Sabtu, 17 Januari 2009

YOGYA (KR) - Meningkatnya standar kelulusan Ujian Nasional (Unas) dari 5,25 menjadi 5,50 membuat Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta melakukan berbagai strategi dalam menghadapi Unas bulan April besok. Untuk pendalaman materi disepakati antara sekolah dengan penyelenggara, khusus SMK difasilitasi oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3SK).
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Drs Suyono, Rabu (14/1) di ruang kerjanya mengatakan sosialisasi Unas dari SD-SMA/SMK sudah selesai. Pendalaman materi digelar akhir bulan ini sampai menjelang Unas. Untuk SD-SMA akan dikoordinir oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sedangkan SMK dengan K3SK.

“Kami sudah melakukan berbagai strategi dalam menghadapi Unas apalagi standar kelulusannya juga naik. Pendalaman materi bukan diadakan dinas tapi penyelenggara,” katanya.
Data sementara peserta Unas di Kota Yogyakarta sebagai berikut SD 7.244 siswa, SMP 7.962 siswa, SMA 6.891 siswa dan SMK 5.037 siswa. Data ini kemungkinan masih akan berubah karena sekarang masih dilakukan up date dengan memberikan print out daftar peserta ke sekolah untuk dilakukan pengecekan peserta yang ikut dan tidak.
“Sekolah mengecek mana siswa yang ikut dan tidak sehingga data itu masih plus minus,” ucap Suyono.
Setelah di cek pihak sekolah data tersebut baru diserahkan ke Dinas Pendidikan untuk disusun menjadi Daftar Nominasi Tetap (DMT). Diharapkan akhir bulan ini data tersebut sudah terkumpul sehingga bisa segera disesuaikan dengan anggaran yang akan digunakan.
Perubahan data peserta Unas menurutnya cukup berdampak terutama pada sisi anggaran baik di kota, propinsi dan pusat. Harapannya anak-anak tidak dipungut biaya dalam pelaksanaan Unas karena semua sudah ditanggung pemerintah. (Nik)-f


EmoticonEmoticon