering melintasi wilayah Bantul. Kasatreskrim Polres Bantul AKP Alaal Prasetya mengungkapkan, upaya ini dilakukan untuk koordinasi penanganan kasus.

” Jadi kita mengurus orang Indonesia,mereka yang mengurus orang asingnya,”jelasnya. Namun demikian,Alaal mengaku masih kesulitan dalam mengungkap sindikat penyelundup manusia ini. ”Orang yang kita curigai kabur.Kita belum mendapatkan titik terang,” pungkasnya. suharjono 

Sumber : Seputar Indonesia

21.58 | Posted in , | Read More »

Gandeng Ormas, Eks Nasabah Bank Century Geruduk Bank Mutiara Yogya

Puluhan eks nasabah Bank Century bersama beberapa anggota ormas FKPPI, Pemuda Pancasila (PP), Pemuda Panca Marga (PPM) melakukan aksi demo di Bank Mutiara cabang Yogyakarta. Mereka menuntut uang nasabah dikembalikan.

Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Penegak Pilar Yudikatif (GRPPY) itu digelar di depan kantor Bank Mutiara (eks Bank Century) di Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta, Selasa (21/2/2012), sekitar pukul 11.00 WIB. Saat aksi demo berlangsung, beberapa anggota FKPPI langsung membentang spanduk dan poster di depan kantor bank.

Beberapa poster dan spanduk tersebut diantaranya bertuliskan 'NKRI negara hukum, Presiden SBY: Tegakkan Hukum", "Bank Mutiara: Lecehkan Hukum, Demi Tegaknya Pilar Yudikatif", "Bank Mutiara Ditutup karena Melecehkan Hukum dan Tidak Patuh Putusan Hukum".

"Kami menuntut pertanggungjawaban Bank Mutiara (eks Century) untuk mengembalikan uang nasabah yang sampai saat ini tidak dibayarkan," ungkap salah satu nasabah eks Bank Century, Ziput Lokasari kepada wartawan disela-sela aksi.

Menurut Ziput, nasabah Bank Century Yogyakarta juga sudah melakukan gugatan di pengadilan, namun Bank Mutiara (eks Century) tidak mau mematuhi putusan pengadilan. Mereka juga menuntut penutupan Bank tersebut karena hanya menyusahkan masyarakat.

Dia mengatakan dirinya bersama nasabah lainnya di Yogyakarta telah menggugat ke pengadilan dan surat putusan pengadilan menyatakan memenangkan nasabah. Namun surat itu tidak pernah digubris, seakan tidak punya kekuatan karena tidak pernah direalisasikan Bank Mutiara. Putusan pengadilan melalui BPSK No 15/Abs/BPSK-YK/VIII/2009 itu tertanggal 8 Agustus 2009.

"Kami sudah melakukan mediasi, tetapi tidak kunjung ada tanggapan dan pihak bank tidak mau menemui perwakilan nasabah," katanya.

Menurut dia, sekitar 65 orang nasabah eks Bank Century yang berganti nama Bank Mutiara dana tabungan yang mencapai Rp 75 miliar. Pihak juga sudah berkali-kali menagih tapi tidak pernah digubris.

"Selama 3 tahun ini kami sudah menagih hingga yang ke-15. Kami ingin uang kami dikembalikan," katanya.

Ziput bersama nasabah lainya berniat menemui Kepala Cabang Bank Mutiara, Sugiri. Kapolsek Gondokusuman Kompol Hadi Sutomo yang menjadi mediator pertemuan, gagal mempertemukan kedua belah pihak.

Sumber Gambar & Berita : Detiknews

21.11 | Posted in , , | Read More »

Aktivitas Gunung Merapi Menurun

YOGYAKARTA- Aktivitas kegempaan Gunung Merapi dalam dua hari terakhir terpantau menurun, meskipun sejak awal Februari terjadi peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan.

"Dalam dua hari terakhir ini, Merapi sangat tenang. Aktivitas kegempaan tidak terlihat, meskipun sejak awal Februari terjadi peningkatan kegempaan yang cukup signifikan. Gempa dalam pernah mencapai 35 kali per hari, dan gempa multifase bahkan tercatat hingga 43 kali per hari," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo di Yogyakarta, Selasa (21/2).

Menurut dia, meskipun di awal Februari terjadi peningkatan aktivitas kegempaan dan kini terjadi penurunan aktivitas, hal tersebut masih dapat dikatakan normal mengingat gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY itu adalah gunung api aktif.

Peningkatan aktivitas kegempaan di awal Februari yang kemudian diikuti dengan penurunan aktivitas sejak dua hari terakhir tersebut, lanjut Subandriyo, dimungkinkan terjadi akibat adanya proses pelepasan gas dari dalam gunung.

"Saat gunung akan melepaskan gas namun terhalang maka mengakibatkan akumulasi tekanan sehingga terjadi fracture. Hal itu memicu munculnya gempa dangkal. Dan setelah gas terlepas, aktivitas kegempaan pun tidak ada lagi," katanya. (Ant/OL-9)

Sumber : Media Indonesia

19.02 | Posted in , | Read More »

Aktivitas Merapi-Sultan Minta Warga Tidak Panik

YOGYAKARTA – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono meminta kepada warga yang tinggal di lereng Merapi untuk tidak panik dengan kondisi Merapi saat ini. Peningkatan aktivitas berupa gempa belum tentu akan menyebabkan erupsi.

Sultan mengaku hingga saat ini belum menerima laporan perkembangan Merapi dari Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta maupun PVMBG Bandung. Informasi yang diterimanya justri dari media massa yang aktif memberitakan peningkatan aktivitas gunung tertaktif di dunia itu dalam beberapa pekan terakhir.”Pak Surono (Kepala BPPTK) saja belum surati apa pun,” kata Sultan, kemarin.

Menurut Sultan, peningkatan aktivitas Merapi dalam beberapa pekan terakhir merupakan hal biasa.Apalagi Gunung Merapi, merupakan gunung teraktif di dunia.Aktivitas ini belum tentu akan berdampak hingga meletus. ”(Status) Naik kan belum tentu meletus,”ujar Sultan. Sultan menjelaskan, gunung yang akan meletus biasanya akan melalui beberapa tahapan panjang.Ini berbeda dengan kejadian alam seperti gempa bumi yang tidak didahului tanda-tanda sebelumnya.

Aktivitas dan perkembangan Gunung Merapi, juga selalu dipantau oleh BPPTK yang akan mengeluarkan status terhadap gunung. Mulai dari normal, waspada, siaga, dan awas. ”Masyarakat tidak perlu khawatir, statusnya masih normal kok,”ujar Sultan. Kepala Seksie Merapi BPPTK Yogyakarta,Sri Sumarti mengatakan, segera mengevaluasi kondisi Gunung Merapi. Gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jateng ini,dalam beberapa hari belakangan mengalami peningkatan aktivitas.

”Nantinya ada beberapa tim yang akan melakukan evaluasi,” katanya. Menurut Sri Sumarti, evaluasi ini akan dilakukan dengan melihat kondisi fisik,sampai dengan tingkat gempa dan frekuensi. Termasuk analisa terhadap beberapa data yang ada dengan melihat perkembangan Merapi.”Kita pasti komunikasikan ke masyarakat,”ujarnya.

Belum Bersedia Direlokasi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan, ratusan warga yang masih tinggal di ring I bencana Merapi hingga saat ini masih tetap bertahan. Mereka belum bersedia pindah ke lokasi yang lebih aman dengan alasan khawatir tanahnya akan diambil oleh pemerintah. Dari data BNPB, di Yogyakarta, ada 629 kepala keluarga (KK) yang tinggal di area terdampak Gunung Merapi.

Sedangkan di Balerante Klaten, dari 165 KK,hanya 17 KK yang bersedia direlokasi. Warga yang tidak mau direlokasi beralasan tidak ingin tanahnya menjadi hak pemerintah. Selain itu, di tempat relokasi mereka tidak mengenal lingkungan barunya. ”Ini (relokasi) masalah krusial dan jadi pemikiran kita bersama. Kami akan membuat laporan kepada Wakil Presiden,” kata Syamsul di sela-sela rapat koordinasi tentang Gunung Merapi dengan instansi terkait di Gubernuran,kemarin.

Syamsul mengaku pemerintah tidak ingin tragedi 2010 saat Merapi meletus hingga menelan ratusan korban jiwa tidak terulang. Prinsipnya dalam bencana ini, lanjut Syamsul, pihaknya menjauhkan masyarakat dari bencana. ”Bila terjadi bencana, masyarakat harus menghindari dari situ,”katanya. Karena itu, dia mengajak masyarakat agar mematuhi perintah bila tanda-tanda berbahaya yang dikeluarkan instansi terkait.

Sedang pemerintah akan menyiapkan jalur evakuasi, kendaraan dan sistem mekanisma dan tempat-tempat hunian. Jika ada early warning system, masyarakat harus menghindar.”Kami akan membentuk shelter-shelter, di satu tempat yang luas. Juga disiapkan tempat dapur umum, alatalat dan kamar mandi,” ujarnya.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,Sukhyar menyarankan agar dalam tata ruang di rancangan perpres, perlu ada transisi tiga tahun untuk dilakukan pemindahan (penduduk) di area terdampak letusan (ATL) satu. Yakni, wilayah yang dekat puncak antara 4-5 km, di antaranya di Sleman dan sebagian kecil di Klaten. arif purniawan          

Sumber : Seputar Indonesia

08.38 | Posted in , | Read More »

Iwan Fals: Ironi Negara Kaya

YOGYAKARTA--MICOM: Iwan Fals menyebut Indonesia negeri kaya, kaya alamnya dan kaya budayanya. Namun, di negeri yang kaya terdapat ironi.

"Negeri ini memang kaya, kaya (k) rakyatnya yang menangis di ujung parang," ucap Iwan, dalam konser Nostalgia Cinta untuk Yogya, di Grand Pacific Hall Yogyakarta, Sabtu (18/2).

Itu merupakan petikan lirik lagu Iwan Fals yang berjudul Negeri Kaya. Iwan bercerita lagu tersebut diciptakannya untuk Bung Karno setelah beberapa kali mengunjungi makam sang Proklamator di Blitar.

Pada malam itu, lagu tersebut khusus dinyanyikan Iwan Fals untuk Sri Sultan Hamengku Buwono X yang pernah memembacakan syair lagu tersebut di sebuah seminar di Yogyakarta.

Walau dalam kesempatan tersebut dikatakannya Sultan tidak hadir karena tengah sakit, ia pun mengaku sangat bangga dengan dibacakannya syair lagu tersebut oleh Sultan dan mendoakan kesehatan Sultan.

Dalam kesempatan tersebut Iwan Fals menyanyikan lagu-lagu hitsnya, seperti Mata Indah Bola Pingpong, Umar Bakri, hingga Bento. Sekitar 3 ribuan penonton pun terpuaskan dalam konser pada Sabtu itu, yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut. (AT/OL-10)

Sumber : Seputar Indonesia

11.57 | Posted in , , | Read More »

Zakat PNS Kulonprogo Tembus Rp2 M

KULONPROGO – Pada tahun ini Pemkab Kulonprogo menggencarkan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah satu sumber dananya berasal dari zakat PNS.

Pada 2011dana zakat menembus Rp2 miliar, padahal tahun sebelumnya hanya Rp200 juta. ”Dana tersebut sebagian untuk pengentasan kemiskinan misalnya dengan rehab RTLH. Masing-masing RTLH dapat bantuan Rp10 juta,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo di sela gotong-royong pembangunan RTLH milik Wiji Utomo di Pedukuhan Temben, Ngentakrejo, Lendah, kemarin.

Ketua BAZ Kulonprogo Sarjana mengatakan, dana BAZ yang terkumpul pengeluarannya dibagi dalam delapan kriteria salah satunya fakir miskin dengan membangun atau rehab RTLH. Direncanakan sebulan jumlah rumah yang direhab tiga unit.(ridwan anshori)

Sumber : Seputar Indonesia

09.02 | Posted in , , | Read More »

Gembiraloka Tambah Koleksi Pinguin, Jerapah dan Badak

JOGJA—Kebun Binatang Gembiraloka akan menambah koleksi satwa tahun ini. Salah satu yang akan didatangkan ialah burung langka pinguin.

Humas Gembiraloka, Gunardi mengatakan, selain Pinguin, pihaknya juga mendatangkan Jerapah dan juga Badak.

“Sarananya sudah kita siapkan, ketiga (jenis satwa baru) akan datang tahun ini,” ujar dia, Sabtu (18/2).

Ketiga jenis satwa unik ini diharapkan mampu memberikan hiburan tersendiri bagi para pengunjung. Selain itu memperkaya keanekaragaman jenis satwa di Gembiraloka.

Untuk menambah pelayanan pengunjung, Gembiraloka juga akan menyediakan kereta mini keliling. Moda ini dipersiapkan untuk melayani para pengunjung agar bisa leluasa berkeliling melihat semu akoleksi satwa yang ada.

Gunardi menambahkan, Gembiraloka juga akan membuat konsep penataan koleksi satwa karnivora dengan menggunakan kandang kaca yang aman. Dengan begitu pengunung bisa lebih jelas mengamati satwa liar karena bisa berada lebih dekat.

“Ketebalan kaca akan diukur dan disesuaikan sehingga faktor keamanan sudah sangat kami perhitungkan,” tandasnya. (HARIAN JOGJA/Rina Wijayanti)

Sumber : Harian Jogja

09.23 | Posted in , | Read More »

Perbaiki Jalan Malioboro, Pemkot Yogya Sediakan Rp1,1 Miliar

YOGYAKARTA- Pemerintah Kota Yogyakarta akan memperbaiki jalur lambat dengan pengaspalan ulang  di sepanjang Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani Yogyakarta. Kondisi jalan tersebut saat ini kurang dapat memberikan kenyamanan untuk wisatawan atau pelaku wisata.

"Kami sering mendapatkan keluhan atau protes dari masyarakat karena jalur lambat kurang nyaman termasuk bau pesing dari kencing kuda," kata Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Toto Suroto di Yogyakarta, Sabtu (18/2).

Menurut dia, aspal di sepanjang jalur lambat Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani tersebut merupakan aspal lama dan sudah lama tidak dilakukan pengaspalan ulang.

Saat ini pun, kata dia, kondisinya sudah banyak yang berlubang sehingga jika ada kencing atau kotoran kuda akan menggenang di lubang yang ada dan menyebabkan bau pesing yang mengganggu kenyamanan wisatawan.

Selama ini, kata Toto, perbaikan di jalur lambat tersebut hanya dilakukan dengan melakukan tambal sulam sehingga hasilnya pun tidak terlalu baik.

"Dengan pengaspalan ulang, maka harapannya jalan akan kembali licin. Jika ada kencing kuda atau kotoran lain akan langsung masuk ke gorong-gorong dan tidak menyebabkan bau pesing," katanya.

Ia mengatakan, dalam APBD 2012 telah ada anggaran sebesar Rp1,1 miliar untuk melakukan perbaikan dengan pengaspalan ulang jalur lambat Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani itu.

Panjang ruas jalan yang akan dilakukan pengaspalan ulang tersebut sekitar 1.200 meter, dimulai dari depan Hotel Inna Garuda Yogyakarta hingga ke depan bioskop Indra.

Ia mengharapkan, pengaspalan ulang di jalur lambat tersebut dapat segera dilakukan dan saat ini sedang dalam tahap perencanaan.

Toto menyebut, perbaikan jalur lambat tersebut juga akan mendukung perkembangan pariwisata di Kota Yogyakarta, terlebih kawasan tersebut masih menjadi ikon utama pariwisata di Kota Yogyakarta. (Ant/OL-10)
Sumber Berita dan Gambar: Media Indonesia

20.05 | Posted in , | Read More »

Pantai DIY Jalur Favorit Imigran Gelap

BANTUL – Hanya dalam kurun satu tahun, ratusan imigran gelap asal Timur Tengah berhasil digagalkan saat akan bertolak ke Australia melalui pantai-pantai di wilayah DIY.

Penggagalan terakhir dilakukan jajaran Polres Bantul subuh kemarin. Sebanyak 35 orang berkewarganegaraan Irakdan Afganistan berhasil diamankan saat berupaya bertolak Australia dari Pantai Samas, Bantul.

Selain Pantai Samas, jalur favorit imigran gelap selama ini adalah Pantai Depok, BantuldanGesing,Kukup, serta Ngrenehan di Gunungkidul. Praktik penyelundupan imigran gelap ini diduga kuat dilakukan sindikat dengan melibatkan sejumlah aparat di Indonesia. Begiturapinya praktik ini, dimungkinkan selama ini ada ratusan imigran lain yang telah berhasil mencari suaka ke Australia lewat pantai-pantai di wilayah DIY tersebut. Polres Bantul juga tengah menyelidiki praktik sindikat ini. Apalagi, Bantul dan Gunungkidul kerap menjadi pintu masuk menuju Australia. Saat upaya penangkapan kemarin, polisi juga bertemu fasilitator imigran yang mengaku anggota TNI. Namun oknum tersebut berhasil meloloskan diri.

Setidaknya ada empat fasilitator yang lolos saat penyergapan di Pantai Samas.“Kita masih selidiki apakah ada kemungkinan dengan sindikat yang berhasil ditangkap di Gunungkidul,” ujar Kapolres Bantul AKBP Dewi Hartati kepada wartawan kemarin. Penangkapan imigran gelap kemarin dilakukan berkat laporan sejumlah nelayan Pantai Samas. Suratno, salah satu nelayan mengaku curiga ketika ada pemesan perahu yang mengaku seseorang dari Semarang dan Surabaya untuk digunakan memancing.Kecurigaan nelayan bertambah manakala tarif Rp400.000 tak ditawar sama sekali para pemesan.

Tak hanya itu, nelayan juga mendengar bakal ada kapal besar di tengah laut yang akan bertemu pemesan itu. Curiga atas pemesanan itu, nelayan lantas melaporkan ke polisi. ”Kita langsung kirimkan anggota dan mengamankan para imigran tersebut. Selanjutnya kita bawa ke Mapolres,” ujar Kapolres.Kapolres menjelaskan, awalnya imigran yang berhasil diamankan sebanyak 34 orang karena ada satu yang kabur saat penangkapan.Namun satu imigran tersebut akhirnya bisa ditangkap dan kini diserahkan ke kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta. Dari 35 imigran itu,di antaranya seorang perempuan dan dua anak-anak.

“Rincinya sebanyak 19 orang warga Afghanistan,14 orang warga Iran dan 1 orang warga Pakistan,”imbuhnya. Upaya pengintaian terhadap para imigran ini sudah dilakukan sejak Kamis (16/2) malam. Namun karena suasana gelap, proses penangkapan dilakukan pada Jumat pagi sekitar pukul 04.00 WIB.Selain mengamankan para imigran, polisi juga menahan tiga kendaraan yang digunakan para imigran, yaitu Mitsubishi L 300 dengan nomor polisi B 7520 IC,B 7156 BQ,dan B 7359 ST. Imigran berangkat dari daerah Kelapa Gading Jakarta Utara pada Kamis (16/2) pagi.

Para imigran sempat transit di Pantai Glagah Kulonprogo dan selanjutnya menunggu kapal penjemput di Pantai Samas. Karena gelombang laut tinggi, kapal penjemput belum sampai di selatan Pantai Samas.Kapal dikabarkan masih berada di sekitar Pantai Cilacap.Sebelum imigran menuju ke tengah bertemu kapal penjemput,mereka telanjur diamankan. Staf Pengawas dan Penindakan Kantor Imigrasi DIY Kiswara mengatakan, para imigran dititipkan ke Rutan Pajangan, Bantul untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. suharjono/ muji barnugroho 

Sumber : Seputar Indonesia

09.41 | Posted in , | Read More »

BI Resmikan Cagar Budaya Bekas De Javasche Bank

YOGYAKARTA — Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroatmodjo meresmikan penggunaan kembali gedung cagar budaya milik BI di Yogyakarta. Gedung yang berlokasi di kawasan nol kilometer itu merupakan bekas kantor De Javashce Bank.

"Dengan melestarikan heritage bangunan eks De Javasche Bank, kami ingin berbagi pengetahuan dengan masyarakat mengenai pelestarian bangunan bersejarah," kata Ardhayadi, Jumat (17/2/2012) di Yogyakarta.

BI memiliki 12 gedung eks De Javasche Bank di seluruh Indonesia. Empat bangunan di antaranya sudah selesai dikonservasi, yakni di Jakarta, Padang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Upaya konservasi, kata Ardhayadi, sesuai standar UNESCO untuk cagar budaya, yakni dengan tidak mengubah bagian-bagian inti dari bangunan.

BI tidak hanya mendiamkan gedung yang selesai dikonservasi. Namun, memanfaatkan gedung itu, baik untuk kepentingan BI maupun masyarakat luas.

Sultan Hamengku Buwono X yang hadir dalam acara peresmian menyambut baik penggunaan kembali gedung yang diapit Kantor BI dan Kantor Pos Yogyakarta itu. "Harapannya bisa menjadi tambahan tujuan wisata di Yogyakarta," kata Sultan HB X.

Sumber : Kompas

21.09 | Posted in , | Read More »

Beraksi di Dalam Bus, 2 Copet Dibekuk

JOGJA—Anggota Reskrim Polsekta Tegalrejo menangkap dua pencopet yang beraksi di dalam bus jurusan Jogja-Tempel, Kamis (16/2).

Dua pelaku yang ditangkap ialah Antok Suwarto warga Bandar Lampung dan Arman Halip alias Arman warga Gamping Kidul, Sleman. Keduanya ditangkap setelah dipergoki mencuri dompet pada salah seorang penumpang bus.

Kaposlekta Tegalrejo, Kompol Irmawansyah menjelaskan, dari peristiwa pencopetan itu korban menderita kerugian senilai Rp1,6 juta. Uang tunai tersebut disimpan korban didalam dompet yang diletakkan di dalam tasnya.

“Peristiwa terjadi pada Kamis siang kemarin, saat itu korban tengah naik bus jurusan Jogja-Tempel. Peristiwa terjadi pada saat bus tiba di Jl. Hos Cokroaminoto. Akibat kejadian itu korban menderita kerugian senilai Rp1,6 juta,” katanya.

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani penahanan di Mapolsekta Tegalrejo guna penyelidikan lebih lanjut.

Dari peristiwa tersebut, polisi mengimbau bagi penumpang transportasi umum untuk meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih saat membawa barang berharga. (Harian Jogja/ Rina Wijayanti) 

Sumber : Harian Jogja

18.30 | Posted in , | Read More »

Nama ISI Yogya akan Diganti, Alumni Menolak

Rencana perubahan nama itu dituding hanya untuk kepentingan pengambil kebijakan saja.

Yogyakarta - Eksponen alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menolak usul perubahan nama kampus mereka menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI). Menurut mereka, usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu prematur dan tidak memiliki konsep jelas.

Para alumni yang menolak usulan perubahan nama itu antara lain Totok Sudarwoto (koordinator), Mahyar Suryaman (koordinator), Sun Ardi SU, M Dwi Marianto, Dunadi, Godod Sutejo, Kuss Indarto, Hendro "Pleret" Harsaya, Yaksa Agung, dan Maman Rahman. Mereka sebagian adalah para dosen ISI Yogyakarta dan juga seniman kondang di Yogya.

Disebutkan, sikap dalam pernyataan ini dibuat untuk menjaga tegaknya eksistensi dan tegaknya almamater sebagai bagian dari kontribusi bagi kewibawaan wajah budaya bangsa dan negara.

Mereka sangat menyayangkan sikap Mendikbud M Nuh. Karena, setelah usulan itu mendapat reaksi keras, pemerintah tidak segera memberikan argumentasi jelas tentang konsep usulan perubahan nama itu.

''Ini sangat meresahkan bagi kalangan seniman, termasuk dengan eksponen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta," kata Totok Sudarwoto, koordinator eksponen ISI Yogyakarta, Kamis, 16 Februari 2012.

Keresahan itulah yang membuat alumni ISI bertemu, menggalang pertemuan kecil di Pos Seni Godod, Yogyakarta pada Senin 13 Februari 2012. Pertemuan itu ditindaklanjuti dengan audiensi kepada Rektor ISI Yogyakarta pada Rabu 15 Februari 2012.

Dari audiensi itu mereka menilai bahwa gagasan konversi ISI menuju ISBI merupakan wacana kosong saja. "Eksponen Alumni ISI Yogyakarta menyatakan menolak tegas gagasan dan realisasi konversi ISI ke ISBI oleh pemerintah cq Kemendikbud," papar Totok.

Para alumni menyebut usulan itu sebagai manuver politik Mendikbud. Upaya itu dinilai hanya untuk mendapatkan keuntungan politik dan ekonomi bagi para pemilik otoritas dan penentu kebijakan di dunia pendidikan dengan melibatkan semua lembaga Institut Seni Indonesia sebagai obyek penderita.

"Selanjutnya, para alumni ISI ini mendesak pihak lembaga ISI Yogyakarta untuk secepatnya mengambil keputusan penolakan atas gagasan konversi ISI ke ISBI, tapi dengan tetap mengedepankan aspek kesejarahan dan kebutuhan yang konkret bagi perkembangan keilmuan dan kreativitas di lingkungan ISI Yogyakarta," ujarnya. (ren)

Sumber Berita & Gambar : Vivanews

14.27 | Posted in , | Read More »

Yogyakarta Jadi Kota Zona Integritas

YOGYAKARTA – Kota Yogyakarta akan ditetapkan sebagai kota zona integritas ke-11 untuk pencegahan korupsi karena dinilai mampu mempertahankan prestasi 10 besar kota terbaik sesuai hasil survei integritas KPK 2011.

Sesuai hasil survei tersebut,Yogyakarta berada di peringkat lima.Penilaian positif tersebut juga diperkuat hasil survei indeks persepsi korupsi dari Transparansi Indonesia. Pembentukan zona integritas tersebut diharapkan dapat meningkatkan status zero tolerance terhadap perilaku koruptif.” Zona integritas ini bertujuan menjadikan Yogyakarta zero tolerance. Jadi, penilaian KPK yang saat ini sudah baik dapat dipertahankan,” kata staf fungsional Bidang Pencegahan KPK, Guntur Kusmeiyano di Yogyakarta, kemarin.

Pembentukan zona integritas ini diharapkan dapat mendorong perkembangan pemahaman masyarakat tentang korupsi. Tidak hanya di unit-unit kerja yang ada di Pemkot Yogyakarta, tapi juga dapat merambah ke masyarakat umum. Menurut Guntur,pembentukan zona tolerance di Yogyakarta ini rencananya menggandeng Inspektorat Daerah dengan menambahkan beban kerja dari pengawasan dan penindakan. Menurut Guntur, dari hasil evaluasi pembentukan zona integritas di 10 kota sebelumnya, kebijakan tersebut mampu mendorong peningkatan pencegahan korupsi di daerah.

