Jumat, 30 Januari 2009

RADAR JOGJA - Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2009 akan dibuka dengan pentas reog Ponorogo malam ini. Prosesi pembukaan acara diawali pukul 15.45 WIB di pertigaan Pengurakan Jl Trikora Alun-alun Utara Jogja.
Acara pembukaan juga dimeriahkan oleh pagelaran sendratari Ambatik Jiwa Anak Negeri.
PMPS akan dibuka oleh Gubernur DIJ Sultan Hemangku Buwono X dan disusul dengan pengguntingan untaian melati oleh GKR Hemas. Hadir juga dalam acara tersebut Bupati Ponorogo Muhadi Suyono mendampingi grup reog dan sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota Jogja, Muspida, dan perwakilan dari 4 wilayah kabupaten di DIJ.

"Perwakilan dari Keraton Kasunanan Solo dan Pura Pakualam juga akan hadir," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Jogja Hadi Muchtar, kemarin Menurut Hadi, sekaten tahun ini dikemas lebih meriah disbanding tahun-tahun sebelumnya. Selain didirikan panggung utama berukuran 13x13 meter persegi ada juga 2 panggung hiburan lain sebagai pelengkap. Panggung diletakkan di sebelah barat alun-alun menghadap jalan masuk masjid.

"Dukungan lighting sebesar 50 ribu watt. Tahun lalu hanya 20 ribu watt," katanya. Daya listrik sebesar itu, kata Hadi, dibagi untuk tata suara sebesar 20.000 watt, pencahayaan 20.000 watt dan kebutuhan 10.000 watt.

Soal penataan parker yang setiap tahun menimbulkan persoalan public, panitia menyiapkan 13 kantong parker yang dikelola secara swadaya. Bekerjasama dengan Muspika Kraton dan Gondomanan. Soal tariff, menurut Hadi akan diberlakukan sesuai aturan yang berlaku. Kendati demikian, Hadi mengakui kemungkinan terjadinya tariff parker liar yang besarannya melebihi tariff resmi. Meskipun sudah ada ketentuan soal tariff khusus di area sekaten. Yakni untuk mobil, pada dua jam pertama Rp1.500, selanjutnya biaya Rp750 per jam. Sedangkan untuk sepeda motor, dua jam pertama Rp 750 dan selanjutnya Rp 375 setiap jam.Hal itu seakan menjadi benang kusut yang selalu terjadi setiap tahun dalam perayaan PMPS.

Hujan yang dating terus menerus mengguyur Kota Jogja menjadi perhatian pemkot. Kepala Dinas Kimpraswil Eko Suryo Maharsono mengatakan siap mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan air di alun-alun dengan membuat parit. Genangan air akan dialirkan ke arah selatan. Hanya saja, menurut Eko, upaya itu baru akan dilakukan jika ada laporan atau keluhan yang masuk. "Usai PMPS, tanah bekas parit akan kita kembalikan seperti semula," ujarnya. (yog)


EmoticonEmoticon