Mogok Tapi Sehari

Banyak Pejabat Datang, Bandara Adisucipto Tetap Normal
RADAR JOGJA - Pengelola Bandara Adisucipto Jogjakarta menepis rumor mogok kerja karyawan Angkasa Pura se-Indonesia selama tiga hari, mulai hari ini hingga Jumat (9/5). Manajer Keuangan dan Administrasi Bandara Adisucipto Aryadi Subagyo menegaskan, rumor tersebut tak sepenuhnya benar.

"Khususnya kami di Bandara Adisucipto Jogjakarta, mogok hanya dilaksanakan hari terakhir. Dari rencana Serikat Pekerja Angkasa Pura I, mogok (hanya) hari Jumat tanggal 9 Mei," kata Aryadi kemarin.

Apalagi, lanjutnya, pada tanggal 9 Mei diperkirakan banyak pejabat negara dan tamu dari negara tetangga datang ke Jogjakarta untuk menghadiri hajatan pernikahan putri ketiga Sultan Hamengku Buwono X.

"Tidak semua pejabat turun di pintu VIP TNI AU, tapi sebagian lagi seperti menteri-menteri akan keluar dari pintu umum bandara. Kunjungan para pejabat tersebut, tentu saja ekskalasi pengamanan menjadi siaga I," katanya.

Menurut Ariyadi, mogok akan dilakukan selama 24 jam mulai pukul 01.00 hingga pukul 00.00 hari berikutnya. Dan, tidak seluruh karyawan melakukan aksi mogok. Beberapa bagian seperti di Air Traffic Control (ATC) dan pendukung lalu lintas penerbangan tetap menjalankan tugas sesuai dengan bidang mereka.

Tapi jika bagian tersebut tetap mogok pun, pihak Pengelola Angkasa Pura (PAP) I masih punya back up. Yakni menggunakan tenaga dari angkatan udara (AU) untuk mengganti karyawan yang mogok. Ariyadi menyebutkan, jumlah karyawan PAP I Adisucipto ada 214 orang.

"Kesepakatannya, pada bagian tertentu seperti ATC dan lainnya tidak mogok. Kalau toh mogok akan diganti pihak AU karena Adisucipto merupakan wilayah ring satu milik AU. Apalagi untuk tenaga ATC, komposisinya 40 orang dari AU dan sipil ada 11 orang," papar Aryadi yang didampingi Asisten Manajer Pelayanan Hanad Prayitno.

Ariyadi mengakui, mogok kerja dijamin undang-undang tenaga kerja. Tapi tetap ada persyaratannya. Di antaranya, dilarang berunjuk rasa di bandara. Hal tersebut diatur dalam undang-undang unjuk rasa No 9 tahun 1998.

Meski ada pemogokan, Ariyadi menjamin penerbangan dan layanan kepada publik tetap berjalan normal. Pihak PAP I akan mendapat dukungan dari AU dan kepolisian. Ini mengingat pada waktu yang sama Sultan Hamengku Buwono (HB) X tengah mengadakan hajatan pernikahan putrinya yang ketiga.

"Pasti Bandara Adisucipto dalam status siaga satu karena kedatangan tamu kehormatan, mulai dari menteri hingga Presiden. Belum lagi ada rencana kedatangan Sultan Bolkiah dari Brunai Darussalam. Mau tidak mau, PAP I Adisucipto pasti melakukan persiapan penyambutan," tambah Ariyadi.

Dia juga menegaskan, layanan bagi pesawat untuk landing dan take off tetap berjalan normal. Ini karena pada hari itu jadwal penerbangan yang menuju dan dari Jogja cukup padata.

Beberapa maskapai penerbangan, di antaranya Garuda Indonesia sampai menambah jadwal penerbangan pada hari itu. Selain itu, maskapai swasta lainnya juga sudah penuh fully book. Belum lagi ada pesawat carter yang sudah siap di Adisucipto, seperti milik PT Sampoerna.

Senada dengan Aryadi, Ketua Serikat Pekerja Angkasa Pura I Cabang Jogjakarta Djuhaiddin Farouck menegaskan, mogok kerja memang tetap dilakukan. Tapi hanya berlangsung satu hari yakni pada Jumat (9/5).

Meski demikian, lanjut Farouck, pada divisi tertentu khususnya yang menyangkut penerbangan dan lalu-lintas pesawat, karyawan AP I tak akan mogok. Mereka bekerja seperti biasa.

"Mogok yang dilakukan hanya pada divisi atau bagian tertentu dan dilakukan dengan damai. Yang dilakukan rekan-rekan hanya tidak melaksanakan tugas mereka atau memperlambat pekerjaan saja," ungkap Farouck yang sehari-hari bertugas di bagian komunikasi penerbangan.

Mengenai pemilihan hari mogok pada Jumat (9/5), menurut Farouck bukan karena bertepatan dengan pernikahan putri ketiga Sultan HB X. Tapi karena teknis semata dan tidak bermaksud memboikot acara tersebut.

"Semata-mata (mogok) itu sudah sesuai dengan rapat kerja nasional Serikat Pekerja (SP) Angkasa Pura I yang dilaksanakan 16 dan 17 April lalu. Di mana mogok akan dilaksanakan antara tanggal 7 hingga 9 Mei," jelasnya.

Farouck menambahkan, tak ada target berapa jumlah karyawan AP I yang akan mogok. Yang jelas, karyawan berencana mogok untuk menuntut peningkatan kesejahteraan sesuai keputusan yang sudah disepakati SP Angkasa Pura I.

Di tempat terpisah, Sales and Marketing Manager Garuda Indonesia Jogjakarta Sentot Mudjiono tidak banyak berkomentar perihal rencana mogok tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya terhadap pengelola PAP Adisucipto.

Meski begitu, pihaknya sudah menyiapkan strategi dan langkah alternatif seandainya pemogokan sampai mengganggu layanan Garuda. "Kami berjaga-jaga saja," ujar Sentot tanpa menjelaskan alternatif yang dimaksud.

Hal yang sama diungkapkan Sales Manager Merpati Nusantara Airline (MNA) Jogjakarta Imam Bagoes Nugraha. Menurut Nugie, sapaan akrabnya, Merpati sudah mendapat jaminan dari PAP Adisucipto kalau pemogokan tak akan mempengaruhi lalu-lintas penerbangan pesawat. "Kami percaya saja dan diharapkan tidak mengganggu masyarakat," harap Nugie. (hes/lin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor