|

Pasokan Elpiji Seret

RADAR JOGJA - Pasokan gas elpiji ukuran lima kilogram dan 12 kilogram di DIJ kembali langka. Kelangkaan tersebut disebabkan lantaran sejumlah agen mengaku pengiriman stok elpiji dari PT Pertamina mengalami keterlambatan. Akibat keterlambatan tersebut agen mengalami kerugian jutaan rupiah.
"Biasanya jam delapan pengiriman elpiji sudah datang mas. Tapi, nggak tahu tadi jam sepuluh baru datang. Padahal yang ngantre tadi ada banyak sekali, sekitar 50 orang," kata Vironi, 49, salah seorang petugas agen elpiji Api Biru Jalan Bayangkara Jogja, kemarin.

Vironi menjelaskan setiap harinya pihaknya memesan tabung elipiji ukuran lima kilogram sebanyak 300 tabung, sedangkan untuk 12 kilogram sebanyak 200 tabung. "Karena banyak pembeli yang ngantre. Tadi, stok tabung langsung habis semua. Dan kami langsung kembali pesan, datangnya kira-kira yang nanti sore jam tigaan," jelas pria asal Gedungkiwo Jokteng Kulon ini.

Tidak hanya agen yang dirugikan, konsumen dan pengecer elpji yang hendak membeli ke agen terpaksa harus mengantre untuk menunggu kedatangan pengiriman elpiji.

"Saya sudah dua jam yang lalu mas nunggu di sini. Katanya elpiji tidak akan langka lagi, tapi kok tetap langka. Piye to iki," kata Suparman, warga Gondokusuman saat ditemui Radar Jogja ketika mengantre di agen elpiji Api Biru Jalan Bayangkara Jogja kemarin.

Hal senada diungkapkan Pariyono. Pria yang tinggal di Sidomulyo Godean ini mengaku sehari kemarin ia telah mendatang tiga agen gas elpiji. Namun, ia harus gigit jari karena stok elpiji di agen yang ia datangi stoknya habis.

"Sudah tiga agen mas yang sudah saya datangi. Tapi semuanya habis. Tadi sebelum ke sini saya ke agen Wina Jalan Kyai Mojo dan Wirobrajan. Di sana elpiji juga habis," kata Pariyono kemarin.

Padahal, pengecer gas elpiji ini setiap harinya mampu menjual tabung elpiji ukuran lima kilogram sebanyak sebelas tabung dan 12 kilogram sebanyak tiga tabung. "Saya sudah tiga hari ini kecelek terus mas. Padahal di kampung banyak tetangga yang cari," keluhnya. (mar)

Posted by Wawan Kurniawan on 17.59. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels