|

YOGYA TUAN RUMAH KONGRES XV ; Harris Thajeb Ketua PPPI, 2008-2012

BANDUNG (KR) - Harris Thajeb (Dentsu Indonesia) dan AM Adhy Trisnanto (Power Brand Communications) terpilih sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia periode 2008-2012 dalam Kongres XIV PPPI yang berlangsung di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/12). Harris Thajeb terpilih setelah mengantongi 145 suara, unggul jauh dari calon lainnya, Subiakto Priosoedarsono (Hotline Advertising) yang berpasangan dengan drg Edy Purjianto (EXISTComm) yang hanya mendapatkan 17 suara.

Hari terakhir pelaksanaan Kongres XIV PPPI yang berlangsung sejak 4 Desember di Hotel Savoy Homann dan Hotel Grand Preanger, selain menghasilkan ketua dan sekjen, juga menghasilkan susunan Dewan Pertimbangan PPPI. Penutupan Kongres XIV PPPI juga diwarnai keputusan peserta kongres yang secara aklamasi memilih Yogyakarta sebagai tuan rumah Kongres XV PPPI yang akan berlangsung 2012. Menurut Harris Thajeb, sesuai paparan visi misinya, ia akan merangkul orang dari daerah untuk duduk dalam kepengurusan PPPI Pusat. Baginya Pengda PPPI harus bisa berkembang sesuai dinamika dunia periklanan yang berlangsung cepat. Anggota PPPI di daerah harus merasa benefit menjadi anggota PPPI, sehingga akan mendorong mereka untuk aktif dalam agenda program yang disusun oleh pengurus baru.

“Persoalan lain yang cukup penting dalam kepengurusan kami adalah melakukan re-branding PPPI, sesuai amanat Kongres XIV. Lewat perubahan visi dan misinya dan beberapa hal krusial, termasuk masa kepengurusan yang menjadi 4 tahun dari sebelumnya 3 tahun, kami berharap PPPI lebih berwibawa dan mampu menjalankan amanat kongres,” jelas Harris Thajeb yang dalam periode kepengurusan sebelumnya menjadi Ketua Hubungan Internasional.
Menanggapi krisis global yang dampaknya mengguncang dunia bisnis, Harris optimis hal itu tidak akan terjadi di dunia industri kreatif, terutama periklanan. Alasannya berkaca pada situasi krisis di masa lalu maupun yang terjadi di luar negeri, perusahaan tidak boleh berhenti berpromosi. “Justru di masa krisis ini perusahaan harus tetap berpromosi agar tidak ditinggalkan pelanggan, perusahaan iklan hanya akan menyesuaikan dengan budget iklan klien dan menggunakannya secara efisien,” kata Harris.
Subiakto Priosoedarsono mengatakan, meski dirinya tidak terpilih, ia sangat berharap beberapa usulan dari paparan visi misinya digunakan dalam kepengurusan yang baru. Beberapa hal yang menurutnya harus diperhatikan oleh kepengurusan baru adalah persoalan industri kreatif di sektor domestik. PPPI harus mendorong pemerintah untuk membantu Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) dalam melakukan branding dan franchising.
“Perusahaan periklanan di Indonesia harus ikut mengangkat sektor ekonomi domestik agar tidak terpuruk oleh krisis global,” kata Subiakto yang akhirnya ditunjuk sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan PPPI.
Presiden Asosiasi Perusahaan Periklanan Internasional, Indra Abidin, kepada KR berharap kepengurusan baru PPPI memiliki semangat lebih dalam melaksanakan amanat anggota. PPPI harus memberdayakan pengda untuk lebih membangun ekonomi daerah. Karena adanya otonomi daerah, memberikan kesempatan bagi daerah untuk membangun dan itu merupakan kesempatan bagi industri di daerah untuk berperan serta,” kata Ketua PPPI Pusat periode 1981-1983.
SY Eri Kuncoro dari PPPI Pengda DIY berharap kepengurusan baru mampu mewujudkan impian anggotanya yang berharap PPPI menjadi pusat kreatif ekonomi. PPPI juga diharapkan mampu menjalankan amanat kongres secara lebih maksimal dibanding periode sebelumnya.
Kongres XIV PPPI yang mengambil tema ‘Rekayasa Ulang’ menghasilkan beberapa keputusan penting selain kepengurusan baru. Antara lain masa jabatan pengurus baru yang semula 3 tahun menjadi 4 tahun. Melakukan re-branding PPPI agar lebih dikenal dan menimbulkan gaung serta semangat baru anggotanya. Juga perubahan visi yaitu menjadi asosiasi terdepan penggerak ekonomi kreatif untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang unggul. Demikian juga dengan misi yang antara lain PPPI mampu menumbuhkembangkan lokal agency yang kuat dan mandiri. Mewujudkan undang-undang periklanan dan aturan tata niaga periklanan Indonesia. Memberdayakan kemampuan dan daya saing agency daerah dan beberapa misi lainnya. (Apw)-z

Posted by Wawan Kurniawan on 16.40. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels

Recently Added

Recently Commented