Mahasiswa Mulai Bergerak Dukung KPK

YOGYAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menuding revisi terhadap Undang-Undang (UU) No 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diajukan Komisi III DPR menjadi bagian dari skenario besar pelemahan lembaga antikorupsi tersebut.

Masyarakat diminta melakukan pe ngawasan ketat terhadap upaya tersebut. Peranan KPK dalam memberantas korupsi sudah diakui banyak pihak. Namun, keberhasilan itu menjadikan pihakpihak tertentu terusik dan berupa ya melemahkannya. “KPK sebagai lembaga harus di dukung penuh masyarakat untuk memberantas korupsi di negeri ini,” tandas Kadep Sosial Politik BEM KM UNY Jefry Moa saat berdemonstrasi mendukung KPK bersama lima temannya di depan lobi Gedung DPRD DIY, kemarin.

KPK dibentuk dengan UU No 30/2002 setelah adanya penilaian bahwa keberadaan polisi dan kejaksaan tidak mampu bekerja optimal menangani kasus korupsi. Penindakan kasus korupsi yang melibatkan pejabat dari institusi ke polisian, kejaksaan, dan DPR menjadi dasar munculnya skenario besar melemahkan KPK. “Kasus Cicak vs Buaya, kasus Bibit Chandra. Itu semua adalah upaya melemahkan KPK,” katanya.

Menurut Direktur Indonesia Court Monitoring (ICM) Yog yakarta Tri Wahyu, masyarakat harus memberikan dukungan penuh kepada KPK. Hal tersebut memper tim bangkan keberhasilan lembaga ini menunjukkan taringnya memberantas korupsi. Dia mengaku sudah tidak bisa lagi memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum selain KPK dalam hal pe nanganan korupsi.

“Memang masih banyak pekerjaan rumah besar yang harus di kerjakan KPK. Tapi sepak terjang yang diberikan patut mendapatkan apresiasi dan harus didukung,” pungkasnya.  maha deva

Sumber : Seputar Indonesia

18.18 | Posted in , , | Read More »

Aneh, Tubuh Supiyati Keluarkan Paku-Jarum

BANTUL – Penyakit aneh diderita Supiyati, 26,warga Dusun Seropan, Muntuk, Dlingo, Bantul. Dari kaki perempuan yang lahir di Arjomulyo,OKU Timur,Sumatera Selatan ini seringkali mengeluarkan jarum serta paku-paku kecil.

Kemarin, Supiyati terlihat tergolek lemas di Ruang Shafa No 15 RS Nurhidayah, Jetis Bantul.Wanita yang menikah sejak tahun 2010 lalu ini seringkali menyeringai menahan sakit dengan infus yang menancap di salah satu tangannya. ”Rasanya sakit, nyeri dan pedih. Terutama kalau mau keluar jarumnya. Namun kalau sudah lepas rasanya lebih enak,” tuturnya kepada wartawan kemarin. Dia tidak tahu penyakit apa yang menimpa dirinya.Namun, seringkali dia merasakan sakit luar biasa,kemudian jarum keluar dari kedua kakinya.

”Sudah sekitar 1,5 tahun saya seperti ini. Kalau dulu sampai pingsan saking sakitnya,” ungkapnya. Ayah Supiyati, Sagiran,menuturkan, gejala penyakit aneh yang diderita putrinya bermula sejak 22 Juli 2010 lalu. Usai pernikahan, putri keduanya ini sering kali pingsan secara mendadak. Bahkan dia sempat pingsan selama satu bulan. “Seperti mati suri.Tanpa makan, minum,dan buang kotoran. Itu terjadi sekitar satu bulan,” imbuh pria yang mengikuti transmigrasi sejak 1977 ini. Setelah itu, keluarga pun menjadi kaget.Hal ini lantaran dari kaki kanannya keluar satu jarum kecil. Kemudian paku juga keluar dari kedua kaki Supiyati.

“Kami sudah periksakan anak saya ke rumah sakit di Sumatera Selatan.Katanya hanya infeksi,”keluhnya. Kemudian Supiyati dibawa pulang kampung karena penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.Beberapa waktu di rumah,kondisi Supiyati juga tidak kunjung membaik. KemudiansejakSelasalalu( 25/9),keluarga memutuskan membawa Supiyati periksa hingga langsung dirawat di rumah sakit tersebut. Di rumah sakit tersebut, Supiyati pun sempat mengikuti rukyah yang dilaksanakan tim spiritual RS tersebut.

Tadi malam tim medis memutuskan untuk melakukan operasi untuk mengeluarkan jarum serta paku yang berada di dalam tubuhnya. Berdasarkan hasil rontgen, puluhan paku nampak jelas di tungkai kaki, tangan, serta lengan Supiyati.“Operasi dijadwalkan nanti malam.Kami memohon bantuan doa kesembuhan kepada semua yang menerima berita ini,” kata Direktur RS Nur Hidayah, Arrus Ferry kemarin. suharjono

Sumber : Seputar Indonesia

18.49 | Posted in , , | Read More »

Biaya Hidup Mahasiswa Naik 50%

YOGYAKARTA– Biaya hidup mahasiswa di Yogyakarta naik tajam. Untuk jenjang S-1, kebutuhan hidupnya mencapai Rp1,74 juta atau meningkat 50% dibanding periode 2008.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pondokan dan konsumsi, biaya rekreasi dan hiburan juga cukup tinggi. Mahasiswa banyak memberikan kontribusi bagi pendapatan domestik regional bruto (PDRB) DIY. Ketua Pusat Studi Ekonomi keuangan dan Industri LPPM UPN Veteran Yogyakarta Ardito Bhinardi mengatakan kenaikan biaya mahasiswa terjadi di semua jenjang studi, baik diploma, S-1 ataupun di jenjang S-2.

Untuk program diploma 4 naik dari Rp1,20 juta/bulan di 2008 menjadi Rp1,64 juta. Begitu juga S-1 dari Rp1,16 juta/bulan menjadi Rp1,74, dan S-2 dari Rp2,18 menjadi Rp2,37 juta. ”Kenaikan ini dipicu kenaikan biaya makan minum dan pondokan,” ungkapnya pada Paparan Survei Biaya Hidup Mahasiswa DIY pada 2012 yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Yogyakartabersamadengan UPN Veteran Yogyakarta kemarin.

Kenaikan mencolok juga terjadi pada variabel biaya rekreasi dan hiburan naik dari Rp80.000 menjadi Rp138.000. Selain itu,biaya telepon seluler (ponsel), transportasi, dan kebutuhan pendidikan seperti alat tulis dan buku. Internet juga menjadi variabel utama yang diperlukan mahasiswa. Ardito mengungkapkan,biaya hidup mahasiswa asal Sulawesi paling tinggi dibanding daerah lain.

Setiap bulan kebutuhan mahasiswa mencapai Rp2,61 juta,disusul Kalimantan Rp2,13 juta, Indonesia Timur Rp2,05 juta, serta Sumatera Rp1,8 juta.Adapun mahasiswa asal Jawa paling rendah hanya sekitar Rp1,6 juta. ”Mungkin banyak warga Sulawesi yang kaya, sedangkan di sini biaya hidup lebih murah,”ujarnya.

Di sektor transportasi, mayoritas mahasiswa menggunakan sepeda motor dengan persentase 80% dan hanya 1% yang menggunakan mobil. Kendaraan yang dipakai kebanyakan dibawa dari daerah asal 62% dan 38% dibeli di Yogyakarta. Sementara yang memanfaatkan sarana umum seperti bus turun tinggal 2% saja. ”Ponsel Nokia paling diminati 43%, disusul BlackBerry 21% dengan provider yang diminati Indosat,”papar Ardito.

Sementara itu, peneliti senior Bank Indonesia Yogyakarta Djoko Raharto mengutarakan peran mahasiswa sangat sentral dalam perekonomian di DIY. Setiap bulan para mahasiswa ini mengeluarkan biaya hidup hingga Rp423,8 miliar. Biaya ini memberikan kontribusi terhadap PDRB DIY sekitar 9,82%. ”Mahasiswa ini banyak memberikan peluang usaha,dari kuliner,jasa hingga sektor ekonomi lainnya,” katanya.

Survei dilakukan dengan mengambil sampel 500 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Mereka diambil dengan kuota sampling model kuesioner dan interviu. Menanggapi hal ini,Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) V DIY Kasiyarno menilai perlu ada tindak lanjut dari hasil survei. Kenaikan itu akan membuat miring tentang pendidikan yang ada di Yogyakarta.

Kesan mahal membuat orang tua berpikir dua kali untuk menyekolahkan anaknya di Yogyakarta. Padahal dibandingkan daerah lain di Indonesia,biaya hidup ini jauh lebih murah. Survei akan lebih bagus bila menggunakan range biaya. Dengan cara ini bisa diketahui berapa biaya yang paling rendah yang masih bisa diakses. ”Ini harus ditindaklanjuti dengan beberapa analisa lain,”ujarnya.

Di Jakarta pada 2011 lalu biaya hidup mahasiswa sekitar Rp800.000–1,95 juta.Yogyakarta antara Rp500.000–1,3 juta, dan di Bandung Rp800.000–1,6 juta. ”Biaya hidup di Yogyakarta tetap paling murah,” ungkap dosen Fakultas Ekonomi UGM Edi Purnawan. kuntadi

Sumber : Seputar Indonesia

15.35 | Posted in , , , | Read More »

217 Telaga Kering, Krisis Air Meluas

GUNUNGKIDUL – Kemarau panjang yang melanda kawasan Gunungkidul menyebabkan ratusan telaga di daerah tandus ini mengering.Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat mencatat dari total 282 telaga,hanya 65 telaga yang masih memiliki air.

Sisanya 217telaga sudah kering kerontang.Padahal, telaga tersebut menjadi satu-satunya tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.”Sisanya kering semua, dan tanahnya retak-retak,”kata Kepala Bappeda Gunungkidul, Syarif Armunanto,kemarin. Sisa 65 telaga yang masih menyimpan air juga tidak semuanya bisa dipakai terutama untuk memasak dan minum.”Kondisinya sebagian besar kurang baik untuk air konsumsi,”ujar Syarif.

Meski demikian, kata dia, masih banyak warga yang tetap menggunakan telaga tersebut. ”Air biasanya diendapkan satu malam terlebih dahulu, baru disaring warga dan digunakan untuk memasak,”beber Syarif. Camat Tepus Suyatna menyatakan, di wilayahnya terdapat 32 telaga yang bisa digunakan warga untuk kebutuhan seharihari, terutama untuk mandi dan mencuci. Namun dari jumlah tersebut,29 telaga di antaranya sudah kering.

Praktis saat ini tinggal dua telaga yang hingga kini masih menyimpan air untuk kebutuhan warga.“Kebanyakan keringnya air telaga karena adanya kerusakan di tanggul telaga. Jadinya air selalu merembes dan habis,”ucapnya. suharjono

19.45 | Posted in , | Read More »

Kota Yogyakarta tegaskan titik nol steril PKL

Yogyakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan Titik Nol Kilometer adalah kawasan yang harus steril dari keberadaan pedagang kaki lima (PKL) sesuai Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2002 tentang pedagang kaki lima.

"Tidak ada perubahan aturan di kawasan tersebut. Titik Nol Kilometer harus bebas dari pedagang kaki lima (PKL)," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, di Yogyakarta, Minggu.

Haryadi tidak memungkiri jika kini masih ada saja PKL yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk berjualan. "Pada Sabtu malam, kawasan tersebut memang cukup ramai dan banyak PKL yang berjualan di sana," katanya.

Pemkot, lanjut dia, akan terus melakukan upaya penertiban terhadap PKL, dan bila masih diperlukan akan menerjunkan petugas untuk melakukan patroli khusus di kawasan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Suryanto mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penertiban secara rutin terhadap PKL yang nekat berjualan di kawasan Titik Nol Kilometer.

"Baru-baru ini, kami menertibkan enam PKL yang berjualan di Titik Nol Kilometer. Mereka kemudian kami amankan dan diajukan ke pengadilan untuk menjalani sidang tindak pidana ringan," katanya.

Suryanto mengatakan, petugas dari Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta melakukan tugas menjaga kawasan tersebut selama delapan jam per hari yaitu pukul 13.00 WIB hingga 21.00 WIB. Jika memang PKL masih terus saja nekat berjualan di lokasi itu, maka kami berencana mendirikan pos khusus untuk menjaga kawasan itu 24 jam penuh per hari.

Ia berharap, PKL dapat menepati janji dan komitmen yang pernah mereka ucapkan yaitu tidak lagi berjualan di lokasi tersebut.

Sebelumnya, Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Yogyakarta Rudiarto menyayangkan sikap PKL yang nekat berjualan kembali di lokasi tersebut karena sebelumnya sudah berjanji tidak lagi berdagang di Titik Nol Kilometer.

"Mereka adalah pedagang kaki lima (PKL) yang tidak terorganisir. Kembalinya PKL berjualan di Titik Nol Kilometer bisa jadi disebabkan mereka tidak tahu aturan yang berlaku," kata Rudiarto.

Sejumlah PKL yang kembali berdagang di kawasan Titik Nol Kilometer tersebut berjualan makanan seperti sate, barang souvenir mulai dari sandal, gantungan kunci, kacamata hingga pohon-pohon hias berukuran mini.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya yang patut diapresiasi untuk menjaga kawasan tersebut agar tetap steril dari PKL, termasuk dengan penertiban.

"Mungkin penertiban harus dilakukan secara lebih rutin. Selain penertiban, juga perlu diambil langkah lain sehingga kawasan tersebut benar-benar steril dari PKL," katanya.

Sumber : AntaraNews

15.03 | Posted in , , | Read More »

Ribuan Orang Pantau Langsung Rapat Paripurna DPRD Yogyakarta

YOGYAKARTA - DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, Jumat (21/9), pagi. Sidang tersebut disaksikan ribuan warga yang sebagian besar terpaksa mengikuti dari luar gedung.

Untuk menjaga sidang berlangsung lancar, pihak keamanan menutup gerbang dan tidak semua orang boleh masuk. Ketua DPRD DIY Youke Indra Agung Laksana menjelaskan, sidang itu akan digelar secara maraton. Sebanyak tujuh rapat paripurna akan digelar.

"Untuk pertama kalinya, DPRD DIY menggelar tujuh rapat paripurna dalam sehari, termasuk satu rapat paripurna Istimewa, yang terbagi dalam tiga sesi," ujar Youke.

Pada 09.00 WIB, DPRD menggelar rapat paripurna dengan agenda laporan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMJ) Gubernur DIY 2008-2012.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan rapat paripurna persetujuan dan penetapan rekomendasi DPRD DIY terhadap LKPJ AMJ. Pukul 10.30 WIB, agenda rapat paripurna istimewa adalah Penyerahan Keputusan DPRD DIY terhadap LKPJ AMJ dan sambutan Gubernur DIY menanggapi catatan dan rekomendasi Dewan tersebut.

Rapat itu akan dihentikan dan kembali akan diselenggarakan usai solat Jumat dengan agenda pemaparan visi dan musu Calon Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Rapat paripurna berikutnya digelar setelah salat Jumat dengan agenda pemaparan visi misi calon Gubernur DIY, laporan Pansus Penetapan dan persetujuan atas rancangan Keputusan DPRD tentang Penetapan Gubernur dan Wagub DIY periode 2012-2017," beber Youke.

Rapat itu dihadiri sekitar 250 tamu sangat penting (VIP) termasuk Dirjen Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan, para Rektor dan Pemimpin Peguruan Tinggi se DIY serta kerabat Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman. (AU/OL-8)

Sumber : Media Indonesia

16.31 | Posted in , , | Read More »

Paripurna Penetapan Sultan Terbuka

YOGYAKARTA – Tinggal satu hari lagi, DPRD DIY akan menggelar rapat paripurna penetapan gubernur dan wakil gubernur DIY sebagai konsekuensi lahirnya Undang-Undang No 13/2012 tentang Keistimewaan DIY.

Bertempat di gedung Dewan, DPRD memastikan rapat ini tetap akan bersifat terbuka untuk umum. “Tetap terbuka, dan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyaksikan,kita akan pasang pengeras suara di luar ruang paripurna agar semuanya bisa mendengar dan mengikuti langsung proses penetapan,” terang Ketua Pansus Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY,Yoeke Indra Agung Laksana kemarin.Dia memprediksi, sidang paripurna bersejarah ini akan menyedot banyak perhatian masyarakat terutama yang selama ini mendukung Keistimewaan DIY.

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengaku telah menyiapkan visi dan misi untuk disampaikan ke DPRD DIY. Sesuai dengan UU 13/2012,visi dan misi tersebut akan menjadi agenda kerja lima tahunan Sultan selama menjabat gubernur. “Nantilah pada saat paripurna akan kita bacakan. Jangan sekarang,”tandasnya.

Lobi Fraksi

Di sisi lain panitia khusus (pansus) hari ini juga akan menggelar lobi-lobi dengan pimpinan tujuh fraksi di DPRD DIY. Hal tersebut untuk memastikan tidak ada lagi perbedaan pendapat sehingga proses penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur dapat berlangsung lancar. Yoeke mengatakan, secara prinsip laporan pansus sebagai pertanggungjawaban terhadap proses verifikasi sudah siap.

Di dalam rekomendasi tersebut pansus hanya menegaskan bahwa berkas pencalonan dari HB X sebagai calon gubernur dan KGPAA Paku Alam IX sebagai calon wakil gubernur sudah lengkap dan memenuhi persyaratan yang tertuang di dalam UU 13/2012 tentang UU Keistimewaan. maha deva

Sumber : Seputar Indonesia

20.38 | Posted in , , | Read More »

Kejar Setoran, Penumpang ”Dipaksa” Masuk Terminal

YOGYAKARTA – Peraturan penurunan penumpang bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP) tujuan Yogyakarta yang dimulai Senin (10/9) lalu masih banyak dilanggar.

Kemarin, dua bus ditilang lantaran menurunkan penumpang di pemberangkatan bus. Petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Yogyakarta yang menjaga tempat penurunan penumpang, Subardi, mengatakan, masih ada sejumlah sopir yang menurunkan penumpang di tempat keberangkatan bus.

Meskipun peraturan sudah berlaku sepekan sebelumnya, sopir bus masih sering harus diingatkan. ”Jadi kami harus terus mengingatkan,” ujarnya kemarin. Setidaknya kemarin dirinya sudah melakukan penyitaan surat izin trayek dan surat izin uji kelayakan kendaraan dua bus AKAP. Surat-surat yang disita kemudian di berikan kepada pihak UPT untuk ditindaklanjuti. ”Kami tadi mendapatkan dua bus yang melanggar,” imbuhnya.

Undang-Undang (UU) No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 126 menyebutkan,pengemudi kendaraan umum angkutan orang dilarang memberhentikan kendaraan selain di tempat yang telah ditentukan; dilarang ngetemselain di tempat yang telah ditentukan; dilarang menurunkan penumpang selain di tempat pemberhentian dan atau di tempat tujuan; terakhir, dilarang melewati jaringan jalan selain yang telah ditentukan dalam izin trayek.

Peraturan tersebut pada dasarnya guna memenuhi target pendapatan terminal.Terminal Giwangan tahun ini ditarget mendapatkan pemasukan Rp2,025 miliar.Namun, terhitung sampai Agustus lalu, pendapatannya baru mencapai 78,75% dari target.Untuk mencapai target tersebut, Unit Pelaksana Teknis Terminal Giwangan melakukan penegakkan peraturan. Caranya, penumpang dari luar kota yang bertujuan ke Kota Yogyakarta masuk ke dalam peron terminal dengan pembayaran Rp500/orang.

Kepala UPT Terminal Giwangan Imanudin Aziz menjelaskan sampai akhir tahun nanti pihaknya akan on the track untuk melakukan pencapaian target.Awal peraturan ini dijalankan memang masih banyak sopir yang melakukan pelanggaran. Untuk itu,lanjut dia,saat ini UU lebih ditujukan pada pembinaan.” Akan terus kami kejar targetnya sampai akhir tahun. Memang masih masih ada beberapa sopir yang ngeyel, tapi sebelumnya juga kami beri sosialisasi dan edaran kepada mereka,”katanya kemarin.

Terpisah, Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Widijantoro berpendapat ada nuansa pungutan baru dalam peraturan yang diberlakukan. Seharusnya, penumpang berbeda dengan pengunjung terminal. Penumpang tidak seharusnya membayar peron karena tiket bus sudah termasuk dalam pembayaran peron tersebut. Seharusnya untuk mencapai target pemasukan, saran dia, pengelola terminal harus mengevaluasi secara menyeluruh.

Bila tidak dilakukan,lama kelamaan Terminal Giwangan akan ditinggalkan penumpangnya. ”Terminal itu berada di wilayah selatan, aksesbilitasnya ke tempat lain seperti ke stasiun atau bandara juga jauh.Karena sudah terlanjur, harus ada evaluasi yang menyeluruh,” pungkasnya. ridho hidayat

Sumber : Seputar Indonesia

21.46 | Posted in , , | Read More »

Siswi SMP Diperkosa Kenalan-Polisi Tak Kunjung Tahan Pelaku

GUNUNGKIDUL– Nasib tragis menimpa Yen, 14, siswa salah satu SMP di Kota Wonosari. Sedang asyik belajar di rumah, gadis bau kencur ini didatangi salah satu kenalannya dan langsung diperkosa di rumahnya.

Akibat perbuatan tak senonoh dari Don, 15 yang juga masih duduk di bangku SMP ini,Yen hingga kini tidak mau masuk sekolah.Dia hanya mengurung dirinya di dalam kamar dan merasa malu bergaul dengan teman- temannya.Informasi yang berhasil diperoleh SINDO menyebutkan aksi bejat ini dilakukan pada 5 September lalu. Waktu itu, gadis yang kini duduk di bangku kelas VIII ini tengah asyik belajar di ruang tengah sambil nonton TV.

Namun tiba-tiba saja, Don yang sekolah di wilayah Kecamatan Nglipar datang dan langsung menyeretnya ke kamar. ”Dia diperkosa saat kami pergi ke Kota Yogyakarta,” tutur Wastini Ibu korban kepada wartawan kemarin. Dia mengaku sudah melaporkan semua kejadian yang menimpa putrinya ini ke polisi. ”Kami sebenarnya takut, namun kami mendapat dukungan para pemuda di dusun kami untuk melaporkan kejadian ini.

Kami harap pelaku segera ditahan,”tuturnya didampingi anggota DPRD Gunungkidul, Suharno saat memberikan keterangan kepada wartawan kemarin. Awalnya Wastini mengaku bingung dengan peristiwa yang menimpa putrinya.Kemudian dia mendatangi rumah, Suharno dan menceritakan kejadian yang menimpa putrinya. ”Awalnya putri saya bungkam. Setelah saya tanya akhirnya mengaku kalau diperkosa Don itu,”keluh dia.

Namun demikian, dirinya mengaku heran dengan sikap polisi.Pasalnya hingga saat ini belum ada upaya untuk menahan pelaku.Saat ini,lanjutnya, warga di dusunnya resah dan berharap ada hukuman berat bagi Don yang dianggapnya tidak bermoral dan merusak masa depan putrinya tersebut. ”Kami hanya meminta Polisi adil dan menahan pelaku,” beber Wastini.

Ketika dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Suhadi mengaku sudah melakukan langkah-langkah untuk penyelidikan. Beberapa saksi telah dimintai keterangan berkaitan dengan kasus yang menimpa anak di bawah umur ini. ”Kita sangat hati-hati,karena baik terlapor maupun korban sama-sama masih di bawah umur,”ulasnya.

Dalam penyelidikan ini,Polres sudah menyatakan Don sebagai tersangka kasus pemerkosaan ini. Namun demikian, diakuinya tersangka masih belum ditahan .”Kita tidak memiliki sel tahanan untuk anakanak. Namun demikian, tersangka kita awasi terus dan proses tetap kita lanjutkan sesuai aturan,”pungkasnya. suharjono

Sumber : Seputar Indonesia

18.01 | Posted in , , | Read More »

DIY Berpotensi Turun Hujan

SLEMAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi wilayah DIY sudah mendekati akhir musim kemarau dan terdapat potensi terjadinya hujan meski masih dalam intensitas ringan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Yogyakarta, Toni Agus wijaya mengatakan, musim kemarau di DIY berlangsung hingga akhir Oktober untuk bagian utara dan pertengahan November untuk bagian selatan.

Dari pantauannya, suhu udara saat cuaca cerah bisa mencapai 32 deajat Celcius dan diprediksi ada potensi terjadinya hujan meski intensitas masih ringan dengan curah hujan kurang dari 50 mm/dasarian. (muji barnugroho)

Sumber : Seputar Indonesia

14.53 | Posted in , , | Read More »

Ancam Pakai Pistol, Polisi Perkosa 2 Gadis-Pelaku Ditahan Mapolda DIY

BANTUL – Seorang oknum Polantas Polres Bantul diduga memerkosa dua gadis secara bergantian. Lebih bejat lagi, perbuatan tersebut dilakukan di pos penjagaan di bawah ancaman pistol.

Oknum anggota polisi lalu lintas (polantas) berisial Briptu SLS ini dilaporkan dua korbannya, yaitu Ew,25, warga Gunungkidul dan Len,16, warga Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Keduanya kos di Panggungharjo, Kecamatan Sewon. Pelaku bertugas di Pos Penjagaan Perempatan Druwo,Jalan Parangtritis,Bantul. Kapolres Bantul AKBP Dewi Hartati menegaskan bila anggotanya nanti terbukti melakukan tindak pemerkosaan tersebut, maka akan dikenakan sanksi tegas berupa pemecatan.

“Kalau terbukti bersalah, kepolisian tidak segan melakukan pemecatan kepada yang bersangkutan,” ungkap Kapolres kemarin. Setelah para korban melapor ke Polda DIY, lanjut dia, Briptu SLS langsung ditahandi Mapolda guna pemeriksaan lebih lanjut. Kasus pemerkosaan sendiri pada Selasa (11/9) pukul 00.30 WIB. Sedangkan korban melaporkannya pada Kamis (13/9) lalu. Kejadian tersebut berawal sekitar satu bulan lalu saat keduanya yang berboncengan terjaring razia operasi lalu lintas.

Seperti para pengendara lainnya, korban dimintai surat-surat kelengkapan sepeda motor oleh Briptu SLS. Namun, korban tidak bisa menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Kemudian, kedua korban disuruh masuk ke dalam pos polisi dulu. Di dalam pos korban bukannya diberikan surat tilang, malah dimintai nomor telepon seluler (ponsel) dan langsung disuruh pergi.

Beberapa waktu kemudian, setiap kali kedua korban melintas di jalan itu Briptu SLS memintai uang kepada keduanya. Perbuatan ini dilakukan karena mengetahui mereka tidak memiliki SIM. Pada malam laknat itu, Selasa (11/9), Ew dan Len yang melintas di jalan tersebut dengan berboncengan langsung dihentikan oleh Briptu SLS.Pelaku mencabut kunci kontak motor. Terpaksa mereka mengikuti Briptu SLS masuk ke dalam pos penjagaan.

Saat itulah korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat Briptu SLS di bawah ancaman pistol. Dikonfirmasi,kemarin pagi, Ew tidak mau mengatakan hal yang dialaminya secara detail. Hanya dia mengaku memang menjadi korban pemerkosaan. “Iya, saya (memang) menjadi korban pemerkosaan,”ucapnya. Sementara itu, kriminolog dari Universitas Janabadra, Hartanti menilai sejauh ini pembinaan di lingkup kepolisian sudah baik.

Namun, kejadian tersebut kembali menyebabkan nama baik kepolisian kembali disorot. Lebih lanjut dikatakan, latar belakang oknum tersebut juga berpengaruh terhadap aksi bejat yang diduga dilakukannya. Tindak pemerkosaan tersebut, kata dia,memang sudah sering dilakukan dan baru ketahuan sekarang,atau memang baru sekali dilakukan.

Namun Hartanti menambahkan, dalam kasus ini korban sendiri kurang berhati-hati.Yang perlu dipertanyakan adalah korban melintas di jalan tersebut pada malam hari.“Kadang (apa yang dilakukan korban) juga berpengaruh menimbul niat jahat (seseorang),”tambahnya. Terpisah, psikolog dari Universitas Sanata Dharma,Paulus Eddy mengungkapkan, kedua korban pasti akan merasakan trauma karena perilaku kekerasan seksual tersebut.

Untuk mengatasi trauma, saran dia, para korban membutuhkan peran pendamping agar bisa lebih cepat menerima kejadian itu. “Bebannya berat kalau sesuatu yang berharga seperti itu diambil secara paksa oleh orang lain.Korban akan merasakan stres, malu, mengasingkan diri,”pungkasnya. suharjono/ridho hidayat           

Sumber : Seputar Indonesia

15.56 | Posted in , , | Read More »

Rampok Spesialis Brankas Digulung

YOGYAKARTA– Tujuh perampok spesialis pembobol brankas berhasil dibekuk kepolisian Polda DIY. Empat di antaranya dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap.

Para pelaku masing-masing Ml dan Rt (asal Ambon), Yl (asal Medan) dan Ug, Dr, An, Ksn (asal Jawa Barat). Ketujuh pelaku ini diduga sebagai pelaku perampokkan di enam lokasi di DIY. Mereka ditangkap petugas di Kabupaten Sumendang Jawa Barat setelah dikuntit dari Jakarta (31/8).

Kapolda DIY, Brigjen Sabar Rahardjo mengatakan kawanan ini ditangkap saat hendak beraksi di sebuah SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji) di daerah Sumedang. Saat itu, tiga orang sudah berada di dalam SPBE,sementara dua di antaranya berjaga di dalam kendaraan di luar. ”Awalnya hanya tiga tersangka yaitu Ml, Rt, dan Yl yang berhasil ditangkap. Dua orang yang berjaga di kendaraan berhasil meloloskan diri,” katanya. Selang beberapa hari, empat pelaku lainnya berhasil ditangkap di sejumlah tempat terpisah di Jawa Barat.

”Empat di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap,”terang Rahardjo. Sebelum beraksi, kawanan ini mendatangi kota yang akan dirampok pada satu atau dua hari sebelum melakukan aksinya. Seorang pelaku kemudian bertugas mencari sasaran dan mengambar secara detail sasaran yang hendak dirampok. ”Aksi perampokkan umumnya dilakukan antara pukul 01.30 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Mereka kemudian melumpuhkan satpam terlebih dahulu sebelum menyasar brankas yang diincarnya,”tutur Rahardjo.

Tercatat kawanan ini sukses beraksi di sejumlah wilayah di DIY.Pada Jumat (15/6) kawanan ini berhasil merampok kantor Disnakertrans DIY. Saat itu mereka berhasil membawa kabur uang tunai Rp15 juta.Kemudian pada Sabtu (14/7) kawanan ini juga berhasil membobol PT Askes Kotagede dengan kerugian Rp23,6 juta. Di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kawanan ini juga berhasil menjebol berangkas berisi uang tunai Rp133 juta pada Selasa (31/7) dan Rp350 juta dari berangkas Kampus Akademi Teknologi Kulit (ATK), di Sewon, Bantul, pada Senin (16/7).

Kawanan ini juga beraksi di Kantor BBPPKS Kalasan, Sleman pada (14/11/2011) dengan kerugian Rp 81 juta dan terakhir, di Golf Cangkringan pada Kamis (28/6) dengan kerugian Rp6 juta. Kawanan perampok ini diketahui juga beraksi di luar DIY seperti di Jawa Tengah,Jawa Barat, Jakarta,Kalimantan,BangkaBelitung, danBali.”Masihada beberapa tersangka yang ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),termasuk JF yang ahli menjebol brankas,” tambah Direktur Reserse Kriminan Umum,Kombes Pol Kris Erlangga.

Kriminolog, dari Universitas Janabadra Yogyakarta,Hartanti mengatakan, aksi perampokan tidak mungkin dilakukan dengan sedikit orang. Mereka beraksi dengan tugas masing- masing seperti mengawasi, melumpuhkan satpam, dan menjebol brankasnya. Untuk mendapatkan anggota yang banyak ini perekrutan kemungkinan dilakukan di Lembaga Permasyarakatan (LP). Pasalnya, LP menjadi tempat berkumpulnya para napi- napi dengan keahlian yang dimiliki masing-masing. Menurut Hartati seharusnya,napi dengan kasus kecil tidak dimasukkan ke dalam LP.Namun,disalurkan ke kerja sosial atau tempat lain yang bisa mendidik napi dengan kasus kecil untuk lebih baik.

”Kemungkinan, cara perekrutannya di LP. Mereka mempunyai persamaan misi, jadi untuk berbuat jahat sangat mudah. Untuk itu, napi yang melakukan kejahatan kecil tidak seharusnya dimasukkan ke Lembaga Permasyarakatan, saat disidang bisa disalurkan ke kerja sosial,” ucapnya. ridho hidayat 

Sumber : Seputar Indonesia

20.24 | Posted in , , | Read More »

Truk Dirampok, Sopir Dibuang

GUNUNGKIDUL– Nasib apes menimpa Rusdani dan Wawan. Sopir dan kernet truk bermuatan kayu nopol E 8755 VD ini menjadi korban perampokan saat melintas di kawasan Gombong, Kebumen, kemarin.

Mereka disekap enam orang tak dikenal.Truk beserta isinya kemudian dibawa kabur kawanan tersebut. Ironisnya,Rusdanidan Wawan dibuang oleh kawanan itu di Desa Girijati,Purwosari, Gunungkidul. Saat ditemukan warga, kedua orang itu dalam kondisi tangan terikat serta mulut disumpal kain dan mengalami luka memar di kepala.Warga kemudian melaporkan kasus itu ke Polsek terdekat.

”Setelah keduanya membaik, ikatan sudah kita lepas dan sumbatan kain di mulut kita tarik, baru kita mintai keterangan,” kata Kapolsek Purwosari, Hendra Prastawa,kemarin. Menurut Hendra, kedua korban mengaku warga Tasikmalaya. Waktu itu, kedua korban bermaksud mengirim kayu glugu dari Tasikmalaya, Jawa Barat ke Yogyakarta. Namun, dalam perjalanan mereka dirampok di kawasan Gombong. Korban kemudian diikat dan sempat dipukul dengan senjata api oleh para pelaku yang berjumlah enam orang.

”Kedunya dipepet kendaraan yang mengaku aparat, sekitar pukul 04.00 dan dibawa masuk ke mobil Grand Livina,” ungkapnya. Hendra menerangkan, kedua korban semula sempat curiga dengan ulah pelaku yang terlihat kasar dalam meminta surat-surat kelengkapan dokumen kendaraan. ”Karena sempat bersitegang keduanya sempat kena pukul,”ujarnya.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ihsan Amin,menyatakan, masih mendalami kasus perampokan yang menimpa dua korban. Penyelidikan awal selain meminta keterangan korban juga melakukan koordinasi lintas Polres. ”Kita jelas berkoordinasi dengan Polsek Gombong.Karena menurut laporan,tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Gombong,”kata dia. Tidak hanya itu, koordinasi juga melibatkan seluruh jajaran Polsek di Gunungkidul serta Polres Bantul. suharjono
Sumber : Seputar Indonesia

17.03 | Posted in , | Read More »

Hotel di Malioboro Diancam Bom

YOGYAKARTA- Hotel Whiz di Jalan Dagen No8, Malioboro, Kota Yogyakarta diteror bom.
"Teror tersebut melalui handphone saya," terang Azis Sismono, Manager Hotel, Kamis (13/9) siang.
Azis menerangkan, teror tersebut diterimanya pukul 8.30 WIB melalui pesan singkat (SMS) Isi SMS tersebut berbunyi, ada bom di lantai 5 dan 6. Nomor telepon pengirim sms tersebut telah diserahkan ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti teror tersebut, pihaknya kemudian melaporkan ke Polsek Gedongtengen. Dari situ, pihak Polsek kemudian melaporkan ke tim gegana.

Azis menambahkan, semalam (12/9), 100 kamar di hotel Whiz terisi 100 persen.  Atas teror tersebut tidak ada evakuasi. "Yang masih ada penghuninya kita mohon izin," paparnya.

Sementara itu, Kaden Gegana Polda DI Yogyakarta AKBP Maryono menjelaskan, pihaknya sudah menyisir lokasi yang dimaksud. Pihaknya pun masih intensif melakukan penyisiran. "Sampai saat ini masih nihil," paparnya. (AT/OL-9)

Sumber : Media Indonesia

16.40 | Posted in , , | Read More »

Cabor Andalan DIY Rontok

PEKANBARU – Sejumlah cabang olahraga (cabor) yang menjadi andalan Kontingen DI Yogyakarta (DIY) untuk mendulang medali pada PON XVIII/2012 Riau rontok.

Beberapa nomor yang sudah dipertandingkan pada cabor panjat tebing, karate, biliar, dan lainnya tidak mampu menyumbang medali. Cabor panjat tebing untuk nomor boulder baik putra dan putri harus merelakan medali menjadi milik kontingen lain.Tim putra yang terdiri atas Wahyu Purnomo, Bayu,Sultoni Sulaeman, Omak Suparjiono harus puas berada di posisi keenam.Di nomor ini, Jawa Tengah yang berjaya kemudian disusul masing-masing Kalimantan Timur (Kaltim) dan DKI Jakarta.

Nomor boulder putri juga senasib dengan tim putra.Fitriani,Tri Suryani, Murjiyanti,dan Etti Herawati kalah bersaing dengan Jawa Timur, Kaltim,dan DKI Jakarta.“Untuk nomor boulder putra dan putri DIY sudah kandas, gagal meraih medali,” kata Pelatih panjat tebing DIY Taufan Faizal,kemarin. Taufan menambahkan,10 atlet anak didiknya yang bertanding di PON ini ditarget bisa mendulang setidaknya dua medali emas dari 14 nomor yang dilombakan.

Meski untuk nomor boulder sudah kandas, peluang DIY untuk membawa pulang medali masih terbuka, terutama untuk nomor speed track. “Kami akan membalasnya di nomor speed track,” tandasnya. Selain panjat tebing,cabor lain DIY juga harus terhenti langkahnya,seperti karate untuk nomor kata perorangan putri dan biliar untuk nomor 8 ball.Riza Vutri yang mendapatkan bye pada babak pertama harus mendapat lawan tangguh pada babak berikutnya.

Alhasil, seni gerak yang diperagakan Riza kurang mantap dibanding karateka putri Jawa Barat (Jabar). Pebiliar andal DIY Junarto Kasogi yang bertanding di nomor 8 ball juga terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan Ersa Nasution dari Jabar. Namun,Junarto masih punya peluang di nomor lainnya,seperti mixed doubel 10 ball,mixed double 9 ball,single 9 ball, single 10 ball. Tim bola voli putra DIY juga mendapat sinyal bahaya setelah tidak terduga ditaklukkan Kaltim.

Padahal,tim bola voli putra DIY tercatat sebagai tim unggulan mengingat dalam dua gelaran PON sebelumnya selalu menyabet medali emas. Kesuksesan tim bola voli putra saat mengulang tim putra Jateng tidak berlanjut kala menghadapi Kaltim.Kini tim putra menempati posisi 2 klasemen poolA di bawah Kaltim. Pelatih bola voli DIY Wahyono Hariyadi berharap kekalahan dari Kaltim tidak membuat mental anak didiknya menjadi drop.

Kekalahan harus segera dilupakan dan menatap laga selanjutnya melawan Kalimantan Barat yang rencananya digelar hari ini. “Pertandingan selanjutnya melawan Kalimantan Barat.Meski tidak sehebat Kalimantan Timur,kami berharap anak-anak tidak memandang remeh.Kami menginginkan kemenangan,” tandasnya.   ridwan anshori

Sumber : Seputar Indonesia

16.17 | Posted in , , | Read More »

Kereta Maguwo Ekspres Tambah Frekuensi Perjalanan

Yogyakarta - Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) AC Maguwo Ekspres menambah frekuensi perjalanan menjadi dua kali sehari untuk jurusan Purwokerto-Yogyakarta. Penambahan jadwal perjalanan itu akan dimulai Selasa (11/9).

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto Surono menyatakan selain ada penambahan jadwal, Maguwo Ekspres juga mengalami perubahan jalur.

"Pada awal peluncuran, Maguwo Ekspres melayani trayek Purwokerto-Cilacap-Maguwo. Namun, saat ini diubah menjadi Purwokerto-Maguwo dan dalam sehari ada dua kali pemberangkatan, yakni pada pukul 05.00 dan 11.20 WIB," kata Surono, Senin (10/9).

Ia menjelaskan, waktu tempuh Purwokerto-Yogyakarta selama dua jam dan 4
8 menit dengan harga tiket Rp60.000 per penumpang. "Kami berharap perubahan jalur ini akan lebih bisa mencapai pasar, terutama untuk karyawan yang akan mengejar penerbangan di Bandara Adi Sucipto pukul 09.00. Selain itu, untuk mereka yang bekerja di Yogyakarta pukul 08.00 juga tidak terlambat, karena kereta yang berangkat pukul 05.00 akan tiba di Yogyakarta pukul 07.48," katanya. (LD/OL-01)

Sumber : Media Indonesia

12.58 | Posted in , | Read More »

10 peserta Yogyakarta lolos final "Miss Celebrity"

Yogyakarta - Sebanyak 10 peserta audisi "Miss Celebrity Indonesia 2012" dari Daerah Istimewa Yogyakarta lolos ke babak final kontes yang diselenggarakan stasiun televisi SCTV.

"Mereka ke babak final setelah lolos seleksi selama dua hari (8--9 September 2012) di Ambarrukmo Plaza Yogyakarta," kata Executive Producer SCTV Al Moenir Rahmat di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, pada hari pertama, Sabtu (8/9), sebanyak 20 dari 183 peserta lolos seleksi sehingga berhak maju ke tahap berikutnya untuk diambil 10 peserta ke babak final.

"Pada seleksi hari kedua, Minggu (9/9) ke-20 peserta tersebut tampil tidak hanya di depan juri tetapi juga pengunjung. Dewan juri akhirnya memutuskan 10 peserta lolos ke babak final," katanya.

Ia mengatakan ke-10 finalis audisi Yogyakarta itu datanya akan dibawa ke Jakarta untuk digabungkan dengan 10 finalis dari enam kota lainnya.

"Dari 70 data finalis dari tujuh kota yang dibawa ke Jakarta, 20 orang finalis yang terseleksi akan didatangkan ke Jakarta untuk mengikuti karantina. Mereka itu yang akan menjadi `Grand Finalis Miss Celebrity 2012`," katanya.

Menurut dia mereka yang terpilih menjadi "20 Grand Finalis Miss Celebrity" akan didatangkan ke Jakarta dan akan menjalani masa karantina selama sepekan, 11-17 Oktober 2012.

"Selama karantina, mereka akan mendapat pembekalan yang akan mendukung performa mereka seperti akting, presenting atau `public speaking`, modeling, koreografi, `photo session`, promo session di program Inbox dan Infotainment," katanya.

Ke-10 finalis "Miss Celebrity 2012" dari Yogyakarta antara lain Dilla Fadiella, Ditha Karunia Hanani, Ria Rekha Savitri, Tira Puteri, Sheila Rizkyana, Belinda Putri, Putu Devi Sandra, Deasy Damayanti, Shanderia Allenty, dan Carlina Indriati.(L.B015/N002)

Sumber : Antaranews

15.09 | Posted in , | Read More »

"Tour de Merapi" 2012 diikuti 500 motor

Sleman - Lebih dari 500 sepeda motor mengikuti reli jelajah wisata Tour de Merapi 2012 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu.

Pengibaran bendera pelepasan peserta dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Sunartono di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman.

"Kegiatan reli wisata ini merupakan acara tahunan yang rutin digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman setiap tahunnya," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman Untoro Budiharjo.

Menurut dia, kegiatan yang melintasi objek wisata dan desa wisata di Kabupaten SLeman ini tidak pernah kurang dari peminat.

"Kali ini acara ini mengambil tema Adventure to Desa Wisata, yang bertujuan untuk mengenalkan potensi desa-desa wisata di tiap-tiap kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman," katanya.

Peserta dalam acara ini mencapai 500 orang yang berasal dari masyarakat umum penggemar sepeda motor dari wilayah Yogyakarta dan sejumlah peserta dari daerah lain seperti Boyolali, Solo, Jakarta.

Bahkan, sejumlah mahasiswa asing dari Jepang juga turut serta memeriahkan acara ini.

Rute jelajah wisataTour de Merapi 2012 ini akan melewati sembilan desa wisata diantaranya Desa Wisata Grogol, Desa Wisata Gamplong, Desa Wisata Brajan, Desa Wisata Garongan, Desa Wisata Kembang Arum, Desa Wisata Brayut, dan Desa Wisata Tanjung.

"Total keseluruhan rute kurang lebih sepanjang 98 kilometer dan diperkirakan memakan waktu tiga jam," katanya.

Ia mengatakan, peserta akan melewati 4 titik di Desa Wisata Gamplong, Moyudan, Desa Wisata Minggir-Brajan, Desa Wisata Garongan-Turi, Polsek Ngemplak dan berakhir di titik finish di Desa Wisata Pentingsari

"Di titik finish nantinya peserta akan diundi untuk mendapatkan doorprize berupa 2 sepeda motor Titan, sepeda gunung, televisi dan hadiah menarik lainnya," katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sunartono, menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini peserta dapat mulai mengenal wilayah Sleman, khususnya potensi desa wisata di Sleman.

"Dengan demikian peserta dapat turut mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Sleman," katanya. (*)

Sumber : Antaranews

15.11 | Posted in , , | Read More »

Pemkot Yogya Hapus Car Free Day Jumat

Kota – Program hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) di lingkungan Balai Kota Yogyakarta yang rutin digelar tiap Jumat mulai kemarin dihapus.

Keputusan itu berdasarkan surat edaran (SE) bernomor 645/57/SE/2012 tentang Parkir di kompleks balai kota. Dengan kebijakan itu,kendaraan bermotor yang semula tidak boleh masuk ke kompleks Pemkot Yogyakarta tiap Jumat, sekarang diperbolehkan. Hari Bebas Kendaraan tiap Jumat di lingkungan Pemkot ini sudah dilaksanakan sejak 2009 melalui SE Wali Kota tertanggal 22 Mei 2009 tentang Pelaksanaan Sego Segawe.

Dalam SE itu menyebutkan semua kendaraan baik roda dua dan roda empat dilarang masuk ke balai kota.Kendaraan harus parkir di luar kompleks balai kota seperti di selatan balai kota,Jalan Ipda Tut Harsono (depan balai kota) dan Jalan Kenari. Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, program car free day sebenarnya tetap berjalan hanya penataan kantong-kantong parkir yang berubah.

Bila sebelumnya kendaraan di parkir di luar balai kota, sekarang kendaraan bisa masuk balai kota namun harus diparkir di lokasi yang ditentukan.“ SE yang lama tetap masih berlaku, terutama dalam penerapan sego segawe,”ujar Haryadi kemarin. Sekretaris Daerah Yogyakarta Titik Sulastri menambahkan, saat ini Dinas Bangunan gedung dan Aset Daerah sedang menata konsep tempat parkir.

Menurut Titik, penghapusan car free day ini selain untuk meningkatkan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, juga untuk pengamanan khususnya bagi kendaraan tamu. “Selama ini memang ada keluhan dari masyarakat yang ingin mengurus kepentingan pada hari Jumat,selain jam pelayanan lebih singkat, parkir kendaraan harus di luar balai kota,” ungkapnya.

 Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta, Suparlan menyatakan tidak sepaham dengan kebijakan Pemkot Yogyakarta itu. priyo setyawan

Sumber : Seputar Indonesia

17.51 | Posted in , | Read More »

Warga Yogya Ogah Ambil E-KTP

YOGYAKARTA – Program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Yogyakarta sudah hampir rampung 100%. Namun, program itu masih menyisakan masalah.

Hingga kemarin,masih banyak warga yang belum bersedia mengambil e-KTP.Sikap warga ini dipicu kebijakan bank yang menolak melayani nasabah menggunakan e-KTP. KTP model baru tersebut baru berfungsi 1 Januari 2013 mendatang. ”Nah, informasi yang berkembang di masyarakat akhirnya akan kesulitan karena tidak memiliki KTP untuk kebutuhan misalnya ke bank,” ujar anggota Komisi D DPRD DIY, MuhammadYazid,kemarin.

Menurut Yazid, beberapa warga yang sudah memiliki e- KTP mengalami kesulitan berhubungan dengan perbankan. Sebab, bank belum memiliki smart card readeryang berfungsi untuk mengecek keaslian e- KTP melalui data yang tersimpan di chip. Kepala Bagian Kependudukan Biro Tata Pemerintahan Pemprov DIY,Riyadi mengatakan, ada kesalahpahaman dari sosialisasi mengenai penggunaan e-KTP mulai 1 Januari 2013.”Kebijakan tersebut benar. Namun bukan berarti sebelum 1 Januari e-KTP tidak sah. Yang benar adalah setelah 1 Januari KTP model lama sudah tidak lagi berlaku,”tandasnya.

Khusus penggunaan e-KTP oleh sejumlah instansi termasuk lembaga keuangan perbankan, menurutdia,sudahadaedaran dari Kementerian Dalam Negeri ke seluruh stakeholder pengguna data kependudukan. Dalam surat edaran tersebut,diharapkan semua pemegang kebijakan harus memiliki smart card reader pembaca chipe-KTP. Namun, hingga kini belum ada instansi yang memiliki alat pintar itu untuk verifikasi e- KTP. Riyadi mengungkapkan,seluruh e-KTP yang datanya direkam secara reguler sudah selesai dicetak.

Namun,jumlah yang didistribusikan ke masyarakat belum bisa diketahui karena prosesnya langsung dari Kantor Pos ke seluruh kecamatan. ”Data pasti belum ada karena rekapan dari kantor pos ataupun kecamatan belum ada,”ujarnya. Riyadi menambahkan, dari total target pembuatan e-KTP di DIY sebanyak 2,5 juta jiwa, yang sudah melakukan perekaman data mencapai sekitar 2,3 juta orang. maha deva

Sumber : Seputar Indonesia

16.07 | Posted in , | Read More »

Bacok Satpam, Perampok Gondol Rp 40 Juta

BANTUL – Empat perampok bersenjata tajam, Selasa (4/9) sekitar pukul 02.00 WIB, menyatroni PT Dos Ni Roha,Jalan Parangtritis Km 4, Sewon.

Kawanan ini berhasil menggondol uang tunai Rp40 juta dan sejumlah barang dari perusahaan farmasi tersebut setelah membacok dan menyekap dua satpam yang berjaga. Kedua satpam, Joko Kuncoro, 51,warga Piyungan, Bantul dan Joni Prabowo,32 warga Umbuharjo, Yogyakarta mengalami sejumlah luka. Joni mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan tangan kanannya akibat terkena bacokan kawanan perampok tersebut. “Tiba-tiba saya diserang dari belakang.Pelaku yang lain juga menyerang Joni yang sedang tertidur. Joni luka terkena bacokkan,”kata Joko kemarin.

Kapolsek Sewon, Kompol Fajar Pamudji mengatakan kawanan perampok itu masuk ke dalam lingkungan perusahaan dengan cara memanjat tembok samping. Setelah berhasil masuk, mereka langsung melumpuhkan dua satpam yang bertugas. Kedua satpam itu kemudian diikat dan dibungkam mulutnya menggunakan lakban. “Akibat serangan ini, satpam terluka dipukul menggunakan benda tumpul,”ujar Kapolsek. Setelah berhasil melumpuhkan satpam,kawanan ini kemudian membuka pintu gerbang dan membawa mobil yang sebelumnya disiapkan di luar pagar.

Dengan mobil ini,kawanan perampokinikemudianmembawa sejumlah barang milik perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli farmasi dan alat kesehatan tersebut. “Setelah perampok pergi, satpam berhasil melepaskan diri dari tali ikatannya dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.Mereka (perampok) mengambil uang Rp40 juta yang disimpan di brankas ruangan kasir,” papar Pamudji. Pamudji menduga para perampok ini sudah mengetahui seluk beluk lingkungan perusahaan yang menjadi sasaran mereka.

Hal itu diketahui dari cara mereka masuk, yakni dengan memanjat tembok samping yang mengelilingi perusahaan dan melumpuhkan dua satpam yang berjaga.“Perampok sudah mengetahui keadaan bangunan perusahaan. Mereka masuk melalui tembok samping yang tidak diberi kawat, ketinggiannya pun lebih rendah dibandingkan tembok dan gerbang depan,”katanya. Aksi para pelaku perampokan ini berhasil terekam dalam kamera close circuit television (CCTV).

Meski demikian, hal ini belum banyak membantu lantaran para pelaku menggunakan penutup kepala. “Kita masih melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” ujar Pamudji. ridho hidayat

Sumber : Seputar Indonesia

17.22 | Posted in , , | Read More »

Warga Miskin Dipinjami Modal Rp2 Juta

YOGYAKARTA – Masyarakat miskin Yogyakarta tahun ini akan mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan Rp2 juta dari program pos pemberdayaan keluarga (Posdaya).

Pinjaman tersebut dapat diakses melalui program tabungan dan kredit pundi sejahtera (tabur puja) di Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY dan Bukopin. Program pinjaman tersebut kemarin resmi diluncurkan Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) Haryono Suyono di depan rumah dinas Wali Kota Yogyakarta kemarin. Yogyakarta menjadi percontohan (pilot project) nasional dalam program Posdaya. Ketua Damandiri,Haryono Suyono,mengatakan latar belakang program tersebut untuk membiasakan warga miskin berhubungan dengan bank, terutama dalam urusan pinjaman modal.

Selain itu,untuk membantu mereka dalam pengembangan usaha.Dengan program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga miskin.“Program ini sekaligus guna mendukung capaian tujuan pembangunan milenium atau millennium development goals (MDGs) Indonesia,” kata mantan Menko Kesra ini. Untuk menyukseskan program tersebut,Yayasan Damandiri menggandeng masyarakat atas untuk menjadi saudara bagi keluarga miskin.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengharapkan warga Yogyakarta yang tergabung dalam Posdaya dapat memanfaatkan program tersebut sebaik-baiknya. Sehingga tingkat kesejahteraan warga miskin meningkat dan dapat mendukung pencapaian MDGs 2015. priyo setyawan

Sumber : Seputar Indonesia

19.50 | Posted in , , | Read More »

HUT Ke-64, Polwan Jual Jamu Gendong

YOGYAKARTA– Menjadi penjual jamu gendong baru pertama kali dirasakan oleh Bripda Prima yang kesehariannya bertugas di Ditlantas Polda DIY. Kemarin Polwan berparas ayu ini berjualan jamu di Pasar Beringharjo. Apa yang dilakukan Prima ini adalah rangkaian kegiatan memperingati HUT Polwan ke-64 yang jatuh pada Sabtu (1/9) kemarin. Tak hanya bertugas menjual jamu gendong di Pasar Beringharjo, Prima juga memberikan nasihat kepada para pembelinya.Kepada para pembeli jamunya, Prima secara santun menasihati agar mereka tidak main, madon, maling, madat, mabok (judi, prostitusi, mencuri, candu obatobatan, mabuk minuman keras).

“Jamu yang berarti jaga dirimu, jaga dirimu agar sehat, baik fisik maupun psikis akan cenderung berbuat hal-hal yang positif dan bermanfaat. Tidak melakukan perbuatan yang tercela atau melanggar hukum,kriminalitas,dan menjaga diri dari bahaya narkoba,” katanya. Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menerangkan, untuk mengapresiasi penjual jamu, kemarin 10 Polwan di DIY berperan menjual jamu gendong sambil memberikan edukasi kepada masyarakat. Acara tersebut merupakan bagian dari serentetan acara yang diadakan oleh Polda DIY.

Antara lain anjangsana ke panti asuhan, purnawirawan Polwan, dan ke Polwan yang sedang sakit. Selain acara tersebut, juga digelar pekan disiplin, pengaturan lalu lintas oleh seluruh Polwan di DIY selama sepekan, dan berbagai perlombaan seperti lomba bahasa Inggris,dan MC (pembawa acara). Acara mengapresiasi penjual jamu gendong itu ditujukan untuk melestarikan warisan nenek moyang,apresiasi kepada penjual jamu, dan yang lebih terpenting adalah masyarakat yang mengonsumsi jamu setiap hari maka akan menjadi sehat.

“Di kota Yogyakarta tersebar di lima tempat, yaitu di sekitar Hotel Mutiara (Malioboro), Pasar Beringharjo, Stasiun Lempuyangan, kebun binatang Gembiraloka, dan Terminal Giwangan,” papar Anny Pudjiastuti.
● ridho hidayat

22.02 | Posted in , , , | Read More »

90% Dana Keistimewaan untuk Kebudayaan

YOGYAKARTA – Dana keistimewaan yang diperoleh DIY tidak dapat dipergunakan untuk kegiatan di luar persoalan keistimewaan yang diatur oleh UU Keistimewaan.

Merujuk pasal 42 UU Nomor 13/2012 tentang Keistimewaan DIY, dana tersebut hanya dapat dipergunakan untuk proses penetapan kepala daerah, penataan kelembagaan Pemprov DIY, kebudayaan, tata ruang dan pertanahan. Dari perhitungan yang dilakukan Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto yang juga menjadi anggota Tim Asistensi, 90% dana keistimewaan DIY akan terserap untuk persoalan budaya.

Hal tersebut mempertimbangkan sejumlah kegiatan yang diatur dalam keistimewaan tersebut sudah dibiayai oleh APBD DIY. Sementara sistem penganggaran tidak memperbolehkan terjadinya penganggaran ganda dalam pemerintahan. “Misalnya saja proses pengisian kepala daerah. Ini sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2012, secara otomatis di anggaran keistimewaan nanti angkanya nol,” tandasnya kemarin.

MenurutTavip,nantinya dana yang untuk tahap pertama ini alokasinya berkisar antara Rp1-1,2 triliun tersebut nantinya langsung ditransfer oleh Kementerian Keuangan ke pemerintah daerah. Kegiatan kebudayaan tersebut menurut Tavip memiliki lingkup kegiatan yang luas. Salah satu yang muncul adalah upaya rekayasa kebudayaan yang sudah digagas bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.“Misalnya membuat acara budaya di televisi seperti cerdas cermat,” tambahnya.

Dengan dana sebesar Rp1 triliun, dana keistimewaan yang diterima DIY tercatat mencapai 50% dari APBD DIY. Dari catatan SINDO,APBD DIY tercatat hanya mencapai Rp2 triliun per tahun. Juru Bicara Tim Asistensi RUUK DIY Achiel Suyanto menjelaskan, dana keistimewaan merupakan bagian dari sejumlah pajak yang selama ini tidak dikembalikan pemerintah pusat ke daerah.Dari analisa yang telah dilakukan, jumlah pajak yang ditarik pemerintah pusat dan tidak dikembalikan ke daerah mencapai sekitar Rp2 triliun lebih.

“Selama ini banyak pajakpajak dari DIY yang masuk ke pemerintah pusat seperti pajak ekspor impor, pajak cukai, SIM dan lain-lain. Sementara dari pajak-pakai tersebut yang kembali ke DIY hanya sekitar 20 persen.Karena itu kami minta minimal minimal 50 persen pajak dari DIY yang kembali ke DIY untuk dana keistimewaan dan besarnya sekitar Rp1,2 triliun,” tutur Achiel. Anggota Tim Asistensi RUUK DIY Prof Sunjoto mengatakan, persoalan kebudayaan di DIY cukup luas.

Merujuk pada Perda Kebudayaan milik Pemprov DIY, tercatat ada sekitar 14 persoalan yang tercakup dalam kebudayaan. “Kebudayaan itu bukan hanya persoalan kesenian ataupun keraton.Ada 14 nilai budaya sebagaimana yang tercakup dalam Perda nomor 4/2011 tentang Tata Nilai,” jelas salah satu guru besar UGM tersebut. Sejarawan UGM Prof Djoko Suryo menilai, pemanfatan dana keistimewaan untuk kebudayaan tersebut diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat DIY.

Sementara itu, sehari setelah UU Keistimewaan disahkan DPR, kemarin Gubernur DIY Sri Sultan HB X langsung menindaklanjuti dengan menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabatan (LKPJ AMJ). Menurut Sultan, laporan yang kemarin disampaikan kepada DPRD terhitung mulai 2008.“Enggak sampai lima tahun. Mulai 2008 sampai 2012 ya Juli ini,” tandasnya usai mengikuti paripurna di DPRD DIY, kemarin sore. maha deva

Sumber : Seputar Indonesia

19.38 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Labels