Seperti di Bandung, yang sebelumnya berada di 10 besar terbawah dari survei KPK,kini berada di 10 besar terbaik kota berintegritas. Inspektur Inspektorat Daerah Wahyu Widayat mengatakan pembentukan zona integritas akan diawali dengan perbaikan sistem pelayanan di unit kerja. ”Harus dilakukan penguatan kesepahaman tentang penilaian perlaku koruptif.Misalnya, apa yang dinilai biasa padahal itu korupsi harus dihilangkan. Dan ini butuh kesepahaman bersama,”paparnya.

Sebagai instansi yang akan menjadi rekanan KPK dalam membangun zona integritas, lanjut Wahyu, akan diawali dengan membangun sumber daya manusia. maha deva

Sumber : Seputar Indonesia

09.43 | Posted in , | Read More »

Aktivitas Gunung Merapi Kembali Normal

YOGYAKARTA- Gunung Merapi yang terletak di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dilaporkan sempat batuk-batuk dalam beberapa hari lalu. Namun, kini aktivitas salah gunung berapi teraktif di dunia itu telah kembali normal.

"Ya, sempat batuk-batuk dan bahkan sempat terjadi gempa multifase beberapa lalu. Tapi, sekarang sudah kembali normal," kata Komandan Search and Rescue (SAR) Klaten Pandu Wirabangsa, Kamis (16/2).

Berdasarkan laporan yang diterima dari BPPTK, lanjutnya, aktivitas Merapi yang sempat naik itu hanya berlangsung sebentar. Setelah itu kembali normal sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Aktivitas seperti itu merupakan kejadian  yang biasa.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Joko Rukminto. Saat dihubungi via telepon seluler, ia menjelaskan kondisi Merapi saat ini aman setelah aktivitasnya sempat naik serta terjadi gempa multifase. (JS/OL-10)

Sumber Berita & Gamba : Media Indonesia

20.19 | Posted in , | Read More »

Pedagang Suvenir Tanam Ganja

SLEMAN – Rasa penasaran menyeret pedagang suvenir di Yogyakarta ke kantor polisi.Bukan sesuatu yang sepele,pedagang berinisial BD, 32, asal Temanggung itu penasaran menanam ganja.

Polisi menemukan pohon ganjadengantinggimencapai25 cm dan 30 cm yang ditanam di belakang kamar kontrakan BD di daerah Mantrijeron,Yogyakarta. Pohon ganja itu ditanam sejak 4 bulan lalu,semenjak BD menerima benih dari seorang temannya dariJakarta.Daripohon ganja yang ditanam,GT pernah sekali memanen untuk dinikmati sendiri. WadirResnarkobaPoldaDIY AKBP Erwin Zadma mengatakan temuan itu menindaklanjuti laporan dari warga.

”Setelah kita datangi, ternyata memang ganja,” ucapnya kemarin. BD menceritakan, awalnya dia melihat temannya yang memiliki paketan ganja yang ada benihnya. Merasa penasaran untuk mencoba menanam, puluhan benih ganja itu lantas dia minta. ”Karena penasaran, saya coba tanam,”ujarnya. BD terjerat Pasal 111,114, dan 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan, menyimpan, dan memelihara dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. muji barnugroho

Sumber : Seputar Indonesia

09.05 | Posted in , , | Read More »

Pemkab Bantul Upayakan Berantas Rentenir

BANTUL- Program dana bergulir bagi pedagang kecil di pasar tradisional Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dimaksudkan untuk menanggulangi rentenir.

"Dana bergulir program bantuan modal berupa pinjaman lunak bagi pedagang kecil di pasar tradisional di Kabupaten Bantul saat ini mencapai Rp1,2 miliar," kata Kapala Kantor Pasar Kabupatan Bantul Hermawan, Selasa (14/2).

Ia mengatakan, modal tersebut  pada awalnya digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul pada 2008 sebesar Rp900 juta, dan tiga tahun kemudian berkembang menjadi Rp1,2 miliar.

"Pinjaman lunak kepada para pedagang pasar dengan sistem harian atau pasaran, maksimal sebesar Rp1 juta, setiap penarikan angsuran pinjaman kemudian dipinjamkan lagi kepada pedagang yang lain. Program ini dimaksudkan membantu para pedagang pasar tradisional, terbukti Unit Kantor Pasar di setiap pasar trasional tidak pernah sepi oleh mereka untuk meminjam tambahan modal dagangnya,"katanya.

Menurut dia, untuk mendukung perkembangan pedagang kecil serta menarik konsuman untuk belanja di pasar tradisional, dengan memperbaiki pasar tersebut dan membatasi jumlah pasar modern.

"Saat ini di wilayah Kabupaten Bantul terdapat 30 pasar tradisional, sedangkan pasar modern skala kecil tercatat 23 unit  yang merupakan jaringan nasional,"katanya.

Ia mengatakan jika program pemerintah tersebut merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan fungsi pasar tradisional dan untuk meningkatan kesejahteraan pedagang kecil di Bantul.

Upaya lainnya yaitu penarikan retribusi pasar mulai  2012 tidak memakai sistem karcis, karena yang dipasang bukan target namun angkapasti. Rencananya para pedagang akan diberi buku tanda pembayaran retribusi pasar yang dapat membayar secara harian, mingguan, bulanan bahkan bisa tahunan, katanya. (Ant/OL-04)

Sumber Berita & Foto : Media Indonesia

18.00 | Posted in , | Read More »

Pencurian Sepeda Motor Dua Siswi MTs Divonis 8 Bulan

KULONPROGO – Dua terdakwa kasus pencurian motor di bawah umur,yakni FTP,13,dan DA,14, divonis masing-masing delapan dan enam bulan kurungan percobaan oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kulonprogo, kemarin. Vonis yang dijatuhkan kepada dua gadis yang masih tercatat sebagai siswi MTs di Kecamatan Galur ini sama seperti yang diajukan jaksa.

Kedua terdakwa ini dijerat Pasal 363 KHUP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan ancaman pidana paling lama tujuh tahun. Sidang dengan nomor perkara 179/Pid.B/2011/PN.Wt ini dipimpin oleh hakim ketua Christina Endarwati dengan anggota Sagung Bunga dan Emma Sri Setyowati.Sidang dimulai menjelang sore karena harus menunggu kedua terdakwa pulang dari sekolah. Dalam amar putusannya, majelis hakin memutuskan kedua terdakwa terbukti bersalah yakni mengambil satu unit sepeda motor Honda Vario bernopol AB 669 PC milik RNA, warga Brosot.

Pencurian tersebut dilakukan Sabtu (19/9) 2011 pukul 14.00 WIB di tempat penitipan sepeda motor milik Moedjiono di Pedukuhan IV Klampok, Brosot, Kecamatan Galur. ”Keduanya terbukti mengambil barang tanpa sepengatahuan dan seizin pemilik,” kata hakim membacakan amar putusannya.

