|

18 Fasilitas Pendidikan Diserahkan Ke Pemerintah

HARIAN JOGJA - JOGJA: Sebanyak 18 fasilitas pendidikan baik sekolah maupun pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang selesai direkonstruksi dan direhabilitasi dari kerusakan akibat gempa 2006 diserahkan ConocoPhillips dan USAID kepada pemerintah kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Fasilitas pendidikan tersebut berada di Kota Yogyakarta sebanyak dua sekolah, kemudian enam sekolah di Bantul dan 10 sekolah di Sleman," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY, Suwarsih Madya dalam acara serah terima fasilitas pendidikan tersebut di Yogyakarta, Jumat.

Dikatakannya, ini merupakan bagian dari 35 sekolah yang mendapat bantuan dari dua institusi internasional tersebut, sedangkan sisanya terletak di Klaten, Jawa Tengah. Conoco Phillips dan USAID memberikan bantuan untuk memulihkan pelayanan pendidikan akibat gempa bumi 2006 yang dilakukan secara swakelola oleh sekolah dan masyarakat melalui musyawarah mufakat.

Menurut dia, jumlah konstribusi masyarakat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut baik tunai dan nontunai sebesar Rp210 juta, sedangkan jumlah bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dihibahkan oleh perusahaan minyak melalui USAID di kedua provinsi, DIY dan Jateng, sebesar satu juta dolar AS.

"Proses rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut dimulai pada April-Desember 2008 setelah sebelumnya dilakukan pembekalan tentang manajemen pembangunan gedung kepada masyarakat sekitar," ujarnya.

Sementara itu Walter North, Mission Director USAID Indonesia menyatakan terdapat sebanyak 500 bangunan sekolah yang rusak akibat gempa sehingga ada sekitar 525.000 siswa yang tidak mendapatkan layanan pendidikan pascabencana.

"Bantuan tersebut selain untuk kepentingan pembangunan fisik juga diberikan bantuan buku pelajaran dan pelatihan kepada siswa dan masyarakat," katanya.

Menurut dia, hasil rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut merupakan wujud kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat dan swasta.

Ia juga menyatakan, reformasi pendidikan di Indonesia adalah tantangan besar yang harus dihadapi, sedangkan hasil rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut menjadi investasi untuk pendidikan Indonesia. Sementara itu, Presiden Direktur ConocoPhillips, Jim Taylor menegaskan pendidikan adalah fokus utama dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Melalui bantuan ini kami berharap siswa dan masyarakat setempat dapat kembali berdiri di atas kaki sendiri dan ini adalah komitmen kami kepada Pemerintah Indonesia," ujarnya.

Serah terima gedung fasilitas pendidikan itu dilakukan oleh Jim Taylor kepada wakil pemerintah kota dan kabupaten di DIY.(Antara)

Posted by Wawan Kurniawan on 01.03. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

Blog Archive

Labels