|

Pesawat Ke Jogja Terpaksa Dialihkan

HARIAN JOGJA-MANTRIJERON: Awan mendung dan hujan yang menguyur Kota Jogja sejak pagi hingga petang kemarin, ternyata mempengaruhi operasional Bandar Udara (Bandara) Internasional Adisutjipto. Akibatnya, empat pesawat terpaksa tidak bisa mendarat. Tiga pesawat mengalami divert (dialihkan pendaratannya), sedangkan sisanya diputuskan return to base (kembali ke bandara asal).
Manajer Operasional PT Angkasa Pura II, Hanad Prayitno, menjelaskan dua pesawat Garuda Indonesia yang bertolak dari Jakarta dan Denpasar, terpaksa dialihkan ke Bandara Adi Sumarmo, Solo.
Sementara, dua pesawat Batavia Air yang berangkat dari Balikpapan dialihkan ke Bandara Juanda, Surabaya. “Satu pesawat Batavia yang berangkat dari Surabaya return to base,” katanya ketika dihubungi Harian Jogja, Rabu (10/12) kemarin.

Hanad menambahkan pesawat-pesawat tersebut dijadwalkan mendarat sekitar pukul 08.00—09.00 WIB. Namun, karena cuaca yang tidak bersahabat, pendaratan terpaksa tidak dapat dilakukan.
Khusus Garuda, apabila Bandara Adisutjipto tidak dapat didarati, pendaratan akan dialihkan ke Solo. Pasalnya, Garuda memiliki kantor perwakilan di Solo.
Namun, untuk Batavia Air hal tersebut tidak dapat dilakukan. Hanad mengatakan Batavia tidak memiliki perwakilan di Solo, sehingga pesawat tidak bisa dialihkan ke Solo.

Masih menurut Hanad, hujan deras yang berlangsung sejak Rabu pagi menyebabkan jarak pandang pilot di bawah jarak pandang minimal. “Minimalnya jarak pandangnya 1.200 meter,” imbuhnya.
Hanad mengatakan jarak pandang antara pendaratan dari arah Timur dan Barat berbeda. Hal ini disebabkan dari arah Timur pandangan pilot terganggu dengan adanya Gunung Boko. “Jika dipaksakan, pesawat mendarat dalam kondisi menukik,” ujarnya.

Gangguan cuaca tersebut menurut Hanad tidak terlalu berpengaruh bagi pesawat yang akan melakukan take off (lepas landas). Dia mengatakan pesawat sudah dapat melakukan take off sejak pukul 09.00 WIB.
Namun, untuk pendaratan pesawat, Hanad tidak dapat memastikan kapan waktunya. “Siang hari Adisutjipto sudah dapat didarati karena cuaca sudah normal,” ujar Hanad.
Dia mengakui, terjadinya pengalihan pendaratan sejumlah pesawat itu tentu saja berpengaruh terhadap jam operasional Bandara Adisutjipto. Pada akhirnya kenyamanan masyarakat pengguna moda transportasi udara pun terganggu.

Hanad mengatakan pengalihan pendaratan itu membuat beberapa jadwal penerbangan mengalami penundaan. “Tentunya yang penerbangan malam akan dilakukan lebih malam lagi akibat delay,” pungkasnya.

Oleh Andri Setyawan

Posted by Wawan Kurniawan on 15.55. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels