|

Jadi WCU, Minimal 40 Persen Dosen Doktor atau PhD

YOGYA (KR) - Untuk menjadi universitas bertaraf internasional atau World Class University (WCU) ada beberapa indikator yang harus dipenuhi. Antara lain, pada aspek pengajar ketentuan standarnya memiliki 40 persen dosen bergelar doktor atau PhD. Kondisi saat ini di UNY baru memiliki 10 dosen bergelar doktor atau PhD.

Hal itu diungkapkan Guru Besar Fakultas Teknik UNY, Prof Dr Sugiyono, pada Seminar Kebijakan bertema 'Universitas Negeri Yogyakarta Menuju World Class University' Senin, (15/12), di Ruang Sidang Lembaga Penelitian UNY. Seminar diselenggarakan Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan Lembaga Penelitian UNY, juga menghadirkan pembicara Pembantu Rektor II UNY Sutrisna Wibawa MPd, Prof Dr Yoyon Suryono dan Prof Dr Zamroni.
Menurut Prof Sugiyono, aspek publikasi untuk WCU minimal 2 paper per staf per tahun, tapi di UNY rata-rata baru 0,87 persen. Untuk Student Body standarnya 40 persen mahasiswa Program Pascasarjana (PPs), di UNY mahasiswa PPs baru 2,3 persen. Mahasiswa asing standarnya 20 persen, tapi di UNY masih minim. ICT standarnya 10 MBPS per mahasiswa, di UNY 0,4 MBPS, begitu juga dengan anggaran riset yang standarnya 1.300 dollar AS/tahun di UNY juga masih sedikit.
Sugiyono, mengatakan dari jumlah dan kualifikasi 40 persen dosen bergelar doktor atau PhD kompetensinya penguasaan materi kuliah bertaraf internasional, pembelajaran berbasis IT dan menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu juga penelitian bertaraf internasional, membuat artikel untuk jurnal internasional dan menghasilkan karya inovatif sehingga memperoleh hak cipta, hak paten dan hadiah nobel.
Sedangkan Sutrisna menjelaskan, UNY saat ini ancang-ancang melaksanakan kegiatan menuju WCU, antara lain perintisan Prodi internasional. Setiap Prodi di setiap fakultas dan 2009 akan dibuka dua Prodi yaitu Pendidikan Matematika dan Pendidikan Akuntansi.
Lebih lanjut dikatakan, kegiatan lain yang dilakukan UNY antara lain, PPL juga dilaksanakan pada Sekolah Bertaraf Internasional, pengiriman studi lanjut ke luar negeri, penyelenggaraan seminar internasional. Selain itu, publikasi internasional, sertifikasi ISO 9001: 2000, menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, program darmasiswa, mengusahakan jurnal elektronik internasional, mengembangkan fasilitas TI, merintis fasilitas akademik berstandar internasional, menyusun rambu-rambu program WCU dan sebagainya.
Sementara, Prof Zamroni, mengatakan kualitas universitas dapat dilihat dari kualitas standar akademik. Prodi terorganisir dengan baik, memiliki kerja sama dengan universitas di luar negeri untuk melanjutkan studi, perkuliahan dengan bilingual atau memiliki kelas internasional.(Ben)-m

Posted by Wawan Kurniawan on 16.23. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels