Senin, 26 Januari 2009

JOGJA - Bosan dengan kampanye penuh janji para calon presiden yang semakin gencar akhir-akhir ini? Sebuah pertunjukan humor akan membantu merilekskan pikiran dengan guyonan ringan tetapi memberikan pencerahan dan merespons situasi aktual menjelang pemilu.

Pertunjukan ''Presiden Guyonan'' akan diselenggarakan Selasa (27/1) malam di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pukul 20.00. Tak sekadar pentas guyonan biasa, acara ini didukung beberapa artis kenamaan seperti Happy Salma, Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, Dibyo Primus, Trio GAM (Wisben, Gareng, Joned), Kill The DJ, serta iringan orkes musik Sinten Remen.

Pertunjukan ini diangkat dari kolom-kolom yang ditulis Butet Kartaredjasa. ''Terus terang, saya tidak berani bermimpi menjadi presiden beneran. Cukup jadi presiden guyonan saja. Kalau nanti nyalon jadi presiden beneran, saya mesti pura-pura makan nasi aking atau tiba-tiba menjadi sahabat petani, kan repot," sindirnya.

Dikatakan, meski pertunjukan ini bersifat humor, Butet berharap bisa memberikan hiburan yang menyehatkan. Terutama menyehatkan buat para caleg yang belakangan makin tidak memiliki selera estetis. ''Lihat saja, kota menjadi semrawut dan menyebalkan karena penuh baliho dan poster yang dipasang tanpa memperhitungkan keindahan," ungkap putera mendiang Bagong Kussudiardjo ini.

Untuk itu, dirinya berharap para caleg melihat pertunjukan ini agar paham bagaimana cara berkomunikasi dengan cara yang lebih 'nyeni' dan berbudaya. Sebelumnya, pertunjukan ini sempat digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta dan mendapat sambutan meriah.

Happy Salma yang akan membacakan kolom Mbakyu Liberal menganggap keterlibatannya dalam pertunjukan ini sebagai kesempatan belajar yang mengasyikkan. ''Saya bisa menyerap energi kreatif dari para seniman Jogja yang unik dan khas. Prosesnya menyenangkan dan membuat saya makin memahami karakteristik orang Jogja. Guyon-guyonannya sangat smooth dan cerdas, berbeda dengan gaya humor Jakarta yang nyablak," ungkapnya. (nis)



EmoticonEmoticon