Muncul Tiga Alur Baru Merapi

Sleman - Muncul tiga alur berwarna putih di puncak Gunung Merapi sebelah barat menuju hulu Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, pascaletusan freatik gunung berapi itu Senin pagi. Petugas Pengamatan Gunung Merapi Pos Babadan, Purwono, Senin, mengatakan tiga alur baru itu diduga bekas lontaran material berupa lumpur atau mungkin karena awan panas.

Ia mengatakan, tiga alur putih itu berada di hulu Sungai Senowo dengan panjang sekitar 700 meter dari puncak Merapi.
"Kejadian pagi tadi secara visual tidak terpantau dari Pos Babadan karena tertutup kabut. Kami hanya mendengar suara gemuruh," katanya.
Ia mengatakan, tiga alur putih itu terlihat pukul 08.58 WIB setelah kabut menghilang dari puncak Merapi sisi barat.
Menurut dia alur putih tersebut sangat berbahaya jika penduduk mendekat ke wilayah tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo mengatakan, alur baru itu adalah bentukan hasil erupsi tadi pagi dan semua mengarah ke aliran Sungai Senowo.
Ia mengimbau masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi untuk selalu waspada, tetapi tidak usah resah.
Menurut dia, masyarakat perlu memahami karakter Gunung Merapi pascaerupsi 2010 karena tidak ada tanda-tanda meletus secara tiba-tiba.

Sumber: Antara News

20.00 | Posted in | Read More »

Merapi Alami Letusan Freatik

Yogyakarta, - Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah kembali meletus pada Senin sekitar pukul 04.53 WIB, namun dengan jenis letusan freatik yakni yang terjadi akibat adanya akumulasi gas di permukaan, berbeda dengan jenis letusan terakhir pada awal November 2010 yaitu berjenis eksplosif.

"Jenis letusan kali ini adalah freatik, yaitu letusan yang terjadi akibat adanya akumulasi gas di permukaan dan bukan disebabkan oleh aktivitas magma," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Subandriyo di Yogyakarta, Senin.

Oleh karena itu, lanjut dia, material vulkanik yang disemburkan oleh gunung api aktif tersebut berupa gas dan material kecil seperti abu dan kerikil, bukan lava atau awan panas.

Subandriyo menengarai, gempa tektonik yang terjadi di Ciamis Jawa Barat pada pukul 04.52 WIB dengan kekuatan 4,7 skala richter menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya letusan freatik tersebut.

"Karena sifatnya adalah letusan permukaan dan bukan karena aktivitas magma, maka sebelum letusan tidak ada gejala awal yang terjadi dan tidak ada letusan lanjutan," katanya.

Subandriyo menambahkan, kondisi kubah lava yang terbuka pascaletusan 2010 dan banyaknya gas yang terkandung di dalam gunung membuat gunung kerap mengeluarkan hembusan asap apabila ada pemicu.

Pascaletusan 2010, Gunung Merapi sudah mengalami tiga kali hembusan asap namun letusan freatik pada Senin (18/11) adalah yang terbesar.

Letusan tersebut menyebabkan kolom asap setinggi sekitar dua kilometer (km) dan hujan abu yang terjadi hingga jarak 61,9 kilometer dari puncak ke arah timur atau dirasakan hingga ke Sragen Jawa Tengah.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan aktif normal, namun BPPTKG mengimbau agar aktivitas pendakian ke puncak gunung tidak dilakukan dan hanya dilakukan hingga satu kilometer di bawah puncak.

Sumber Berita & Gambar : Antara News

17.56 | Posted in | Read More »

Temuan Struktur Candi di Sleman, Umur Belum Dapat Diduga

YOGYAKARTA — Temuan struktur candi di kompleks perumahan Griya Tiara Indah di Dusun Bedingin Wetan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai diteliti. Belum dapat diperkirakan, usia ataupun masa pembuatan struktur itu.

Ekskavasi alias penggalian di tempat yang diduga mengandung benda purbakala dilakukan oleh tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta. Penggalian melibatkan para mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ekskavasi dilakukan untuk mengumpulkan lebih banyak data dari struktur tersebut. "(Struktur itu) ditemukan dalam keadaan runtuh. Ekskavasi penyelamatan ini untuk mencari data struktur candi," ujar salah satu staf Perlindungan BPCB DIY, Anjar Nugroho, di lokasi ekskavasi, Jumat (15/11/2013).

Terlihat 19 batu jenis andesit berukuran 40 x 20 sentimeter dan tumpukan batu bata merah di lokasi tersebut. Sebelumnya, temuan batu candi berukir (makara) dan balok vertikal yang mengakhiri ubin ornamen (antefiks) sudah lebih dahulu diangkat dari lokasi itu.

Anjar mengatakan, dari temuan yang ada, usia ataupun masa pendirian candi itu belum dapat diperkirakan. "Datanya masih sedikit sekali," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, reruntuhan candi ditemukan oleh pekerja bangunan perumahan itu pada Jumat (27/9/2013) pagi. Struktur ditemukan saat para pekerja menggali lubang untuk septic tank.

Pada kedalaman 50 sentimeter, cangkul para pekerja membentur benda keras yang ternyata batu berbentuk kotak dengan pahatan rapi menyerupai batu candi. Temuan langsung dilaporkan ke BPCB DIY.

Sumber Berita & Gambar : Kompas Online

15.26 | Posted in | Read More »

Komplotan Pencuri Sepeda Motor di Yogya Diringkus

YOGYAKARTA - Sebuah komplotan pencuri sepeda motor diringkus jajaran Reskrim Polresta Yogyakarta, Jumat (1/11/2013). Dari komplotan Bagong dan kawan-kawan itu, polisi menyita 15 sepeda motor keluaran tahun 2012-2013.

"Dalam melakukan aksinya Bagong cs ini menggunakan alat letter T. Targetnya motor-motor keluaran terbaru," terang Kapolres Kota Yogyakarta, AKBP Slamet Santoso, Rabu (6/11/2013).

Slamet menjelaskan, pihaknya meringkus tiga anggota komplotan, yakni SN, TN, dan BG. Penangkapan itu komplotan berawal dari anggota polisi yang menemukan barang bukti satu sepeda motor yang dicuri di daerah Gondokusuman, Yogyakarta. Dari barang bukti itu, polisi akhirnya bisa membongkar komplotan itu.

Komplotan Bagong biasa beraksi di malam hari dan tidak pernah mematok lokasi khusus. Target mereka adalah motor keluaran terbaru yang tidak dikunci pengaman oleh pemiliknya. "Aksinya tak hanya di Sleman, tapi seluruh wilayah DIY bahkan Magelang dan Klaten," ungkap Slamet.

Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, motor hasil curian itu dijual di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Merapi. Harga per unit sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, bergantung pada jenis motor.

"Dari para tersangka kita amankan 15 sepeda motor keluaran terbaru. Kita juga masih berusaha menangkap satu tersangka utama berinisial SK," kata Slamet.

Kapolres Kota Yogyakarta, AKBP Slamet Santoso mengatakan warga yang pernah kehilangan sepeda motor bisa mengecek ke markas Polresta Yogyakarta. Bila di antara sepeda motor yang disita dari Bagong cs, warga bisa mengambilnya dengan membawa surat-surat kendaraan.

"Gratis tidak dipungut biaya. Silakan jika ada warga masyarakat yang merasa kehilangan dan mau mengambil datang ke Mapolresta," kata Slamet

Sumber : Kompas Online

19.55 | Posted in | Read More »

Persaingan Perhotelan di Yogyakarta Semakin Ketat

YOGYAKARTA - Persaingan industri perhotelan di wilayah Yogyakarta semakin ketat seiring munculnya hotel-hotel baru. Hotel non-bintang paling terdampak pembangunan hotel baru tersebut. Mengantisipasi penurunan okupansi, hotel kelas Melati didorong menerapkan pemasaran secara elektronik atau e-commerce.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab M Danunegoro, mengatakan, hingga saat ini jumlah hotel di wilayah Yogyakarta tercatat sebanyak 1.160 hotel. Sebanyak 60 di antaranya merupakan hotel bintang dengan 6.000-an kamar dan 1.100 hotel lainnya merupakan hotel kelas Melati dengan 12.660 kamar.

Istidjab mengatakan, pada tahun ini saja terdapat 12 hotel yang baru beroperasi dan 30 lainnya sudah keluar izin pendiriannya. "Dengan munculnya hotel-hotel baru ini yang paling terdampak hotel melati. Kami khawatir okupansi rata-rata hotel kelas ini tahun depan tersisa 5 persen saja," ujar Istidjab, di Yogyakarta, Rabu (30/10/2013).

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, pada Januari-Agustus 2013 rata-rata okupansi hotel berbintang sebesar 54,98 persen. Sementara okupansi hotel kelas melati hanya 29,14 persen.

Sedangkan turis asing yang menginap di hotel bintang periode itu sebanyak 98.071 orang dan wisatawan domestik 696.762 orang. Adapun jumlah tamu menginap di hotel melati terdiri dari 24.134 wisatawan asing dan 1.484.376 wisatawan nusantara. "Kalau tidak disiasati, okupansi hotel melati akan terus merosot," ucapnya.

Agar bertahan di tengah gempuran hotel-hotel baru di Yogyakarta, hotel melati perlu melakukan strategi pemasaran, di antaranya memanfaatkan e-commerce. Pemasaran secara online akan membantu mendongkrak okupansi.

"Sayangnya saat ini hotel-hotel kelas melati banyak yang masih melakukan pemasaran secara konvensional. Mereka cenderung menunggu tamu datang," imbuhnya.

Menurut Istidjab, wisman backpacker sebenarnya suka menginap di hotel melati. "Jika dipasarkan online ini tentu akan membantu pemasaran hotel melati," katanya.

Dia mencontohkan, hotel melati yang telah menerapkan e-commerce adalah Hotel 1001 Malam di kompleks Jalan Pasar Kembang. Hotel 16 kamar ini bisa mencapai okupansi rata-rata 70-75 persen. "Padahal lokasinya tidak di pinggir jalan besar. Mereka menerapkan e-commerce," ucapnya. (Tribun Jogja)

14.05 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented