Senin, 01 Maret 2010

YOGYAKARTA--Seluruh siswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di Kota Yogyakarta mulai tahun ajaran mendatang wajib menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum jam pelajaran dimulai."Ini adalah bagian dari upaya menumbuhkan semangat dan wawasan kebangsaan pada generasi muda dan pelajar, karena saat ini saya merasa galau dengan jiwa kebangsaan para pelajar," kata Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, dengan menyanyikan lagu kebangsaan secara langsung, siswa diharapkan dapat menjiwai nilai-nilai yang terkandung dalam lagu tersebut sehingga memunculkan semangat dan jiwa kebangsaan."Kegiatan ini cukup sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah. Apalagi tidak memerlukan biaya untuk melakukannya," lanjutnya.

Selain menyanyikan lagu kebangsaan pada awal jam pelajaran, siswa juga diwajibkan untuk menyanyikan lagu-lagu nasionalisme setelah jam pelajaran berakhir, seperti Padamu Negeri.
Ia menyatakan, kewajiban siswa untuk menyanyikan lagu kebangsaan dan juga lagu nasionalisme tersebut akan diatur melalui sebuah peraturan wali kota (perwal) yang segera diterbitkan.

Herry menyatakan, kegiatan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan tersebut juga merupakan untuk menjadikan dunia pendidikan di Kota Yogyakarta memiliki karakter pembentukan wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang kuat."Ada empat ciri khas pendidikan yang ingin dibangun di Yogyakarta, yaitu kebangsaan, wawasan lingkungan, religi dan bahasa," katanya.

Selain menyanyikan lagu kebangsaan dan nasionalisme, beberapa upaya untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme adalah mewajibkan tempat usaha meletakkan bendera Merah Putih di depan pintu masuk toko."Nanti aturan itu akan dimasukkan dalam salah satu syarat perpanjangan HO (izin usaha), seperti yang cukup berhasil dilakukan dengan aturan pembuatan pergola," katanya.

Ia berharap, masyarakat Indonesia semakin menghormati dan bangga dengan bendera Merah Putih bukan justru merasa bangga dengan bendera dari negara lain.Aturan tersebut, lanjut dia, juga merupakan upaya menegaskan bahwa Kota Yogyakarta adalah kota perjuangan dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Redaksi - Reporter
Red: krisman


EmoticonEmoticon