Majelis hakim menjelaskan, kedua terdakwa berbagi peran.DA membayar biaya penitipan, sedangkan FTP menunggu di warnet HSV yang letaknya tidak jauh dari tempat penitipan sepeda/motor sambil mengawasi keadaan. DA membawa motor Vario warna hitam silver itu lalu dititipkan di tempat penitipan sepeda motor milik Ngadilan yang letaknya bersebelahan dengan penitipan sepeda motor milik saksi Moedjiono sesuai perintah FTP.Tak lama berselang,kedua terdakwa mengambil motor tersebut dengan cara dituntun secara bergantian menuju rumah FTP. Dalam pengakuannya, terdakwa FTP mengaku bersedia mengambil motor milik RNA itu karena disuruh YG,seorang pelajar di salah satu SMK di Kulonprogo. ridwan anshori

Sumber : Seputar Indonesia

16.37 | Posted in , , | Read More »

Tarif Parkir Motor Yogya Makin Mahal

KOTA YOGYA - Aditya (27) warga Yogyakarta mengaku bingung terhadap pemberlakuan tarif parkir di seputaran Gembira Loka Yogyakarta. Sebab dilokasi yang sama dikenai tarif yang berbeda saat menitipkan kendaraan meski jaraknya tidak jauh beda.

Dari karcis tanda parkir motor yang diterima, memang tidak dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melainkan dari pengelola parkir swasta.

"Saya dipungut harga Rp 5000 sedangkan rekan diminta bayar parkir sebesar Rp 3000. Seharusnya sama sebab lokasinya tidak begitu jauh,"katanya, Minggu (12/2).

Perbedaan tarif itu, kata dia, kemungkinan alasan pengelola yang berbeda menentukan tarif, hanya saja sebaiknya dikaji lagi agar satu dengan yang lainnya tidak berbeda sehingga masyarakat merasa tidak dirugikan dengan tarif yang ditentukan.

Tarif parkir kendaraan bermotor itu diluar batas yang ditentukan dalam peraturan daerah (perda), apalagi ada pengelola yang kerap menggunakan
karcis lama, atau juga mengganti tarif parkir sendiri.

Peraturan yang ada di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta menyebutkan, tarif untuk pengelola swasta ditetapkan tarif sebesar Rp 2.000 dan untuk tiap
satu jam berikutnya bisa naik Rp 1000.

"Pengelola yang diluar dinas diatur menggunakan tarif karcis progesif, sehingga tiap jam ditentukan sesuai jam selanjutnya, "kata Dinas Perhubungan (Dishub) Kota yogyakarta, Tri Hastono.

Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Widijantoro mengatakan, tindakan menaikkan tarif parkir sampai Rp3000 termasuk pelanggaran terhadap perda.

Dari temuan praktik perparkiran yang ada, Pemkot Yogyakarta harusnya melakukan tindakan tegas dengan adanya temuan itu.

“Aturan tarif kendaraan sampai sebanyak itu tidak ada, pemkot harus berani mengambil sikap tegas,” katanya.

Praktik parkir yang sering terjadi, lanjut Widijantoro, petugas parkir beralasan menaikkan tarif parkir hanya karena momen itu terjadi satu kali dalam setahun.
Namun demikian, dia menegaskan secara yuridis tidak ada aturan khusus yang bisa dijadikan alasan dan membuat Perda yang sudah disepakati dikesampingkan.

“Kami harapkan konsumen juga mencegah praktik penggunaan kembali karcis parkir dengan cara menyobek sendiri karcis parkir, supaya tidak digunakan kembali petugas parkir,”terangnya. (*)

Sumber : Tribunjogja

05.36 | Posted in , | Read More »

Seribu Tangkai Bunga Anti Perkosaan

YOGYA - Aktivis anti perkosaan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Perkosaan Yogyakarta, membagikan sekitar seribu tangkai bunga kertas merah putih di kawasan titik nol Yogyakarta, Selasa (14/2). Bunga yang dibagikan pada pengguna jalan tersebut berisi pesan yang mengkampanyekan gerakan anti perkosaan.

Selain membagikan bunga, para aktivis ini juga menggenakan poster besar berisi pesan kecaman terhadap perkosaan. Sebagian dari mereka juga menggunakan kostum adat wayang Jawa untuk menarik perhatian pengguna jalan. Kampanye anti perkosaan ini juga dimeriahkan dengan gelar tarian dan nyanyian di jalanan.

Koordinator aksi, Musriyanti mengungkapkan, kejahatan perkosaan merupakan tindakan yang bertentangan dengan deklarasi universal HAM. Perkosaan dan kekerasan seksual sendiri merupakan bentuk kejahatan yang sistematis dan struktural.

Ia menyebutkan, seperti dilaporkan Rifka Annisa, pada tahun 2011 lalu tercatat 43 kasus perkosaan dan 39 kasus pelecehan seksual yang dilaporkan perempuan di Yogyakarta. Komnas perempuan melaporkan dari tahun 1998 sampai 2010 telah terjadi 4.845 kasus perkosaan di Indonesia.

"Data ini diperparah dengan terjadinya kasus perkosaan di angkutan umum. Forum keadilan perempuan di Jakarta setidaknya mencatat 6 kasus perkosaan di angkutan umum. Belum lagi perkosaan yang menyasar kaum difabel atau berkebutuhan khusus," ujarnya.

Melalui kampanye anti perkosaan ini, pihaknya berharap agar masyarakat bisa lebih peduli dengan lingkungan untuk mencegah peningkatan jumlah korban perkosaan. Termasuk mendesak aparat hukum untuk bisa menindak tegas para pelaku kejahatan perkosaan.

"Pemerintah juga harus melakukan upaya pencegahan tindak kejahatan perkosaan dengan melakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat bahwa perkosaan adalah kejahatan kemanusiaan. Dimana pelaku harus mempertanggujawabkan perbuatannya dan korban adalah pihak yang harus dilindungi," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, dibentangkan pula kain putih sepanjang 2 meter di kawasan gedung Agung Yogyakarta. Di kain tersebut, masyarakat yang melintas diminta untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan perlawanan terhadap perkosaan. (Aie)

Sumber : Krjogja

21.25 | Posted in , , | Read More »

“Valentine-an” Tengah Malam, ABG Digropyok

GUNUNGKIDUL—Pasangan Anak Baru Gede (ABG) berinisial Rt dan Sd, 18, warga Kampung Ngawen dan Ngampel, Ponjong digerebek warga setempat, Senin (13/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB di rumah makan padang pertigaan Kepek. Keduanya diduga tengah “indehoi” di malam menjelang Hari Valentine.

Sd nyaris dihakimi masa karena mengelak telah membawa perempuan dan justru menantang pemuda kampung untuk menggeledah tempat tersebut. Warga pun balik mengancam akan menelanjangi Sd dan pasangannya jika ditemukan. Mendengar ancaman tersebut Rt langsung keluar dari tempat persembunyiannya di balik gerobak.

