Gunung Merapi Bergemuruh dan Embuskan Asap, Status Normal

Yogyakarta - Gunung Merapi mengembuskan asap yang diikuti abu. Meski begitu, status gunung saat ini masih terpantau normal. "Di Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jateng-DIY telah terjadi hembusan asap, diikuti semburan abu," kata Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono dalam pesan singkatnya, Kamis (27/3/2014).

Semburan asap ini terjadi sekitar pukul 14.12 WIB hingga 14.14 WIB. Saat ini belum ada ajtivitas lanjut dan masih berstatus normal. "Status masih normal," sambungnya. Sebelumnya, Senin (10/3) lalu Merapi sempat menghembuskan asap sulfatara. Kali kolom asap sulfatara mencapai ketinggian 1.500 meter yang menyebabkan hujan abu tipis di sekitar Merapi.

Saat itu warga diminta waspada dan para pendaki hanya diizinkan hanya sampai pasar bubar. (detiknews.com)

15.38 | Posted in | Read More »

BMKG: Awal Kemarau Yogyakarta Pada Mei 2014

Yogyakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan awal musim kemarau di wilayah Yogyakarta akan terjadi pada Mei 2014.

Staf Pusat Data dan Informasi BMKG Yogyakarta, Indah Retnowulan di Yogyakarta, Senin, mengatakan akan terjadi beberapa wilayah yang mengalami kemunduran musim kemarau di Yogyakarta dibanding data 1990-210.

"Jadi nanti yang akan mengalami kemunduran yakni Kulonprogo bagian Utara, Gunung Kidul Selatan, dan Kulon Progo Barat. Kemunduran terjadi mulai 1-2 dasarian (10 hari),"kata dia.

Sementara itu pada musim kemarau mendatang, kata dia, Kabupaten Bantul akan mengalami musim kemarau lebih dahulu dibandingkan wilayah lain.

"Kalau dulu biasanya Gunung Kidul, kemarau tahun ini diperkirakan Bantul yang lebih dahulu kemarau," kata dia.

Saat ini menurut dia, masih dalam musim pancaroba, meskipun curah hujan telah di bawah 50 mm per dasarian. Sebab, potensi hujan masih diperkirakan terjadi.

Pada pancaroba saat ini, potensi cuaca ekstrem juga sangat kecil dibanding tahun lalu, hal ini juga dipengaruhi masih adanya gangguan cuaca jangka pendek di wilayah Yogyakarta.

"Pada musim pancaroba saat ini memang curah hujan telah di bawah rata-rata, namun kami masih akan melakukan pengecekan pada dasarian berikutnya," kata dia.

Ia mengatakan posisi matahari saat ini berada tepat di atas Yogyakarta. Sehingga selain cuaca panas, juga berpotensi mengumpulkan uap air yang memicu hujan.

"Kalau sekarang mulai Februari hingga akhir Maret matahari tepat di atas Yogyakarta, sehingga dirasakan panas sekali saat siang hari," kata dia. (AntaraNews)

14.57 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Labels