Rabu, 11 Februari 2009

RADAR JOGJA - KULONPROGO - Penurunan jumlah penerima beras rakyat miskin (raskin) tahun 2009 membuat Disosnakertrans Kulonprogo dirundung cemas. Penurunan tersebut rawan konflik. "Terus terang penurunan ini sedikit meresahkan. Sebab rumah tangga miskin (RTM) yang dulunya menerima kemudian sekarang tidak, pasti akan bergejolak," kata Kepala Bidang Sosial Disosnakertrans Untung Waluya kemarin. Untung mengatakan, RTM penerima raskin tahun 2008 sebanyak 42.360 KK, sekarang menjadi 33.280 KK. Rinciannya, Temon 1.884 RTM, Wates 2.295, Pengasih 3.271 dan Kokap 4.261.
Kecamatan Panjatan 2.801, Galur 1.747, Lendah 2.232, Sentolo 2.770, Nanggulan 2.305, Kalibawang 3.611, Girimulyo 3.132, dan Samigaluh 2.971 RTM.

"Dibandingkan tahun lalu, selisihnya 9.080 RTM," jelas Untung.

Data tersebut muncul berdasarkan 18 kriteria yang dipakai Badan Pusat Statistik (BPS). Kemungkinan, 9.080 RTM yang tidak dicantumkan dianggap taraf ekonomi semakin membaik.

Apalagi dalam penyaluran raskin tidak ada data usulan. Sehingga, penyaluran hanya mengikuti kuota. Keputusan tersebut bisa menjadi masalah jika terjadi kesenjangan.

Sebab batas antara rumah tangga miskin dan rumah tangga hampir miskin sangat tipis. Bahkan, tidak bisa dibedakan secara kasat mata.

"Itu yang bisa menjadi gejolak, yang tidak mendapatkan merasa kondisinya masih miskin. Kalau sudah seperti itu nanti bisa ribut karena ada rasa iri antar warga," katanya khawatir. (ila)


EmoticonEmoticon