Warga Kulonprogo Tewas Ditabrak Moge

Kulonprogo -  Tiga orang warga Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditabrak konvoi motor gede (moge). Satu orang tewas dan dua orang mengalami luka sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Korban tewas adalah Parlan Hadi Pranoto (75), Warga Depok, Kecamatan Panjatan. Sedangkan korban luka dan dirawat di RS Bethesda adalah keponakan korban Petrus Kusumo (50). Sedangkan satu korban lagi adalah Ervina Mulatsih (28), warga Dusun Kliripan, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap. Ervina mengalami patah tulang pada kaki kanan dan kepala kanan.

Berdasarkan data yang dihimpun detikcom di lapangan, Sabtu (28/4/2012), kedua korban mengalami tabrakan di daerah jalur Jalan Wates-Purworejo, Kulonprogo di daerah Sogan dan Demen Temon. Korban tabrakan dengan konvoi moge yang hendak menghadiri acara Akbar Jogja Bike Rendezvous (JBR) pada 28-29 April 2012 di Jogja Expo Center (JEC) Jogja.

Kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya Parlan terjadi pada Kamis 26 April 2012. Sedangkan yang dialami Ervina terjadi hari Jumat 27 April kemarin.

Kecelakaan yang dialami Parlan dan Petrus melibatkan dua moge dan satu motor Mio warna hitam nopol AB 2637 QC. Setelah itu terjadi lagi kecelakaan antara moge lagi dengan sepeda motor Honda Supra Fit nopol AB 3109 BL yang dikendari Ervina.

Korban Parlan saat ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sedangkan dua korban lagi masih dirawat di rumah sakit. Meski moge yang mengalami kecelakaan sudah diamankan di Mapolres Kulonprogo mengenai peristiwa itu.

Dua pengendara moge yang mengalami kecelakaan berinisial H dan DD warga Bekasi dan Bandung. Mereka berjalan dari arah barat menuju Yogya untuk menghadiri acara tahunan tersebut. (bgs/aan)

Sumber : detiknews

09.42 | Posted in , , | Read More »

Jengkel, Suami Tendang Istri hingga Tewas

Sleman — Jengkel berakhir malapetaka. Inilah yang terjadi di Seyegan, Sleman, DIY. Sumaryanto (45), warga Jagalan, Margodadi, Seyegan, Sleman, menendang istrinya, Winarsih (40), hingga menyebabkan kematian, Jumat (26/4/2012) sekitar pukul 12.00.

Kepala Polsek Seyegan Ajun Komisaris Supri Purwanto mengatakan, tendangan Sumaryanto yang diduga kuat cukup keras itu mengenai bagian leher istrinya.

Menurut keterangan saksi, lanjut Ajun Komisaris Supri, siang itu, Sumaryanto bersama Winarsih dan kedua anaknya, Peni Puspayanti (19), dan Anggi Puspayanti (11), sedang menonton televisi di rumah. Emosi Sumaryanto tersulut karena istrinya memarahi anaknya. Dia sempat menegur istrinya dan berujung pada pertengkaran antara suami dan istri tersebut.

"Karena pertengkaran tidak kunjung usai, dalam kondisi jengkel, Sumaryanto mendekati istrinya kemudian menendang dengan telapak kaki, mengenai leher istrinya. Seketika istrinya tersungkur, kejang-kejang, dan tidak lama kemudian tubuh Winarsih lemas," kata Supri.

Mengetahui insiden tersebut, beberapa warga langsung melaporkan Sumaryanto ke pihak yang berwajib. "Semula pelaku menolak mengakui perbuatannya. Namun setelah diamankan, akhirnya pelaku menyerah dan mengakui perbuatannya," lanjut Supri.

Untuk sementara, Sumaryanto akan dijerat dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian. "Namun, kami masih akan mendalami kasus ini untuk mengetahui motif yang sesungguhnya. Sementara itu, terdakwa kami amankan di Polres Sleman," kata Supri.

Sumber : Kompas Online

09.19 | Posted in , | Read More »

Jukir Nakal Malioboro Merajalela

YOGYAKARTA– Juruparkir(jukir) liar di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta semakin merajalela mengeruk keuntungan. Mereka sengaja memakai karcis parkir yang sudah kedaluwarsa untuk diberikan ke konsumen.

Salah seorang wisatawan, Zahrul,saat ditemui di kawasan wisata tersebut mengatakan karcis yang diterimanya dari tukang parkir tanggal berlakunya sudah kedaluwarsa. Selain itu, karcis itu sudah cacat karena ada bekas coretan spidol, terutama tarif yang tertera senilai Rp2.000.Padahal sesuai ketentuan, tarif sepeda motor Rp1.000.

“Sempat curiga karena dulu yang saya ingat ada bekas spidolnya untuk mengubah angka,”ungkapnya. Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Yogyakarta, Widijantoro mengaku permasalahan parkir di Malioboro merupakan masalah klasik yang sampai saat ini belum kunjung dituntaskan. Masih adanya jukir nakal itu karena instansi terkait yang menangani masalah retribusi perparkiran tidak tegas menindak para jukir dan terkesan membiarkan kecurangan itu terjadi.

Menurut Widijantoro, kontrol terhadap juru parkir, pedagang, ataupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan Malioboro perlu dilakukan tanpa harus menunggu aduan dan laporan dari masyarakat.“Pemerintah atau dinas terkait harusnya melakukan ketegasan masalah itu (parkir),”tandasnya. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarief Teguh Prabowo tidak membantah ketika dikonfirmasi terkait juru parkir nakal di kawasan Malioboro.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 19/2009, tarif parkir sepeda motor di kawasan tersebut dikenai Rp1.000. Syarif menerangkan, pembagian retribusi parkir di kawasan Malioboro sesuai perda, yakni 25% masuk ke kas pemkot dan 75% untuk jukir. Terkait tindakan terhadap jukir nakal, Syarif menegaskan pihaknya selalu mengirim tim untuk melakukan patroli dan membuka posko pengaduan 24 jam untuk melayani masyarakat yang akan mengadukan masalah di Malioboro, termasuk masalah tukang parkir. ridho hidayat

Sumber : Seputar Indonesia

15.24 | Posted in , , | Read More »

61 Warga Nanggulan Kena Hepatitis A

KULONPROGO– Puluhan warga Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo terserang penyakit hepatitis A. Penyakit ini tersebar di enam desa di kecamatan tersebut.

Kendati demikian,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo belum menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Data yang terekam Dinas Kesehatan Kulonprogo, di Kabupaten Kulonprogo kasus hepatitis A tertinggi berada di Kecamatan Nanggulan dengan 61 kasus yang tersebar di enam desa. Rinciannya, Desa Jatisarono menempati posisi tertinggi dengan 26 kasus, Desa Kembang (16); Wijimulyo (9); Donomulyo (5); Tanjungharjo (3); dan Banyuroto (2).

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Pemdes Jatisarono, Kusmawardi mengaku banyak warganya yang terjangkit penyakit Hepatitis A. Dalam catatan pemdes dilaporkan ada 10 warga,sedangkan berdasarkan data Dinkes Kulonprogo sebanyak 26 warga. ”Kami mencatat ada 10 orang warga Jatisaono yang terjangkit penyakit hepatitis. Kalau sampai lebih dari 26 kasus yang ditemukan,saya justru tidak tahu,”katanya kemarin.

Kusmawardi mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengantisipasi penyakit tersebut agar tidak meluas. Dinas terkait sudah menggelar puskesmas keliling untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait penyebaran penyakit dan antisipasinya. ”Puskesmas keliling sudah turun langsung ke desadesa. Tujuannya untuk mengantisipasi agar status penyebaran penyakit itu tidak sampai masuk KLB.

Soalnya, arahannya sudah mau KLB,” ujarnya. Kepala Seksi Pemantauan Penyakit & Imunisasi Dinas Kesehatan Kulonprogo Baning Rahayujati menerangkan, Kecamatan Nanggulan memang tertinggi penyebaran hepatitis A. Namun, KLB hepatitis A untuk kecamatantersebutbelumakan diberlakukan.Kecamatan Kalibawang juga tinggi, tapi kecenderungannya terus menurun.

Penyakit hepatitis A secara edemologi terjadi di sejumlah wilayah. Pihaknya sudah mengantisipasi dengan sistem kewaspadaan dini (SKD) KLB. Sistem ini merupakan pelaporan kasus penyakit menular baik yang dilakukan puskesmas dan rumah sakit,termasuk penindakannya secara langsung. ”Setiap hari ada laporan dari puskesmas dan rumah sakit.

Kalau ada temuan kasus, 1x24 jam harus ditangani. Sampai saat ini kasus hepatitis A masih wajar sehingga belum ditetapkan KLB,namun tetap harus waspada,”katanya. Penyakit hepatitis A tergolong penyakit hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian.Penyebaran virus hepatitis A melalui kotoran atau tinja penderita yang penularannya lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Penyebab lainnya faktor lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya. ”Penyebabnya bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Meski tidak terlalu berbahaya,orang yang terjangkit hepatitis A bisa lemas,cepat lelah, dan kulit menguning,” kata Baning. ridwan anshori

Sumber Berita : Seputar Indonesia
Sumber Gambar : meddean.luc.edu

09.06 | Posted in , , | Read More »

Calon Mahasiswa UII Diculik di Kontrakan

SLEMAN – Calon mahasiswa UII asal Palembang, Septa, 23, diculik di rumah kontrakannya di Perumahan Anggajaya II Blok C1,Condongcatur,Depok, Sleman, Senin (23/4) sore.

Dia diculik saat ditinggal orang tuanya berkunjung ke rumah saudaranya di daerah Suryodiningratan, Yogyakarta. Salah satu tetangga kontrakan korban,Pak No, 58,mengatakan, penculikan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, saat kondisi perumahan sepi. “Waktu itu saya dengar teriakan (minta) tolong dua kali, saya turun dan keluar pintu sudah terbuka.

Saya lihat ada mobil Avanza hitam yang melintas,” paparnya, kemarin. Oleh ibu korban,Tri Astuti, 56, kasus penculikan tersebutkemudiandilaporkanke PolsekDepok Timur. Kapolsek Depok Timur Kompol Qori Okto Handoko mengatakan kasus penculikan itu masih dalam penyelidikan. muji barnugroho 

Sumber : Seputar Indonesia

09.02 | Posted in , | Read More »

UGM Pasang 30 Alat Deteksi Longsor

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memasang 30 alat deteksi longsor di sejumlah daerah rawan longsor di Jawa dan luar Jawa. Beberapa di antaranya dipasang di Kebumen, Karanganyar, Banjarnegara, Situbondo, Kulonprogo, dan sejumlah daerah pertambangan di Kalimantan.

Tim Peneliti UGM juga terus melakukan pemetaan geologi untuk mengetahui daerah-daerah yang berpotensi longsor sekaligus melakukan perawatan alat deteksi longsor yang sudah dipasang. Alat deteksi longsor terebut merupakan karya dua dosen Fakultas Teknik UGM, yakni Prof Dr Dwikorita Karnawati dan Faisal Fathani, MT, PhD.

Faisal Fathani mengatakan, cara kerja alat tersebut adalah mendeteksi jarak keretakan tanah untuk menentukan potensi terjadinya longsor. Dalam kondisi bahaya, alat tersebut akan mengirim sinyal sehingga sirene akan berbunyi sebagai bentuk peringatan dini. "Ketika sirene sudah berbunyi, masyarakat harus waspada dan melakukan evakuasi," ungkap Faisal, Senin (23/4/2012).

Dwikorita menuturkan, teknologi ini sudah ditemukan dan direkayasa sejak tahun 2008. Penyempurnaan alat deteksi longsor tersebut terus dilakukan, dan kini sudah memasuki generasi ketiga, sudah mendapatkan hak paten, dan penghargaan internasional.

Lebih jauh Dwikorita menjelaskan, saat ini pembuatan alat tersebut sudah menggunakan 95 persen komponen lokal. Sementara itu, harga alat bervariasi, sesuai dengan tingkat kecanggihannya. "Harganya Rp 5 juta hingga Rp 20-an juta," katanya.

Sumber Berita dan Gambar : Kompas Online

17.40 | Posted in , , , | Read More »

Kembali ke Sekolah, Siswa DO Dapat Rp1 juta

Siswa SMA Yogyakarta yang drop out (DO) dan kembali sekolah mendapat tanggungan.
Yogyakarta - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan siswa sekolah menengah atas (SMA) yang terpaksa keluar (drop out) akibat tidak mampu menanggung biaya sekolah kini bisa kembali mengenyam pendidikan. Penyebabnya, pemerintah bersedia menanggung biaya siswa tersebut selama satu tahun.

"Pemerintah akan menanggung biaya sekolah selama satu tahun Rp1.050.000," kata Sri Sultang Hamengkubuwono X, di Jogjakarta, Senin 23 April 2012.

Sri Sultan menyatakan program tanggungan biaya anak sekolah ini hanya diberikan sampai batas waktu September 2012. Untuk itu, dirinya mengimbau agar anak putus sekolah tingkat SMA untuk segera mendaftar sebelum tenggat waktu tersebut.

"Setelah bulan September tidak ada kesempatan lagi bagi siswa drop out mendaftar," kata dia.

Untuk meyakinkan program tersebut berjalan, Pemprov DI Yogyakarta juga mengimbau agar kepala sekolah bisa meminta uang tersebut ke dinas pendidikan. "Karena telah dianggarkan," ujar Sri Sultan.