Warga kembali dibuat geram karena pasangan ABG tersebut mengaku sudah resmi sebagai pasangan suami istri. Mereka pun diarak dan diserahkan kepada Ketua RT01 Padukuhan Kepek 1 Desa Kepek yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi penggerebekan.

Dihadapan tokoh masyarakat, Rt dan Sd akhirnya mengaku baru dua bulan berkenalan dan menjalin hubungan cinta. Malam menjelang Hari Valentine, keduanya sepakat bertemu untuk memandu kasih dan memilih tempat di rumah makan padang yang kebetulan kosong. Kios tersebut biasanya dijaga rekan mereka.

“Saya baru dua kali berhubungan Pak. Ini tadi belum. Baru nonton video di HP saja,” ujar Sd di hadapan warga.

Salah satu saksi mata, Agung Cetut membenarkan pasangan ABG tersebut telah berbuat tidak senonoh di kampungnya. Agung mengaku beberapa menit sebelum pasangan digerebek sudah terlihat gelagat mencurigakan. Rt dan Sd berboncengan dengan sepeda motor di tengah malam dan akhirnya masuk ke rumah makan padang yang diketahui dalam kondisi sepi.

“Kami tak mau gegabah, Saya sempat mengintip dulu beberapa menit untuk memastikan perbuatan kedua ABG itu baru kami berani melangkah,” jelas bapak satu anak ini. Dari rumah Ketua RT setempat, mereka diserahkan ke Polres Gunungkidul untuk mendapatkan pembinaan sebelum diserahkan kepada orangtua masing-masing.(Harian Jogja/Endro Guntoro)

Sumber : Harian Jogja

20.00 | Posted in , , | Read More »

Pergaulan Remaja Mengarah ke Seksual

YOGYAKARTA– Pergaulan remaja, khususnya pelajar, di Kota Yogyakarta sudah mengarah pada kegiatan seksual. Dengan menggunakan seragam sekolah, mereka terang-terangan berani membeli alat kontrasepsi kondom.

Dari penelusuran SINDO di sejumlah kios maupun apotek di Kota Yogyakarta didapatkan informasi bahwa pembeli alat kontrasepsi itu tidak hanya dilakukan oleh orang tua, tapi juga banyak dari kalangan remaja. Mereka juga diketahui masih berstatus pelajar. ”Ada yang beli pagi, siang, dan masih pakai seragam SMP. Ada juga yang seragam SMA,” ujar penjaga apotek di Jalan Hayam Wuruk berinisial MF, kemarin.

Mereka yang membeli alat kontrasepsi itu mayoritas pria. Namun,ada juga beberapa di antaranya yang diantarkan oleh pasangannya. Tidak hanya membeli kondom,kadang sebagian dari mereka juga membeli alat tes kehamilan pribadi (test pack).”Ada juga yang malam-malam beli tes kehamilan pribadi,”katanya.

Disinggung mengenai pembelian alat kontrasepsi kondom menjelang malam Valentine, penjaga itu mengatakan tidak diketahui peningkatan penjualan alat kontrasepsi. Sebab, pembelian alat kontrasepsi itu banyak dilakukan para remaja saat hari-hari biasa.”Kalau malam minggu itu biasanya banyak,” ungkapnya lagi.

Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Sulistyaningsih berpendapat seks bebas di kalangan remaja, khususnya pelajar, dilatarbelakangi dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal.Faktor internal berasal dari keluarga, sebagaimana besar keluarga memberikan sosialisasi pendidikan seks kepada anak, sedangkan faktor eksternal berasal dari pengaruh lingkungan, pergaulan, perkembangan IT yang membentuk karakter remaja.

Di sisi lain, saat ini setiap orang bisa dengan mudah mengakses situs porno tanpa filter, misal dengan HP, melalui warnet di luar sepengetahuan orang tua. Tidak adanya sosialisasi pendidikan seks karena dianggap tabu membuat anak mencoba- coba mencari sendiri. muji barnugroho 

Sumber : Seputar Indonesia

18.00 | Posted in , , , | Read More »

Becak Motor mulai Menggusur Becak Kayuh di Malioboro

YOGYAKARTA - Keberadaan becak motor di Yogyakarta meresahkan pengemudi becak kayuh. Pasalnya, keberadaan becak bermotor bisa merusak ikon wisata becak kota Yogyakarta.

Ketua Asosiasi Paguyuban Becak Yogyakarta (Aspabeta) Totok Yudianto, Senin (13/2), meminta dinas terkait di Kota Yogyakarta menindak tegas becak bermotor.

Karena becak motor beroperasi dengan tarif jauh dari harga becak kayuh sehingga meresahkan pengemudi becak kayuh. "Jika becak kayuh mematok tarif Rp10 ribu, becak motor mematok tarif hanya Rp5 ribu," terangnya.

Kita sudah mengirimkan surat ke walikota dan instansi terkait agar menindak becak motor tersebut sesuai dengan surat edaran Gubernur No 551.2/0316 tahun 2003 tentang larangan becak bermotor. Pasalnya, ia tidak ingin timbul konflik di antara mereka.

Beberapa lokasi yang menurutnya sering dijumpai becak motor, misalnya, di taman pintar dan Jalan Malioboro. Ia mengungkapkan, apabila pengemudi becak tersebut berasal dari anggotanya, ia akan dikeluarkan dari paguyuban. Jumlah anggotanya kini ada 7.675 pengemudi becak yang semuanya sudah memiliki Surat Ijin Operasional kendaraan tidak bermesin.

Kasie Angkutan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Hari Purwanto, Senin (13/2), mengungkapkan, pihaknya terus menindak pengemudi becak bermotor.

Pada 2011, sudah ada 25 becak bermotor yang ditindak dan disidangkan. Adapun pada Januari 2012 sudah ada 6 becak bermotor yang ditindak dan disidangkan. (AT/OL-9)

Sumber Berita & Gambar : Media Indonesia

11.55 | Posted in , , | Read More »

Yogya Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Dua negara akan membantu proyek percontohan ini

Yogyakarta - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terpilih menjadi proyek percontohan pengolahan sampah menjadi energi. Penilaian yang dilakukan PT (Persero) Energi Management Indonesia atas 10 provinsi akhirnya menjadikan DIY yang terpilih.

Manajer Sekretariat Bersama Tempat Pembuangan Akhir, Kartamantul Ferry Anggoro Suryokusumo, mengatakan bahwa yang menjadi pertimbangan  DIY yang terpilih sebagai pilot project pengolahan sampah menjadi energi  karena memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) regional yang digunakan oleh banyak daerah,  Yogyakarta, Sleman dan Bantul atau disingkat  Kartamantul).

