Hujan es & puting beliung panikkan warga

Di Gunungkidul dan Magelang

(Harian Jogja ) SEMIN: Hujan es dan angin puting beliung memporakporandakan wilayah di Kecamatan Semin, Gunungkidul, Selasa petang kemarin. Akibatnya puluhan rumah di dua desa, Kalitekuk dan Bendung mengalami kerusakan berat dan ringan. Satu orang tercatat mengalami luka dan harus dirawat di RSUD Wonosari karena rumahnya rusak tertimpa pohon yang rubuh di halaman rumahnya.
Angin ribut juga terjadi di Magelang dan mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah di seputaran lereng Bukit Tidar. Angin itu muncul bersamaan dengan hujan deras yang turun di kawasan Kota Magelang pukul 14.00 kemarin.

Menurut Kepala Kesbanglinmas Gunungkidul Budi Harjo pada musim pancaroba seperti saat ini hendaknya kewaspadaan warga lebih ditingkatkan. Pihaknya sudah memetakan beberapa lokasi yang rawan dilanda bencana ada beberapa titik khususnya putting beliung di Desa Gari, Desa Karangttengah, Ponjong hingga Semin, Sedangkan untuk rawan longsor Gedangsari, Patuk, Ngawen, Semin dan sebagian Ngawen dan Nglipar.
Sejumlah saksi mata mengatakan peristiwa alam itu terjadi pada pukul 16.00 bertepatan dengan listrik padam akibat hujan deras. Semula warga dua desa tersebut tidak mengira ada hujan es. Namun saat ada suara keras seperti genteng yang tertimpa kerikil, warga baru sadar terjadi hujan es. Puting beliung dan hujan es ini membuat sebagian warga panik dan memilih menyelamatkan diri keluar dari rumah.

‘Kami langsung berhamburan kel;uar rumah karena kebingungan ada angin kencang. Saat keluar rumah ternyata malah hujan es,” kata Gunawan warga Kalitekuk. Menurutnya, beberapa rumah tetangganya mengalami kerusakan di bagian genteng karena sapuan puting beliung dan hujan es yang terus mengguyur.
Namun rupanya Karto Wijoyo [80] warga Padukuhan Joho, Kalitekuk, Semin belum beruntung. Belum sempat menyelamatkan diri, rumahnya rusak berat tertimpa pohon besar di samping ruamhnya. Karto Wijoyo mengalami luka-luka cukup parah dan harus dilarikan ke RSUD Wirosari.
Dari pendataan yang terus dilakukan petugas Polsek Semin dan jajaran perangkat desa hasil pantauan sementara kerusakan rumah akibat kejadian itu mencapai puluhan rumah dengan tingkat kerusakan ringan maupun berat. “Ada puluhan rumah di dua desa yakni Kalitekuk dan Bendung. Kami masih terus melakukan langkah-langkah koordinasi dengan jajaran terkait untuk mengetahui jumlah finalnya,” kata Kapolsek AKP Wacyu Tri Budi.

Kepala Kesbanglinmas Budi Harjo pun menyatakan masih terus melakukan berbagai upaya termasuk pendataan korban dan kerugian dari kejadian menimpa warga di dua desa tersebut. Beberapa personel telah dikerahkan untuk membantu warga melakukan pembersihan sisa-sisa reruntuhan termasuk gotong-royong warga setempat. “Kami belum bisa memastikan baik korban maupun nilai kerugian secara final. Kami terus berupaya untuk menadapatkan jumlah pastinya,’ kata Budi Harjo dihubungi Harian Jogja melalui telepon genggamnya.

Di Magelang
Di Kota Magelang angin puting beliung juga menebar kepanikan dan menyapu kawasan Lereng Bukit Tidar, kemarin. Akibatnya, sebuah tower internet milik Media Net setinggi 30 meter roboh.
Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah, karena beberapa bangunan rumah dan pasar rusak.
Atap beberapa kios pedagang pasar penampungan dan beberapa rumah di RW 5 Kampung Magersari berjatuhan. Sebuah baliho kantor pegadaian dan papan nama pasar ikan juga ambruk.
Sementara di bagian utara, sebuah pohon besar di tepi lapangan tenis belakang Supermarket Giant, Desa Magersari, ambruk, serta beberapa bagian pagar besi yang mengelilingi lapangan tenis juga ambruk.

Beberapa saksi mata mengatakan, puting beliung datang tiba-tiba saat hujan deras pukul 14.00 WIB. “Hujan turun sangat deras sejak pukul 14.00 di wilayah Jalan Pemuda ke selatan sampai Kelurahan Tidar dan Magersari. Tiba tiba datang puting beliung. Sekitar pukul 14.45, genting kios saya beterbangan,” ungkap Sumiyati, seorang pedagang di Pasar Stress.
Hal senada diungkapkan Ahmad Budi, pemilik toko onderdil Yuni Motor, di Pasar Stress. Saat kejadian, dia mengaku berada di dalam kiosnya. Dia melihat pohon-pohon di Jalan Ikhlas meliuk-liuk seolah akan ambruk.

“Saya segera menyelamatkan mobil yang ada di bawah pohon. Alhamdullilah, pohon tidak ambruk. Kejadiannya sangat cepat, hanya lima menit. Beberapa pedagang juga sangat panik,” katanya.
Kepala Kelurahan Magersari, A Rochman, segera turun ke lokasi dan menyaksikan langsung dan mencatat semua kerusakan seperti rumah warga yang genteng berjatuhan.

Oleh Endro Guntoro & Nina Atmasari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Super Murah "Back To School" Matahari Godean Toserba & Swalayan

Kasus Corona DIY Tambah 10 Jadi 169, Ada dari Klaster Gereja dan Indogrosir

Bebas 2 Pekan, Napi Asimilasi di Yogya Diciduk Gegara Nyolong Motor