Dia menjelaskan, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bisa dilaksanakan karena adanya dukungan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Anggaran itu terkait dengan program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Prof Mahyuddin dalam kunjungannya mengatakan Pemprov DI Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang sudah mulai merintis program Wajar 12 Tahun.

Pada kunjungannya kali ini, Mahyudin memang sengaja datang untuk mengkaji secara intensif kendala pelaksanaan program yang sudah disampaikan pemerintah pusat terutama pada masalah pendidikan, pemuda olahraga, perpustakaan dan kebudayaan.

"Alhamdulillah Yogyakarta sudah mulai rintisan program wajib belajar 12 tahun. Pemerintah Pusat sudah menganggarkan untuk program wajib belajar 12 tahun sebesar Rp2 triliun dan sudah disetujui. Insya Allah bisa menampung program Pak Gubernur tersebut,' 'ujarnya. (adi)

Sumber : vivanews

09.02 | Posted in , , , | Read More »

Jelang Tutup, Rekam E-KTP Membeludak

YOGYAKARTA – Sepekan menjelang penutupan perekaman massal data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Yogyakarta, antusiasme warga mendatangi kantor kecamatan meningkat tiga kali lipat.

Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta Deddy Feriza mengatakan, peningkatan kehadiran warga dirasakan dalam sepekan kemarin.

“Pada hari biasa sebelumnya, perekaman di Disdukcapil rata-rata 15-20 penduduk. Akhir-akhir ini meningkat jadi 50-70 perhari,” ujarnya. Hingga kemarin jumlah warga yang sudah merekam data 78% dari wajib KTP sebanyak 332.314 penduduk. (maha deva)

Sumber : Seputar Indonesia

08.23 | Posted in , | Read More »

Ancaman di Sesar Opak Vs Gempa Darat DIY

Gempa di sesar Opak pernah terjadi pada tahun 1943 dengan kekuatan 8,1 skala Richter.

Yogyakarta - Runtuhnya kompleks peristirahatan raja, Tamansari akibat lindu 10 Juni 1867 dan ingatan lekat akan musibah gempa yang menewaskan lebih dari 6.000 nyawa pada lepas subuh 27 Mei 2006, cukup menjadi bukti Yogyakarta tak luput dari ancaman gempa.

Apalagi, penelitian geologi menyebutkan bahwa sejumlah sesar aktif melintas di wilayah ini. Salah satunya adalah patahan atau sesar Opak.

Pakar gempa dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dr Subagyo mengungkapkan bahwa gempa di sesar Opak pernah terjadi pada tahun 1943 dengan kekuatan 8,1 skala Richter. Ini merupakan gempa dengan kekuatan terbesar di selatan Jawa Tengah dan berpusat di laut dengan kedalaman 90 kilometer.

"Itu gempa yang terbesar namun tidak menimbulkan tsunami. Jika gempa ini terjadi dengan selang waktu 150 tahun pada tempat yang sama, maka jika terjadipun masih sangat lama," katanya, Kamis 19 April 2012

Gempa yang terjadi di Yogyakarta tahun 2006 yang lalu, kata Subagyo, bukanlah gempa pada sesar Opak namun pusatnya berdekatan dengan sesar Opak dengan kekuatan 5,9 SR.

"Nah kenapa dampak kerusakannya sangat hebat. Hal ini terjadi karena lapisan tanah yang lunak sedangkan bangunan di atasnya berupa bangunan tidak tahan gempa,"tandasnya

Lebih lanjut dengan potensi sesar Opak menimbulkan gempa dan tsunami lebih kecil maka yang perlu diwaspadai adalah kesiapan dini masyarakat terhadap gempa yang berpusat di darat seperti tahun 2006 yang lalu.

"Masyarakat harus membiasakan diri hidup di daerah yang rawan terjadinya gempa. Simulasi menghadapi gempa di susul tsunami juga perlu dilakukan secara rutin,"pungkasnya.

Sumber Berita  : Vivanews
Sumber Gambar : Google

09.35 | Posted in , | Read More »

Kota Yogyakarta Nomor 1 HIV/AIDS di DIY

YOGYAKARTA – Ancaman HIV/AIDS di Kota Yogyakarta semakin tinggi.Data 2011,DIY masuk sembilan besar dari 33 provinsi dalam kasus penyakit mematikan ini. Sementara dari perhitungan penduduk, DIY alami pertumbuhan HIV/AIDS tercepat nasional.

Menurut Kepala Puskesmas Gedongtengen Tri Kusumo Bawono,menyandang predikat tercepat laju pertumbuhan HIV/AIDS dikarenakan jumlah penduduk DIY tidak sebanding dengan daerah lain.“Kini kasus banyak didominasi ibu-ibu rumah tangga yang hanya punya satu pasangan seksual,”kata Tri saat berbicara di depan peserta “Peringatan Hari Kartini PemkotYogyakarta” kemarin.

Menurut dokter yang menjadi relawan penanganan HIV/ AIDS tersebut,14 kecamatan di Yogyakarta saat ini terdeteksi telah memiliki warga yang mengidap penyakit penyerang kekebalan tubuh itu. Hal yang sama juga terjadi di 45 kelurahan yang ada di bawah ke-14 kecamatan. Dari pendataan 2011 lalu, saat ini di Yogyakarta terdeteksi ada 343 pengidap HIV dan 586 orang mengidap AIDS.

“Sudah banyak kasus yang dilaporkan dari level kelurahan,”ujarnya. Kota Yogyakarta kini menjadi daerah dengan jumlah pengidap AIDS tertinggi di DIY. Dari 1.508 orang pengidap di DIY,485 orang di antaranya tercatat berdomisili di Kota Yogyakarta. Dari jumlah tersebut, pengidap berjenis kelamin perempuan saat ini semakin banyak dan hampir mendekati pengidap dari gender laki-laki.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun mengatakan pertumbuhan yang begitu cepat untuk kasus HIV/AIDS di Yogyakarta tidak dapat dilepaskan dari kondisi Yogyakarta sebagai kota wisata dan pendidikan. Kedua bidang yang menjadi andalan ini membuka peluang banyaknya pendatang tinggal diYogyakarta. maha deva 

Sumber : Seputar Indonesia

08.38 | Posted in , | Read More »

Bom Rakitan Meledak di Stadion Manggala Krida Yogyakarta

Yogyakarta - Sebuah benda yang diduga bom rakitan meledak di halaman Stadion Manggala Krida, Yogyakarta. Bom berdaya ledak rendah tersebut meledak pukul 12.10 WIB.

"Pukul 12.10 WIB di halaman Stadion Mandala Krida Jogja terjadi ledakan diduga bom rakitan. Bom rakitan ini, sementara kesimpulan analisis di lapangan, bersifat low explosive," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Selasa (17/4).

Menurut dia, tidak ada korban luka dan jiwa dalam peristiwa tersebut, termasuk tidak menimbulkan kerugian materil.

Boy mengatakan polisi masih mempelajari bom tersebut. Tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Tengah serta Inafis dari Polda DIY tengah mengidentifikasi cara peledakan bom itu. (Bob/OL-9)

Bom di Mandala Krida Berdaya Ledak Rendah

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Boy Rafli Amar mengatakan bahwa bom rakitan yang meledak di halaman Stadion Mandala Krida Yogyakarta hari ini berdaya ledak rendah (low explosive).

"Bom yang meledak di halaman Stadion Mandala Krida Yogyakarta hari ini tepatnya pukul 12.10 WIB adalah bom rakitan 'low explosive'," kata Boy di Jakarta, Selasa (17/4).

Saat ini, Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dibantu Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi, katanya.

"Ada ditemukan beberapa serpihan dan kabel yang diamankan dan tidak ada korban jiwa.  Masih diselidiki apakah bom rakitan tersebut sudah diletakan dulu di halaman stadion kemudian diledakan," kata Boy, menambahkan.

Kabag Penum juga belum memastikan apakah teror ini ada kaitannya dengan sidang vonis dari Ketua Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng) Bambang Tedi untuk kasus atas dugaan penganiayaan.

Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta yang berdekatan dengan Stadion Mandala Krida tempat bom rakitan meledak. 

"Belum dapat dipastikan apakah ada hubungannya dengan sidang tersebut," kata Boy. (Ant/wt/X-12)

Ledakan di Mandala Krida dari Aki Kering

YOGYAKARTA-Ledakan di dalam komplek Stadion Mandala Krida, Selasa (17/4), berasal dari aki kering. Petugas dari Gegana Sat Brimob Polda DIY juga menemukan kabel sepanjang tujuh meter di lokasi ledakan.

Demikian dikatakan Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Kombes Mustaqim di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, pada awalnya, ia mengira ledakan yang terjadi sekitar pukul 12.05 WIB tersebut berasal dari suara trafo yang meledak. Mustaqim mengatakan, saat ledakan itu terjadi ia berada sekitar 150 meter dari lokasi kejadian.

Ledakan tersebut terjadi sesaat setelah kepolisian menggiring massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan Front Jamaah Indonesia (FJI) untuk membubarkan diri. Kedua kelompok tersebut menghadiri acara sidang vonis dengan terdakwa Ketua FPI Jateng-DIY Bambang Tedi di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

"Selain aki kering dan kabel, kami tidak menemukan indikasi adanya benda-benda berbahaya lain yang kemungkinan bisa mencederai orang yang ada di sekitar seperti paku atau pecahan kaca," kata Mustaqim.

Mengenai beberapa serpihan kaca yang dikumpulkan oleh tim Gegana di lokasi kejadian, Mustaqim mengatakan bahwa benda tersebut berasal dari sampah yang ada di sekitar lokasi ledakan.

Ledakan tersebut pun tidak menimbulkan kerusakan apapun, kecuali ada satu batang tanaman berbatang kecil yang roboh.

Mengenai waktu dan lokasi terjadinya ledakan yang hampir sama dengan waktu berakhirnya sidang vonis untuk Ketua FPI Bambang Tedi, Mustaqim menengarai adanya sebuah kesengajaan.

Secara umum, Mustaqim menilai bahwa pengamanan sidang vonis tersebut berhasil karena tidak timbul bentrokan antara kedua kelompok massa yang masing-masing mendukung terdakwa dan saksi korban itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Donny Siswoyo mengatakan, baru memeriksa satu orang saja, yaitu pemilik warung. (Ant/wt/X-12)

Polisi tidak Temukan Gotri dan Baut di Bom Rakitan Yogyakarta

JAKARTA- Tim gabungan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Polda Jawa Tengah masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan bom rakitan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (17/4).

Pada olah TKP itu, petugas hanya menemukan kabel dan serpihan tempat bom itu terakit. Tidak ada gotri atau baut dalam bom itu.

"Belum ada benda itu yang ada kabel dan serpihan. Kondisi hancur. Perlu dicermati, termasuk jenis-jenis bahan peledak dan unsur-unsur material. Sementara belum banyak hasil karena kami perlu konfirmasi petugas di lapangan," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Selasa (17/4).

Menurut dia, petugas gabungan tengah mempelajari sisa ledakan bom rakitan yang meledak pada pukul 12.10 WIB itu.

Polisi sedang mempelajari, salah satunya, tentang bagaimana bom rakitan tersebut diledakkan. "Apakah mengandalkan semacam timer, diledakkan dari jarak jauh?" kata Boy.

Tidak ada korban luka dan jiwa dalam peristiwa tersebut, termasuk tidak menimbulkan kerugian materiil. (Bob/OL-5)

Sumber : Media Indonesia

09.00 | Posted in , | Read More »

Satpol PP Sulit Awasi Peredaran Elpiji

SLEMAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman kesulitan mengawasi peredaran elpiji di wilayahnya. Termasuk elpiji yang sebenarnya tidak diperuntukkan beredar di Sleman.

Mereka beralasan,kewenangan pengaturan elpiji sepenuhnya diatur oleh Pemprov DIY. ”Kami paling hanya berwenang mengeluarkan izin gangguan. Untuk Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman. Selebihnya menjadi wewenang provinsi,” papar Kepala Bidang Penegakan Perundangundangan Satpol PP Kabupaten Sleman Sunarto kemarin.

Ditemui di kantornya seusai menggelar operasi agen dan pangkalan elpiji, Sunarto mengaskan tidak dapat melakukan penindakan jika pelanggaran oleh agen dan pangkalan elpiji di luar persoalan izin.Memang banyak terjadi pelanggaran masalah peredaran tabung gas yang sebenarnya tidak untuk beredar di Kabupaten Sleman. ”Tabung gas yang diperuntukkan peredarannya untuk wilayah Sleman ialah tabung gas yang memiliki tutup label berwarna merah, biru, dan kuning. Selebihnya warna apa pun, pasti bukan untuk Sleman,” tandasnya.

Menurut Sunarto, terkadang ada agen yang memiliki pangkalan di beberapa kota/- kabupaten sekaligus,sehingga beberapa tabung gas bisa saja dipasarkan di lokasi yang bukan sebenarnya.Hal yang salah jika tabung untuk daerah tertentu malah diperjual-belikan di kawasan lain. Terkait perizinan, Satpol PP kemarin menggelar operasi yang menyasar tiga pangkalan dan dua agen.

Operasi ini untuk menegakkan tiga perda milik Kabupaten Sleman,yakni Perda No 12/2001 tentang Izin Gangguan, Perda No 6/2011 tentang SIUP,dan Perda No 14/2003 TDP. Sementara itu, staf Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Sleman Anom Krisjatmono mengatakan, dari lima tempat yang mereka datangi, semuanya tidak dapat menunjukkan SIUP dan TDP.Mengenai izin gangguan, satu lokasi izinnya sudah kedaluwarsa, dua lokasi bisa menunjukkan izin, dan dua lokasi tidak bisa menunjukkan.

”Operasi kali ini sifatnya pembinaan,tapi kami catat mana yang sudah memiliki izin, mana yang belum bisa menunjukkan, dan mana yang kedaluwarsa. Selanjutnya,kami awasi agar mereka bisa segera menunjukkan atau kalau belum punya bisa segera membuat surat izin,”paparnya. ratih keswara

20.04 | Posted in , , | Read More »

65 Sekolah di Yogyakarta Digabung Ikuti UN

YOGYAKARTA--MICOM: Panitia pelaksana UN (Ujian Nasional) Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) menggabungkan para pelajar dari 65 SMA dan sekolah sederajat untuk mengikuti ujian nasional, Senin (16/4).

"Siswa dari 65 sekolah tersebut harus bergabung karena sekolah mereka tidak memenuhi syarat untuk menjadi penyelenggara ujian nasional," kata Koordinator Ujian Nasional 2012 DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Minggu (15/4).

65 sekolah tersebut terdiri dari 35 sekolah menengah atas (SMA) dan sisanya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK).  Di DIY, terdapat 203 SMA dan hanya 168 sekolah yang memenuhi syarat menyelenggarakan ujian nasiona. Sedang jumlah SMK adalah 202 sekolah dan hanya 173 SMK yang berhak menyelenggarakan ujian.

Total jumlah siswa di DIY yang akan mengikuti UN 2012 di wilayah tersebut adalah 42.886 siswa SMA/SMK dan MA. Jumlah tersebut terdiri dari 7.862 siswa SMA jurusan IPA, 7.673 siswa jurusan IPS dan 133 orang jurusan Bahasa.

Sedang untuk MA terdirid ari 892 siswa jurusan IPA, 1.736 siswa IPS, 74 siswa jurusan Bahasa, 490 siswa jurusan Agama, dan sisanya adalah 24.026 siswa SMK.

"Seluruh soal kini sudah berada di sekolah yang ditunjuk menjai kelompok kerja penyelenggara UN. Soal baru akan didistribusikan ke sekolah setiap hari sesuai mata pelajaran yang diujikan," katanya.

Pada pelaksanaan UN 2012, tidak ada soal cadangan, sehingga apabila ada kekurangan naskah soal, pokja diminta segera menyampaikan ke Koordinator UN 2012. (Ant/OL-04)

Sumber : Media Indonesia

08.55 | Posted in , | Read More »

Ustadz Palsu Gondol Perhiasan

BANTUL – Tindak kejahatan gendam dengan modus berpurapura menjadi seorang ustaz terjadi di Jalan Bantul Utara,Bantul.

Dengan kedok akan membacakan doa-doa supaya lancar dalam berdagang, pelaku berhasil merampas perhiasan milik pengusaha gudeg tersebut. Aksi kejahatan itu terjadi Sabtu (14/4), kurang lebih pukul 06.00 WIB, menimpa korban, Kadarwati,57,warga Jalan Jenderal Sudirman, Bantul. Korban yang saat itu tengah berjalan-jalan pagi di depan rumahnya, didekati mobil hitam dengan pelat nomor W.

Dari dalam mobil muncul seorang lelaki dan mengaku dari Jawa Timur mengantar ustaz yang hendak mengisi pengajian di daerah Samas. Kepada korban,mereka mengaku bingung dan bertanya arah menuju daerah yang dituju. Setelah diberi tahu arah menuju Samas, pelaku berterima kasih kepada korban dan menyuruh masuk ke dalam mobil untuk diberi doa oleh ustaz.“Di dalam mobil itu saya ditemukan dengan orang seperti ustaz, mengenakan surjan dan pakaian putih, celana panjang hitam. Dia minta saya mendekat untuk didoakan agar lancar usahanya,”papar korban.

Setelah pelaku yang mirip ustaz itu berterima kasih dan mengajak bersalaman,meminta korban melepaskan tiga buah gelang tangan yang dikenakan. Tiga buah gelang itu lantas dimasukkan ke dalam kotak sabun dan meminta korban untuk membukanya pukul 10.00 WIB.“Pas dimasukkan itu,saya bilang tidak percaya. Dia mendorong saya sampai jatuh,”kata korban. Saat pelaku mendorong korban, mobil berjalan pelan-pelan lantas tancap gas.Korban yang jatuh tersungkur di trotoar jalan pun mengalami luka di bagian kaki kanan dan merasakan sakit di punggungnya.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Alaal Prasetyo mengaku masih menyelidiki identitas yang mengarah ke pelaku serta mobilyangdibawa.“Keterangan dari korban saat penyidikan terus kita kembangkan.”ujarnya. muji barnugroho
Sumber : Seputar Indonesia

17.42 | Posted in , | Read More »

Ujian Nasional : Siswi Hamil di Yogyakarta Boleh Ikut Ujian Nasional

YOGYAKARTA- Siswi hamil yang bersekolah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap diizinkan mengikuti ujian nasional sepanjang masih berstatus sebagai siswa dan terdaftar dalam daftar nominatif tetap.

"Kalau sudah masuk dalam daftar nominatif tetap (DNT), yang bersangkutan bisa mengikuti ujian nasional. Tidak ada yang membedakan apakah statusnya hamil atau tidak, kaya atau miskin," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Jumat (13/4).

Menurutnya, pihaknya pun tidak akan mengecek satu per satu apakah siswi yang sudah masuk dalam daftar nominatif tetap tersebut sedang hamil atau tidak.

Ujian nasional untuk siswa sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat akan dilaksanakan serentak pada 16-19 April, diikuti ujian nasional untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) pada pekan berikutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan sekolah yang merupakan jenjang pendidikan formal memiliki aturan berupa tata tertib yang dibuat sesuai pedoman Peraturan Wali Kota dan Petunjuk Pelaksanaan dari Dinas Pendidikan.

Oleh karena itu, sekolah memiliki kewenangan menentukan kebijakan sesuai aturan formal terkait kebijakan pemberian izin sekolah kepada siswa hamil apakah bisa mengikuti ujian nasional atau tidak.

Selain jalur pendidikan formal, dalam dunia pendidikan juga mengenal jalur pendidikan nonformal dan informal. Jalur itu bisa dimanfaatkan oleh siswa agar tetap memperoleh pengakuan telah mengikuti pendidikan. (Ant/OL-01)

Sumber : Media Indonesia

09.32 | Posted in , , , | Read More »

Tujuh Tersangka Ganja Ditangkap

YOGYAKARTA – Satuan Reskrim dan Narkoba Polresta Yogyakarta dalam sepekan terakhir telah menangkap tujuh orang karena diketahui memakai dan menyimpan ganja.

Mereka adalah TA,28; AM,32; AJ,23; SB,22; FY,32; SR,32; dan AD alias Mprit,22.Para tersangka tersebut dikenakan Pasal 111 dan 114 UU No 35/2009 dengan ancaman hukuman 5–20 tahun penjara. Kasat Narkoba Polresta Yogyakarta Kompol Andreas Dedi Wijaya menjelaskan, penangkapan dilakukan di lokasi yang berbeda.TA,bandara ganja digerebek di tempat kosnya daerah Sorogenen,Maguwoharjo, Sleman,saat pesta ganja bersama pelanggannya,AM dan AJ, Selasa (10/4).AM merupakan warga kampung sekitar sedangkan AJ,warga Cebongan, Mlati,Sleman.

Di tempat penangkapan ditemukan dua puntung rokok ganja sudah diisap, satu puntung rokok ganja masih utuh, dan enam pot ganja.Selain itu, ada juga 22 paket siap edar seberat 158,4 gram. ”Penangkapan tersebut didasarkan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya terhadap SB, mahasiswa, dan FY, wiraswasta di Jalan Bibis, Kasihan,Bantul,”ujar Andreas kemarin. SB dan FY ditangkap pada Selasa (3/4).Saat ditangkap,keduanya membawa ganja seberat 0,8 gram yang dibelinya di tempat TA senilai Rp100.000. Rabu (4/4),Polresta Yogyakarta juga berhasil mengamankan SR.

Dari tangannya, petugas berhasil mengamankan ganja seberat 1,5 gram, 1 bungkus plastik berisi biji ganja seberat 15 gram, serta 1 buah kaleng minuman yang berisi 19,3 gram ganja. Satu tersangka lagi,AD alias Mprit, ditangkap pada Selasa (10/4). TA yang tertunduk lesu hanya mengatakan penyesalannya karena telah melakukan penanaman serta penjualan barang haram tersebut. ridho hidayat

18.01 | Posted in , | Read More »

Sultan Turun Tangan Sikapi SMA ”17”-1

YOGYAKARTA– Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya turun tangan menyikapi nasib ratusan siswa SMA ”17”-1 yang terpaksa belajar lesehan akibat sarana belajar mereka diambil paksa oknum tak dikenal.

Sultan telah menyediakan Sasana Hinggil di Alun-alun Selatan untuk dijadikan lokasi sementara proses belajar mengajar siswa.Meski demikian,Sultan tidak akan campur tangan dalam permasalahan internal perebutan sengketa lahan dan bangunan antara pihak yayasan dan ahli waris. MenurutSultan,saatiniyang perlu mendapatkan perhatian bersama adalah suasana kondusif dalam proses belajar mengajar siswa. Sebab, sebentar lagi para siswa kelas tiga juga akan melaksanakan ujian nasional UN).

”Untuk belajar sementara bisa gunakan Sasana Hinggil di Alun-alun Selatan,”kata Sultan di Kepatihan kemarin. Sultan mengaku inisiatif ini sudah disampaikan kepada Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kadarmanto Baskoro Aji melalui pesan singkat. Prinsipnya,masalah pendidikan ini harus ditangani dengan menjaga kondusivitas proses belajar mengajar. Sultan juga sudah mengoordinasikan dengan GBPH Prabukusumo untuk penggunaan lokasi tersebut. ”Sementara saya suruh koordinasi dengan Mas Prabu (GBPH Prabukusumo) untuk Sasono Hinggil. Biarlah anakanak tenang dan ada kepastian,” ujar Sultan.

Raja Keraton Yogyakarta ini tidakmengetahuipersispersoalan yang muncul.Apalagi,sampai perebutan lahan dan hilangnya meja dan kursi untuk kegiatan belajar mengajar.”Terpenting anak-anak bisa tenang, kan minggudepansudahujiannasional. Saya tidak mau campuri itu urusan,”kata Sultan. Sekretaris Komisi D Nursasmito melihat permasalahan di SMA ”17”-1 sudah cukup genting dan butuh sikap tegas dari seorang wali kota.Wali Kota harus turun tangan agar tidak ada lagi kegiatan sekolah di trotoar jalan.Kondisi seperti ini rawan berdampak terhadap minat masyarakat belajar di Yogyakarta.

”Ini bisa menjadi preseden buruk Yogyakarta sebagai kota pelajar. Jadi harus diatasi,” ucapnya. Politikus PKS ini melihat langkah Pemkot Yogyakarta, sudah terlambat dalam bertindak. Semestinya para siswa langsung diberikan tempat sementara untuk proses sekolah. ”Sekolah dengan yayasan dan ahli waris harus bermusyawarah,” kata Nursasmito Pantauan SINDO kemarin, para siswa belajar dengan beralaskan tikar.Sebagian terlihat memanfaatkan kursi panjang untuk meja belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edi Hery Suasana mengatakan instansinya akan memberikan bantuan setelah pihak yayasan sudah mengoptimalkan untuk menyediakan mebeler yang dibutuhkan untuk menunjang proses belajar mengajar.”Jika hari ini (kemarin) mengajukan (mebeler), sore akan saya kirim,”ujarnya. Kondisi pembelajaran para siswa-siswi yang hanya beralaskan tikar tanpa menggunakan meja kursi itu mengundang keprihatinan banyak kalangan.

Kepala SMA ‘17’-1 Yogyakarta Suyadi bersyukur sebab ada salah satu pengusaha yang akan membantu menyediakan sekitar 50–70 meja kursi untuk menunjang kegiatan belajar siswa. 
kuntadi/ muji barnugroho
Sumber : Seputar Indonesia
Gambar : Foto Detik

10.18 | Posted in , , , | Read More »

Bantul Jadi Percontohan Energi Hibrid

Bantul - Kementerian Riset dan Teknologi menggandeng Universitas Gadjah Mada mengembangkan energi hibrid yang berbasis pada potensi panas matahari dan kekuatan angin.

Sebagai pilot project beberapa lokasi di Kabupaten Bantul dijadikan tempat pengembangan energi baru dan terbarukan ini, antara lain di Pantai Pandansimo, dengan luas 37 Ha.

Asisten Deputi Iptek Industri Kecil dan Menengah Ir. Santosa Yudo Warsono, M.T., mengatakan tahapan pengembangan energi hibrid pertama yang diterapkan di Indonesia ini telah memasuki tahun ketiga.

Program tahun ini lebih difokuskan pada pengembangan teknik produksi, peningkatan kapasitas produksi komponen, peningkatan kemampuan UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Untuk sementara ini, lanjut Santosa, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga hibrid digunakan untuk penerangan kawasan wisata pantai, workshop pengembangan energi terbarukan serta model implementasi sistem inovasi daerah.

Meski masih dalam tahap pengembangan, tenaga hibrid ini telah dimanfaatkan yakni untuk pertanian di lahan pasir yang membutuhkan air sangat tinggi.

"Kita coba manfaatkan energi ini untuk menaikkan air tanah ke permukaan," kata Santosa dalam kunjungan ke lokasi pengembangan listrik tenaga hibdrid di Srandakan Bantul, Sabtu (7/4/2012).

Saat ini pembangkit listrik energy hibrid sudah terpasang 35 unit turbin angin dengan tinggi rata-rata 18 meter, terdiri 26 turbin angin berkapasitas 1 kW, 6 turbin angin 2,5 kW, 2 turbin angin 10 kW, dan satu turbin angin 50 kW. Ditambah juga 175 unit sel surya dengan kapasitas 17,5 kWp.

Peneliti Energi Terbarukan dari Fakultas teknik UGM Dr. Ahmad Agus Setiawan, mengatakan pembangkit listrik tenaga hibrid sangat potensial dikembangkan di Indonesia sebagai negara kepulauan.

Berdasarkan hasil penelitian Agus, kecepatan angin di Indonesia tidak sebesar di Belanda yang telah memanfaatkan untuk energi kincir angin. Kecepatan angin di sekitar Pantai Pandasimo hanya berkisar 3-5 meter per detik sehingga perlu dikombinasi dengan generator kecepatan rendah dan energi panas matahari.

Sementara, Kepala Bapeda Bantul Drs. Tri Saktiana, M.S., mengharapkan teknologi hibrid ini mudah diaplikasikan, dipelihara, dan digunakan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Panjang pantai di Bantul 13,5 km, kami berharap wilayah ini bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat. Keinginan masyarakat kongkret, memajukan usaha dan pertanian lewat teknologi yang murah dan ramah lingkungan," ujarnya.

10.19 | Posted in , , , | Read More »

Tolak RUU PT, Mahasiswa Yogya Minta Dukungan DPRD

Yogyakarta Mahasiswa Yogyakarta dari berbagai elemen menggelar aksi menolak RUU Perguruan Tinggi (PT) yang akan disahkan DPR pada 12 April 2012 mendatang. Mereka menilai aturan tersebut membuat biaya pendidikan kian melangit.

Aksi yang dilakukan hari ini tergabung dalam Forum Mahasiswa Yogyakarta (FMY). Mereka menggelar aksi dari Bundaran Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dilanjutkan long march melewati Tugu Yogyakarta menuju gedung DPRD DIY di Jl Malioboro.

Di gedung DPRD DIY, massa diterima Ketua Fraksi PKB, H Sukamto. Dalam dialog tersebut, massa menyatakan menolak pengesahan RUU PT dan meminta dewan mendukungnya.

"Kami menyatakan menolak karena banyak pasal pada RUU PT yang isi pasal-pasalnya tidak tak jauh berbeda dengan UU BHP," kata Ahmad Rizky dari BEM KM UGM.

Menurut Rizky, di beberapa pasal menunjukkan adanya liberalisasi dan komersialisasi pendidikan. Draf RUU tersebut juga dinilai melepaskan peran negara dalam hal pembiayaan. Anggaran pendidikan hanya 20 persen yang dialokasikan negara untuk pendidikan. Selebihnya justru diserahkan kepada universitas.

"Ini berarti negara lepas tangan dan pendidikan diserahkan ke pasar, rakyat kecil yang akan jadi korban lagi," ungkap Rizky.

Dia menambahkan draf RUU PT secara yuridis cacat hukum, karena bertentangan dengan UU No. 12/2011 tentang Tata Urutan Perundangan dan banyak pasal yang tidak jauh beda dari RUU BHP yang di judicial review oleh MK 2010 lalu.

"Substansinya masih hampir sama dengan UU BHP semangatnya masih liberalisasi dan komersialisasi pendidikan," katanya.

Sementara itu Ketua FPKB DPRD DIY, Soekamto, menyatakan pihaknya mendukung penolakan RUU-PT. DPRD DIY akan menyampaikan aspirasi tersebut ke DPR RI.
RUU PT sebenarnya direncanakan disahkan, Selasa (3/4/2012) lalu, tapi karena sidang paripurna DPR tak kuorum, sidang ditunda. RUU ini direspons negatif oleh LSM dan organisasi yang tergabung dalam Komisi Nasional Pendidikan. Beberapa organisasi tersebut di antaranya LBH Jakarta, LBH Pendidikan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Forum Mahasiswa Pendidikan, BEM UI, dan BEM UNJ.
(bgs/try)

Sumber : detikNews

12.40 | Posted in , , , | Read More »

Hujan Es Turun di Gunungkidul, Mengapa?

Hujan deras dan angin kencang menyapu sebagian wilayah DIY Senin petang. Juga hujan es.

Gunungkidul - Pada Senin 2 April 2012 petang, hujan deras dan angin kencang menyapu sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sejumlah titik di Gunung Kidul bahkan dilaporkan terjadi hujan es. Bongkahan es kecil menimpa atap rumah.

Terkait peristiwa itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, Toni Agus Wijaya, mengatakan, petang kemarin memang terjadi cuaca buruk di sebagian wilayah DIY, khususnya Gunung Kidul. "Akibat pancaroba. Sekarang musim pancaroba atau musim peralihan," kata dia kepada VIVAnews.com, Selasa 3 April 2012.

Pada musim pancaroba, dia menjelaskan, hampir setiap hari hujan deras turun, meski tidak sepanjang hari. "Paginya cerah, siang panas, nanti sore tiba-tiba hujan deras. Waktunya singkat," kata dia.

Bulan depan, Toni menambahkan, akan memasuki musim kemarau. Lalu, mengapa bisa sampai turun hujan es? Dia menjelaskan, hujan es atau dikenal dengan istilah hail, berasal dari awan bersel tunggal berlapis atau awan cumulus nimbus atau CB. Awan ini berada dalam jarak 10 kilometer dari permukaan Bumi.

"Awan ini menjulang ke atas vertikal, memiliki ketinggian lebih dari 10 kilometer. Dia melewati lapisan udara yang dingin," kata dia. Di atas awan itu air bisa membeku dan membentuk butiran es, yang lalu turun ke Bumi.

"Tapi, itu tidak berbahaya, di DIY dan Indonesia umumnya, hujan es tidak terlalu berbahaya," kata dia.

Hujan es, dia menambahkan, turun dalam waktu singkat. "Maksimal 15 menit terjadinya. Hal itu wajar karena massa peralihan," tuturnya. (art)

Sumber Berita & Gambar : Vivanews

15.08 | Posted in , , | Read More »

Pemprov DIY Pangkas 5.000 PNS-Dinilai Memberatkan Anggaran Belanja Daerah

YOGYAKARTA– Pemprov DIY berencana mengurangi jumlah pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 5.000 orang hingga 2015. Kebijakan ini dilakukan karena jumlah PNS di lingkungan pemprov dinilai terlalu gemuk dan membebani anggaran belanja.

”PNS kita masih terlalu gemuk dan harus dirampingkan agar tidak memberatkan anggaran daerah,” tandas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Agus Supriyanto saat rapat kerja dengan Komisi A DPRD DIY, kemarin. Jumlah PNS ini cukup menguras anggaran belanja APBD DIY. Setidaknya, 37% biaya APBD digunakan untuk belanja rutin PNS. Menurut Agus,jumlah tersebut masih lebih banyak dari jumlah ideal di pusat sekitar 30%.

Untuk menekan jumlah ini,PNS akan dipangkas dengan cara tidak merekrut CPNS dengan beberapa cara. Jika melakukan transfer PNS akan lebih selektif dan hanya menerima yang berkualitas. ”Rata-rata per tahun ada 200-400 PNS yang pensiun,” ujar Agus. Meski jumlah PNS yang berlebih, masih mengalami kekurangan di jabatan teknis seperti paramedis,guru, dan ahli teknik.

Ketua Komisi A DPRD DIY Ahmad Subangi mengaku kurang sependapat dengan rencana perampingan PNS. Dengan perampingan menjadi 5.000 orang, itu bukan jaminan kinerja pemerintahan akan lebih baik. ”Analoginya, kurus belum tentu sehat, atau mungkin gemuk juga belum tentu tidak sehat,”katanya.

Menurut Subangi,pemprov dalam hal ini BKD perlu melakukan kajian terlebih dulu sebelum benar-benar merampingkan jumlah PNS. Termasuk rencana pemberian tunjangan perbaikan penghasilan (TPP).Pemberian TPP itu tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatan kinerja pegawai. Kondisi berbeda justru dialami Pemkot Yogyakarta yang mengalami kekurangan 1.951 PNS.

Jumlah tersebut diperkirakan akan semakin bertambah bila hingga akhir tahun ini Pemkot tetap tidak dapat merekrutCPNSsepertiyangdiatur dalamsuratkeputusanbersama (SKB) tiga menteri tentang Moratorium Penerimaan PNS. Penerimaan CPNS terakhir dilakukan 2010 lalu. Saat itu Pemkot Yogyakarta mengajukan 225 formasi pegawai. Dari pengajuan tersebut, hanya 80 kursi yang mendapatkan persetujuan.

” Padahal saat itu kami butuh rekrutmen 225 pegawai,” ujar Kepala BKD Kota Yogyakarta Tri Widayanto seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi A DPRD Kota Yogyakarta kemarin. Bila memperhitungkan catatan administrasi kepegawaian, setiap bulan setidaknya ada 30 orang PNS yang harus pensiun. Masalahnya, moratorium PNS menyebutkan daerah yang telah menghabiskan 50% APBD untuk belanja pegawai tidak bisa merekrut hingga akhir 2012.

”Sementara Kota Yogyakarta belanja pegawainya secara total mencapai 60% dari APBD.Tapi, kita butuh (PNS),”katanya. Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Eko Kasbiantoro menilai pemerintah pusat saat ini tidak konsisten dengan keputusannya. Dari informasi yang diterimanya,

Pemkot Yogyakarta sejak berapa tahun lalu telah melakukan analisa jabatan (anjab) sebagai salah satu syarat untuk mengajukan kebutuhan pengisian formasi pegawai yang kosong. ”Padahal, secara teknis anjab dapat menjadi dasar diambilnya keputusan mengenai rekrutmen. Hanya, anjab ini benar tidak perlakuannya pertimbangan pada sektor kualitas, jangan hanya kuantitas,” tandasnya. kuntadi/maha deva

09.32 | Posted in , | Read More »

Rutan Yogyakarta Terapkan SDP Online

YOGYAKARTA--MICOM: Rumah Tahanan Kota Yogyakarta mulai menerapkan sistem data base pemasyarakatan (SDP) secara online sehingga pihak berwenang di rumah tahanan tersebut bisa memantau perkembangan kondisi dengan mengakses sistem yang ada.

"Akan ada banyak data yang masuk dalam sistem data base pemasyarakatan (SDP) itu, seperti data tahanan, kondisi kamar tahanan, bahkan data pembesuk," kata Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rumah Tahanan YogyakartaTeguh Suroso di Yogyakarta, Minggu (1/4).

Menurut dia, rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan yang ada di Provinsi DIY telah memiliki SDP, namun baru di Rumah Tahanan Yogyakarta,sistem itu terintegrasi secara online.

Ia mengatakan, data dalam sistem data base pemasyarakatan tersebut akan diperbarui setiap hari. Untuk data tahanan dan hunian, maksimal pukul 10.00 WIB setiap hari sudah ada data baru, sedang untuk perubahan data lain, maksimal sudah dilakukan pada pukul 14.00 WIB setiap harinya.

"Maksimal pada pukul 14.00 WIB, perubahan data tersebut sudah bisa diakses oleh pusat," lanjutnya.

Sistem tersebut juga memungkinkan pihak rutan untuk memantau warga binaan yang tengah menjalani cuti penahanan. Karena apabila warga binaan yang bersangkutan itu melakukan tindakan melawan hukum di suatu daerah,maka datanya akan langsung terhubung dengan sistem basis data yang ada di Rutan Yogyakarta.

Selain itu, dengan adanya sistem data base pemasyarakatan tersebut, kejadian hilangnya dokumen akibat terbakar atau sebab lain seperti yang terjadi di LP Kerobokan Bali pun dapat diantisipasi, karena seluruh data sudah tersimpan dalam sistem.

Sedangkan untuk data pembesuk, lanjut Teguh, sedang dilakukan upaya untuk memasang jaringan kamera yang terhubung langsung dengan sistem data base pemasyarakatan itu.

"Nantinya, foto pembesuk akan masuk dalam sistem data base kami.Pembesuk tidak akan mengetahui jika mereka difoto," katanya.

Diharapkan, paling lambat pada akhir April, jaringan kamera tersebut sudah siap. "Mungkin justru bisa lebih cepat lagi, karena tinggal menghubungkan kabel saja," katanya.

Saat ini, di Rutan Yogyakarta terdapat sebanyak 162 warga binaan yang terdiri dari 110 tahanan dan 50 narapidana dengan masa hukuman kurang dari satu tahun.

Sebanyak 26 warga binaan tersebut tersangkut kasus narkoba, dan dua orang tersangkut kasus korupsi, serta ada 12 warga binaan berusia anak-anak.

Berdasarkan kapasitasnya, jumlah warga binaan yang menghuni Rutan Yogyakarta tersebut telah melebihi daya tampung. Daya tampung rutan adalah 152 orang.

"Namun, secara kemanusiaan, dengan 162 warga binaan yang ada,kondisinya masih cukup manusiawi," katanya.

Untuk meningkatkan kondisi keamanan di dalam Rutan Yogyakarta, juga telah dipasang beberapa "closed circuit television" (CCTV) di sejumlah titik strategis. (Ant/Ol-3)

Sumber : Media Indonesia

14.24 | Posted in , , , | Read More »

Blog Archive

Labels