Dari sisi volume sampah cukup banyak yakni 3.500 ton per hari, tata letak  TPA sudah memenuhi syarat dibandingkan yang lain dan volume sampah di Kartamantul terbanyak kedua setelah DKI Jakarta.

"Kriteria TPA yang ada di DIY sudah memenuhi peryaratan seperti yang dikehendaki  PT (Persero) Energi Management Indonesia," katanya, Senin, 13 Februari 2012.

Lebih lanjut Ferri mengatakan, rencananya minggu depan dari Kedutaan Besar Perancis akan melakukan assessment  terhadap tenaga kerja, nasib pemulung, pengepul dan  sapi di lokasi TPA Piyungan yang akan dibangun pembangkit dengan teknologi refuse-derived fuel (RDF). Sampah di TPA Piyungan akan diolah menjadi bahan bakar industri semen.

"Dari Kedubes Inggris  memberikan hibah untuk melakukan studi kelayakan RDF, sedangkan Kedubes Perancis memberikan hibah untuk melakukan assessment nasib tenaga kerja pemulung, pengepul dan sapi yang ada di  lokasi TPA Piyungan. Lahan untuk pembangunan teknologi RDF ini sekitar  3,2 hektar dan untuk instalasinya hanya memerlukan sekitar 2 hektar. Teknologi RDF ini nanti akan diserahkan kepada investor," kata Ferry.

Selama ini tenaga pemulungnya yang ada di TPA Piyungan sekitar 250 orang, pengepul sekitar 10-15 orang, sedangkan sapinya sebanyak 600 ekor. Padahal sapi yang dipelihara di sekitar TPA tidak direkomendasikan karena apabila dagingnya dikonsumsi bisa meracuni  konsumen. "Sapi-sapi tersebut harus direlokasi," kata Ferry.

Selanjutnya dia mengatakan dari pembicaraan awal rencananya bila di TPA Piyungan dibangun teknologi RDF para pemulung sampah akan terlibat  sebagai pemilah sampah sebelum proses pengolahan RDF. Sehingga nantinya mereka akan menjadi pekerja pabrik yang mempunyai penghasilan tetap.

''Tetapi untuk tenaga pengepul ini yang perlu dipikirkan keterlibatannya di RDF nantinya sebagai apa. Karena maunya kami dengan teknologi RDF nantinya masalah lingkungan dan masalah sosial bisa selesai,'' katanya.

Sumber :Vivanews

08.32 | Posted in , , | Read More »

Petani Bawang Merah Bantul Kekurangan Bibit

Bantul - Petani bawang merah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini kekurangan bibit hingga 1.600 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul Edi Suhariyanto, Minggu (12/2), mengatakan, lahan sawah untuk tanaman bawang putih di Bantul mencapai 900 hektare, dan setiap hektare memerlukan bibit sebanyak 1 ton.

"Pada musim tanam Maret lalu, Bantul kekurangan bibit bawang merah 700 ton, dan pada musim tanam Februari ini kekurangannya 900 ton, sehingga kekurangannya mencapai 1.600 ton," katanya.

Di sisi lain, jelasnya, produksi bibit bawang merah itu sendiri di Bantul hanya mencapai 200 ton saja. "Karena adanya gangguan cuaca," katanya.

Ia menambahkan banyak cadangan yang seharusnya akan menjadi bibit mengalami kerusakan akibat intensitas hujan yang tinggi pada Desember 2011 - Januari 2012, yang mengakibatkan banyak bibit membusuk. (OL-11)

Sumber Berita : Media Indonesia

12.00 | Posted in , , | Read More »

Goa Kalisuci Dijadikan Ajang Mesum

GUNUNGKIDUL – Objek wisata minat khusus, Goa Kalisuci yang terletak di Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul kini malah disalahgunakan sebagai tempat mesum.Dua sejoli terpaksa digelandang ke polisi karena tepergok sedang melakukan aksi bejat di tempat tersebut,akhir pekan lalu.

Mirisnya, salah satunya itu masih duduk di bangku SMP, sementara satunya lagi sudah cukup dewasa.Keduanya adalah Rat,14,serta Dan,18.Menurut keterangan saksi, Dwi Suryanto, pada awalnya ada warga desa berjalan-jalan di sekitar lokasi objek wisata.Namun sesampai di lokasi,beberapa warga melihat pasangan muda-mudi yang memadu kasih.Setelah dilihat lebih jelas, ternyata keduanya melakukan perbutaan asusila. ”Kami segera menghampiri keduanya.

Kami sempat lakukan interogasi dan membawa ke Mapolsek Semanu,” katanya, kemarin. Sebenarnya warga tidak memperpanjang kasus ini. Namun, sesampai di Polsek, Rat lalu menghubungi orang tuanya di Desa Gombang,Ponjong. Setelah menerima telepon dari Rat, orang tua ABG ini berang dan justru melaporkan atas perbuatan pencabulan yang dilakukan oleh Dan.

”Memang kasus ini membuat orang tua si perempuan lapor kasus pencabulan,” kata Kapolsek Semanu AKP Sunu Pranowo.Polsek Semanu kemudian melimpahkan kasus ini ke Satreskrim Polres Gunungkidul. Psikolog RSUD Wonosari Ida Rohmawati mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat remaja nekat bertindak asusila. Di antaranya karena coba-coba, proses mencari jati diri yang salah,meniru serta kemungkinan faktor keluarga. suharjono

Sumber Berita : Seputar Indonesia
Sumber Gambar : http://www.yuliaslovic.com

09.21 | Posted in , | Read More »

Nasional Atlet Paralayang Nyaris Masuk Jurang

Insiden terjadi di sela pergelaran Jogja Air Show yang berlangsung hari ini.


Bantul - Pergelaran Jogja Air Show yang berlangsung hari ini, Jumat 10 Februari hingga Minggu, 12 Februari 2012 diwarnai insiden kecelakaan yang menimpa atlet paralayang asal Jakarta, Irwan Haryanto.

Kecelakaan yang menimpa Irwan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat korban akan take off dari bukit Watu Gupit, Panggang Gunung Kidul atau bukit sisi timur Pantai Parangtritis.

"Korban gagal take off dan terperosok di bibir jurang bukit Watu Gupit," kata Daru Supriyanto, Humas SAR Daerah Provinsi DI Yogyakarta, Jumat, 10 Februari 2012.

Petugas SAR Daerah selanjutnya mengevakusi korban dari lokasi. Usai upaya penyelamatan sekitar sekitar 15 menit, korban akhirnya berhasil diangkat dan langsung dievakuasi ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.

"Namun, oleh RSUD dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ke RS Bethesda Yogyakarta," paparnya.

Saat dievakuasi, kondisi korban tidak pingsan dan tak ada tanda-tanda luka berat. "Kami tidak tahu hasil analisis dari dokter, karena korban harus dirawat lebih lanjut ke Bethesda," ujarnya. (art)

Sumber Berita dan Gambar : Vivanews

15.00 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels